Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Ecobrik Sebagai Upaya Mengurangi Sampah Plastik Di Desa Pemepek Kabupaten Lombok Tengah Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Hasyim; I Wayan Suteja; I Dewa Jayanegara; Ratna Yuniati; IAO Suwati Sideman; Salehudin; Humairo Saidah; I Wayan Yasa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11271

Abstract

Ecobrick sebagai salah satu inovasi pengelolaan sampah dengan memanfaatkan sampah anorganik menjadi benda yang berguna yang telah dipraktikkan di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Sampah plastik (anorganik) merupakan sampah yang mendominasi timbunan sampah di Desa Pemepek. Berbagai program yang efektif telah dilaksanakan dalam menunjang program ecobrick agar menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dimulai dari anak-anak yang programnya ditujukan kepada anak-anak Sekolah Dasar. Remaja juga banyak yang ikut berpartisasi dalam pembuatan ecobrick, kemudian pendemonstrasian pembuatan ecobrick juga ditujukan untuk ibu/bapak masyarakat desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Dengan keikutsertaan semua lapisan masyarakat memungkinkan program ecobrick ini berjalan lancar, sehingga memberi dampak yang baik dan berkelanjutan di Desa Pemepek. Hadirnya inovasi ecobrick ini, menjadi salah satu langkah kreatif yang berguna untuk masyarakat Desa Pemepek, baik itu mengurangi sampah plastik, meningkatkan kreativitas masyarakat, bahkan inovasi ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Dengan adanya pengabdian tentang pemamfaatan sampah anorganik menjadi benda yang berguna dan bermanfaat dengan metode ecobrick akan memberikan pengetahuan kepada pembaca dan masyarakat terutama masyarakat Desa Pemepek terkait salah satu cara mengelola sampah anorganik
Penyuluhan Biopori Pada Masyarakat Di Dusun Dasan Tereng Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat.: Resapan Biopori Negara, I Dewa Gede Jaya; I Dewa Made Alit Karyawan; Rohani; Hasim; Anid Supriyadi; Humairo Saidah; Ery Setiawan; I Wayan Yasa; Salehudin; Eko Pradjoko
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12657

Abstract

Masyarakat Desa Gumantar merupakan kondisi perkampungan berterasering dan berlereng, sebagian besar Masyarakat memiliki lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan. Desa Gumantar berasal dari dilereng perbukitan dengan jumlah dusun yang ada sebanyak 16 dan sebagian besar masyarakatya sebagai petani ladang. Memperhatikan potensi lahan pekarangan yang ada belum dimanfaatkan optimal, maka perlu disentuh dengan pemanfaatan lahan untuk peresapan air dimusim hujan melalui penyuluhan Biopori, dengan tujuan membantu masyarakat agar dapat berperan aktif dalam pelestarian lingkungan. Pengabdian terdiri dari kegiatan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Pengabdian ini telah berhasil memberi penyuluhkan pada 30 masyarakat dan pemuda remaja masjid Dusun Dasan tereng. Peserta telah memperoleh pengetahuan tentang resapan Biopori dengan contoh cara pemasangannya pada lahan pekarangan.
Pelatihan Penggunaan Sistem Irigasi Tetes Driptip Untuk Pengembangan Luas Tanam Di Sekitar Wilayah Penyangga KEK Mandalika.: pelatihan Negara, I Dewa Gede Jaya; Salehudin; Desi Widiyanti; Fera Fitri Salsabila; Agus Soroso; Anid Supriyadi; Ery Setiawan; I Dewa Made Alit Karyawan; Humairo Saidah; Hasim; Rohani; I Wayan Yasa; Nufalia Hidayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12728

