Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Psychological Well-Being dengan Pengasuhan Wali Pemasyarakatan dan Criminal Thinking Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang Hammami, Nata Mulia; Anwar, Umar
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.7818

Abstract

Permasalahan dalam hal kesejahteraan psikologis anak sangatlah beragam. Termasuk anak yang berada di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Anak yang menjalankan masa pidana di LPKA akan memengaruhi proses kesejahteraan psikologis. Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu melihat bagaimana hubungan psychological well-being dengan pengasuhan wali pemasyarakatan dan criminal thinking 60 anak yang berada di LPKA Kelas I Palembang. Psychological well being menurut Ryff  didefinisikan sebagai kondisi individu yang mencakup lebih dari sekadar bebas dari masalah atau tekanan mental. Criminal thinking atau pemikiran kriminal merupakan sebuah pemikiran serta proses yang mendorong seseorang untuk inisiasi dan pemeliharaan kebiasaan suatu tindakan yang melanggar hukum. pengasuhan menurut diartikan  sebagai pola interaksi untuk memengaruhi tindakan dan karakter anak yang bervariasi. Terdapat hubungan antara psichological well-being anak dengan criminal thinking  dengan nilai signifikasi korelasi product moment  0,01. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara psychological well-being dengan pengasuhan yang diberikan wali pemasyarakatan dengan nilai signifikasi 0,64. Korelasi yang terjalin antara psychological well-being dengan criminal thinking yaitu korelasi positif. Artinya semakin baik psychological well-being anak maka semakin besar pola pemikiran kriminal anak tersebut.
ANALISIS PYGMALION EFFECT DALAM DINAMIKA PERILAKU KLIEN ANAK PADA PROSES REINTEGRASI SOSIAL DI BAPAS KELAS I TANGERANG Nugraha, Fajar Iman; Anwar, Umar
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v8i2.1146

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan Pygmalion Effect dalam dinamika perilaku klien anak selama proses reintegrasi sosial di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Tangerang. Pygmalion Effect, sebagai fenomena psikologis, menekankan pentingnya ekspektasi positif dari pembimbing kemasyarakatan, penjamin, dan pihak pelatihan keterampilan kerja (Latker) dalam mendorong perubahan perilaku positif pada klien anak. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, penelitian ini menganalisis bagaimana ekspektasi positif memengaruhi motivasi, kepercayaan diri, dan kepatuhan klien anak terhadap program reintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional dan pujian dari pembimbing kemasyarakatan, seperti yang dialami klien R, S, dan K, berkontribusi pada perubahan perilaku positif, seperti peningkatan kepatuhan ibadah dan penghindaran pergaulan negatif. Namun, ekspektasi negatif dari lingkungan sosial dapat menghambat proses reintegrasi, memperkuat risiko Golem Effect. Penelitian ini merekomendasikan program ”HARAPAN POSITIF” untuk mengoptimalkan penerapan Pygmalion Effect melalui pelatihan sensitivitas dan penyuluhan kepada keluarga serta masyarakat, guna mencegah residivisme dan mendukung reintegrasi sosial yang efektif.Kata Kunci: Pygmalion Effect, Reintegrasi Sosial, Perilaku Klien Anak
Program Pembinaan Kemandirian dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja bagi Narapidana Asimilasi dalam di Lapas Kelas IIB Biak Kawer, Panus Yuwono K; Anwar, Umar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1314

