Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Trait Mindfulness dengan Loneliness Pada Pekerja Usia Emerging Adulthood yang Merantau Rachel, Emanuella; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.511

Abstract

Masa emerging adulthood dipenuhi dengan transisi termasuk merantau untuk bekerja sehingga rentan untuk mengalami kesepian. Individu perlu memiliki strategi untuk meminimalisir dampak negatif dari kesepian salah satunya adalah dengan memiliki trait mindfulness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trait mindfulness dengan loneliness pada pekerja usia emerging adulthood yang merantau. Sebanyak 201 orang usia 18-29 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian ini melalui teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan skala multidimensi Five-Facets of Mindfulness Questionnaire (FFMQ) milik Baer, Smith, Hopkins, Krietemeyer dan Toney (2006) yang diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Meindy dkk. (2022) dan The University of California, Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (UCLA) oleh Russell (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait mindfulness memiliki hubungan yang negatif dan signifikan dengan nilai r = 0,310 dengan signifikansi sebesar 0, 001 (p 0,05). Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi trait mindfulness pada individu, semakin rendah kecenderungan untuk mengalami kesepian. 
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Nesya Natasya; Maria Nugraheni Mardi Rahayu
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7089

Abstract

Dukungan sosial memegang peranan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, terutama bagi mereka yang merantau. Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan sosial dan penyesuaian diri mahasiswa dalam berbagai aspek, seperti akademik, sosial, personal-emosional, dan kelekatan dengan institusi di kalangan mahasiswa rantau yang tinggal di asrama. Sebanyak 166 mahasiswa menjadi responden dalam penelitian ini, yang menggunakan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan pengukuran melalui kuesioner Student Adaptation to College Questionnaire dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan penyesuaian akademik (r = 0,211, p = 0,003) serta penyesuaian sosial (r = 0,455, p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian personal-emosional (r = -0,036, p = 0,321) dan kelekatan dengan institusi (r = 0,166, p = 0,068). Dukungan sosial yang baik membantu mahasiswa meraih keberhasilan dalam menghadapi tantangan di perantauan. Kata kunci: dukungan sosial, penyesuaian akademik, penyesuaian sosial, penyesuaian personal emosional, kelekatan dengan instansi
Hubungan Body Image Dengan Self-Esteem Pada Ibu Yang Bergabung Dalam Komunitas Beauty Influencer Mulyanto, Angeline Meisya; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7142

Abstract

Saat ini banyak ibu yang menjadikan beauty influencer sebagai pekerjaan tetap maupun hanya sebagai pekerjaan sampingan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self-esteem pada ibu yang bergabung dalam komunitas beauty influencer. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner dan diisi oleh 225 ibu yang bergabung dalam komunitas beauty influencer. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) untuk mengukur body image dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur self-esteem. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara body image dengan self-esteem (r) = 0,306 dengan signifikansi 0.000 (p < 0,05). Artinya semakin positif body image yang dimiliki maka akan semakin tinggi self-esteem seorang ibu. Penelitian ini menunjukkan bahwa para ibu yang bergabung dalam komunitas beauty influencer akan memiliki peningkatan kesadaran diri terkait penampilan diri. Hal ini mendorong mereka untuk lebih peduli dengan kesehatan dan perawatan diri. Kata kunci: body image, self-esteem, ibu, beauty influencer
PENINGKATAN PENGETAHUAN STRATEGI PENGASUHAN PADA ANGGOTA DHARMA WANITA SMA N 1 TENGARAN MELALUI PSIKOEDUKASI PARENTING Novita, Maria Prima; Purnomo, Jusuf Tjahjo; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi; Kakampu, Winston Lovevinzy
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i12024p31-41

Abstract

Being a parent can be both rewarding and challenging for adults. To be able to implement effective parenting, parents need to have various knowledge and understanding of their children's development and effective parenting strategies, especially in this modern era. On the other hand, not all parents have the knowledge and understanding of child development and effective parenting methods. Therefore, the community service team of the Faculty of Psychology collaborated with the Dharma Wanita Management of SMA N 1 Tengaran to conduct parenting psychoeducation aimed at Dharma Wanita members. This psychoeducation was conducted to increase parents' knowledge about child development and parenting strategies. After participating in this parenting psychoeducation activity, parents are expected to increase their knowledge and understanding of child and adolescent development, adolescent issues, and parenting strategies in the digital era. The results of the evaluation of the psychoeducation participants' reactions showed that this activity had material that suited the needs of the participants, was delivered clearly, had interesting content and was well organized.
Penyesuaian Akademik Mahasiswa Pendatang dari Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal): Bagaimana Peran Asertivitas dan Kecerdasan Kultural? Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.07

Abstract

Students' academic adjustment in the early years of college presents unique challenges for those from 3T areas (Frontier, Outermost, Disadvantaged). Successful academic adjustment for these students requires certain supporting skills. This study examines the role of assertiveness and cultural intelligence in academic adjustment among students from 3T areas. A total of 80 first- and second-year students from 3T areas at a private university in Salatiga participated (61.25% female, M_age = 20.47 years, SD = 1.66 years). The instruments used were the Assertiveness Formative Questionnaire, the Cultural Quotient Scale, and the Academic Adjustment subscale of the Student's Adjustment to College Questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicated that: 1) Assertiveness and cultural intelligence both play a role in the academic adjustment of students from 3T areas; 2) Assertiveness significantly affects academic adjustment; 3) Cultural intelligence does not significantly affect academic adjustment. Based on these findings, faculties and universities should implement programs to support students from 3T areas in their academic adjustment, focusing on enhancing assertiveness skills.
Hubungan Sense of Humor dengan Academic Burnout pada Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan di Universitas Kristen Satya Wacana Litaay, Cindy Christine; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i4.10928