Abstract

Di wilayah Pujut yang merupakan wilayah penyangga KEK Mandalika, jika diperhatikan kondisinya termasuk dalam areal sawah tadah hujan, karena dimusim kemarau lahan pertanian hanya sebagian kecil yang dapat diusahatanikan karena terbatasnya sumber air irigasi, akan tetapi pada saat musim hujan hampir seluruh areal persawahan yang ada digunakan untuk pertanian penanaman padi. Memperhatikan di musim kemarau masih ada kegiatan pertanian yang dilakukan masyarakat yang mampu di beberapa lokasi yang memanfaatkan air tanah dangkal yang dibor, maka hal ini perlu dikembangkan untuk meningkatkan kegiatan pertanian dimusim kemarau. Terbatasnya air dimusim kemarau dan pemanfaatan air yang terbatas di lokasi ini perlu cara pemanfaatan air secara hemat, agar usahatani dapat ditingkatkan dengan luas lahan yang lebih luas di sekitar sumur bor yang sudah dibangun. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan penggunaan irigasi hemat air seperti sistem tetes dengan memanfaatkan air sumur bor yang ada pada masyarakat, pada pertanian tanaman semusim sebagai pembelajaran masyarakat di Desa Segala Anyar. Pengabdian ini dilakukan untuk melatih masyarakat dalam penggunaan irigasi tetes driptip dengan pentanian tanaman cabai di Desa Segala Anyar.Kegiatan ini menggunakan jaringan irigasi tetes driptip pada sumber air tanah dan media tanam polybag dengan tanaman cabai. Kegiatan diskusi dan tanyajawab dilakukan pada beberapa tahapan kegiatan pelatihan irigasi dan pada akhir kegiatan dilakukan penerahan sistem irigasi pada masyarakat untuk mendia pembelajaran masyarakat tani. Pengabdian ini telah memberikan sistem irigasi tetes satu paket sebagai media pembelajaran, telah melatih 9 perwakilan masyarakat petani di lokasi desa Segala Anyar. Pelatihan telah memberi pengalaman pada peserta dalam penggunaan irigasi tetes driptip yang dapat diterapkan pada lahan pertanian yang terbatas.
Simulasi dan Pelatihan Tanggap Bencana dalam Upaya Mitigasi Bencana di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara Karyawan, I Dewa Made Alit; I Wayan Yasa; Hasyim; Rohani; I Dewa Gede Jaya Negara; Eko Pradjoko; Humairo Saidah; Ida Ayu Oka Suwati Sideman; Made Mahendra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13539

Abstract

Santong Village, located in North Lombok Regency, has a high level of vulnerability to natural disasters such as strong winds, landslides, and earthquakes. The community’s limited understanding of these hazards increases the risk of casualties and material losses. This community service program aimed to enhance local disaster preparedness through community-based disaster response training and simulations. The activities were conducted in Santong Village on July 19, 2025. The methods included public awareness sessions, evacuation training, and disaster response simulations involving local residents and village officials. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of disaster mitigation and evacuation procedures, along with a plan to establish a Village Disaster Response Team after the program. This initiative made a meaningful contribution to strengthening community capacity and supporting the realization of a Disaster-Resilient Village in Santong.
Peningkatan Literasi Masyarakat dalam Upaya Mitigasi Kekeringan di Dusun Tibu Lilin Kabupaten Lombok Barat Saidah, Humairo; I Wayan Yasa; I Dewa Gede Jaya Negara; Hasyim; Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Salehudin; Muh Bagus Budianto; Tri Rachmanto; Nur Chayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13564

Abstract

Drought is a major threat to the sustainability of water resources and environmental resilience in rural areas, such as Tibu Lilin in West Lombok Regency, where community understanding of mitigation strategies remains limited. This community extension program aims to improve local literacy and skills related to drought mitigation through the dissemination and demonstration of simple water conservation technologies. Methods used included group discussions, and demonstrations using images and videos of technologies such as rainwater harvesting systems, rorak trench, and introducing water-retaining plant species. Results demonstrated a high level of community participation, reflected in their enthusiasm and active participation during dissemination. In addition to enhancing community adaptive capacity to drought, this program directly supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 6 (Clean Water and Sanitation) by increasing knowledge about safe and sustainable water management, and SDG 13 (Climate Action) by strengthening community adaptive capacity to climate-related risks. Residents acknowledged that the knowledge gained was relevant to local conditions and useful for preparedness for recurring drought. Overall, the program successfully strengthened local capacity for drought mitigation and laid the foundation for the development of future initiatives focused on water resource conservation
Pemberdayaan UMKM Rengginang Kangkung di Kelurahan Panjisari Hasyim; Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; I Dewa Gede Jaya Negara; I Wayan Yasa; Humairo Saidah; Dewandha Mas Agastya; I Wayan Suteja; Fera Fitri Salsabila; IAO Suwati Sideman; Ratna Yuniarti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.14984

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Salah satu bentuk inovasi UMKM di sektor pangan adalah pengembangan rengginang kangkung, yaitu camilan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dipadukan dengan sayur kangkung. Artikel ini membahas secara komprehensif UMKM rengginang kangkung mulai dari latar belakang, proses produksi, analisis usaha, strategi pemasaran, hingga peluang dan tantangan pengembangannya. Artikel ini membahas secara komprehensif UMKM rengginang kangkung dengan mengkaji latar belakang pengembangan usaha, proses produksi yang masih bersifat tradisional, serta analisis usaha yang mencakup aspek biaya produksi dan potensi keuntungan. Selain itu, penelitian ini juga menguraikan strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM, baik melalui pemasaran konvensional maupun pemanfaatan media digital. Di samping peluang usaha yang cukup besar, pengembangan UMKM rengginang kangkung juga menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, ketergantungan pada kondisi cuaca dalam proses pengeringan, serta persaingan dengan produk sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan usaha dan inovasi yang berkelanjutan agar UMKM rengginang kangkung dapat berkembang secara optimal dan berkontribusi terhadap perekonomian Masyarakat
Sosialisasi Terkait Dampak Negatif Pernikahan Dini Bagi Pelajar Remaja Di SMPN 1 Jonggat, Lombok Tengah Rohani Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Hasyim; I Wayan Suteja; I Dewa Jayanegara; Ratna Yuniarti; Desi Widianty; Salehudin; Humairo Saidah; I Wayan Yasa; Made Mahendra; Dewandha Mas Agastya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15065

