Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Perawatan Wajah Tidak Bermasalah Menggunakan Alat Teknologi: id Izmi Burhanuddin; A. Nur Maida; Rika Riwayani; Ayu Saputri; Noer Ekafitri Sam
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/25j1pt95

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa tata rias dalam melakukan perawatan wajah tidak bermasalah menggunakan alat teknologi kecantikan modern. Perkembangan industri kecantikan menuntut tenaga terampil yang tidak hanya menguasai teknik manual, tetapi juga mampu mengoperasikan berbagai perangkat teknologi perawatan wajah secara tepat, aman, dan profesional. Peserta dalam kegiatan ini adalah mahasiswa program studi tata rias yang diberikan pelatihan berbasis praktik melalui metode demonstrasi, pendampingan, dan simulasi penggunaan alat teknologi kecantikan, seperti facial steamer, galvanic, high frequency, dan skin analyzer. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi teori mengenai konsep dasar perawatan wajah tidak bermasalah, pengenalan fungsi dan manfaat alat teknologi kecantikan, praktik penggunaan alat, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan analisis kondisi kulit normal serta penggunaan alat teknologi kecantikan sesuai prosedur kerja dan standar keselamatan. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan perawatan wajah secara profesional. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi vokasional mahasiswa tata rias sebagai upaya mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri kecantikan berbasis teknologi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan praktis, meningkatkan kreativitas, serta memiliki daya saing di dunia kerja dan industri kecantikan modern. Kata Kunci: pelatihan, perawatan wajah tidak bermasalah, teknologi kecantikan, mahasiswa tata rias, kompetensi vokasional
Diversifikasi dan Pemasaran Berbasis E-Commerce Produk Kopi Desa Harapan Kab. Barru Sulawesi Selatan Menuju Desa Wirausaha Mandiri Subariyanto Subariyanto; Ernawati Syahruddin Kaseng; Rika Riwayani; Firdaus W. Suhaeb; Syarifah Suryana
DEDIKASI Vol 28, No 1 (2026): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v28i1.86469

