Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Kunir Putih (Curcuma mangga Val) Terhadap Bakteri Bacillus subtilis Penyebab Diare Putri, Ferlia Setianifah; Rahayu, Titi Pudji; Fitriyati, Laeli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah diare merupakan salah satu masalah pencernaan yang dapat berdampak pada kesehatan manusia. Bakteri yang sering ditemukan pada saluran pencernaan manusia yang menyebabkan penyakit diare yaitu Bacillus subtilis. Kunir putih merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri penyebab diare. Tujuannya untuk mengetahui konsentrasi optimal ekstrak etanol kunir putih (Curcuma mangga Val) yang dapat digunakan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis penyebab diare. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimana memvariasikan konsentrasi 15; 30; 50; 75; dan 100% ekstrak etanol rimpang kunir putih yang di ekstraksi menggunakan metode refluks dalam menghambat Bacillus subtilis dengan metode sumuran. Berdasarkan penelitian konsentrasi 15; 30; dan 50% tidak adanya perubahan yang signifikan karena pada saat replikasi hanya dilakukan 3 kali, seharusnya dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan, sehingga hipotesa tidak terjawab. Pada konsentrasi 75 dan 100% memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan kontrol negatif dan kontrol positif terdapat perbedaan yang signifikan. Ekstrak rimpang kunir putih (Curcuma mangga Val) yang menghasilkan diameter sangat lemah pada konsentrasi 15% dengan diameter 3,63 mm, untuk hasil yang sangat baik dan kuat terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis yaitu pada konsentrasi 75% berdiameter 13,63 mm dengan kategori kuat sedangkan konsentrasi 100% berdiameter 21,33 mm dengan kategori sangat kuat. Pengembangan untuk pembuatan formulasi antibakteri, dan pengkombinasian antibakteri dengan tanaman herbal yang lain yang berfungsi sebagai antibakteri.
Penanganan Stunting dengan Peningkatan Gizi Keluarga dan Pemanfaatan Kebun Gizi di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen Khuluq, Husnul; Sodik, Anwar; Rahayu, Titi Pudji; Puspitasari, Anggraeni Eka; Mulyani, Ayu Achiriyah; Zen, Achmad Lutfi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 12.780 jiwa (42,6%), dan menurut data dari studi status gizi Indonesia mencatat angka stunting di Jawa Tengah tahun 2021 tercatat sebesar 20%. Sedangkan WHO memberikan batasan untuk stunting adalah < 20% (Kemenkes RI, 2018). Masyarakat Desa Giyanti merupakan salah satu desa di kecamatan Rowokele kabupaten Kebumen yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan sebagian besar wanitanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi masyarakat menengah kebawah ini tentunya minim informasi yang berkaitan dengan gizi terutama pada Dukuh Lurakarsa yang mana menjadi angka tertinggi stunting dibanding Dukuh lainnya di Desa Giyanti. Dengan Kondisi seperti diatas dimana kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting masih sangat rendah. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap Stunting dan untuk melakukan sosialisasi sekaligus pembuatan kebun gizi keluarga. Program sosialisasi kepada calon pengantin, ibu-ibu yang memiliki anak balita serta masyarakat dan pemberian leaflet secara offline diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Adapun metode yang digunakan adalah Sebelum dilakukan sosialisasi tentang stunting, kegiatan dimulai dengan pembuatan kebun gizi yang dapat bermanfaat untuk mengurangi angka stunting. Kemudian pemberian kuesioner mengenai hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting (pre test), kemudian dilakukan sosialisasi dan diikuti pembagian leaflet mengenai stunting. Setelah selesai sosialisasi, kemudian dilakukan postest untuk mengevaluasi hasil sosialisasi. Selain itu dilakukan percontohan penanaman dan pembuatan kebun gizi keluarga. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan tentang stunting yang seblumnya skor rata-ratanya 47, 23 menjadi 64,47. Sosialisasi stunting dengan cara ceramah dan tatap muka dapat meningkatkan pengetahuan tentang stunting.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dan Lidah Buaya (Aloe vera L.) Terhadap Candida Albicans Melisa, Leni; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit infeksi pada rongga mulut karena adanya pertumbuhan berlebih dari jamur Candida albicans. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dan daun lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai antijamur dan dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif kandidiasis oral. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun lidah buaya dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode difusi paper disk dengan seri konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan adalah 5%:5%, 10%:10%, 10%:20% dan 20%:10%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun lidah buaya seri konsentrasi 10%:10% menunjukkan aktivitas antijamur berbeda signifikan dengan seri konsentrasi lain dengan nilai p<0.05. Hal tersebut membuktikan bahwa konsentrasi 10%:10% memiliki daya hambat terbaik namun hasilnya tidak lebih baik dari kontrol positif dengan diameter daya hambat 8,1 mm kategori sedang.