Abstract

This study aims to determine the relationship between sense of humor with burnout on functionaries Lembaga Kemahasiswaan in SWCU. Subjects were 296 functionaries of LK UKSW, sample selection with quota sampling. The measuring instrument used to measure academic burnout is the Maslach Burnout Inventory Student Survey (MBI-SS). Sense of humor is measured by the Multidimensional Sense of Humor Scale. Statistical data analysis using Spearman Product Moment correlation. The results of this study found that there is no significance relationship between sense of humor and academic burnout on functionaries of LK UKSW (r = 0.094 and sig = 0.107). Functionaries are expected to find appropriate coping strategies with the help of lectures and Lembaga Kemahasiswaan in the process of finding and implementing these coping strategies.
Hubungan Academic Hardiness dan Psychological Well-being pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Keperawatan yang sedang Menyusun Skripsi Suprapti, Bhineska Juniar Dwi; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i4.11110

Abstract

Final year students who experience difficulties or obstacles while preparing their thesis can interfere with their psychological well-being, one of which is the final year students majoring in nursing. They need a personality that can improve psychological well-being in dealing with pressure when compiling a thesis, namely academic hardiness. This research aims to find the significant relationship between academic hardiness and the psychological well-being of final-year students majoring in nursing who write a thesis. This research uses quantitative methods with a research design correlational. The data collection technique used in this research was accidental sampling. The number of research subjects was 204 participants, with the criteria as final-year students nursing majors who are currently writing a thesis and aged 18 – 25 years. The data collection method uses two scales, namely Ryff Psychological Well-Being Scale (RPWBS) developed by Sasaki et al., (2020) and the Academic Hardiness Scale (AHS) revised by Creed et al., (2013). The research result correlation between academic hardiness and psychological well-being is a significant positive relationship between academic hardiness and psychological well-being. Three dimensions of psychological well-being have a significant positive relationship with academic hardiness, namely environmental mastery environmental mastery, purpose in life and personal growth.
Indonesian Adaptation of the Cultural Intelligence Scale (CQS) Rikumahu, Marchya Carina Exaudy; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 14 NO 1 MARCH 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.28955

Abstract

Indonesia is a country with diverse cultural backgrounds, so intercultural interactions often occur. This research aims to adapt the Cultural Quotient Scale developed by Ang and Van Dyne (2008) into Indonesian to support various research on cultural intelligence. The CQS measuring tool consists of 20 statement items and is divided into 4-factors, namely metacognitive, cognitive, motivational, and behavioral. Testing was carried out using the Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA) methods involving 324 Satya Wacana Christian University students who were divided into 2 random sample groups (EFA, n=162 & CFA, n=162). The results of this research indicate that the 4-factor structure of the 17 items of the Indonesian version of the CQS statement has a "good fit" psychometric property model. This means that the Indonesian adaptation of CQS can be used in various related research. It is hoped that future research will be able to test the convergent validity of the adaptation of this measuring instrument.
Melewati Luka, Merajut Resiliensi: Pengalaman Remaja yang Pernah Mengalami Bullying Dethan, Lidya Saraswati Karunia; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i1.59347

Abstract

Bullying adalah bentuk perilaku agresif berupa menyebabkan cedera atau ketidaknyamanan pada orang lain secara sengaja dan berulang. Remaja yang dulunya mengalami bullying di masa sekolah dasar (SD) merasakan dampak negatif secara sosial, emosional, dan akademik. Dampak tersebut masih dirasakan hingga saat ini. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai resiliensi remaja yang pernah mengalami bullying di masa sekolah dasar (SD). Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Metode penelitian naratif memberikan pendekatan kualitatif yang sistematis untuk mempelajari pengalaman resiliensi individu dan menarasikannya secara kronologis. Kriteria partisipan adalah remaja akhir yang mengalami bullying di masa sekolah dasar (SD) dan mengalami bullying di lingkungan sekolah dasar (SD). Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak tiga orang. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (1984) yang terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion-drawing/verification.Dalam proses bullying hingga pemulihan diri, ketiga partisipan memiliki dukungan eksternal yang memadai (I have), pandangan positif terhadap diri (I am), dan kemampuan untuk melakukan aktivitas yang membantu mereka (I Can). Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber inspirasi dan panduan bagi mereka untuk bertahan menghadapi dampak bullying, serta menemukan berbagai cara untuk bangkit dan membangun resiliensi.
Efektivitas Pelatihan “Aku dan Masa Depan” dalam Meningkatkan Orientasi Masa Depan Remaja Novita, Maria Prima; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi; Maria, Anna
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i1.59550

Abstract

Remaja sering kali mengalami kesulitan dalam membuat keputusan untuk masa depannya dan belum memiliki orientasi masa depan yang terarah. Salah satu cara untuk meningkatkan orientasi masa depan remaja adalah melalui pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas pelatihan “Aku dan Masa Depan” dalam meningkatkan orientasi masa depan siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pretestand posttest design. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 33 siswa dari salah satu SMA negeri di Kabupaten Semarang. Skala yang adalah skala Orientasi Masa Depan yang dikembangkan oleh Winurini berdasarkan teori Seginer. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor orientasi masa depan yang signifikan antara sebelum mengikuti pelatihan dengan setelah mengikuti pelatihan. Dengan itu, pelatihan “Aku dan Masa Depan” terbukti efektif untuk meningkatkan orientasi masa depan remaja, khususnya pada aspek kognitif dan motivasi.