Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Edukasi ISPA pada Musim Hujan di Masa Pandemi Bersama Yatim Piatu Desa Jepang Mejobo Kudus Lina, Rifda Naufa; Rahmawaty, Annis; Pratiwi, Yulia; Wijaya, Hasty Martha; Setyoningsih, Heni; Sugiarti, Lilis
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.390

Abstract

Pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia ISPA mempunyai tingkat mortalitas sangat tinggi. Kurangmya pengetahuan tentang ISPA menjadi salah satu penyebab terjadinya ISPA. Musim hujan dapat meningkatkan resiko terjadinya ISPA karena dapat menurunkan imunitas tubuh, Sehingga diperlukan edukasi ISPA pada saat musim hujan di masa pandemik untuk mencegah terjadinya ISPA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagaimana cara mencegah ISPA pada musim hujan di masa pandemik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi berupa ceramah, diskusi, pretest dan posttest. Kegiatan ini dilakukan di Aula Soekusno ITEKES Cendekia Utama Kudus yang diikuti oleh Yatim Piatu di Desa Jepang Mejobo Kudussebanyak 30 anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan anak yatim piatu di desa jepang tentang bagaimana cara mencegah ISPA di musim hujan pada saat pandemik. Hasil pretest tentang ISPA yang paling banyak yaitu pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (53,33%) sedangkan setelah diberikan edukasi berupa sosialisasi ISPA, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 orang (43,33%). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini, mempunyai dampak dalam meningkatkan pengetahuan anak yatim piatu tentang ISPA, sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian ISPA pada anak yatim piatu di desa Jepang Mejobo Kudus.
TINGKAT KUALITAS HIDUP DAN EFEK SAMPING HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT X PATI Setyoningsih, Heni; Ismasari, Momok
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.317

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan tidak dapat pulih kembali atau dapat disebut juga irreversibel. GGK menjadi masalah besar dunia karena sulit disembuhkan, biaya perawatan dan pengobatannya mahal. Terapi GGK pada stadium akhir harus dilakukan dengan hemodialisa. Hemodialisis merupakan suatu bentuk terapi pengganti fungsi ginjal dengan menggunakan bantuan mesin dialyzer. Terapi hemodialisa pada pasien GGK harus dilakukan secara rutin. Hemodialisa menimbulkan beberapa kondisi munculnya efek samping dan menurunkan kualitas hidup pada pasien GGK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa dan efek samping dari terapi hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan menggunakan lembar kuesioner WHOQOOL-BREF untuk mengetahui kualitas hidup pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit X Pati dengan jumlah responden sebanyak 21 responden. Tingkat kualitas hidup pasien GGK memiliki rata-rata 85,7% yaitu kategori baik dilihat dari 4 dimensi. Dimensi ?sik masuk pada kategori baik, psikologis baik, sosial sangat baik, dan lingkungan baik. Pada penelitian ini mayoritas efek samping yang muncul yaitu hipertensi (32,61%), pusing atau sakit kepala (30,43%), anemia (15,21%), mual atau muntah (13,04%), kram otot (4,35%) dan gatal-gatal (4,35%). 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oliefera L.) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT PADA HEWAN UJI KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Wijaya, Hasty Martha; Setyaningrum, Eka; Lina, Rifda Naufa; Setyoningsih, Heni
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.293