Uji Cemaran Mikroba Angka Lempeng Total (ALT) Pada Sediaan Jamu Gendong Di Pasar Karanganyar Kabupaten Kebumen Amalia, Putri; Rahayu, Titi Pudji; Fitriyati, Laeli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu adalah warisan leluhur bangsa berupa obat tradisional yang pemanfaatannya dilakukan secara turun temurun sebagai pengobatan maupun pemeliharaan kesehatan. Jamu gendong adalah salah satu jenis jamu yang disenangi masyarakat. Jamu gendong memiliki keamanan dan jaminan yang dikategorikan rendah serta termasuk usaha yang tidak wajib mempunyai ijin edar merupakan pengertian dari usaha jamu gendong. Tujuan untuk mengidentifikasi keamanan sediaan jamu melalui uji parameter angka lempeng total (ALT). Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif yaitu mendeskripsikan ALT pada sediaan jamu gendong. Pada uji ALT hanya penjual B,C,E yang memenuhi persyaratan yaitu <105 koloni/gram. Analisis uji statistik dilakukan untuk melihat perbandingan antar penjual. Hasil statistik pada uji AKK menyatakan bahwa urutan sampel dari penjual yang paling bagus yaitu: sampel temulawak penjual E, B, C, D,A ; sampel beras kencur penjual B, C, D, E dan A ; sampel kunyit asam penjual B, C, D, E dan A dan sampel pahitan penjual B, C, D, E dan A. Hasil statistik pada uji ALT menyatakan bahwa urutan sampel dari penjual yang paling bagus yaitu: sampel temulawak penjual C, E dan B , sampel beras kencur penjual C, E dan B, sampel kunyit asam penjual E, C dan B dan sampel pahitan penjual C, B dan E.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Aseton dan Butanol Daun Jati (Tectona Grandis) Safitriyani, Riyan Eka Nurul; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang digunakan untuk menghambat atau menghalangi terjadinya radikal bebas. Senyawa polifenol merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat antioksidan kuat. Tanaman daun jati (Tectona grandis) adalah tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antitoksik dikarenakan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder berupa tannin, antrakuinon, fenolik, antosianin, alkaloid, flavonoid, dan nathoquinon. Mendapatkan aktivitas antioksidan dari ekstrak aseton dan butanol daun jati (Tectona grandis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan membuat 2 ekstrak daun jati menggunakan pelarut aseton dan pelarut butanol dimaserasi. Dilakukan secarakualitatif (uji tabung) maupun kuantitatif menggunakan metode antioksidan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Hasil menunjukan bahwa ekstrak aseton daun jati (Tectona grandis) dan ekstrak butanol daun jati (Tectona grandis) uji tabung didapatkan hasil positif adanya saponin, polifenol dan flavonoid. Uji aktivitas antioksidan nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menangkap 50% radikal FRAP yaitu sebesar 70,848 ppm dan 80,893 ppm termasuk dalam kategori kuat. Ekstrak aseton daun jati (Tectona grandis) dan ekstrak butanol daun jati (Tectona grandis) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode yang lainnya.
