Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA SMA DENGAN PELATIHAN “AKU DAN MASA DEPAN” Rahayu, Maria Nugraheni Mardi; Novita , Maria Prima
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i22023p139-148

Abstract

Masa remaja merupakan masa di mana seseorang akan dihadapkan pada berbagai pengambilan keputusan penting dalam hidup, salah satunya adalah keputusan tentang pendidikan dan karir. Untuk membantu remaja membentuk orientasi masa depan yang lebih jelas dan terarah, dirancanglah modul pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan orientasi masa depan dalam bidang pendidikan dan karir. Pelatihan ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Fakultas Psikologi UKSW dengan GKJ Klampok Banjarnegara dan melibatkan 22 orang remaja SMA. Modul pelatihan dikembangkan dengan menggunakan ADDIE Model. Metode pelatihan yang digunakan antara lain adalah ceramah interaktif, psikotes sederhana, diskusi kelompok, dan tugas menulis. Pengukuran tingkat orientasi masa depan menggunakan skala Orientasi Masa Depan remaja di awal pelatihan (pre-test) dan di akhir pelatihan (post-test). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan orientasi masa depan yang dimiliki oleh peserta, khususnya pada aspek kognitif dan perilaku. Hasil evaluasi reaksi peserta menunjukkan bahwa peserta menilai kegiatan pelatihan ini memiliki materi yang sesuai dengan kebutuhan, disampaikan dengan jelas, dan menggunakan metode yang menarik. Selanjutnya, pengembangan modul diperlukan untuk dapat meningkatkan aspek motivasi dan dapat melibatkan orangtua sehingga orangtua dan anak dapat memiliki pandangan yang selaras tentang masa depan anak.
Adapting and Testing the Indonesian Version of the Psychometric Properties of the Cognitive Flexibility Inventory (CFI) Measuring Tool Rahayu, Maria Nugraheni Mardi; Aprodita, Nindya Putri; Rasyida, Afinnisa
Indigenous Vol 7, No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v7i3.18851

Abstract

Abstract. Cognitive flexibility is an important mental ability to facilitate cognitive restructured learning. This ability can be used as a benchmark for an individual's adaptive function in dealing with life changes. This study aims to examine the psychometric properties of the Cognitive Flexibility Inventory (CFI) developed by Dennis and Vander Wal (2010), which was adapted into Indonesian language. The CFI measuring instrument consists of 20 items with 2 factors, namely the Alternatives and Control factors. Tests were carried out using Exploratory Factor Analysis and Confirmatory Factor Analysis. This study involved 1250 early adult individuals in Indonesia (mean age=24.71 years) who were divided into two groups of samples randomly for exploratory analysis (n=300) and confirmatory analysis (n=950). The results of the analysis show that the two-factors structure of the 15 CFI items in the Indonesian version has psychometric properties that are acceptable fit. These results shows that the Indonesian version of CFI can be used for research or assessment tool for various cognitive therapies. For future research it is recommended to conduct a concurrent validity testing for the Indonesian version of CFI.Keywords: cognitive flexibility inventory Indonesian version; confirmatory factor analysis; exploratory factor analysis.
Hubungan antara Celebrity Worship dengan Body Image pada Penggemar Blackpink Tumanan, Gabriela; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v13i4.8253

Abstract

This study aims to identify the correlation between celebrity worship of the idol group Blackpink and the body image of Blackpink fans (Blink). Celebrity worship is a phenomenon that happens because of human interaction with social media, and body image is a self-image that a person owns. There were 216 subjects in this study with an age range of 15-24 years. The sampling technique used was purposive sampling. This study collected data using the Celebrity Attitude Scale (CAS) and The Multidimensional Body-Self Relation Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS). Data analysis used the Spearman correlation test. The results of the data analysis showed that the social entertainment dimension of celebrity worship showed a significant positive relationship with body image (r = 0.217, p <0.05). Then, the dimension of intense personal feeling from celebrity worship also shows a significant positive relationship with body image (r = 0.243, p <0.05). The last dimension, borderline pathological celebrity worship, also shows a significant positive relationship with body image (r = 0.260, p <0.05). It can be concluded that celebrity worship has a relationship with body image.
Empati terhadap Hewan: Studi Kuantitatif Para Pelaku Volunteer Kesejahteraan Hewan di Indonesia Prasetyani, Renaningtyas Putri; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.57935