Abstract

Penelitian ini berjudul "Program Pembinaan Kemandirian dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja bagi Narapidana Asimilasi di Lapas Kelas II B Biak". Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Kelas II B Biak dalam meningkatkan keterampilan kerja narapidana yang sedang menjalani proses asimilasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian memiliki dampak positif terhadap peningkatan keterampilan kerja narapidana. Pelatihan yang diberikan mencakup keterampilan teknis dan aspek psikososial, seperti peningkatan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Namun, terdapat beberapa kendala dalam implementasi program, termasuk keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, serta perbedaan karakteristik narapidana yang mempengaruhi efektivitas pelatihan. Dari hasil analisis, disarankan agar pihak Lapas dan UPTD LLK UKM Biak meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses terhadap sumber daya dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembinaan guna mengurangi stigma sosial terhadap narapidana. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya berfungsi sebagai upaya rehabilitasi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam perbaikan sosial dan ekonomi bagi narapidana. Melalui pendekatan berbasis keterampilan, diharapkan narapidana dapat reintegrasi ke dalam masyarakat dengan lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman mereka.
Pengaruh Pemberian Edukasi Multimedia Linier terhadap Tingkat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Binaan di LPKA Kelas I Blitar Fauzi, Zaki Ahmad; Anwar, Umar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah amanah yang harus dilindungi dan dijamin haknya sesuai UUD 1945. Pemerintah bertanggung jawab melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi. Di era globalisasi, peran orang tua dalam mengawasi anak semakin penting agar terhindar dari perilaku menyimpang. Jumlah anak yang terlibat kriminalitas menunjukkan perlunya pendekatan rehabilitatif untuk menghindari dampak negatif sistem peradilan. Anak binaan di LPKA menghadapi tantangan kesehatan, seperti dermatitis dan ISPA, sehingga edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat diperlukan. Penelitian di LPKA Kelas I Blitar melibatkan 88 responden, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan menerima edukasi multimedia linier, sementara kelompok kontrol mendapat edukasi konvensional. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS pada kelompok perlakuan (P < 0,05). Metode multimedia efektif karena animasi dan visual menarik, meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anak dalam pembelajaran.
Bimbingan Sosial Individu Dengan Pendekatan Teknik Parenting Sebagai Upaya Menurunkan Resiko Residivisme Anak Binaan (Studi Kasus Lpka Kelas I Tangerang) Kresti, Lorinda; Equatora, Muhammad Ali; Hamzah, Imaddudin; Anwar, Umar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi berkembang pesat pada masa ini, dan globalisasi juga berdampak signifikan pada masyarakat dan generasi muda khususnya para remaja pada saat ini. Salah satu yang sangat mudah terpengaruh oleh pengaruh globalisasi terutama dampak negatifnya adalah remaja. Karena pada masautransisi atau peralihanudari masa kanak-kanak menuju dewasa. Banyak kejadian kenakalan remaja yang terjadi di berbagai daerah. Berbagai macam tindakan negatif atau perilaku menyimpang yang dilakukan oleh sebagian remaja meresahkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan, perubahan perilaku dan mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan bimbingan sosial individu dengan pendekatan teknik parenting. Data penelitian diambil dari metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ialah dengan pendekatan Teknik parenting memberikan perubahan perilaku terhadap anak binaan, yang sebelumnya cenderung berperilaku tidak sesuai selama menjalani pembinaan di LPKA seperti lebih banyak menutup diri, sehingga dengan adanya bimbingan sosial individu dengan pendekatan Teknik parenting sebagai Upaya menurukan resiko residivisme anak binaan. Kata Kunci: Bimbingan sosial individu, residivisme, teknik parenting.
Implementasi Islamic Religious Values Dalam Memperbaiki Karakter Narapidana Di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Temanggung Abdurrasyid, Akhmad; Anwar, Umar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip-prinsip pokok dari konsep pemasyarakatan sehingga bukan lagi sebagai system pembinaan narapidana dan sekaligus sebagai metodologi dibidang treatment of offenders. Melaksanakan pembinaan tehadap narapidana ialah pekerjaan yang tidak saja membutuhkan biaya yang besar tersitanya pikiran dan tenaga, serta kebutuhan akan fasilitas–fasilitas lainya juga dituntut adanya kemampuan menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak., Departemen Agama, Departemen Sosial, dengan organisasi-organisasi lainnya yang ada dimasyarakat. Menurut Pasal 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, tujuan Pemasyarakatan adalah agar Narapidana menjadi manusia seutuhnya, sadar akan kesalahan, tidak mengulangi kesalahan, memperbaiki diri, berusaha diterima kembali dalam masyarakat, mampu berperan aktif dalam berkembang, dan menjalani kehidupan yang baik dan wajar sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Penelitian ini, Penulis memilih Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Temanggung sebagai lokus dilaksanakannya penelitian. Hal itu berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh Penulis di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Temanggung tentang adanya upaya yang nyata dalam pelaksanaan kegiatan memperbaiki keagamaan khususnya agama Islam.
Hubungan Family Support Dengan Kenakalan Anak Binaan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang Ayu Antiny, Putri; Anwar, Umar; Sylviani Biafri, Vivi; Edi Tando, Cahyoko
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja (adolescence) merupakan tahap perkembangan yang merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa remaja mereka memiliki energi yang lengkap dan aktif dalam hal apapun. namun energi yang berlebihan dapat menimbulkan anak dapat melakukan hal negatif yang dapat melanggar hukum maupun norma. Kenakalan remaja dapat terjadi jika hal tersebut dibiarkan dan didukung dengan lingkungan yang tidak kondusif. Banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja salah satu diantaranya yaitu family support. Maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari hubungan antara dukungan keluarga dengan kenakalan remaja pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana hubungan dukungan keluarga dengan kenakalan anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Dukungan Keluarga (Friedman, 2013) dan Teori Kenakalan Remaja (Jensen, 1985). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian korelasional. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Uji Normalitas, Uji Linearitas dan Uji Korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai koefisien korelasi -0,321 dengan nilai p = 0,04 dimana p < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kenakalan remaja pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang.
Identifikasi Kebutuhan Kriminogenik Narapidana Kasus Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya A, Muhammad Zahniar; Anwar, Umar; Muhammad, Ali; Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.15942

