Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of a Laboratory-Based CTL Model on Social Interaction Among Undergraduate Students in the JPP Program at the Faculty of Engineering, University of Makassar, in the Fantasy Makeup Course Andi Nur Maida; Izmi Burhanuddin; Rika Riwayani; Ayu Saputri
JoVI:JOURNAL of VOCATIONAL INSTRUCTION Vol 5, No 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55754/jov.v1i1.84604

Abstract

This study is a quantitative research designed to determine 1. the impact of the Collaborative Teamwork Learning (CTL) model on students’ social interactions in the Fantasy Makeup course and 2. the effect of the practicum-based Collaborative Teamwork Learning (CTL) model on students social interactions in the Fantasy Makeup course within the Bachelor of Home Economics (S1 PKK) program at the Faculty of Home Economics (JPP FT), University of Makassar (UNM). This quantitative research employs a descriptive and inferential approach. The study sample consisted of 29 students, with data collection techniques including observation, documentation, and questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive analysis to examine the implementation of CTL and social interaction, as well as simple linear regression analysis to test its influence. Research Results 1. The results indicate that the implementation of CTL based on practical training regarding student social interaction falls into the fair to good category, with indicators of communication and active participation reaching 80%, cooperation 75%, learning readiness 70%, and discipline 60%, which should be improved. 2. The effect of the laboratory-based Collaborative Teamwork Learning (CTL) model on students’ social interaction in the Fantasy Makeup course in the Bachelor of Fine Arts (BFA) program at the Faculty of Fine Arts, University of Makassar (UNM), is positive and significant, with the regression equation Y = 13.20 + 0.72X, a correlation coefficient (r) of 0.72 (strong category), a coefficient of determination of 51.8%, and a significance value of 0.000 < 0.05. This indicates that the CTL model is effective in enhancing communication, cooperation, and active student participation, although it is not yet optimally consistent due to the influence of other factors. In conclusion, it is necessary to motivate students and design more structured and varied laboratory activities to ensure all students are actively engaged, enhance teamwork development through clear role assignments for students, and strengthen regular guidance and feedback to help students become more prepared and disciplined in their studies. This will foster a conducive learning environment that encourages more intensive communication and provides practical facilities to maximize students learning motivation.
Analisis Hasil Ecoprint pada Bahan Semi Katun Rosmiaty Rosmiaty; Kurniati Kurniati; Andi Nur Maida; Rika Riwayani
HomeEC Vol 21, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v21i1.84227

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi ecoprint pada bahan semi katun dengan menggunakan teknik gulung dan fiksasi tawas. Pigmen warna diambil dari daun dan buah prem, daun belimbing, daun monstera, daun mayana dan daun kencana ungu. Urgensi penelitian terletak pada kebutuhan pemilihan bahan utama yaitu bahan semi katun dimana bahan ini banyak digunakan untuk kebutuhan pembuatan pakaian sehari-hari dan teknik ecoprint sebagai pewarna dan motif alami pada tekstil. Bahan semi katun dengan warna dan motif ecoprint bisa jadi pilihan bahan pembuatan busana yang ramah lingkungan dan terus dikembangkan agar dapat bersaing dengan bahan dari pewarna sintetis yang banyak beredar di pasaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian dilakukan sesuai prosedur yaitu diawali dengan memilih teknik ecoprint yang akan digunakan yaitu teknik gulung, kemudian menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, mordanting bahan utama, memulai langkah ecoprint dan ditutup dengan fiksasi sebagai pengunci warna pada bahan. Luaran penelitian berupa analisis hasil jadi ecoprint pada bahan semi katun yang dapat menambah referensi pembelajaran pada mata kuliah kriya.Kata kunci - Analisis; Ecoprint; Bahan Semi Katun
Development Of E-Book Based Curling Hair Learning Media Rika Riwayani; Nur Anni; Andi Nur Maida; Izmi Burhanuddin
HomeEC Vol 21, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v21i1.84437

