Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN GANITRI (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Rahmatulloh, Wahyu; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di Indonesia. Karies gigi disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, salah satunya yaitu Streptococcus mutans.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengetahui perbedaan diameter zona hambat ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi disk pada konsentrasi 10; 20; 30; 40; 50 dan 100%. Ekstrak etanol daun ganitri mengandung senyawa aktif fenol, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan glikosida. Serta memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan ditandai adanya zona hambat yang terbentuk. Diameter zona hambat yang terbentuk tidak berbeda signifikan terhadap konsentrasi satu dengan lainnya. Zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% dengan diameter hambatan sebesar 19.79 mm ± 2.25.
Study On Anti-Bacterial Activity Of Methanol Extract Of Ganitri (Elaeocarpus Ganitrus Roxb.) Leaves Against Staphylococcus Epidermidis Bacteria Pravitasari, Rokhania Eka; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu tanaman berpotensi sebagai antibakteri yang dapat digunakan sebagai suatu alternatif untuk mengatasi bau badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.). Metode penelitian ini merupakan metode eksperimental menggunakan ekstrak metanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) yang dilakukan uji kandungan senyawa menggunakan uji tabung dan kromatografi lapis tipis. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk. Seri konsentrasi yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40, 50 dan 100%. Kontrol positif berupa kloramfenikol 0,3% dan kontrol negatif berupa akuades steril. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan alkaloid serta hasil uji kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun ganitri terdapat kandungan flavonoid dengan rf 0,79. Aktivitas antibakteri antibakteri ekstrak metanol daun ganitri menunjukkan aktivitas antibakteri kuat pada konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat sebesar 11 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) tidak mempunyai perbedaan signifikan dengan kontrol positif dan kontrol negative dengan p<0.05. Akan tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan antar seri konsentrasi baik ekstrak etanol maupun metanol dengan p<0.05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak metanol tidak tergantung dengan konsentrasi dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak metanol tidak menunjukkan semakin tinggi aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis.
Anti-Inflammatory Activity Test of Melinjo Leaf (Gnetum Gnemon L.) Aquades Extract on Carrageenan Induced Wistar Strain White Rats Kurniawan, Yusuf; Khuluq, Husnul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang, daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan dengan cara mengatasi inflamasi atau peradangan.Tujuan Penelitian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antiinflamasi ekstrak akuadest daun melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap tikus jantan galur wistar yang diinduksi karagenan.Metode Penelitian, penelitian ini dilakukan menggunakan metodeWinter pada 25 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol positif (natrium diklofenak), kelompok II sebagai kontrol negatif (CMC-Na), kelompok III, IV, dan V berturut-turut sebagai ekstrak 363, 463, 563 mg/BB. Bahan yang uji diberikan 1 jam setelah induksi karagenan 2%. Volume udem telapak kaki dilakukan pengukuran menggunakan plasthymometer setiap 15 menit selama 3 jam.Hasil Penelitian, hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok ekstrak akuades daun melinjo (Gnetum gnemon L.) dengan dosis 563 mg/kgBB memiliki efek antiinflamasi yang baik karena memiliki rerata persen efek antiinflamasi paling tinggi dan memiliki nilai p < 0,05 atau berbeda bermakna dengan kontrol negatif dan kontrol positif.Kesimpulan, berdasarkan hasil penelitian ekstrak akuades daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) efek antiinflamasi terhadap volume udem telapak kaki tikus paling baik adalah ekstrak 563 mg/kgBB.Rekomendasi, rekomendasi dari penelitian ini ialah perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut dengan menggunakan metode dan pelarut lain.
Formulation Of Handsanitizer Extract Ganitri Leave (Elaeocarpus Ganitrus Roxb) With The Variation Of Carbopol 940 Against Eschericia Coli Bacteria Tangawuningsih, Asriani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Escehericia coli merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat ditemukan pada telapak tangan. Penggunaan hand sanitizer sebagai alternatif untuk cuci tangan saat ini sangat diminati di masyarakat. Penggunaan hand sanitizer dengan bahan kimia secara terus menerus dapat menimbulkan efek samping pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat sediaan gel hand sanitizer dari ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb) dengan menggunakan variasi basis karbopol 940 terhadap bakteri Eschericia coli. Sediaan hand sanitizer dibuat menjadi 3 formula dengan variasi karbopol 940 0,2%; 0,5% dan 0,8% Sediaan yang telah dibuat dan dilakukan evaluasi fisik kemudian diujikan terhadap bakteri Eschericia coli dengan menggunakan metode sumuran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan basis gel karbopol 940 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap daya lekat, daya sebar dan pH sediaan dengan p<0.05, Formula 2 dengan konsentrasi karbopol 0,5% merupakan sediaan handsanitizer yang menghasilkan evaluasi sediaan paling baik. Aktivitas antibakteri terhadap Eschericia coli sebesar 15,8 mm dengan kategori kuat namun tidak memiliki perbedaan aktivitas terhadap kontrol positif dengan p (0.098)>0.05.