Abstract

Kriminologi menjadi faktor yang mendasari suatu individu melakukan tindak kejahatan dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat karena melibatkan korban dan pola perilaku yang dapat memunculkan respon dari masyarakat. Untuk mengetahui identifikasi kebutuhan kriminogenik narapidana kasus pencurian, beserta faktor-faktor yang mendasarinya, maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dan observasi dengan narasumber dan informan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, sedangkan data sekunder adalah dokumentasi yang dilakukan penulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa faktor kriminogenik, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan pada narapidana residivus kasus pencurian yaitu faktor manajemen keuangan dan faktor lingkungan atau hubungan social yang terjalin. Namun, dalam ilmu kriminologi banyak teori yang menjelasakan terkait penyebab seseorang melakukan kejahatan, sehingga sulit untuk menentukan penyebab kriminalitas karena bukan hanya dari satu faktor tunggal saja.
HAMBATAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM PROGRAM ASIMILASI RUMAH BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KUALA KAPUAS Hotman, Holida; Anwar, Umar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i7.2022.2454-2463

Abstract

Pembimbing Kemasyarakatan merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan program asimilasi rumah bagi narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatam (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan). Dalam melaksanakan tugas tersebut terdapat beberapa faktor yang menghambat seperti kurangnya data dalam mengurus proses asimilasi dan dana dalam proses kepengurusan asimilasi tersebut. Rumusan masalahnya yang pertama yaitu mengenai apa saja hambatan PK dalam pelaksanaan program asimilasi di rumah selama pandemi Covid-19 kemudian bagaimana upaya untuk meminimalisir hambatan yang dihadapi PK selama program bimbingan dan pengawasan dalam masa pandemi Covid-19 di Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas ini dilaksanakan. Metode penilitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus yaitu meneliti kasus-kasus asimilasi rumah selama pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan PK selama melakukan Litmas yaitu, keterbatasan pemahaman petugas mengenai betapa pentingnya akan penelitian kemasyarakatan, pembimbingan kurang efisien sebab rendahnya ketertiban klien, dan keterbatasan data pembuatan asesmen. Kesimpulan dari permasalahan hambatan PK ini yaitu perlu adanya peningkatan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), perlu dilakukan kenaikan SDM Pembimbing Kemasyarakatan, meningkatkan koordinasi dengan APH, kemudian meningkatkan intensitas bimbingan konseling secara daring (e-konseling).
MODEL PEMBINAAN BELA NEGARA DAN CINTA TANAH AIR BAGI ANAK PELAKU AKSI ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM) Valencia F.W, Grisca; Anwar, Umar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5268-5273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi anak-anak yang terlibat dalam aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan tindak pidana, serta merumuskan upaya yang efektif agar mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dengan menggunakan teori Differential Association dan Konsep pembinaan, penelitian ini meneliti bagaimana interaksi sosial dan lingkungan membentuk perilaku kriminal pada anak-anak dalam tindak pidana. Selain itu, penelitian ini mengusulkan model pembinaan yang menekankan pada pendidikan bela negara dan cinta tanah air sebagai langkah preventif. Program pembinaan yang melibatkan pendidikan nilai-nilai kebangsaan, penguatan karakter dan dukungan komunitas diidentifikasi sebagai strategi efektif untuk mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. Dengan adanya pendekatan ini, anak-anak dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam masyarakat dan mengembangkan rasa nasionalisme yang kuat.