Abstract

Abstract. E-Commerce Based Diversification and Marketing Training for Coffee Products in Harapan Village, Barru Regency, South Sulawesi Towards a Mandi Entrepreneurial Village is a strategic effort made to improve the understanding and skills of coffee farmers in handling post-harvest coffee. In the early stages of Community Service (PKM) activities, it was found that coffee farmers in Harapan Village, Tanete Riaja District, did not have in-depth knowledge about post-harvest coffee handling and obstacles in the marketing system. Based on the results of the initial stage of observation, the solution carried out was to carry out a field assessment related to the analysis of the situation at the farmer level, organize farmers and provide training on post-harvest coffee handling. The methods of activities provided include: (1) direct observation method, (2) structured interview method, (3) lecture method, simulation, (4) open discussion method and also provide a module for handling post-harvest coffee as well as conducting evaluation and monitoring. The results of post-harvest coffee training activities have a positive impact on increasing the knowledge of coffee farmers in Harapan Village, which can be seen from the results of the pre-test 5.45% and post-test results of 8.27%. The results of the evaluation and monitoring carried out after 1 month of training activities, it is known that coffee farmers in Harapan Village have carried out post-harvest coffee activities, especially downstream processing of coffee beans. The conclusion of the coffee post-harvest training activity in Harapan village is the increase in knowledge and skills and the commitment of coffee farmers in post-harvest coffee activities. Keywords: Diversification; Marketing; Independent Village and E-Commerce 
PENGARUH PELAYANAN PRIMA (SERVICE EXCELLENCE) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SALON MAHKOTA DI KOTA MAKASSAR Rika Riwayani
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 8, Issue 2, Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dan kuantitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan prima pada Salon Mahkota di Kota Makassar, 2) Gambaran kepuasan pelanggan Salon Mahkota di Kota Makassar, 3) Pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pelanggan Salon Mahkota di kota Makassar. Metode, yaitu: observasi, angket, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah : Analisis Kuantitatif, Uji Determinasi, Uji t. Hasil penelitian ini disimpulkan sebagai berikut : 1) Gambaran pelayanan prima Salon Mahkota di Kota Makassar tergolong sangat setuju, karena diperoleh pada hasil pesentase skala likert secara keseluruhan sebesar 89,94% sangat setuju, dengan indikator pelayanan prima reability ,response viness, emphaty, assurance, tangible. 2) Gambaran kepuasan pelanggan di Salon Mahkota Kota Makassar tergolong dalam kategoi sangat setuju karena di peroleh pada hasil persentase skala likert secara keseluruhan 88,87% yang berarti tingkat kepuasan pelanggan sangat tingggi dengan indikator yakni mutu produk / jasa, mutu pelayanan, harga, waktu pelayanan dan keamanan. 3) Ada pengaruh positif antara pelayanan prima terhadap kepuasan pelanggan di Salon Mahkota di Kota Makassar yang dilihat dari gambaran deskripsi pelayanan prima dan kepuasan pelanggan yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Berdasarkan nilai dari analisi regresi lineart sederhana adalah 4,806 yang berarti tingkat pengaruh pelayanan prima dan kepuasan pelanggan di Salon Mahkota adalah tergolong sangat tinggi.
ANALISIS KUALITAS HASIL PRODUK LULUSAN KURSUS KETERAMPILAN MENJAHIT YAYASAN PENDIDIKAN ADHIPUTERI DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus Pada Lima Lulusan Yang Telah Membuka Usaha Modiste): ANALISIS KUALITAS HASIL PRODUK LULUSAN KURSUS KETERAMPILAN MENJAHIT YAYASAN PENDIDIKAN ADHIPUTERI DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus Pada Lima Lulusan Yang Telah Membuka Usaha Modiste) Hamidah Suryani; Rika Riwayani
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 3, Issue 1, Februari 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hasil produk lulusan kursus keterampilan menjahit Yayasan Pendidikan Adhiputeri (Studi kasus pada lima lulusan yang telah membuka usaha modiste). Sampel sebanyak 5 penjahit dengan 30 lembar busana hasil jahitan yang terdiri dari 2 busana pesta, 2 busana kerja dan 2 busana kasual. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran kualitas hasil produk lulusan kursus keterampilan menjahit Busana Yayasan Pendidikan Adhiputeri dari 5 pengusaha modiste memiliki tingkat kualitas jahitan antara 60%-79% masuk dalam kategori baik dan kualitas hasil produk tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu; a) manusia/SDM, seperti umur pengusaha rata-rata 30-40 tahun sebanyak 80%, Hal ini menunjukkan bahwa umur penjahit modiste berada pada usia yang sangat produktif untuk mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang dan tingkat pendidikan SMA sebanyak 80%, dapat dinyatakan bahwa secara umum penjahit lulusan kursus didominasi oleh tamatan sekolah lanjutan menengah atas b) modal, peralatan menjahit yang digunakan cukup lengkap sebanyak 80%, dan jumlah tenaga kerja yang masih kurang sebanyak 60%, sedangkan jumlah jahitan perminggu sangat banyak yaitu di atas 10 jahitan sebanyak 60%, Hal ini menunjukkan bahwa jumlah jahitan perminggu yang cukup banyak dengan jumlah tenaga kerja terbatas akan mempengaruhi kualitas produk jahitan.
PEMANFAATAN BUAH PARE MENJADI TEPUNG CAMPURAN LULUR UNTUK PERAWATAN TUBUH SEBAGAI BAHAN DASAR YANG DIGUNAKAN PADA MAHASISWI PKK FT-UNM: PEMANFAATAN BUAH PARE MENJADI TEPUNG CAMPURAN LULUR UNTUK PERAWATAN TUBUH SEBAGAI BAHAN DASAR YANG DIGUNAKAN PADA MAHASISWI PKK FT-UNM Rika Riwayani
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 3, Issue 2, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

campuran Paresa scrub dengan aplikasi langsung ke kulit / tubuh 2) untuk mengetahui hasil sehingga scrub bagian dengan aplikasi langsung ke kulit / tubuh 3)Menentukan hasil ofscrubsparethethreetypes aplikasi ofskin. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis teknik data yang menggunakan dis analisis deskriptif kuantitatif data. Studi ini menyimpulkan bahwa proses pembuatan pare herbal dilakukan secara tradisional dengan menggunakan ingredientssuch alam sebagai buah pare, yang telah disortir dan dikeringkan kemudian Smoot hed oleh usinggren derandsieved untuk produceã tepung semak belukar sementara membuat cara scrub sparea pencampuran tepung dengan krim asli pare scrub thenstir sampai tercampur dan padat dan lastinserted intoa disegel wadah plastik. Ini studyuses panelis tswere 3 orang withthe tingkat penerimaan panelis untuk scrub pare istilah yang paling dominantin dari aspek warna, aroma, dan tekstur produk dengan proporsi tepung scrub Parepare 30% And 70% scrub cream asli, Karena Memiliki yang terbaik kriteria tubuh scrub dengan tajam aroma wangi whichis Dianggap sengatan, bau asam, tidak menyebabkan pusing dan mual. Sienna berwarna, slooks scrub dengan coklat dan memiliki viskositas yang issufficiently padat, sangat sedikit padat, lembab, lembut dan lembut. Memiliki diadakan percobaan dengan menambahkan daun pertandingan, jahe dan ubi hal resultin lebih baik dari warna dan aroma