Uji Cemaran Mikroba Angka Kapang/Khamir (AKK) Sediaan Jamu Gendong Di Pasar Karanganyar Kabupaten Kebumen Rahayu, Titi Pudji; Fitriyati, Laely; Amalia, Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Jamu gendong merupakan salah satu warisan pengobatan tradisional dari Indonesia yang memanfaatkan tanaman herbal. Jamu sendiri sampai saat ini masih terus digunakan oleh sebagaian besar masyarakat di Indonesia. Tujuan : Untuk mengidentifikasi keamanan sediaan jamu gendong di Pasar Karanganyar Kabupaten Kebumen melalui uji parameter angka kapang/khamir (AKK). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif yaitu mendeskripsikan AKK pada sediaan jamu gendong. Hasil : Penjual A pada sampel temulawak, beras kencur, kunyit asam dan pahitan hanya tumbuh koloni pada pengenceran 10-1. Penjual B dan C pada sampel temulawak, beras kencur, kunyit asam dan pahitan tumbuh koloni pada pengenceran 10-1 sampai 10-4 tetapi tidak memenuhi kriteria. Penjual D pada sampel temulawak, beras kencur, kunyit asam tumbuh koloni pada pengenceran 10-1 sampai 10-4 tetapi tidak memenuhi kriteria. Penjual E pada sampel temulawak tumbuh koloni pada pengenceran 10-1.
SOSIALISASI CUCI TANGAN DENGAN SABUN DI SDN KENOYOJAYAN, KECAMATAN AMBAL, KABUPATEN KEBUMEN Rahayu, Titi Pudji; Sodik, Anwar; Huluk, Muhammad Husnul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu upaya promosi kesehatan yang bertujuan agar setiap orang dapat tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat dengan menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dapat dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara tepat dan benar dapat menghilangkan kotoran dan bakteri dari permukaan kulit dengan lebih efektif. Secara sgnifikan mengurangi jumlah mikroorganisme patogen, misalnya virus, bakteri, dan parasit lainnya yang berada di tangan. Dibandingkan dengan langkah kesehatan lainya, mencuci tangan dengan sabun merupakan langkah kesehatan yang paling murah dan efektif yang dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit. Tujuan: sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi ini berdampak positif, serta meningkatkan pengetahuan seswa mengenai cara mencuci tangan dan manfaat mencuci tangan dengan sabun. Siswa akan menjadi terbiasa untuk mencuci tangan dengan sabun sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat
Education on Dangerous Medicinal Chemicals in Traditional Medicine in Kenoyojayan Village, Ambal District, Kebumen Regency: Edukasi Bahan Kimia Obat Berbahaya dalam Obat Tradisional di Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen Rahayu, Titi Pudji; Sodik, Anwar; Intiyani, Rafila; Dewi, Rahmatia Candra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tambahan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Obat tradisional membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memberikan efek kerja dibandingkan obat kimia. Namun, sering kali masyarakat masih mengangggap obat tradisional yang bagus ialah obat tradisional yang memberikan reaksi yang cepat terhadap penyakit dan dengan harga yang sangat murah. Padahal sebaliknya, obat tradisional yang memberikan khasiat secara instan, harus diwaspadai sebagai kemungkinan terdapatnya campuran obat kimia Obat kimia yang ditambahkan seringkai tidak terukur takarannya, sehingga berpotensi membahayakan Kesehatan jika digunakan dalam waktu yang lama dan terus-menerus. Tujuan: Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya bahan kimia obat dalam obat tradisional dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional sehingga terwujud masyarakat yang sadar obat. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data calon peserta, diskusi dengan perangkat desa dan panitia dan diskusi dengan anggota. Pelaksanaan kegiatan berupa ceramah, diskusi, dan simulasi terkait obat dan obat tradisional serta diakhir materi dilakukan tanya jawab. Kesimpulan: masyarakat di Desa Kenoyojayan sebagai peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan masyarakat dapat mengetahui bahaya bahan kimia obat yang terdapat dalam obat tradisional serta dapat mengetahui cara memilih obat tradisional yang tidak mengandung bahan kimia obat dengan baik dan benar.
