Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberian Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Bagi Kualitas Psikologis Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jakarta Arzethy, Putri Laura; Muhammad, Ali; Anwar, Umar
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 8 (2023): November (In Progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10171310

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is one of the basics in recognizing and understanding how to maintain the health of each individual. The Juvenile Detention Center (LPKA) at Jakarta Class II as an institution for Children in conflict with the law (ABH) certainly does not escape providing education on the importance of PHBS during its detention period. However, based on the results of field observations through the implementation of a gradual questionnaire taking a population of 26 assisted children, it was found that assisted children experienced limitations in sanitation and hygiene facilities and infrastructure, which affected their clean living behavior while in Juvie. The method used by the Cadets in implementing this service practicum is the Community Development Method in assisting The Juvenile Detention Center at Jakarta Class II which aims to achieve increased implementation of Clean and Healthy Living Behavior by using collaboration and socialization or counseling techniques, namely the Cadets together with The Juvenile Detention Center at Jakarta Class II collaborates together to carry out activities using socialization or counseling techniques to increase the awareness and motivation of target children in implementing Clean and Healthy Living Behavior despite limitations. At the end of the practicum, there was an increase in awareness and personal hygiene activities by the target children in implementing Clean and Healthy Living Behavior while at The Juvenile Detention Center.
Analisis Dampak Psikologi Narapidana pada Pelaksanaan Kunjungan Online pada Masa Pandemi Covid-19 di Rutan Kelas IIB Raba Bima: Kunjungan Online, Narapidana, Psikologis Nurrahmayanti, Siti; Anwar, Umar
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.11818

Abstract

Direktorat jenderal pemasyarakatan kementerian hukum dan ham asasi manusia (HAM) selama pandemi covid-19 menghentikan kunjungan fisik terhadap warga binaan pemasyarakatan dan mengganti menjadi kunjungan online seperti video call. Meskipun begitu, para tahanan dan narapidana tetap diberikan hak-hak sesuai dengan undang-undang yang berlaku termasuk menerima kunjungan dari keluarga, penasihat hukum, atau orang tertentu lainya meskipun di ganti dengan kunjungan online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implememtasi kunjungan online yang dilaksanakan di rutan kelas IIB Raba Bima dan untuk mengetahui dampak kondisi psikologis narapidana selama pandemi covid-19 sejak dilaksanakan kunjungan online serta bagaimana cara narapidana menghadapi dampak psikologi yang muncul. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kulaitatif deskripsi dengan pendektan fenomenologi, dimana penelitian ini menganalisis dampak psikologis yang dirasakan yang dirasakan oleh narapidana selama pelaksanaan kunjungan online pada masa pandemi covid-19. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan metode wawancara sera observasi Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa narapidana, didapatkan bahwa ada beberapa dampak psikologis yang dirasakan oleh narapidana baik dampak psikologi yang ringan, hingga dampak psikologis yang berat, seperti sedih, kecewa, dan depresi.
Strategi Litmas Pembimbing Kemasyarakatan dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar Putra, I Wayan Andi Juliantika; Anwar, Umar
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.12021

Abstract

Di Era perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, banyak sekali pekerjaan yang di permudah apabila menggunakan teknologi yang paling muktahir seperti komputer, smartphone, tablet, serta alat digital lainya. Begitu juga di Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar yang memiliki permasalahan terkait sistem pendaftaran bimbingan klien pemasyarakatan yang masih menggunakan cara manual dalam pendataan pendaftaran klien pemasyarakatan. Metode yang di gunakan adalah kualitatif observasi. Dengan adanya teknologi maka Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar membuat inovasi yang mampu mempermudah segala proses pekerjaan yang berkaitan dengan proses pembinaan serta pembimbingan klien pemasyarakatan. Salah satu sistem yang di buat oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar adalah Sistem Pendaftaran Bimbingan Klien. Sistem ini akan di terapkan oleh Pembimbing Kemasyarakatan untuk di sosialisasikan kepada klien pemasyarakatan supaya nantinya klien pemasyarakatan lebih mudah melakukan pendaftaan bimbingan yang akan di input otomatis oleh sistem.
Penyuluhan dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum di Desa Mangli, Randudongkal, Pemalang Mutiara, Lediana Tia; Anwar, Umar; Equatora, Muhammad Ali
Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): May
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v2i1.877

