Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Informasi Akuntansi menggunakan Metode Incremental – Studi Kasus di Koperasi Karyawan Coca Cola SIER Muhammad Harist Murdani; Nurwahyudhi Widhiyanta; Surya Priyambudi; Muhammad Asrori
SMATIKA JURNAL : STIKI Informatika Jurnal Vol 12 No 01 (2022): SMATIKA Jurnal : STIKI Informatika Jurnal
Publisher : LPPM UBHINUS MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/smatika.v12i01.663

Abstract

Rapid technology advancement requires some business actors to change their habits. Koperasi karyawan Coca Cola is a conventional employee cooperative that has not implemented specific systems to manage its financial data. Problems arise when there is a need to change the daily transactional data in the previous month or even the previous year. In this study, we designed and implemented an accounting information system to facilitate the processing of its financial data until balance reports. In addition, we also added a new menu, a balance list recalculation for the purpose of upholding data integrity which may change due to changes in daily transactional data in the previous month or previous year. The result shows that the accounting information systems that has been developed and implemented is very helpful by shortening the time required by financial staff in managing daily transactional data and generating monthly accounting reports.
PENINGKATAN PENDAPATAN BUMDES BERBASIS DIGITALPRENEUR DI DESA JATIREMBE KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK Priyambudi, Surya; Andriansyah, Andrian; Qottrunnada, Raniah; Adha, Umaya Zunainatul
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2688

Abstract

BUMDes “Jati Makmur” saat ini menjalankan dua usaha utama, yaitu Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan pengelolaan sampah. Desa Jatirembe memiliki potensi sumber air dari dua waduk besar, namun kualitas air sebelumnya kurang bersih. Sejak tahun 2016, filter air dipasang untuk menjamin kebersihan dan keamanan air bagi kebutuhan sehari-hari. Meski kedua usaha berjalan, produktivitasnya masih rendah, dengan pendapatan hanya cukup menutup biaya operasional. BUMDes Jati Makmur memerlukan pengembangan usaha baru yang belum terwujud untuk mendukung peningkatan pendapatan. Berdasarkan latar belakang diatas, tim melakukan survei lanjutan untuk mengembangkan program berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Solusi yang diusulkan mencakup penambahan jenis usaha, pencatatan meteran HIPPAM berbasis aplikasi digital, serta pemasangan panel surya dan baterai sebagai cadangan listrik untuk pompa air supaya aliran air ke masyarakat lebih lancar karena sering terjadi pemadaman listrik. Ditahap awal implementasi kami melakukan diskusi penyesuaian dana anggaran, survei lokasi, dan pembelian komponen - komponen. Lalu pada tahap tengah implementasi kami melanjutkan pembelian komponen - komponen yang dibutuhkan, melakukan diskusi bersama mitra, dan pemasangan panel surya. Kemudian ditahap akhir kami melanjutkan pemasangan panel surya, membuat web mengenai pencatat air, memasang modem dan cctv, dan melakukan sosialisasi bersama pengurus BUMDes Jati Makmur.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU DALAM MENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMKS GRESIK BERBASIS EKONOMI KREATIF Yeni Probowati; Priyambudi, Surya; Dwi Elok Indriastuty; Yuli Ermawati
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10516

Abstract

Mitra pada program pemberdayaan ini Adalah teaching factory berupa bakery yang dikelolah oleh SMK Hidayatul Ummah Gresik Jawa Timur. Pengelolaannya masih terbilang kurang sehingga terdapat permasalahan: 1)Belum menjaga keselamatan dan kesehatan produksi; 2)Perlu pengembangan varian produk; 3)Perlu penguatan peralatan modern; 4)Belum merencanakan perhitungan kapasitas produksi dan penyimpanan stok tidak efisien; dan 5)Belum mengintegrasikan teaching factory dengan prinsip ekonomi kreatif, seperti desain produk, branding, atau pemasaran digital. Pelaksanaan kegiatan diantaranya; 1)Peningkatan pengetahuan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 75%; 2) Peningkatan pengetahuan hygiene personal sebesar 75%; 3)Peningkatan kapasitas produksi sebesar 40%; 4)Peningkatan penjualan sebesar 50%; 5)Mempunyai sertifikat Halal dan merk dagang; 6)Tersedianya celemek, penutup kepala, sarung tangan, dan peralatan masak berbahan stainless steel; 7)Peningkatan keterampilan membuat inovasi olahan produk kue sebesar 75%; 8)Peningkatan pengetahuan perencanaan produksi bakery sebesar 70%; 9)Tersedianya penyimpan adonan, freezer mixer, penggiling, dan oven; 10)Peningkatan keterampilan mendesain kemasan sebesar 70%; 11)Peningkatan keterampilan melakukan foto dan video produk melalui handphone sebesar 75%; 12)Peningkatan pengetahuan kewirausahaan sebesar 75%; 13)Peningkatan keterampilan pemasaran media digital sebesar 75%; 14)Peningkatan pengetahuan pengelolaan iklan sosial media sebesar 75%; 15)Tersedianya eCommerce.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU DALAM MENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMKS GRESIK BERBASIS EKONOMI KREATIF Probowati, Yeni; Indriastuty, Dwi Elok; Priyambudi, Surya; Ermawati, Yuli
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2776