Socialization to Medicinal Plants and Their Use for Health in the Kebumen Regency Ornamental Plant Community: Sosialisasi Tanaman Berkhasiat Obat dan Pemanfaatannya untuk Kesehatan kepada Komunitas Tanaman Hias Kabupaten Kebumen Sodik, Anwar; Khuluq, Muhammad Husnul; Rahayu, Titi Pudji; Najah, Azka Barokatun; Arsyad, Fitdyah Al Ridha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman berkhasiat obat dapat ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. Manfaatnya selain sebagai obat juga memiliki manfaat sebagai penambah gizi, bumbu atau bahan rempah-rempah masakan dan dapat menambah keindahan. Kebumen Hijau adalah komunitas pecinta tanaman di Kabupaten Kebumen yang memiliki lebih dari 100 anggota. Tanaman hias yang dibudidayakan berkhasiat obat yang belum dimanfaatkan untuk kesehatan. Tujuan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran anggota Kebumen Hijau tentang penggunaan tanaman obat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh berdasarkan bagian tanaman yang digunakan, metode pengolahan, sumbernya, dan penggunaannya. Tujuan lain untuk memotivasi mereka untuk membudidayakan tanaman obat.. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan beberapa jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat dan cara pemanfaatan tanaman obat untuk pengobatan penyakit tertentu. Peserta diharapkan dapat membudidayakan dan menjual bibit ataupun hasil panen dari tanaman berkhasiat obat sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Evaluasi kegiatan dengan memberikan pretest sebelum melakukan sosialisasi dan memberikan postest setelah melakukan sosialisasi. Sosialisasi diikuti oleh 30 peserta yang merupakan anggota komunitas pecinta tanaman hias Kebumen Hijau. Hasil rata-rata dari nilai pretest 5,85 dan nilai rata-rata postest sebesar 7,87. Peningkatan nilai postest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi memahami jenis tanaman berkhasiat obat dan cara pemanfaatannya.
Antibacterial Activity Test of the Combination of Methanol Extract of Arumanis Mango Leaves (Mangifera indica L) and Taro Leaves (Colocasia esculanta L) on Escherichia coli Bacteria Causes of Diarrhea Diseases Kumalasari, Siska; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i1.5850

Abstract

Arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) are plants that have the potential to be antibacterial and can be used as an alternative to treat infectious diseases caused by bacteria. Arumanis mango leaves contain secondary metabolite compounds, including flavonoids, alkaloids, steroids, polyphenols, tannins, and saponins, and taro leaves contain secondary metabolite compounds in the form of saponins, tannins, flavonoids, formic acid, glucosides, citric acid, and several minerals. Secondary metabolite compounds that have potential as antibacterials are flavonoids and tannins. This study aims to determine the antibacterial activity of a combination of methanol extracts of arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) against Escherichia coli bacteria. The research was carried out starting from the plant determination and preparation of simplisia, extraction, phytochemical screening of extracts and KLT tests, and antibacterial testing using the disc paper method. The concentration series of extract combinations used are 6.25%, 12.5%, and 25%. The antibacterial test results of the combination of arumanis mango leaf extract (Mangifera indica L) and taro leaf (Colocasia esculanta L), which showed the highest inhibition zone diameter was at a concentration of 6.25% (1:1), a concentration of 12.5% (1:2). At a concentration of 25% (2:1). From the results of this study, a single extract of arumanis mango leaves and taro leaves with a concentration of 6.25%; 12.5%; 25% and a combination of extracts in a ratio of 1:1. 1:2, 2:1, which has potential antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, so that further research can be carried out by utilizing a combination of arumanis mango leaf extracts and taro leaves and as a source of information and insight into the combination of arumanis mango leaves and taro leaves that have antibacterial properties.