Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Formulation and Physical Evaluation of Papaya Leaf (Carica papaya L.) Ethyl Acetate Fraction Cream Preparation as Anti Acne Against Propionibacterium acne Bacteria Farda, Zais; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i2.6146

Abstract

Acne or acne vulgaris is a disease in the form of inflammation of multiple sebaceous glands caused by the bacteria Propionibacterium acne. Papaya leaves are a plant that can potentially be used as an acne treatment. To determine the antiacne activity of papaya leaf ethyl acetate fraction cream preparations caused by Propionibacterium acne bacteria. The ethyl acetate fraction of papaya leaves are made into a cream preparation with varying concentrations of ten, fifteen, and twenty percent. The results of the cream preparation test met the physical property standards. Still, the viscosity in formulation three did not meet the standards, and formulas two and three did not meet the cream stability test standards. Antibacterial tests show that all formulas have inhibitory power against bacteria. The average inhibition zone results in formula one, formula two, and formula three were 4.99 ± 0.48 mm, 6.85 ± 0.48 mm and 10.12 ± 1.42 mm. Formula One papaya leaf fraction cream fulfills all the physical characteristics of the preparation. All papaya leaf ethyl acetate fraction cream preparations are antibacterial against Propionibacterium acne. So, research can be developed using the ethyl acetate fraction of papaya leaves in various preparations, and activity tests against other bacteria can be carried out.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN MASKER CLAY EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Wati, Iis Rizki; Rahayu, Titi Pudji; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.965

Abstract

Masalah pada kulit wajah salah satunya yaitu jerawat. Jerawat dapat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman daun mangga arum manis merupakan tanaman yang banyak tersebar di Indonesia dengan kandungan flavonoid yang memiliki potensi sebagai antijerawat. Masker clay merupakan sediaan masker yang paling populer dibandingkan sediaan masker lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan masker clay ekstrak metanol daun mangga arum manis yang memiliki karakteristik baik dan efektif sebagai antijerawat. Penelitian ini membuat 3 formula sediaan masker clay menggunakan zat aktif ekstrak metanol daun mangga arum manis dengan konsentrasi formula yang berbeda F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%). Sediaan masker clay ekstrak daun mangga arum manis dilakukan karakteristik fisik sediaan dan diujikan aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes dengan mengukur zona hambat yang terbentuk. Metode antibakteri yang digunakan merupakan metode sumuran. Hasil menunjukkan bahwa semua sediaan masker clay ekstrak metanol daun mangga arum manis mempunyai karakteristik sediaan, kecuali formula 3 tidak memenuhi viskositas sediaan. Variasi konsentrasi ekstrak metanol daun mangga arum manis mempengaruhi karakteristik sediaan dengan hasil one way annova p<0.05. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 9,21 mm, 9,63 mm, dan 11,06 mm. Hasil uji antibakteri ketiga formula sediaan masker clay ekstrak metanol daun mangga arum manis memiliki aktivitas antibakteri pada formula 1 dan 2 dengan kategori sedang dan formula 3 dengan kategori kuat. Semua formula sediaan masker clay ekstrak daun mangga memenuhi persyaratan mutu sediaan dan mempunyai aktivitas antibakteri.
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Terstandar Daun Salam (Syzigium polyanthum Walp.) dan Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitri Roxb.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Streptozotosin Widiastuti, Tri Cahyani; Rahayu, Titi Pudji; Lestari, Apriani; Kinanti, Ayu Pratama
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64765

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan keadaan kadar gula darah melebihi normal. Pengobatan antidiabetikum oral dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan resistensi dan menimbulkan efek samping. Penggunaan obat tradisional dari tanaman dapat dijadikan salah satu alternatif pengobatan dari bahan alam yang memiliki efek samping rendah. Tanaman yang dapat berkhasiat sebagai antiabetes yaitu daun ganitri dan daun salam. Tujuan penelitian ini adalah mendapakan variasi dosis yang paling efektif pada kombinasi dua bahan alam yang berpontensi sebagai kandidat obat antidiabetes yang lebih aman dan efek lebih baik sehingga dapat dijadikan alternatif pengobatan. Metode penelitian ini berisfat eksperimental dengan menggunakan hewan uji berjumlah 36 ekor tikus (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 9 kelompok uji kontrol sehat, kontrol +, kontrol -, K1 dosis 100 mg, K2 dosis 62,5 mg, K3 dosis 100 mg:62,5 mg, K4 dosis 50 mg:31,2mg, K5 dosis 100 mg:31,2mg, K6 dosis 50mg:62,5 mg. Hewan uji dibuat diabetes diabetes melitus dengan diinduksi streptozotosin 40 mg/kgBB secara ip, pengukuran glukosa darah dilakukan tiap 7 hari selama 14 hari perlakuan menggunakan alat glukometer. Hasil penelitian kombinasi EADG dosis 100 mg/kgBB dan EEDS 62,5 mg/kgBB (kelompok kontrol 3) setelah 14 hari menunjukan penurunan glukosa darah yang signifikan. Kesimpulan kombinasi ekstrak akuades daun ganitri dan ekstrak etanol daun salam memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah lebih baik dibandingkan dengan glimepiride (Amaryl 0,036 mg/kgBB).