The Effectiveness of Aquades Extract of Jackfruit (Artocarpus Heterophyllus L.) Leaves as Analgetic in Acetic Acid-Induced Mouse (Mus Musculus) Pratiwi, Noviani; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) merupakan salah satu tumbuhan alam yang mengandung flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai analgetik. Tujuan dari peneltian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak akuades daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) sebagai analgetik pada mencit yang diinduksi asam asetat. Metode yang digunakan dalam uji analgetik yaitu metode rangsang kimia menggunakan asam asetat 1% pada 25 ekor mencit putih jantan galur swiss yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol positif (asam mefenamat), Kelompok II sebagai kontrol negatif (CMC-Na), Kelompok III,IV dan V berturut-turut sebagai ekstrak akuades daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dengan dosis 125, 250 dan 250 mg/kgBB. Bahan uji diberikan secara peroral, setelah 30 menit hewan uji diinduksi dengan perangsang nyeri asam asetat 1% secara intraperitonial. Hewan uji kemudian diamati geliatnya tiap masing-masing kelompok tiap 30 menit selama 120 menit. Data dari penelitian dimana berupa geliat kumulatif selanjutnya dihitung daya analgetiknya (% proteksi efek analgetik). Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa kontrol positif mempunyai perbedaan yang bermakna pada dosis 125 mg/kgBB dengan p>0.05 namun tidak mempunyai perbedaan bermakna pada dosis 250 dan 500 mg/kgBB tidak mempunyai perbedaan yang bermakna dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akuades daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dosis 250 dan 500 mg/kgBB memiliki efek analgetik yang paling baik dengan presentase proteksi daya analgetik sebesar 81,28% dan 86,44% dibandingkan dengan dosis 125 mg/KgBB.
Study of Anti-Inflammatory Activity Test of 70% Ethanol Extract of Melinjo Leaves (Gnetum Gnemon L.) On Wistar Strain White Rats That Carrageenan Induced Widarto, Mulyo; Khuluq, Husnul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tumbuhan alam yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi inflamasi atau peradangan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol 70% daun melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap tikus galur wistar yang diinduksi karagenan. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan ekstrak etanol 70% daun melinjo (Gnetum gnemon L.). Ekstrak etanol daun melinjo dilakukan uji tabung dan uji KLT. Uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode winter pada 25 ekor tikus putih jalur wistar dengan dibagi 5 kelompok perlakuan. Volume udem telapak kaki tikus diukur menggunakan plastimometer setiap 15 menit selama 3 jam. Data yang diperoleh kemudian diuji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak etanol 70% daun melinjo (Gnetum gnemon L.) semua dosis perlakukan mempunyai efek antiinflamasi.. Kontrol positif tidak mempunyai perbedaan yang bermakna dengan dosis 2 dan 3 dengan p>0.05. Kontrol negatif mempunyai perbedaan yang signifikan dengan semua konsentrasi ekstrak dan kontrol positif dengan p<0.05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun melinjo (Gnetum gnemon L.) menunjukkan semakin tinggi dosis ekstrak etanol 70% daun melinjo maka aktivitas antiinflamasi semakin tinggi dan aktivitas antiinflamasi yang paling tinggi pada 563 mg/kgBB.
Little Pharmacist "Apocil" Training for Elementary School Students in Sokong Village, Tanjung, North Lombok Kinanti, Ayu Pratama; Rahayu, Titi Pudji; Herniyatun, H
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various health problems related to the use of drugs are still commonly encountered in the community. The cause of these problems is the lack of public awareness of the importance of good drug use and management. Self-medication or what is often called "swamedikasi" is one of the community's efforts to maintain their own health, but selfmedication can be the root of problems related to drug use (Drug Related Problem). Little Pharmacist or Small Pharmacist commonly abbreviated as Apocil is an idea to increase the role of the pharmacist profession more clearly from an early age. It is hoped that the presence of this little pharmacist in the future can increase students' awareness regarding drugs and introduce the pharmacist profession to students and the public. This community service activity was carried out on Thursday, September 2, 2021 at 12.30- 15.30 WITA which was located at the 032 Group KKN-Mas Command Post to be precise in Prawira Hamlet, Sokong Village, Tanjung District, North Lombok Regency. The targets in this activity are elementary school-level children in Sokong Village, Tanjung District, North Lombok Regency from grades I-VI, totaling 25 students. The purpose of this community service activity is to introduce the pharmacist profession as a health worker and source of drug information and provide education to children from an early age on how to get, use, store and dispose of drugs properly. This community service activity was carried out using the pre-experimental design method, type one group pretest-posttest. Service activities are carried out by providing education and socialization about the pharmacist profession, introduction of types of drugs and how to use them. The training was carried out using the presentation method using Power Point as a media, with interesting pictures so that participants could know clearly and not feel bored. All participants seemed enthusiastic in answering the questions posed by the service team. This can be seen from almost all students raising their hands to try to answer the questions posed by the service team. Based on the results of the evaluation of community service activities, it showed that most students (80%) were able to explain what a pharmacist is, where he works, what drugs are, types of drug dosage forms, classification of drugs based on their logos, how to get good drugs and the use of drugs that are appropriate.
Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat Yang Terdapat di Dalam Obat Tradisional Desa Jagasima Klirong Kebumen Rahayu, Titi Pudji; Khuluq, Muh.Husnul; Fitriyati, Laeli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The wrong use of traditional medicine is when people have expectations that traditional medicine can heal, so their use increases. This Community Service was carried out in Jagasima Village, Klirong District, targeting PKK cadres and villagers. The problem that arises is the lack of public knowledge about traditional medicines that contain medicinal chemicals and without knowing traditional medicines there is no distribution permit from BPOM. This community service aims to realize accuracy, care, awareness, understanding and increase knowledge in using traditional medicines correctly and understanding the dangers of medicinal chemicals in traditional medicines so as to be able to provide explanations and increase knowledge to the public on the use of traditional medicines so that a drug-aware society is realized. The method used was data collection of prospective trainees, discussions with village officials and committees formed by the village, discussions with members, implementation of activities in the form of lectures, discussions, ice breaking and simulations related to traditional medicines and medicines. In conclusion, the community in Jogosima Village as the target was very enthusiastic in participating in this activity. After this activity, the village community can know the dangers of medicinal chemicals found in traditional medicines and can know how to choose good and correct traditional medicines that do not contain medicinal chemicals.
Krim Antioksidan Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) Dengan Variasi Asam Stearat Sebagai Emulgator Fatimah, Ayu; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kulit dapat berdampak pada kesehatan maupun penampilan yang mendukung kepercayaan diri seseorang. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab yang berperan dalam gangguan dermatologis kulit. Penggunaan antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas, namun antioksidan sintetik memberikan efek yang berbahaya apabila digunakan dalam jangka panjang. Daun pepaya jepang merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penggunaan ekstrak antioksidan dinilai kurang efektif sehingga perlu inovasi pembuatan kosmetik dalam bentuk krim. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula sediaan krim yang memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif sebagai antioksidan. Sediaan krim yang dibuat dengan memvariasikan konsentrasi asam stearat yaitu F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) dan F4 (20%). Formula yang menunjukkan karakteristik terbaik dari hasil uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode FRAP. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh variasi konsentrasi asam stearat tidak berpengaruh terhadap evaluasi fisik sediaan dengan nilai p > 0,05. Formula 2 (asam stearat 10%) memberikan karakteristik sediaan krim terbaik dengan hasil parameter pengujian memenuhi standar. Hasil uji aktivitas antioksidan formula 2 memiliki nilai IC50 sebesar 30,68 ppm dengan asam askorbat sebagai kontrol positif sebesar 21,41 ppm. Formula 2 sediaan krim ekstrak daun pepaya jepang dengan konsentrasi asam stearat 10% memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat.
Formulasi Sediaan Tisu Basah Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) Sebagai Antibakteri Rachmawati, Indah; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjaga kebersihan kulit penting dilakukan untuk mengurangi agen infeksi serta mencegah penyebaran penyakit. Keterbatasan sarana cuci tangan dan alasan kepraktisan memunculkan produk tisu basah antibakteri. Membersihkan tangan dengan tisu basah dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Penggunaan bahan kimia dalam pembuatan tisu basah perlu diminimalisir karena kurang aman untuk kesehatan. Daun pandan wangi mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan tisu basah dengan baik dan efektif sebagai antibakteri. Metode penelitian ini adalah membuat sediaan tisu basah dalam 5 formula dengan memvariasikan zat aktif ekstrak etanol daun pandan wangi yaitu F1(6,25%), F2(12,5%), F3(25%), F4(50%) dan F5(100%). Pengujian dilakukan terhadap sediaan tisu basah yang meliputi uji fisik sediaan (uji organoleptik, uji kesukaan), uji daya antibakteri, dan uji iritasi kulit. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil ekstrak etanol daun pandan wangi mengandung senyawa flavonoid. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antar formula ditandai dengan nilai p<0,05. Evaluasi fisik sediaan menunjukkan formula 1,2, dan 3 adalah formula terbaik. Uji antibakteri menunjukkan formula terbaik adalah F3. Uji iritasi menunjukkan formula terbaik adalah formula 1,2,3,dan 4. Dapat ditarik kesimpuan bahwa Formula sediaan tisu basah ekstrak etanol daun pandan wangi terbaik, berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, uji antibakteri serta uji iritasi adalah formula 3 dengan konsentrasi ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) 25%.