Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

AL-QUR'AN INSIGHTS ABOUT DEVELOPMENT Munawarah, Zakiah Al; Haddade, Hasyim
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.27

Abstract

The purpose of this article is to examine the verses of the Qur'an which discuss Intentional actions. Normative theological research is the type of research used. Looking for book references in the form of tafsir, fiqh, journals and other references related to the subject of study is how the data collection process is carried out. Research findings show that the Qur'an only uses three vocabulary terms to describe deliberation: shura, shawir, and tasyawur. These terms basically refer to a group of people having a discussion, where each person expresses their opinion, and the best opinion is then decided by deliberation as follows: taking honey from a bee colony to create delicious honey in an effort to create social life. One that is serene, and filled with a sense of unity and harmony. The Qur'an emphasizes the value of community involvement in solving real world problems. Each community is allowed to decide on its own specific patterns and techniques because circumstances at any given time may force a community to differ.
Karakteristik Penghuni Neraka: (Suatu Kajian Tahlili Dalam QS al-A’raf/179) Syarif, Ahmad Syarif; Ghany, Abdul; Haddade, Hasyim; Muhammad Khadary
Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Online Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/alaqwam.v3i2.1682

Abstract

Abstract: This research discusses the characteristics of the inhabitants of hell in QS al-A'raf/7: 179. This verse explains the characteristics or nature of the inhabitants of hell. This research aims to find out the nature of the characteristics of the inhabitants of hell, and what the characteristics are like. the inhabitants of hell, as well as the impact of the characteristics of the inhabitants in QS al-A'raf/7: 179. The research carried out was library research, the approaches used were an interpretive approach and a theological approach. The results of this research are First, the essence of the characteristics of the inhabitants of hell is, that they have hearts but they are not used to understand the verses of the Qur'an, they have eyes but they do not use them to see the power of Allah SWT., they have ears but they do not use them. to listen to the verses of Allah SWT. Second, related to the characteristics of the inhabitants of hell, they are said in the verse to be livestock, even lower than livestock because they do not utilize the five senses that have been given to them. Third, the impact of the characteristics of the inhabitants of hell is that they are said to be livestock, even more misguided than that, and they are negligent about what has been given to them.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Qashas Al-Qur’an (Studi Sintesis Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an) Jariah, Ainun; Abu Bakar, Achmad; Haddade, Hasyim
Action Research Literate Vol. 6 No. 1 (2022): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v6i1.91

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan konsep kisah Al-Qur’an tentang pendidikan karakter dan relevansi kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan Pendidikan karakter. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah kisah yang dapat dibuktikan kebenarannya secara arkeologis dan ilmiah. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an pada umumnya adalah ayat-ayat makkiyyah, yang ketika Islam datang, masyarakat dalam perilaku jahiliyah dan jumud. Al-Qur’an diturunkan sebagai tuntunan keselamatan dan memberikan kemudahan, untuk mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dengan misi Al-Qur’an, misi kisah-kisah dalam Al-Qur’an, dan misi kerasulan nabi Muhammad SAW. Filosofi, hikmah, dan ‘ibrah yang terkandung, sangat sarat dengan pesan dan nilai-nilai edukatif, namun harus dipahami secara tulus, logis, sistematis dan komprehensif. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini adalah pendekatan kulitatif, tafsir tahlili, dengan metode analitis sintesis. Secara konseptual dimulai dengan membaca, mencatat (mengumpulkan data), menidentifikasi, menyusunnya dalam satuan-satuan sesuai urutan pola berpikir, kemudian menganalisis hingga pada kesimpulan. Maka dapat disimpulkan bahwa kisah-kisah yang disajikan dalam Al-Qur’an, merupakan konsep irsyad (tuntunan, petunjuk), hiwar (dialog), dzikr (pengingat), hikmah (makna filosofis, atau pelajaran), tandzir (peringatan). Relevansi kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan pendidikan karakter yaitu kisah yang dikemas dalam beragam bentuknya menjadi metode alternatif dalam proses pembelajaran yang mudah, menarik dan berkesan; kisah menjadi media untuk menyampaikan pesan dan internalisasi nilai-nilai dalam upaya pembinaan akhlak peserta didik; dan kisah dapat menjadi metode pendidikan yang efektif bagi pengembangan kecerdasan dan pembentukan jiwa yang tangguh dan taat sesuai dengan misi kisah dan misi kerasulan Muhammad SAW.
Produksi Dalam Sistem Perekonomian Menurut Pandangan Al-Qur`an Tomadehe, Sumiati; Abubakar, Achmad; Haddade, Hasyim
Widya Balina Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v7i2.169