Abstract

Mitra pada program pemberdayaan ini adalah SMK Hidayatul Ummah yang beralamatkan di Jl. Raya Balongpanggang 23 Gresik Jawa Timur. Untuk saat ini terdapat teaching factory berupa bakery yang dikelolah oleh Guru SMK Hidayatul Ummah, namun pengelolaannya masih terbilang kurang baik sehingga permasalahannya sebagai berikut: 1)Guru tidak mengetahui cara menjaga keselamatan dan kesehatan saat memproduksi bakeri; 2)Saat ini produk yang dibuat memiliki masalah variasi produk sehingga diperlukan perbedaan varian produk bakeri untuk bisa bersaing dengan produk umum; 3)Perlunya penguatan sarana teaching factory berupa peralatan bakeri modern; 4)Guru belum merencanakan produksi perhitungan kapasitas produksi disertai dengan pengaturan penyimpanan stok yang tidak sesuai dengan tempat penyimpanannya; dan 5)Guru belum terlatih dalam mengintegrasikan teaching factory dengan prinsip ekonomi kreatif, seperti desain produk, branding, atau pemasaran digital. Pelaksanaan program antara lain: 1)Pelatihan dan pendampingan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, hygiene personal, pengurusan sertifikat halal, pembuatan variasi produk bakery, perencanaan produksi bakery dengan perhitungan kapasitas; mendesain kemasan, pengurusan sertifikat merek dagang, foto, video produk untuk pemasaran, kewirausahaan, pemasaran media digital, dan iklan sosial media; 2)Pengadaan peralatan dan perlengkapan yang higine, tempat penyimpanan adonan dan produk, peralatan mixer, penggiling, dan oven; dan 3)Monitoring dan evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan. Hasil kegiatan yang diperoleh; 1)Peningkatan pengetahuan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 75%; 2) Peningkatan pengetahuan hygiene personal sebesar 75%; 3)Peningkatan kapasitas produksi sebesar 40%; 4)Peningkatan penjualan sebesar 50%; 5)Mempunyai sertifikat Halal dan merk dagang; 6)Tersedianya celemek, penutup kepala, sarung tangan, dan peralatan masak berbahan stainless steel; 7)Peningkatan keterampilan membuat inovasi olahan produk kue sebesar 75%; 8)Peningkatan pengetahuan perencanaan produksi bakery sebesar 70%; 9)Tersedianya penyimpan adonan, freezer mixer, penggiling, dan oven; 10)Peningkatan keterampilan mendesain kemasan sebesar 70%; 11)Peningkatan keterampilan melakukan foto dan video produk melalui handphone sebesar 75%; 12)Peningkatan pengetahuan kewirausahaan sebesar 75%; 13)Peningkatan keterampilan pemasaran media digital sebesar 75%; 14)Peningkatan pengetahuan pengelolaan iklan sosial media sebesar 75%; 15)Tersedianya eCommerce.
DEVELOPMENT OF SELF-REGULATED LEARNING IN THE PROJECT-BASED HYBRID LEARNING MODEL TO IMPROVE SELF-REGULATED LEARNING Surya Priyambudi; Yulis Setyowati; Firsty Oktaria Grahani
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 2 (2024): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i2.15764

Abstract

In the current independent learning curriculum of the independent campus, learning in Higher Education has shifted to being based on internet digitalization. SPADA, which will be developed, is an application owned by Wijaya Putra University, which is located at spada.uwp.ac.id. The combination of project-based learning that implements hybrid learning is learning simultaneously online and offline. The problem formulation is formulated: How is the feasibility of developing a project-based hybrid learning model based on the SPADA application for student learning? How can the project-based hybrid learning model based on the SPADA application improve students' self-regulated learning abilities? This study aims To produce the feasibility of developing a project-based hybrid learning model based on the SPADA application for student learning and To explain the project-based hybrid learning model based on SPADA in improving students' self-regulated learning abilities. The research method uses an experimental approach with pretest and posttest. Based on the research results, the project-based hybrid learning model based on the SPADA application to improve the self-regulated learning abilities of Wijaya Putra University students is very effective. This is because the self-regulated learning ability for the goal-setting indicator has increased by 0.98, the environment setting indicator has increased by 0.90, the task strategy indicator has increased by 1.06, the time management indicator has increased by 1.32, the help-seeking indicator has increased by 1.81, and for the self-evaluation indicator has increased by 1.14. The implications of the findings in this study reinforce that knowledge and skills in self-regulated learning abilities are very much needed to support educational models and processes that are increasingly disrupting traditional methods by knowing the selection of digital learning resources and can encourage efforts to improve abilities in self-regulated learning abilities.