Abstract

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kondisi kesejahteraan hewan makin meningkat. Peningkatan kesadaran ini mendorong masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas menyejahterakan hewan secara sukarela. Akan tetapi, Indonesia dinobatkan sebagai negara peringkat pertama konten penyiksaan hewan di media sosial. Dua kondisi yang berlawanan ini terjadi karena peranan empati terhadap hewan yang lebih tinggi pada kelompok volunteer kesejahteraan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sikap terhadap hewan dengan empati terhadap hewan pada kelompok volunteer kesejahteraan hewan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif korelasional untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Variabel sikap terhadap hewan diukur menggunakan Animal Attitude Scale (AAS), sedangkan empati terhadap hewan diukur menggunakan Animal Empathy Scale (AES). Sebanyak 266 partisipan (93.6% perempuan dan 6.4% laki-laki) merupakan kelompok volunteer kesejahteraan hewan yang diambil dengan teknik non-probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap terhadap hewan dengan empati terhadap hewan pada kelompok volunteer kesejahteraan hewan. Sikap terhadap hewan merupakan penilaian seseorang terhadap hewan yang terbentuk melalui pengalaman maupun informasi tentang hewan, baik secara positif maupun negatif. Hasil temuan ini diharapkan mampu memberi gambaran sikap yang positif terhadap hewan untuk meningkatkan empati terhadap hewan dan mengurangi adanya perilaku kekerasan terhadap hewan.
Hubungan Pet Attachment Dengan Loneliness Pada Mahasiswa Pemilik Hewan Peliharaan Yang Tinggal Di Kost Rahma, Tarisa Habiba; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.316

Abstract

Di Indonesia, mahasiswa perantau sudah lazim ditemui. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa banyak mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah tempat tinggalnya, dan tinggal terpisah dari orang tua, keluarga, dan teman – temannya di kampung halaman. Berada jauh dari orang yang disayangi dan cintai dapat menyebabkan perasaan loneliness. Loneliness adalah respon emosional dan kognitif yang disebabkan oleh kurangnya hubungan yang memadai dan memuaskan dengan individu lain. Memiliki hewan peliharaan dan terjalinnya pet attachment pada hewan peliharaan merupakan salah satu cara untuk mengurangi loneliness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dengan loneliness pada mahasiswa pemilik hewan peliharaan yang tinggal di kost. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 220 partisipan terlibat dalam penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Lexington Attachment to Pet Scale (LAPS) dan skala 6-Item Cross Cultural Social Isolation Scale. Hasil analisis koefisien korelasi untuk variabel pet attachment dengan loneliness = 0,332 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p0,05). Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang positif signifikan antara pet attachment dengan loneliness pada mahasiswa pemilik hewan peliharaan yang tinggal di kost. 
Hubungan Antara Trait Mindfulness dengan Loneliness Pada Pekerja Usia Emerging Adulthood yang Merantau Rachel, Emanuella; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.511

Abstract

Masa emerging adulthood dipenuhi dengan transisi termasuk merantau untuk bekerja sehingga rentan untuk mengalami kesepian. Individu perlu memiliki strategi untuk meminimalisir dampak negatif dari kesepian salah satunya adalah dengan memiliki trait mindfulness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trait mindfulness dengan loneliness pada pekerja usia emerging adulthood yang merantau. Sebanyak 201 orang usia 18-29 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian ini melalui teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan skala multidimensi Five-Facets of Mindfulness Questionnaire (FFMQ) milik Baer, Smith, Hopkins, Krietemeyer dan Toney (2006) yang diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Meindy dkk. (2022) dan The University of California, Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (UCLA) oleh Russell (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait mindfulness memiliki hubungan yang negatif dan signifikan dengan nilai r = 0,310 dengan signifikansi sebesar 0, 001 (p 0,05). Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi trait mindfulness pada individu, semakin rendah kecenderungan untuk mengalami kesepian. 
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Nesya Natasya; Maria Nugraheni Mardi Rahayu
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7089

