Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perbandingan Jumlah Trombosit Total dan Indeks Trombosit pada Preeklamsia Ringan dan Preeklamsia Berat di RSUD Kabupaten Polewali Mandar Ramadhan NR, Nur Syahrul; Fauziah, Henny; Sari, Jelita Inayah; Musafirah, Sitti; Puyu, Darsul S.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3030

Abstract

Preeklamsia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di seluruh dunia. Preeklamsia berdasarkan derajat keparahannya diklasifikasikan menjadi preeklamsia ringan (PE) dan preeklamsia berat (PEB). Parameter trombosit seperti jumlah trombosit total (PLT) dan indeks trombosit meliputi Platelet Distribution Width (PDW), Mean Platelet Volume (MPV), Platelet Large Cell Ratio (PLCR) diyakini dapat menjadi penanda derajat keparahan preeklamsia walaupun hal ini masih diperdebatkan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan jumlah trombosit total dan indeks trombosit pada preeklamsia ringan dan preeklamsia berat di RSUD Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik komparatif, dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 201 yang terdiri dari 86 preeklamsia ringan dan 115 sampel preeklamsia berat yang dikumpulkan secara purposive. Hasil uji statistik menggunakan uji t tidak berpasangan dan Mann-Whitney diperoleh perbandingan PE dan PEB untuk nilai PLT (p = 0,913), PDW (p = 0,088), MPV (p = 0,181), dan PLCR (p = 0,104). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai PLT, PDW, MPV, PLCR pada preeklamsia ringan dan preeklamsia berat di RSUD Kabupaten Polewali Mandar.
Hubungan Profil Darah Rutin dengan Derajat Klinis Pasien DBD Anak Di RSUD Haji Makassar Tahun 2022 Mutmainnah S Patanggu; Henny Fauziah; Jelita Inayah Sari; Suci Aprianti; Abd Rahim Yunus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6935

Abstract

Penyakit menular yang dikenal sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar hemoglobin, trombosit, leukosit, dan hematokrit berhubungan dengan tingkat keparahan klinis DBD pada anak-anak yang dirawat di RSUD Haji Makassar saat 2022, serta bagaimana kadar hematokrit dan trombosit saling berhubungan. Riset ini menggunakan desain studi potong lintang dan bersifat kuantitatif. Data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien digunakan dalam proses pengumpulan data. Trombosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan demam berdarah dengue merupakan variabel independen. Kami menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan uji univariat untuk data univariat. Riset ini menemukan korelasi yang signifikan secara statistik diantara kadar trombosit, leukosit, dan hematokrit dengan tingkat keparahan klinis DBD (p = 0,021, p = 0,004, dan p = 0,005, berturut-turut). Korelasi antara kadar hemoglobin dan tingkat keparahan klinis DBD tidak signifikan secara statistik (p = 0,684). Saat 2022, di RSUD Haji Makassar, terdapat korelasi yang signifikan secara statistik diantara kadar hematokrit dan trombosit pada anak dengan DBD (p = 0,001).
HUBUNGAN PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PENGETAHUAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Mardiah, Mardiah; Rahman, Abd; Fauziah, Henny; Hartoko, Rahadi Arie; Syamsuddin, Darussalam
Jurnal Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v18i2.59088

Abstract

Breast cancer is the most common type of cancer affecting women, with low level of early detection awareness, particularly in Indonesia. Knowledge of early detection through Breast Self-Examination (BSE) plays an important role in reducing the incidence of breast cancer. This study aimed to analyze the relationship between health education on BSE and the improvement of early breast cancer detection knowledge among female students of the Medical Education Study Program Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. A quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design was employed involving 83 female medical students. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test due to the non-normal distribution of the data. The results showed a significant increase in respondents’ knowledge after receiving health education on BSE. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference before and after the intervention (p < 0.05), suggesting a relationship between health education and improved early detection knowledge of breast cancer. Therefore, health education on BSE is proven to be effective in enhancing knowledge of early breast cancer detection.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Epilepsi Pada Anak Di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Tahun 2023 Hamzah, Wa Ode Nur Anisah; Ramadhani , Rauly; Fauziah , Henny
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10960

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit kronik pada anak yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup. Penyakit ini ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak dan masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai faktor risiko seperti kondisi prenatal, perinatal, dan infeksi berperan dalam kejadian epilepsi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian Epilepsi pada anak di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2023. Jenis penelitian yang di pakai adalah penelitian kuantitatif, dan selanjutnya di analisis dengan prosedur analisis observastional dengan pendekatan case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat kejang demam, kelahiran prematur, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian epilepsi pada anak. Faktor yang paling dominan adalah riwayat kejang demam dan riwayat epilepsi keluarga. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor risiko seperti riwayat kejang demam, prematuritas, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan dengan kejadian epilepsi pada anak, dengan faktor dominan adalah kejang demam dan riwayat keluarga epilepsi.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Epilepsi Pada Anak Di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Tahun 2023 Wa Ode Nur Anisah Hamzah; Rauly Ramadhani; Henny Fauziah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10960

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit kronik pada anak yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup. Penyakit ini ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak dan masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai faktor risiko seperti kondisi prenatal, perinatal, dan infeksi berperan dalam kejadian epilepsi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian Epilepsi pada anak di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2023. Jenis penelitian yang di pakai adalah penelitian kuantitatif, dan selanjutnya di analisis dengan prosedur analisis observastional dengan pendekatan case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat kejang demam, kelahiran prematur, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian epilepsi pada anak. Faktor yang paling dominan adalah riwayat kejang demam dan riwayat epilepsi keluarga. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor risiko seperti riwayat kejang demam, prematuritas, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan dengan kejadian epilepsi pada anak, dengan faktor dominan adalah kejang demam dan riwayat keluarga epilepsi.