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menentukan: 1) Pengembangan media pembelajaran tata rambut berbasis e-book, 2) Validitas e-book, 3) Respon terhadap e-book. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium PKK, FT UNM dengan 15 responden mahasiswa S1 PKK jurusan Kosmetologi, FT UNM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan 4-D. Hasil penilaian menunjukkan bahwa: (1) Prosedur pengembangan e-book pembelajaran tata rambut melalui 4 tahapan, yaitu tahap definisi yang merupakan tahap awal analisis analisis kurikulum, karakteristik siswa, perumusan tujuan pembelajaran dan analisis materi dengan mengamati dosen yang mengajar mata kuliah tersebut. Tahap desain dilakukan dengan mendesain dan membuat e-book sesuai dengan kerangka e-book. Tahap pengembangan dilakukan dengan validasi oleh ahli materi dan ahli media hingga uji coba pada 15 mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Tahap terakhir adalah diseminasi, yaitu diseminasi produk yang telah diuji dalam skala kecil untuk digunakan oleh 15 mahasiswa. (2) Hasil validitas e-book yang dinilai oleh ahli materi memperoleh persentase 86% dengan kualifikasi “valid”, sedangkan untuk penilaian ahli media, memperoleh persentase 87% dengan kualifikasi “sangat valid”. (3) Tanggapan terhadap E-Book mendapat tanggapan positif dari 15 mahasiswa yang menjadi responden karena dari tiga aspek penilaian efektivitas mahasiswa yang memperoleh kategori sangat valid dengan persentase 92%, e-book “sangat valid” untuk digunakan dalam proses pembelajaran di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar.
Pelatihan Perawatan Wajah Tidak Bermasalah Menggunakan Alat Teknologi: id Izmi Burhanuddin; A. Nur Maida; Rika Riwayani; Ayu Saputri; Noer Ekafitri Sam
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/25j1pt95

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa tata rias dalam melakukan perawatan wajah tidak bermasalah menggunakan alat teknologi kecantikan modern. Perkembangan industri kecantikan menuntut tenaga terampil yang tidak hanya menguasai teknik manual, tetapi juga mampu mengoperasikan berbagai perangkat teknologi perawatan wajah secara tepat, aman, dan profesional. Peserta dalam kegiatan ini adalah mahasiswa program studi tata rias yang diberikan pelatihan berbasis praktik melalui metode demonstrasi, pendampingan, dan simulasi penggunaan alat teknologi kecantikan, seperti facial steamer, galvanic, high frequency, dan skin analyzer. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi teori mengenai konsep dasar perawatan wajah tidak bermasalah, pengenalan fungsi dan manfaat alat teknologi kecantikan, praktik penggunaan alat, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan analisis kondisi kulit normal serta penggunaan alat teknologi kecantikan sesuai prosedur kerja dan standar keselamatan. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan perawatan wajah secara profesional. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi vokasional mahasiswa tata rias sebagai upaya mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri kecantikan berbasis teknologi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan praktis, meningkatkan kreativitas, serta memiliki daya saing di dunia kerja dan industri kecantikan modern. Kata Kunci: pelatihan, perawatan wajah tidak bermasalah, teknologi kecantikan, mahasiswa tata rias, kompetensi vokasional
Diversifikasi dan Pemasaran Berbasis E-Commerce Produk Kopi Desa Harapan Kab. Barru Sulawesi Selatan Menuju Desa Wirausaha Mandiri Subariyanto Subariyanto; Ernawati Syahruddin Kaseng; Rika Riwayani; Firdaus W. Suhaeb; Syarifah Suryana
DEDIKASI Vol 28, No 1 (2026): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v28i1.86469

Abstract

Abstract. E-Commerce Based Diversification and Marketing Training for Coffee Products in Harapan Village, Barru Regency, South Sulawesi Towards a Mandi Entrepreneurial Village is a strategic effort made to improve the understanding and skills of coffee farmers in handling post-harvest coffee. In the early stages of Community Service (PKM) activities, it was found that coffee farmers in Harapan Village, Tanete Riaja District, did not have in-depth knowledge about post-harvest coffee handling and obstacles in the marketing system. Based on the results of the initial stage of observation, the solution carried out was to carry out a field assessment related to the analysis of the situation at the farmer level, organize farmers and provide training on post-harvest coffee handling. The methods of activities provided include: (1) direct observation method, (2) structured interview method, (3) lecture method, simulation, (4) open discussion method and also provide a module for handling post-harvest coffee as well as conducting evaluation and monitoring. The results of post-harvest coffee training activities have a positive impact on increasing the knowledge of coffee farmers in Harapan Village, which can be seen from the results of the pre-test 5.45% and post-test results of 8.27%. The results of the evaluation and monitoring carried out after 1 month of training activities, it is known that coffee farmers in Harapan Village have carried out post-harvest coffee activities, especially downstream processing of coffee beans. The conclusion of the coffee post-harvest training activity in Harapan village is the increase in knowledge and skills and the commitment of coffee farmers in post-harvest coffee activities. Keywords: Diversification; Marketing; Independent Village and E-Commerce