Abstract

Kerontokan rambut merupakan salah satu   masalah yang sangat dikhawatirkan karena dapat mengakibatkan kebotakan. Penyebab kerontokan rambut dipengaruhi oleh   faktor depresi dan stres yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas sosial, polusi udara dan air, ketidakseimbangan gizi, dan lain-lain. Ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang memiliki potensi menumbuhkan rambut kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian The Postest Only Control Group Design. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) dengan variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 20%. Pengukuran panjang rambut dilakukan setiap tiga hari sekali pada hari ke 3,6,9,12,15,18. Pengukuran dilakukan menggunakan jangka sorong 0.02 mm. Pada hari ke 18 dilakukan pencukuran kembali bobot rambut untuk menghitung bobot rambut. Data yang dihasilkan dari uji Games-Howell menunjukan bahwa konsentrasi 10% dan 20% tidak berbeda nyata dengan kontrol positif yang artinya ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) memiliki aktivitas   yang   optimal   terhadap   pertumbuhan   rambut   kelinci   jantan   (Oryctolagus cuniculus). Konsentrasi optimal yang mampu menumbuhkan rambut kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus) terjadi pada konsentrasi 20%.
Pengembangan Olahan Ikan Kembung untuk Mencegah Stunting di Desa Tedunan Wedung Demak Yudanti, Gendis Purno; Palupi, Dian Arsanti; Handayani, Yanulia; Ismah, Kadar; Setyoningsih, Heni
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v5i2.10343

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem if it isn't controlled with catch-up growth it will cause decreased growth, increases the death risk and inhibits motor and mental growth. The Indonesian Government promise to reduce the prevalence of stunting so it needs to strengthen coordination and expand the scope of programs carried out by related Government Institutions. Tedunan, one of the villages on the coast of Demak which becomes the target of reducing stunting rates, it has abundant marine products but has not been used optimally. Based on Journal of Nutrition and Food Science 2016, an important ingredient found in mackerel is selenium. Selenium plays a role in reducing the risk of low birth weight and the risk of stunting. This community service program aims to increase consumption of mackerel by making nuggets which are ready to eat and are liked by children and increase the economic selling value of mackerel.
Potential for Incompatibility, Instability, and Prescription Drug Interactions in Pulveres Prescription Pediatric Patients at RSI (Islamic Hospital) Sultan Hadlirin, Jepara, Indonesia Setyoningsih, Heni; Gendis Purno Yudanti; Rakhmi Hidayati; Sri Fitriyaningsih
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 3 No. 6 (2023): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v3i6.407

Abstract

In Indonesia, there are still many doctors who prescribe compounded medicines for pediatrics, including pulveres. Compounding is an alternative for pediatrics who cannot swallow tablets, but compounding medicines is a concern because it can cause incompatibility and instability during storage and cause side effects. drug interactions. This study aimed to determine the potential for incompatibility, instability, and drug interactions on pediatric patient prescription sheets. This research is descriptive observational, and data collection is carried outretrospective, data taken from prescription sheets for pediatric patients at RSI Sultan Hadlirin Jepara. The total sample in this study was 247 prescriptions that met the inclusion criteria. The results of the study showed that the age classification of patients 0-5 years who received pulveres prescriptions was 175 (71.8%), while for those aged 6-11 years, it was 72 (29.1%). %). Based on the number of medications, 197 (80.1%) patients received 4-6 medications, while 50 (20.3%) pediatric patients received 2-3 medications. There is no potential for 0% incompatibility. There is the potential for instability in the pediatric prescription sheets. As many as 62 (25.1%) of the active drug substance preparations that experience instability include CTM, paracetamol, and vitamin B complex. There were 126 (51.0%) potential drug interactions based on the pharmacodynamic mechanism of action and 126 (51.0%) based on moderate severity in the salbutamol tablet preparation with pseudoephedrine. It can be concluded that on the prescription sheet, there is no potential for 0% incompatibility, there is a potential for instability of 62 (25.1%), and there is moderate interaction, and pharmacodynamic mechanisms were 126 (51.0%).
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI UPT. PUSKESMAS X KUDUS Setyoningsih, Heni; Ningsih, Dian Wahyu; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.403

