Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Program Sekolah Ramah Anak PAUD Zuhra, Hazimah Hubby; Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida; Mursid, Mursid
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 1 (2025): January-April 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i1.903

Abstract

Terdapat beberapa sekolah yang mengklaim sebagai sekolah ramah anak namun belum menerapkan PHBS secara efektif, yang berdampak pada kesehatan siswa dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia dini di satuan PAUD yang telah terdeklarasi sebagai sekolah ramah anak. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wanawancara dengan kepala sekolah dan guru. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Penerapan SRA sudah terlaksana dengan baik 2) Implementasi PHBS juga sudah terlaksana dengan lancar 3) Keberhasilan implementasi PHBS dipengaruhi oleh faktor internal yaitu dukungan para pendidik dan fasilitas sekolah yang memadai, sementara hambatannya dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu orang tua yang kerap membawakan bekal makanan kurang sehat.
Pemanfaatan Media Puzzle In-Group Untuk Pembentukan Karakter Kerjasama Anak: Di RA Al-Hidayah UIN Walisongo Asfarina, Nihayatu; Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v10i1.10726

Abstract

The purpose of this study is to determine the formation of children's characters to cooperate through in-group puzzle games. This research is based on the fact that children at RA Al-Hidayah UIN Walisongo lack cooperation, especially those in class A. Early childhood has the ability to think critically and their imagination is very large, and they have strong cooperation skills. Therefore, these skills must be stimulated as early as possible so that they become assets for children when they grow up. This case study-based descriptive qualitative research describes a research project. Data were collected by observation, interviews and documentation. The results of this study show that puzzle media can shape the character of children's cooperation in RA Al-Hidayah. In this case, it can be seen from the improved communication relationships between children, the more effective division of roles, and their ability to solve puzzles faster. Collaboration skills are very important for early childhood because they can have a positive impact on their growth and development.
Pola Komunikasi Orang Tua Dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak Di TK Tarbiyatul Athfal 04 Sadiyah, Wafiq Wahidatus; Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida; Khunaifi, Agus
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v9i2.10785

Abstract

A children's social emotional development is the behavior or attitude of children interacting with the surrounding environment. Children's social emotional abilities are obtained when children are able to communicate with family, friends, and the surrounding environment. This study aims to determine the pattern of good communication between parents and children for the development of children's social emotions in TK Tarbiyatul Athfal 04 Protomulyo Kaliwungu Selatan. The type of research used is descriptive qualitative research using research subjects of 3 parents of class B3 children. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Children will be active at school and able to interact with their friends because the stimulation provided by their parents at home is going well. Not all children have good social emotional, due to the lack of communication intensity between parents and children. Parents with higher education tend to pay attention to children's social emotional by implementing democratic communication patterns.
Artificial Intelligence untuk pendidikan keguruan perspektif mahasiswa internasional dan implikasi untuk Pendidikan Islam Muthohar, Sofa; Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida; Azzahra, Hilyatul Karimah; Nasikhin; Nabila, Annisa Fara
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.18019

Abstract

This research explores the opportunities and challenges of developing artificial intelligence (AI) for teacher education programs from the perspective of international students in Indonesia, the Philippines, and Japan. This study uses a narrative inquiry approach through in-depth interviews with 15 students. The results reveal differing dynamics in AI implementation across these three archipelagic countries. In Indonesia, information technology and the drive to improve educational quality motivate AI adoption, although infrastructure limitations pose a barrier. Filipino students support AI adoption due to the importance of technology in education, but financial and training aspects remain obstacles. Meanwhile, Japanese students are driven by technological advancement and an innovative culture but express concerns about human workforce replacement and the ethical aspects of AI. These findings highlight the need for effective policies tailored to each country's unique characteristics to optimize AI in teacher trainings AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi peluang dan tantangan pengembangan teknologi informasi berbantantun kecerdasan buatan (AI) untuk program pendidikan guru dari perspektif mahasiswa internasional di Indonesia, Filipina, dan Jepang. Studi ini menggunakan pendekatan naratif inkuiri melalui wawancara mendalam dengan 15 mahasiswa. Hasilnya menunjukkan dinamika yang berbeda dalam penerapan AI di tiga negara kepulauan ini. Di Indonesia, teknologi informasi dan peningkatan kualitas pendidikan memotivasi penerapan AI, meskipun keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan. Mahasiswa Filipina mendukung adopsi AI karena pentingnya teknologi dalam pendidikan, namun terkendala aspek finansial dan pelatihan. Sementara itu, mahasiswa Jepang terdorong oleh kemajuan teknologi dan budaya inovatif, tetapi khawatir tentang penggantian tenaga manusia dan aspek etika AI. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan efektif yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negara dalam mengoptimalkan AI untuk pendidikan keguruan.
Pembelajaran Berbasis Neurosains Dalam Perspektif Guru Raudlatul Athfal Muallifatul Khorida Filasofa, Lilif; Ainul Fitri, Asya
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3769