Abstract

Counseling in the context of community service related to the legal awareness education program in increasing understanding and knowledge for the Pekalongan Class II Bapas correctional clients and the Mangli Village community is essential, which is aimed explicitly at correctional clients so they do not repeat criminal acts (recidivist). For the people of Mangli Village, counseling functions to prevent violations of criminal acts, especially in Mangli Village. The method used is the lecture method, namely presentation, explaining, and opening a question and answer session and conveying opinions from clients or the public. The results of the implementation of PKM activities are in the form of counseling related to legal awareness, namely community development before and after being given counseling to become more aware of the importance of the level of public attention in legal awareness. The village community gained more knowledge than before being given counseling regarding understanding legal cognition.
Analysis of Correctional Institution Officer Interaction Patterns and Stress During Implementation of Correctional Revitalization in Nusakambangan Indonesian Anwar, Umar; Hamzah, Imaduddin; Biafry, Vivi Silviani; Aulia, Qisthina
International Journal of Qualitative Research Vol. 3 No. 3 (2024): March
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijqr.v3i3.1173

Abstract

The implementation of correctional revitalization is not only related to structural adjustments and security protocols at Super Maximum Security (SMAX), Maximum Security (MAX), and Medium Security (MS) correctional facilities; it may also have an impact on changes in officer-inmate interaction patterns and the psychological stress officers. After the implementation of institutional revitalization, this study intends to investigate the patterns of officer-inmate interaction and the levels of stress experienced by correctional institution personnel in Nusakambangan with various degrees of security. Eight officers were interviewed as part of the research approach, which involved descriptive qualitative analysis, in four prisons on Nusakambangan Island. The analysis's findings give an example of the many ways that SMAX, MAX, and MS prison guards and convicts engage with one another. Because of restrictions on prisoners' freedom of movement, the implementation of security measures, and disparities in treatment within the development program, different interaction patterns result. Comparing convicts in XMAX and MAX prisons to those in MS prisons, authorities believe that MS prisoners spend more time outside of their rooms engaging in activities, which could compromise security and order. The result is that because inmates in MS prisons are free to roam the facility, but inmates in SMAX and MAX prisons engage in more activities in their quarters, the stress level for officers in MS prisons is higher than the stress level in SMAX and MAX prisons.
THE INFLUENCE OF EMOTIONAL INTELLIGENCE AND SPIRITUAL INTELLIGENCE ON AGGRESSIVE BEHAVIOR AMONG PRISONERS IN CLASS IIA CORRECTIONAL INSTITUTIONS PURWOKERTO Putra, Dewa Armansyah; Anwar, Umar
Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Kajian Pendidikan Dan Psikologi
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/jkpp.v1i2.63

Abstract

The aim of this research is to understand whether there is an influence between emotional intelligence and spiritual intelligence on aggressive behavior in prisoners at the Class IIA Purwokerto prison. The research method used was quantitative, and the sample consisted of 67 prisoners involved in violations. Data analysis in this research was carried out using IBM SPSS 25 software. The test results showed that the R Square value was 0.330 or 33.0%, which means that emotional intelligence and spiritual intelligence together contributed 33% to aggressive behavior. The regression equation is Y = 84.201 - 0.87X1 - 0.258X2. The constant value (a) is 84.21, the emotional intelligence regression coefficient (b1) is -0.87, and the spiritual intelligence regression coefficient (b2) is -0.258. Based on these results, steps can be taken to provide psychological guidance to prisoners according to individual needs, with the aim of reducing aggressive behavior among prisoners.
INCREASING THE ROLE OF COMMUNITY GUARDIANS IN OVERCOMING BULLYING BEHAVIOR AMONG GUIDED CHILDREN IN SPECIAL DEVELOPMENT INSTITUTIONS FOR CLASS I CHILDREN IN MEDAN Prissima, Reza; Anwar, Umar
Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/jkpp.v1i3.66

