Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Mekanisme Kerusakan Hepar Akibat Induksi Aloksan pada Model Tikus Diabetes: Suatu Tinjauan Literatur Reimma Emily Rachman; Waluyo Rudiyanto; Septia Eva Lusina; Susianti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.139

Abstract

Aloksan merupakan agen diabetogenik yang banyak digunakan untuk meniru kondisi diabetes melitus tipe 1 pada hewan percobaan melalui induksi stres oksidatif dan destruksi sel β pankreas. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kerusakan hepar pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan, dengan fokus pada perubahan biokimia, stres oksidatif, inflamasi, dan gambaran histopatologi. Penelusuran literatur dilakukan secara terstruktur melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda pada publikasi tahun 2019–2025, dan diperoleh 17 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa induksi aloksan, terutama pada dosis 120–150 mg/kg berat badan secara intraperitoneal, secara konsisten menimbulkan disfungsi hepatoseluler yang ditandai oleh peningkatan enzim hepar dan penurunan kapasitas sintesis protein. Kerusakan ini dimediasi oleh ketidakseimbangan redoks dengan peningkatan stres oksidatif, penurunan sistem antioksidan endogen, serta aktivasi jalur inflamasi yang berkontribusi terhadap degenerasi dan nekrosis hepatosit. Beberapa studi melaporkan bahwa agen fitoterapi dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi mampu memperbaiki parameter biokimia dan struktur histologis hepar. Secara keseluruhan, kerusakan hepar pada model diabetes aloksan merupakan hasil interaksi kompleks antara hiperglikemia, stres oksidatif, dan inflamasi hepatik, sehingga modulasi jalur tersebut berpotensi menjadi strategi protektif yang rasional.
Skrinning Fitokimia Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Dari Kabupaten Way Kanan Dengan Pelarut Etanol 70% Arini Nurul Hanifah; Waluyo Rudiyanto; Shinta Nareswari; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1026

Abstract

Pendahuluan: Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah salah satu jenis tanaman yang telah dipercaya memiliki manfaat dalam dunia kesehatan dengan berbagai kandungan senyawa kimia dalam ekstrak kental daunnya, meliputi flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan steroid dengan efek farmakologi sebagai analgetik, antiinflamasi, antidiabetes melitus, antihiperkolesterolemia, antimikroba, dan sitotoksik. Untuk mengidentifikasi kandungan senyawa-senyawa tersebut yang terekstraksi dalam pelarut etanol 70%, diperlukan skrinning fitokimia. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan ekstrak daun binahong yang diperoleh melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan kemudian dianalisis secara fitokimia menggunakan pereaksi spesifik untuk mengidentifikasi kelompok senyawa, antara lain alkaloid (pereaksi Mayer, Dragendorf, dan Bouchardat), flavonoid (uji Mg-HCl), tanin (FeCl?), saponin (uji busa), serta steroid dan terpenoid (uji Liebermann–Burchard). Hasil: Ekstrak daun binahong (A. cordifolia) dengan pelarut 70% etanol memiliki kandungan flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan steroid ditunjukkan dari hasil masing-masing uji positif. Pembahasan: Senyawa-senyawa yang terkandung tersebut membuktikan bahwa daun binahong memiliki potensi efek farmakologi dan penggunaan pelarut etanol 70% efektif mampu mengekstraksi senyawa aktif tersebut karena bersifat semi-polar. Simpulan: Skrinning fitokimia yang dilakukan dengan uji kualitatif membuktikan bahwa daun binahong dari kabupaten Way Kanan yang sudah diekstraksi dengan pelarut etanol 70% mengandung berbagai senyawa aktif yang mampu memberikan efek farmakologi bagi makhluk hidup.  
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Irritable Bowel Syndrome Pada Mahasiswa Perempuan  Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2022 Noverika, Ruth Leria; Reni Zuraida; Risti Graharti; Waluyo Rudiyanto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1057

Abstract

Pendahuluan: Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan saluran cerna fungsional yang multifactorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, termasuk stres. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang berisiko tinggi mengalami stres akademik, yang dapat memicu atau memperburuk gejala IBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan sampel 60 mahasiswa perempuan Angkatan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10, dan kejadian IBS berdasarkan kriteria Roma IV. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS. Hasil: Sebanyak 48 responden (80%) mengalami tingkat stres sedang–berat, sedangkan 12 responden (20%) memiliki tingkat stres ringan. Dari total sampel, 20 responden (33,3%) mengalami IBS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian IBS (p = 0,040), dengan proporsi IBS lebih tinggi pada kelompok stres sedang–berat dibanding kelompok stres ringan. Pembahasan: Hasil penelitian ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi fungsi saluran cerna melalui sumbu otak-usus dan modulasi mikrobiota, sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala IBS. Simpulan: Tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan.         
Pengaruh Salep Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera lam) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayat Secara Makroskopis pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yonandes, Fiola; Waluyo Rudiyanto; Arif Yudho Prabowo; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1079

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas salep ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih, didasarkan pada potensi senyawa bioaktif tanaman tersebut. Metode: Tiga puluh ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta perlakuan salep konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Parameter panjang dan durasi penutupan luka diamati secara makroskopis selama 14 hari. Hasil: Kelompok salep 2,5% menunjukkan penyembuhan tercepat dengan penutupan luka sempurna pada hari ke-14, melampaui efektivitas konsentrasi 5% dan kontrol positif. Sebaliknya, konsentrasi 10% justru memperlambat laju penyembuhan dibandingkan dosis yang lebih rendah. Pembahasan: Efektivitas pada konsentrasi rendah terjadi karena metabolit sekunder bekerja dalam batas fisiologis yang mendukung proliferasi. Sementara itu, konsentrasi tinggi menghambat regenerasi jaringan akibat potensi iritasi atau fenomena respons dosis terbalik (inverted dose-response). Simpulan: Salep ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 2,5% terbukti sebagai formulasi paling efektif mempercepat penyembuhan luka sayat secara makroskopis.   Kata Kunci: Daun kelor, luka sayat, makroskopis, Moringa oleifera, salep.