Abstract

Pernikahan dini di Indonesia merupakan fenomena yang sudah sering terdengar dan masih menjadi persoalan sosial yang kompleks dengan tingkat kejadian yang cukup tinggi. Praktik ini terjadi di berbagai daerah di dunia dengan beragam latar belakang, terutama di wilayah yang memiliki nilai budaya yang kuat, seperti Lombok Tengah. Pernikahan usia dini memiliki berbagai risiko, antara lain akibat pernikahan yang dipaksakan, aktivitas seksual pada usia yang belum matang, kehamilan di usia muda, serta potensi terjadinya infeksi penyakit menular seksual. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan adanya penyuluhan mengenai dampak negatif pernikahan dini bagi pelajar remaja di SMP Negeri 1 Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Sebagai institusi pendidikan, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko dan konsekuensi dari pernikahan usia dini. Materi mengenai dampak negatif pernikahan dini disampaikan secara langsung kepada para pelajar di SMPN 1 Jonggat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar memiliki pengetahuan yang memadai serta mampu mengambil keputusan yang bijak terkait masa depan mereka, sekaligus dapat membagikan informasi yang diperoleh kepada teman sebaya di lingkungan sekitar
Penguatan Kesadaran Lingkungan Masyarakat melalui Penyuluhan Pengolahan Sampah Organik menjadi Kompos di Desa Perian, Kabupaten Lombok Timur Humairo Saidah; I Wayan Yasa; I Dewa Gede Jaya Negara; Hasyim; Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Salehudin; Muh Bagus Budianto; Tri Rachmanto; Nur Chayati; Yesung Allo Padang
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15744

Abstract

Perian Village, located in Montong Gading District, East Lombok Regency, is a tourism village with considerable natural potential that should be supported through sustainable environmental management. One of the challenges faced by the community is household waste management. Household waste is generally collected and transported for disposal, creating a burden on the village government, which has limited financial resources and waste management facilities. Meanwhile, a large proportion of the waste generated consists of organic materials that can be utilized as a valuable resource through composting. This community service program aimed to enhance community knowledge and awareness of organic waste management and encourage the conversion of organic waste into compost. The program was conducted on January 23, 2026, at the Perian Village Sports Hall using an educational outreach approach consisting of lectures, discussions, and question-and-answer sessions. The topics covered included waste-related issues, the impacts of improperly managed waste on public health and the environment, the benefits of organic waste management, and simple household-scale composting techniques. Program evaluation was carried out through observation of participant engagement and responses during the activity. The results showed a highly positive response from the participants. Community enthusiasm was reflected in the high attendance rate and active participation in discussions. Participants demonstrated an improved understanding of the importance of organic waste management and the benefits of composting. They also expressed their commitment to sorting and processing household organic waste into compost. The program successfully increased public awareness of compost-based organic waste management. To ensure long-term sustainability, follow-up assistance and hands-on composting activities are recommended at the community level.
Legal Certainty in Carbon Trading in Indonesia Rahmadi Indra Tektona; Jemi M Adriani Harefa; I Wayan Yasa
Simbur Cahaya Volume 31 Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/sc.v31i2.3913

Abstract

Global climate change has become one of the most important issues facing the world today. Climate change can be defined as long-term changes in temperature and weather conditions. The main cause of climate change is the increase in Greenhouse Gas (GHG) emissions into the atmosphere due to various human activities, including industrial and transportation activities. To combat climate change, the international community has developed various agreements and frameworks, including the Kyoto Protocol, followed by the Paris Agreement, which aim to reduce GHG emissions globally. One of the instruments developed to reduce GHG emissions is carbon trading, also known as emissions trading. Carbon trading is a mechanism where companies or countries can buy or sell permits to emit GHGs, known as carbon credits or emission units, with the goal of effectively reducing emissions. Through carbon trading, countries or companies can reduce GHG emissions, helping other countries achieve their emission targets more economically. Indonesia, as a country with high GHG emissions, has a responsibility to reduce emissions in accordance with international commitments such as the Paris Agreement. Although steps have been taken, such as the development of renewable energy, regulations. This research uses a normative juridical legal research method with a conceptual approach and a statute approach. This study will also discuss the role of financial institutions and capital markets in carbon trading in Indonesia, the carbon trading system in Indonesia, and the differences in carbon trading mechanisms between Indonesia and other countries.