Abstract

Bullying in Special Child Development Institutions has become a serious concern in education and psychology. This study aims to investigate the background of bullying at the Medan Grade 1 Special Development Institute for Children and identify the factors that influence it. The research method used is a case study with a qualitative approach. Data was collected through participant observation, in-depth interviews with various related parties, and analysis of related documents. Research findings show that factors such as family dynamics, interactions with peers, and environmental conditions in special child development institutions play an important role in influencing the occurrence of bullying. Families that are less harmonious, have unhealthy interactions with peers, and have an unsupervised environment at Special Children's Development Institutions can increase the risk of bullying behavior. This research implies the need to develop holistic and evidence-based intervention strategies to prevent and handle bullying in the Special Child Development Institution environment. To create a safe, inclusive, and supportive environment for all individuals, we need to strengthen anti-bullying programs that involve all relevant stakeholders. Further research is needed to test the effectiveness of these interventions and deepen our understanding of the factors that influence the occurrence of bullying in special child development institutions.
MODEL PEMBINAAN BELA NEGARA DAN CINTA TANAH AIR BAGI ANAK PELAKU AKSI ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM) Valencia F.W, Grisca; Anwar, Umar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5268-5273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi anak-anak yang terlibat dalam aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan tindak pidana, serta merumuskan upaya yang efektif agar mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dengan menggunakan teori Differential Association dan Konsep pembinaan, penelitian ini meneliti bagaimana interaksi sosial dan lingkungan membentuk perilaku kriminal pada anak-anak dalam tindak pidana. Selain itu, penelitian ini mengusulkan model pembinaan yang menekankan pada pendidikan bela negara dan cinta tanah air sebagai langkah preventif. Program pembinaan yang melibatkan pendidikan nilai-nilai kebangsaan, penguatan karakter dan dukungan komunitas diidentifikasi sebagai strategi efektif untuk mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. Dengan adanya pendekatan ini, anak-anak dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam masyarakat dan mengembangkan rasa nasionalisme yang kuat.
PENERAPAN RAMBU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI PEMENUHAN HAM NARAPIDANA Diarja, Resha Dwi Windu; Anwar, Umar
TOPLAMA Vol. 1 No. 2 (2024): TOPLAMA
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/tla.v1i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas mengenai evakuasi narapidana ketika terjadi bencana alam maupun bencana lainnya dengan tetap mengutamakan kemanan dan ketertiban di dalam Rutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung sebagai data primer dan data sekunder berupa kajian teori dan media massa. Hasil dari penelitian ini yaitu terumusnya tata cara pelaksanaan rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja K3 dalam rangka pemenuhan HAM narapidana. Penelitian ini membahas mengenai pentingnya rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja K3 untuk mengantisipasi, meminimalisir korban jiwa, memberikan rasa aman dan keselamatan pribadi bagi narapidana. Kebaruan penelitian ini adalah membahas pelaksanaan rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja K3 dalam rangka pemenuhan HAM narapidana yang selama ini kurang diketahui dan diperhatikan oleh masyarakat luas. Selama ini pandangan masyarakat terhadap narapidana masih negatif, narapidana dianggap sebagai sampah masyarakat dan harus mendapat pembalasan dengan dimasukan ke dalam lapas. Dengan penelitian ini diharapkan mengubah pola pikir masyarakat terhadap narapidana.
DAMPAK PEMBERIAN REMISI BAGI NARAPIDANA KASUS NARKOTIKA TERHADAP PUTUSAN PIDANA YANG DIJATUHKAN MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 99 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PELAKSANA Anwar, Umar
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Legislasi Indonesia - Juni 2016
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v13i2.108

Abstract

Pemberian remisi merupakan hak bagi setiap narapidana yang menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS). Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang merubah Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan sudah membatasi pemberian remisi bagi beberapa narapidana termasuk narapidana kasus pidana narkotika. Permasalahan yang diangkat adalah tentang penerapan pemberian remisi bagi kasus pidana narkotika, apakah semua putusan pidana yang dijatuhkan terhadap narapidana kasus narkotika tidak mendapatkan remisi dan hubungan antara pemberian remisi dengan putusan pidana di pengadilan. Penelitian ini  menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menganalisis undang – undang dan norma yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian remisi kepada narapidana kasus pidana narkotika tetap mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, putusan pidana yang mendapat remisi apabila hukumannya di bawah lima tahun dan diatas lima tahun tidak mendapatkan remisi dan pemberian remisi bagi narapidana sangat dipengaruhi putusan pidana pada narapidana kasus narkotika tersebut.