Abstract

Dalam proses pembelajaran dan perkembangan anak usia dini, otak memegang peranan yang sangat penting. Otak akan bertindak sebagai jalan bagi stimulasi pada anak usia dini, mengingat pentingnya konsep pembelajaran dengan otak, apakah sepenuhnyaguur faham dengan konsep pembelajaran otak tersebut, dalam realitasnya yang ada guru dituntut mendampingi proses tumbuh kembang anak,.Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai bulan oktober – Desember 2022 di Raudlatul Athfal Miftahul Athfal Mangkang Semarang, Penelitian ini menggunakan Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Implementasi pembelajaran berbasis neurosains dalam perspektif Guru Raudlatul adalah Pendidik belum sepenuhnya memahami konsep neurosains dalam mengembangkan kemampuan otak anak, dan menyeimbangkan pembelajaran dengan menerapkan otak kanan dan kiri. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Faktor yang menjadi pendukung dalam pemahaman guru tentang konsep pembelajaran neurosains adalah terletak pada sumber daya manusia yaitu Guru berpendidikan dan lulusan sarjana SI, adanya organisasi IGRA yang mewadahi semua guru RA di tingkat kecamatan menjadi dukungan dalam meningkatkan pemahaman tentang pembelajaran neurosains.Sedangkan faktor penghambat kurangnya pelatihan dan workshop atau seminar yang berkaitan dengan pembelajaran berbasis neurosains sehingga guru kesulitan dalam memahami konsep tersebut, buku panduan implementasi pembelajaran berbasis neurosains di tingkat PAUD masih jarang ditemukan sehingga membuat guru kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran neurosains.
Implementasi Metode Eksperimen dalam Pembelajaran Sains Anak Usia Dini Dwi Yunianti, Intan; Muallifatul Khorida Filasofa, Lilif
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.3933

Abstract

Pengenalan metode eksperimen dalam pembelajaran sains anak usia dini merupakan penerapan metode pembelajaran melalui stimulasi untuk meningkatkan rasa ingin tahu, minat, dan pemecahan masalah, sehingga anak mengamati dan merefleksikan konsep dan peristiwa yang dikembangkannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tahap persiapan, tahap penerapan, dan tahap evaluasi penerapan metode eksperimen pembelajaran sains anak usia dini di TK Himawari. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-6 tahun Kelompok TK B sebanyak 11 anak dan guru. Hasil penelitian bahwa menunjukkan tahap persiapan meliputi rancangan pelaksanaan pembelajaran dan media pembelajaran. Tahap penerapan pembelajaran sains meliputi penjelasan kegiatan, mengenalkan alat dan bahan, memberikan arahan terkait langkah-langkah percobaan dan membuat kesepakatan sebelum bermain. Tahap evaluasi setelah pembelajaran sains meliputi penilaian terhadap anak dari proses pembelajaran hingga hasil belajar anak.
Menggapai Inklusivitas: Menyingkap Kendala dan Tantangan di Sekolah Non-Inklusi dalam Menerima Anak Berkebutuhan Khusus Rahmawati, Ika; Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida; Mursid
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 3 Periode Juni-Agustus 2025
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i3.1764

Abstract

This study explores the application of a holistic approach in improving the inclusion of children with special needs in non-inclusive schools, taking into account psychological, social, and academic aspects. Qualitative research was conducted through observation of interactions and behavior of children at RA Bina Mutiara Hati, Semarang. Interviews with the school principal and Class A teachers revealed the characteristics of children with special needs, the school's strategies, readiness to accommodate them, and the challenges faced in managing an inclusive environment. Documentation included observation notes, interview recordings, and photos to support the analysis. Descriptive analysis techniques were used to interpret the data in a structured manner. The research results showed obstacles such as inadequate infrastructure, limited teacher training, and a lack of support from parents and the community. It was found that coordination between schools, parents, and the community plays an important role in overcoming the challenges of inclusive education. Recommendations include improving school facilities, providing ongoing training for teachers, and launching community awareness campaigns. Additionally, parental involvement in creating an inclusive educational environment is strongly emphasized. This study is expected to assist non-inclusive schools in providing more responsive services to the needs of children with special needs and in addressing various existing challenges.
Pembelajaran Berbasis Neurosains Dalam Perspektif Guru Raudlatul Athfal Muallifatul Khorida Filasofa, Lilif; Ainul Fitri, Asya
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3769

