Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN MASA KERJA DENGAN GANGGUAN KAPASITAS PARU PADA PEKERJA TEKSTIL DI PT X SRAGEN Harjono, Afrian Eskartya; Qadrijat, Isna; Wardani, Tyas Lilia; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wijayanti, Reni; Faradisha, Jihan; Sari, Rizqy Kartika; Riansyah, Rici
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49070

Abstract

Industri tekstil merupakan sektor vital yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan kerja, khususnya gangguan pernapasan, akibat paparan debu dan serat. Selain paparan lingkungan, faktor individu seperti status gizi dan masa kerja juga diduga berperan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi (IMT) dan masa kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja tekstil. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 51 pekerja tekstil di PT. X Sragen yang diambil secara purposive sampling. Data status gizi (IMT) diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan gangguan fungsi paru diukur dengan spirometry. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS. Penelitian ini telah disetujui secara etik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan gangguan fungsi paru (p-value= 0,000). Nilai korelasi positif moderat (r=0,602) menunjukkan bahwa semakin buruk status gizi (baik obesitas maupun malnutrisi), semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan fungsi paru. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan gangguan fungsi paru (p-value = 0,168), meskipun sebagian besar pekerja dengan masa kerja lebih singkat menunjukkan gangguan paru sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa status gizi menjadi faktor risiko dominan dibandingkan masa kerja dalam memengaruhi fungsi paru pada populasi ini.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI: PERUSAHAAN INDUSTRI PAKAN TERNAK) Gustav, Jordan Syah; Riansyah, Rici
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v7i2.208

Abstract

The Animal Feed Company is one of the most influential industries in Indonesia that focuses on the chicken feed industry. Currently, the animal feed industry in Indonesia, especially chicken feed, is estimated to control 80% of the staple food, where chicken meat can be affordably purchased by both upper and lower classes of society. With a 24-hour production schedule and high potential hazards, the company has committed to implementing an Occupational Safety and Health (OHS) system in its work area. Evidence of the application of OHS includes meeting the needs of PPE, so that PPE supplies must also be managed properly to meet the PPE needs of each worker. In managing PPE inventory, companies can use the Economic Order Quantity (EOQ) method to determine the optimal purchase. EOQ not only calculates optimal purchases but can also find out safety stock, reorder points, and purchase frequency. The results of the calculation analysis of the 8 types of PPE used by the company obtained differences between before and after using the EOQ method, after calculating using the EOQ method, the optimal purchase results in fulfilling PPE in the form of safety helmets, the optimal purchase results were 152 pc orders, safety stock 52 pc and reorder point 94 pc. Meanwhile, for the system used by the previous company, there were frequent orders for large quantities, namely all workers, there was no safety stock.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA PROSES PEMELIHARAAN LOAD BREAK SWITCH (LBS JTM) DI PT X YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE HIRADC Harjono, Afrian; Riansyah, Rici; Syah Gustav, Jordan
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v8i1.231

Abstract

Pendahuluan: Perusahaan listrik menghadapi berbagai risiko K3 dalam operasionalnya. Manajemen risiko diperlukan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan merumuskan pengendalian guna mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini menganalisis penerapan manajemen risiko K3 guna meningkatkan keselamatan kerja dan efektivitas SMK3 di sektor kelistrikan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, diskusi, wawancara, dan studi literatur. Hasil: Berdasarkan analisis manajemen risiko pada proses pemeliharaan Load Breaker Switch Jaringan Tegangan Menengah 20 kV (LBS JTM 20 kV), terdapat lima tahapan kegiatan dengan berbagai jenis bahaya dan tingkat risiko. Bahaya yang termasuk dalam kategori risiko ekstrem adalah tersengat listrik. Kesimpulan: Perusahaan menunjukkan komitmen tinggi terhadap penerapan manajemen risiko K3, yang tercermin dari penurunan kategori risiko setelah dilakukan pengendalian.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN PADA KELOMPOK PEKERJA UMKM WARINDES DESA BATURAN Riansyah, Rici; Ananda, Athifah; Adi S, Krisna; Muthia, Fadhilah; Wahyuningtyas, Deswieta; Izma M, Naila; Shafarida, Khairunnisa; Basudewa, Aryakunta; Berliana K, Audrey; Setyo A, Mahmud; Chrisnodas, Archie; Ezriani, Ezriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i3.10543