Abstract

Produksi sangat penting bagi kelangsungan hidup dan peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam. Manusia diciptakan sebagai khalifah untuk mengelola dan memanfaat bumi dan segala isinya dengan optimal dan cara-cara yang sesuai syariat. Manusia memakmurkan bumi agar manusia dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkannnya. Allah telah SWT memberikan penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur`an bagaimana seharusnya manusia mengolah Bumi atau melakukan aktifitas produksi. Berdasarkan telaah normatif ayat-ayat Al-Qur’an, diperoleh hasil kajian dari penelitian ini bahwa peran produksi dalam perekonomian perspektif Al-Qur`an adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat alam semesta yang diciptakan Allah SWT, sebagai pendongkrak kreatifitas manusia, dan sebagai sarana untuk menyebarluaskan kemaslahatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi semata.
Potensi Kelautan Bagi Perekonomian dan Etika Eksploitasinya Dalam Perspektif AL-Qur`an Zaputra, Reo; Haddade, Hasyim; Abubakar, Achmad
Widya Balina Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.173

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah laut yang terluas di dunia. Laut merupakan anugerah Allah yang menyimpan kekayaan alam yang sangat besar untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat dengan cara eksploitasi. Namun, eksploitasi laut seringkali dilakukan secara tidak bertanggung jawab misalnya penangkapan ikan yang dilakukan di wilayah yang dilarang, tidak adanya izin operasi, dan penggunaan alat tangkap yang dilarang. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan potensi laut dan menformulasikan etika eksploitasinya menurut pandangan Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh bahwa potensi kelautan memiliki arti yang amat penting bagi perekonomian yaitu sebagai sumber penghidupan dan penghasilan bagi nelayan, sebagai penghasil perhiasan yang bernilai jual tinggi, sebagai salah satu kawasan cadangan minyak Bumi dan gas alam, sebagai penghasil energi, objek wisata, dan lain sebagainya. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung pesan mengenai pemanfaatan potensi kelautan adalah Q.S. Al-Insyirah: 7, Q.S. An-Nahl: 14, Q.S. Ar-Rum: 41, Q.S. Asy-Syura: 32, Q.S. Lukman: 31, Q.S. Al-Maidah: 96, dan Q.S. Fathir: 12. Adapun etika eksploitasi potensi kelautan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an antara lain dengan cara berpegang teguh pada prinsip tauhid, optimalisasi sumber daya, melaksanakan eksploitasi berkelanjutan, menjaga dan mempertahankan kedaulatan wilayah laut, dan menaati regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah selaku ulil amri.
Maslahah Najmuddin Al-Thufi: A Framework for Fintech Benefit Realization in Indonesia Hasan, Nugraha; Abubakar, Achmad; Haddade, Hasyim; Kurniati, Kurniati; Nurjannah, Nurjannah; Sabbar, Sabbar Dahham
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v22i1.2100

Abstract

This study explores the concept of maslahah, according to Najmuddin Al-Thufi, as a realization of fintech development in Indonesia. Najmuddin Al-Thufi developed a theory of maslahah that emphasizes flexibility and adaptability to dynamic socio-economic contexts. This study integrates the theory with the development of fintech in Indonesia. This descriptive and qualitative research provides a more comprehensive picture of the concept of maslahah at-Thufi and the phenomenon of fintech in detail and in-depth and using a phenomenological approach. Data sources come from secondary data from books and relevant and reliable journals related to the discussion of Maslahah Najmuddin at-Thufi and fintech. The results showed that applying Najmuddin al-Thufi's maslahah concept to the development of fintech in Indonesia can be implemented for effective regulation and support the growth of fintech in an inclusive, safe, and equitable manner. The maslahah principle, which focuses on the public good, can deal with challenges such as consumer protection, data security, financial inclusion, and business ethics. By applying this principle, regulations can be more adaptive and responsive to technological dynamics, ensuring that the real benefits to society are always prioritized in every regulatory decision.