Abstract

Dalam proses pembelajaran dan perkembangan anak usia dini, otak memegang peranan yang sangat penting. Otak akan bertindak sebagai jalan bagi stimulasi pada anak usia dini, mengingat pentingnya konsep pembelajaran dengan otak, apakah sepenuhnyaguur faham dengan konsep pembelajaran otak tersebut, dalam realitasnya yang ada guru dituntut mendampingi proses tumbuh kembang anak,.Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai bulan oktober – Desember 2022 di Raudlatul Athfal Miftahul Athfal Mangkang Semarang, Penelitian ini menggunakan Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Implementasi pembelajaran berbasis neurosains dalam perspektif Guru Raudlatul adalah Pendidik belum sepenuhnya memahami konsep neurosains dalam mengembangkan kemampuan otak anak, dan menyeimbangkan pembelajaran dengan menerapkan otak kanan dan kiri. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Faktor yang menjadi pendukung dalam pemahaman guru tentang konsep pembelajaran neurosains adalah terletak pada sumber daya manusia yaitu Guru berpendidikan dan lulusan sarjana SI, adanya organisasi IGRA yang mewadahi semua guru RA di tingkat kecamatan menjadi dukungan dalam meningkatkan pemahaman tentang pembelajaran neurosains.Sedangkan faktor penghambat kurangnya pelatihan dan workshop atau seminar yang berkaitan dengan pembelajaran berbasis neurosains sehingga guru kesulitan dalam memahami konsep tersebut, buku panduan implementasi pembelajaran berbasis neurosains di tingkat PAUD masih jarang ditemukan sehingga membuat guru kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran neurosains.
Implementasi Metode Eksperimen dalam Pembelajaran Sains Anak Usia Dini Dwi Yunianti, Intan; Muallifatul Khorida Filasofa, Lilif
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.3933

Abstract

Pengenalan metode eksperimen dalam pembelajaran sains anak usia dini merupakan penerapan metode pembelajaran melalui stimulasi untuk meningkatkan rasa ingin tahu, minat, dan pemecahan masalah, sehingga anak mengamati dan merefleksikan konsep dan peristiwa yang dikembangkannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tahap persiapan, tahap penerapan, dan tahap evaluasi penerapan metode eksperimen pembelajaran sains anak usia dini di TK Himawari. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-6 tahun Kelompok TK B sebanyak 11 anak dan guru. Hasil penelitian bahwa menunjukkan tahap persiapan meliputi rancangan pelaksanaan pembelajaran dan media pembelajaran. Tahap penerapan pembelajaran sains meliputi penjelasan kegiatan, mengenalkan alat dan bahan, memberikan arahan terkait langkah-langkah percobaan dan membuat kesepakatan sebelum bermain. Tahap evaluasi setelah pembelajaran sains meliputi penilaian terhadap anak dari proses pembelajaran hingga hasil belajar anak.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Project Based Learning untuk Anak Usia Dini Asya Ainul Fitri; Lilif Muallifatul Khorida Filasofa; Agus Sutiyono
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v5i1.12379

Abstract

Abstract This research aims to assess the effectiveness of strengthening the Pancasila Student Profile through project-based learning in early childhood education. The Pancasila Student Profile, which is an integral part of the independent curriculum, plays a central role in shaping the character of graduates by cultivating qualities such as faith, piety, morals, independence, cooperation and collaboration, global awareness, creativity and critical reasoning. When the research was carried out from September 4 to October 3 2023 at the Al Azhar 29 Islamic Kindergarten, Semarang, this research involved 17 children as participants using descriptive qualitative research methods. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. Research findings show that project-based learning significantly improves the character of Pancasila students at an early age by implementing a systematic approach through theme communication, project identification, project planning, preparing activity schedules, monitoring project progress, as well as assessing and evaluating project results. The theme used in the implementation of project learning in research is Aku Cinta Indonesia with the topic Nguri-nguri Central Java Culture-Market Snack Festival with the focus being Magelang City. Through project-based learning activities, children can stimulate their ability to collaborate, be independent, be creative, be tolerant and have noble character.