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warung makan memiliki risiko kebakaran akibat penggunaan liquefied petroleum gas (LPG), instalasi listrik tidak standar, serta rendahnya kesiapsiagaan pekerja. Salah satu UMKM yang terdapat di Desa Baturan Kecamatan Colomadu yaitu Warung Inovasi Desa (Warindes). Warindes merupakan program pengembangan UMKM di Desa Baturan yang bergerak di bidang warung makan dan katering. Dari hasil observasi yang telah dilakukan diketahui para pekerja belum mengetahui langkah - langkah yang harus diambil apabila terjadi situasi darurat kebakaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan para pekerja UMKM Warindes Desa Baturan terhadap mitigasi dan tanggap darurat kebakaran. Metode yang digunakan adalah Problem Solving Cycle melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko, penentuan prioritas masalah, analisis SWOT, serta penyuluhan dan simulasi penggunaan APAT dan APAR. Hasil evaluasi menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pekerja yang signifikan setelah intervensi (p < 0,05). Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman pekerja terhadap bahaya kebakaran dan upaya mitigasinya sesuai dengan regulasi keselamatan kerja.
THE EFFECT OF THE SAFE-SPOT PROGRAM ON THE LEVEL OF SAFETY AWARENESS AMONG FACTORY WORKERS AT PT X SEMARANG Supriyono, Septian; Chahyadhi, Bachtiar; Riansyah, Rici
Kesmas Indonesia Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2026.18.1.17161

Abstract

The rising incidence of workplace accidents in Indonesia indicates that the occupational health and safety (OHS) system is not yet optimal. PT X, a botanical extraction manufacturing company, faces complex hazardous conditions requiring a high level of safety awareness among its workers. However, low levels of safety awareness were observed among factory workers. One way to enhance safety awareness is through a proactive educational program called SAFE-SPOT. This study aims to analyze the influence of the SAFE-SPOT program on the level of safety awareness among factory workers at PT X Semarang. This study employed a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group. The study population comprised 92 production workers at factory PT X Semarang. A sample of 58 workers was selected through purposive sampling and randomly allocated into two groups of 29 workers each. Data analysis utilized the Mann-Whitney U Test to determine the influence of the SAFE-SPOT program on safety awareness levels post-intervention in the experimental group compared to the non-intervened control group. The results demonstrate that the SAFE-SPOT program significantly improves safety awareness levels among factory workers at PT X Semarang.
Efektivitas Konsumsi Air Kelapa Muda Untuk Menurunkan Kelelahan Kerja Dengan Indikator Asam Laktat Darah Pada Pekerja Wanita Unit Weaving Wardani, Tyas Lilia; Maulidya Naimatul Fadzila; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Isna Qadrijati; Jihan Faradhisa; Rachmawati Prihantina Fauzi; Rici Riansyah; Rizqy Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4356

Abstract

Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi tambahan saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan menyebabkan kelelahan. Survei awal pada PT X menunjukkan bahwa iklim kerja panas unit weaving adalah 30,2℃ dengan 9 dari 10 pekerja mengalami kelelahan sedang. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas konsumsi air kelapa muda untuk menurunkan kelelahan kerja. Desain penelitian ini quasi-eksperiment dengan model desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini 100 pekerja weaving. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel 50 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 25 orang. Kelompok eksperimen diberi intervensi dengan mengonsumsi air kelapa muda sebanyak 350 ml selama 5 hari kerja sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelelahan kerja diukur melalui pemeriksaan kadar asam laktat darah sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian dianalisis dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan kerja kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan p-value=0,245 (p>0,05) dan kelelahan kerja kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan p-value< 0,001 (p<0,05). Kelelahan kerja antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan p-value=0,016 (p<0,05) dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 0,71. Disimpulkan bahwa konsumsi air kelapa muda efektif untuk menurunkan kelelahan kerja pada pekerja wanita unit weaving.