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia merupakan peradangan yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang anak – anak khususnya usia balita umur 1 – 5 tahun. Pengobatan ISPA non pneumonia yang rasional apabila penggunaan obat telah tepat dan sesuai dengan pedoman yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia pada pada pasien balita di UPT. Puskesmas X Kudus Periode Januari – Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental dengan metode observasional yang dilakukan dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi rekam medik pasien yang jelas dan lengkap dengan diagnosa ISPA non pneumonia yang berusia 1 – 5 tahun di UPT. Puskesmas X Kudus periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan sampel 160 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa evaluasi rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia yang dilihat berdasarkan tepat pasien didapatkan 100%, tepat indikasi didapatkan 100%, tepat obat didapatkan 100%, dan tepat dosis didapatkan 88,1% dari 160 pasien. Hasil analisis bivariat dengan uji kendall’s tau-b menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah obat per lembar resep dengan rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia dengan nilai p-significancy 0,012 (0,05).
Pelayanan Informasi Obat tentang Penggunaan Obat Tetes Mata sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien di Puskesmas X Kudus Setyoningsih, Heni; Yudanti, Gendis Purno; Wijaya, Hasty Martha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.586

Abstract

Penggunaan obat tetes mata merupakan salah satu terapi yang umum diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun demikian, masih banyak pasien yang belum memahami cara penggunaan obat tetes mata yang benar, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan risiko efek samping maupun infeksi mata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penggunaan obat tetes mata melalui pelayanan informasi obat di Puskesmas X Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif, dengan pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan kelompok, diskusi interaktif, dan demonstrasi cara penggunaan obat tetes mata yang benar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, tanya jawab, serta pengisian kuesioner pengetahuan dan kepuasan pasien setelah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mampu memahami tujuan penggunaan obat tetes mata, cara penggunaan yang benar, waktu pemakaian, serta cara penyimpanan obat setelah diberikan edukasi. Selain itu, pasien memberikan respon positif terhadap pelayanan informasi obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pelayanan kefarmasian di puskesmas.
PENGARUH PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM PADA TIKUS WISTAR JANTAN Wijaya, Hasty Martha; Zulfa, Elsa Maulida; Setyoningsih, Heni; Sari, Dessy Erliani Mugita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.915

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu penyakit komplikasi kronik dari diabetes mellitus tipe 2. Gentamisin merupakan obat golongan antibiotik yang dapat digunakan dalam penyembuhan luka. Daun Kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa kimia yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat menyembuhkan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kelor terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar. Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok. K1 merupakan kontrol negatif vaselin album, K2 merupakan kontrol positif salep Gentamisin, P1 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 7,5%, P2 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 15%, dan P3 kelompok salep ekstrak daun kelor  dosis 30%. Skrining fitokimia ekstrak kering daun kelor positif mengandung senyawa kimia flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Pengamatan hari terakhir P3 memiliki persentase penyembuhan 70%, P2 memiliki persentase penyembuhan 65%, dan P1 memiliki persentase penyembuhan 50%. Uji statistika Post Hoc Tukey salep ekstrak daun kelor didapatkan K2 (salep gentamisin) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan P3 (konsentrasi 30%) dengan nilai p>0,05 dengan hasil signifikansi  p = 0,128 yang berarti bahwa P3 (konsentrasi 30%) memiliki efek yang setara dengan salep gentamisin dalam menyembuhkan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar.
Giat Interprofessional Collaboration Tenaga Kesehatan Tentang Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Kontrol Kolesterol di Desa Tergo Kudus Setyoningsih, Heni; Yudanti, Gendis Purno; Wijaya, Hasty Marta; Palupi, Dian Arsanti; Susiloningrum, Dwi
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v8i1.16915

Abstract

Cholesterol is a type of lipid essential for maintaining a healthy body, provided it remains within the optimal range. High cholesterol is prevalent among the elderly, as aging factors often lead to decreased physical activity, which in turn contributes to elevated cholesterol levels. Excessive cholesterol can accumulate in the arteries, necessitating dietary modifications and increased physical activity to prevent complications. High cholesterol levels significantly increase the risk of cardiovascular diseases and stroke. The purpose of this community service program is to enhance public awareness regarding the importance of monitoring blood cholesterol levels. The methods employed included health education and medical screenings, specifically blood pressure and blood glucose/cholesterol tests, conducted during routine Integrated Healthcare Center (Posyandu) sessions for the elderly. The results of this program demonstrate that these activities successfully improved the understanding of the Tergo Village community concerning the importance of regular cholesterol control.