Abstract

Dukungan sosial memegang peranan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, terutama bagi mereka yang merantau. Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan sosial dan penyesuaian diri mahasiswa dalam berbagai aspek, seperti akademik, sosial, personal-emosional, dan kelekatan dengan institusi di kalangan mahasiswa rantau yang tinggal di asrama. Sebanyak 166 mahasiswa menjadi responden dalam penelitian ini, yang menggunakan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan pengukuran melalui kuesioner Student Adaptation to College Questionnaire dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan penyesuaian akademik (r = 0,211, p = 0,003) serta penyesuaian sosial (r = 0,455, p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian personal-emosional (r = -0,036, p = 0,321) dan kelekatan dengan institusi (r = 0,166, p = 0,068). Dukungan sosial yang baik membantu mahasiswa meraih keberhasilan dalam menghadapi tantangan di perantauan. Kata kunci: dukungan sosial, penyesuaian akademik, penyesuaian sosial, penyesuaian personal emosional, kelekatan dengan instansi
Hubungan Body Image Dengan Self-Esteem Pada Ibu Yang Bergabung Dalam Komunitas Beauty Influencer Mulyanto, Angeline Meisya; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7142

Abstract

Saat ini banyak ibu yang menjadikan beauty influencer sebagai pekerjaan tetap maupun hanya sebagai pekerjaan sampingan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self-esteem pada ibu yang bergabung dalam komunitas beauty influencer. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner dan diisi oleh 225 ibu yang bergabung dalam komunitas beauty influencer. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) untuk mengukur body image dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur self-esteem. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara body image dengan self-esteem (r) = 0,306 dengan signifikansi 0.000 (p < 0,05). Artinya semakin positif body image yang dimiliki maka akan semakin tinggi self-esteem seorang ibu. Penelitian ini menunjukkan bahwa para ibu yang bergabung dalam komunitas beauty influencer akan memiliki peningkatan kesadaran diri terkait penampilan diri. Hal ini mendorong mereka untuk lebih peduli dengan kesehatan dan perawatan diri. Kata kunci: body image, self-esteem, ibu, beauty influencer
PENINGKATAN PENGETAHUAN STRATEGI PENGASUHAN PADA ANGGOTA DHARMA WANITA SMA N 1 TENGARAN MELALUI PSIKOEDUKASI PARENTING Novita, Maria Prima; Purnomo, Jusuf Tjahjo; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi; Kakampu, Winston Lovevinzy
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i12024p31-41

Abstract

Being a parent can be both rewarding and challenging for adults. To be able to implement effective parenting, parents need to have various knowledge and understanding of their children's development and effective parenting strategies, especially in this modern era. On the other hand, not all parents have the knowledge and understanding of child development and effective parenting methods. Therefore, the community service team of the Faculty of Psychology collaborated with the Dharma Wanita Management of SMA N 1 Tengaran to conduct parenting psychoeducation aimed at Dharma Wanita members. This psychoeducation was conducted to increase parents' knowledge about child development and parenting strategies. After participating in this parenting psychoeducation activity, parents are expected to increase their knowledge and understanding of child and adolescent development, adolescent issues, and parenting strategies in the digital era. The results of the evaluation of the psychoeducation participants' reactions showed that this activity had material that suited the needs of the participants, was delivered clearly, had interesting content and was well organized.
Penyesuaian Akademik Mahasiswa Pendatang dari Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal): Bagaimana Peran Asertivitas dan Kecerdasan Kultural? Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.07

Abstract

Students' academic adjustment in the early years of college presents unique challenges for those from 3T areas (Frontier, Outermost, Disadvantaged). Successful academic adjustment for these students requires certain supporting skills. This study examines the role of assertiveness and cultural intelligence in academic adjustment among students from 3T areas. A total of 80 first- and second-year students from 3T areas at a private university in Salatiga participated (61.25% female, M_age = 20.47 years, SD = 1.66 years). The instruments used were the Assertiveness Formative Questionnaire, the Cultural Quotient Scale, and the Academic Adjustment subscale of the Student's Adjustment to College Questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicated that: 1) Assertiveness and cultural intelligence both play a role in the academic adjustment of students from 3T areas; 2) Assertiveness significantly affects academic adjustment; 3) Cultural intelligence does not significantly affect academic adjustment. Based on these findings, faculties and universities should implement programs to support students from 3T areas in their academic adjustment, focusing on enhancing assertiveness skills.