p-Index From 2021 - 2026
7.011
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Perekonomian Dengan Potensi Lokal Desa Glagahsari Melalui Produk Olahan Jambu Biji Rio Candra Pratama; Ardana Putri Farahdiansari
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v3i2.8671

Abstract

Penataan ekonomi perdesaan dapat dilakukan melalui pemanfaatan potensi sumber daya desa secara optimal. Pemetaan potensi ekonomi lokal dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi ekonomi di daerah tertentu, meliputi identifikasi potensi sektoral sumber daya alam, sumber daya manusia, sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan sektor-sektor lainnya yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian daerah. Seperti halnya dengan potensi local jambu biji yang dimiliki desa Glagahsari kecamatan Soko kabupaten Tuban. Sebagai desa yang hampir semua warganya memiliki tanaman jambu biji di rumahnya, maka hasil panen jambu biji dan produk olahannya menjadi salah satu potensi yang layak untuk dikembangkan. Kandungan vitamin jambu biji yang tinggi menjadikan buah local ini layak dijadikan salah satu buah yang perlu diperluas konsumsinya baik secara langsung maupun melalui produk olahannya. Pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Universitas Bojonegoro ini bertujuan melatih para warga untuk lebih mengenali potensi jambu biji serta menjadikannya sebagai potensi olahan yang layak jual sehingga dapat menjadi komoditi wirausaha warga. Sehingga selain menjadi peningkatan makanan bernutrisi untuk keluarga, maka produk olahan jambu biji ini dapat menjadi sebagai sarana peningkatan perekonomian rumah tangga.
PENGGUNAAN OVEN PENGERING BUAH SALAK UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI KURMA SALAK DI UMKM MUBAROK DESA WEDI KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO Ardana Putri Farahdiansari; Faisal Ashari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15971

Abstract

ABSTRAKDesa Wedi merupakan salah satu desa di Bojonegoro yang menjadi sentra produksi salak wedi. UMKM Mubarok milik Chafidzotul Ahkam mencoba melakukan diversifikasi produk olahan Salak Wedi yaitu berupa kurma salak, salak kismis, dan sirup salak. Dari pengamatan diperoleh waktu produksi yang paling lama adalah penjemuran kurma salak setengah jadi yang membutuhkan waktu hingga 3 (tiga) hari. Maka dalam pengabdian masyarakat ini, kami memiliki pandangan akan perlunya alat teknologi sederhana yang mampu mengatasi masalah tersebut yaitu oven pengering kurma salak. Rangkaian kegiatan dimulai dari uji coba menggunakan oven pengeringan buah salak yang telah didapatkan dari penelitian sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan menghitung efisiensi produk kurma kurma salak, dan membandingkan biaya produksi kurma salak. Diharapkan dapat diketahui perbedaan pada penerapan dengan menggunakan oven pengering, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi UMKM Mubarok. Kata kunci: salak Wedi; kurma salak; efisiensi; oven pengering. ABSTRACTWedi Village is one of the villages in Bojonegoro which is the center for the production of Salak Wedi. UMKM Mubarok owned by Chafidzotul Ahkam is trying to diversify products from processed Salak Wedi, namely in the form of salak dates, salak raisin, and salak syrup. From observations, was obtained that the longest time in production was drying semi-finished salak dates, which took up to 3 (three) days. In this community service, we have a view for the need for a simple technological tool that is able to solve this problem, namely the salak dates drying oven. This activities starting from trials using the salak fruit drying oven that has been obtained from previous research, then proceed with calculating the product efficiency’s of salak dates, and comparisons salak dates cost production . It is hoped that it will be known what the difference is from the implementation of using drying oven, that will increasing production efficiency of the UMKM Mubarok Keywords: salak wedi; salak dates; efficiency; drying oven.
PELATIHAN PRODUCT BRANDING UMKM UNTUK PENINGKATAN POTENSI LOKAL DESA HARGOMULYO KECAMATAN KEDEWAN Ardana Putri Farahdiansari; Febiola Djangkaru Ramadani; Arieta Mudrika Anggraini; Luky Wahyu Saputra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1278-1282

Abstract

Salah satu masalah yang dialami oleh mayoritas UMKM adalah kurang memahami branding sebagai fungsi untuk menjaga sustainability usahanya. Kebanyakan para pelaku bisnis UMKM masih berfokus pada trading dan melupakan sisi branding. Salah satu aspek branding yang perlu diperhatikan pelaku UMKM adalah proses pengeamasan. Desain kemasan sebagai branding produk merupakan salah satu hal yang ampuh yang dapat  mendukung pemasaran produk. Seringkali kemasan yang baik dapat mewakili produk yang baik. fungsi kemasan tidak hanya untuk menjaga kualitas, tetapi kemasan juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk tersebut. Produk yang dapat diunggulakan di UMKM Desa Hargomulyo adalah keripik singkong. Namun sayangnya produk keripik tersebut kurang mampu bersaing dengan produk dari UMKM lain karena kurangnya branding yang menarik untuk konsumen. Kegiatan pengabdian masyarakat dari UKM P2J (Penelitian, Pengabdian dan Jurnalistik) Universitas Bojonegoro dilakukan untuk memberikan penambahan wawasan dan pelatihan terkait branding produk. 
Pelatihan Eco-Enzyme untuk Pencegahan Blooming Eceng Gondok di Sungai Bengawan Solo Ardana Putri Farahdiansari; Laily Agustina Rahmawati; Mrabawani Insan Rendra; Muhammad Bakhru Tohir; Aulia Dinar Rosyadin
Abdimas Universal Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v6i2.451

Abstract

The Bengawan Solo River has a large and important role in the lives of the people in its flow from Central Java to East Java. However, it turns out that community activities often have an impact on Bengawan Solo, especially regarding pollution and environmental damage. One of the worrying phenomena is the blooming of Water Hyacinth, which occurred due to a long dry season, causing high concentrations of organic waste in river waters at the end of 2023. Increased human activities, including household activities, have resulted in higher amounts of waste being produced from time to time. The large amount of waste entering the river certainly causes an increase in river nutrients, thereby fertilizing Water Hyacinth along Bengawan Solo, including in the Kuncen village area, Padangan sub-district. So that household waste does not cause problems for the environment and health, it is necessary to carry out further processing of the waste. One type of household waste, namely vegetable waste, can be a source of alternative raw materials to be used as eco-enzyme products. LPPM Bojonegoro University in collaboration with Jasa Tirta I carries out community assistance activities by providing education and campaigning for awareness of the importance of maintaining the environmental condition of the Bengawan Solo river. This education and campaign is also aimed at minimizing waste from households, especially organic waste, so that there is no accumulation of nutrients that cause water hyacinth blooms. By implementing this community service, it was found that housewives' insight into managing household waste, especially vegetable scraps, increased, so that the waste could be managed into eco enzymes which are beneficial for the environment.
Digital Human Modeling sebagai Evaluasi dan Perancangan Meja Kerja Pengelasan untuk Pembelajaran Praktikum Mahasiswa Eko Wahyu Abryandoko; Ardana Putri Farahdiansari; Ahmad Ridho Ramadhani; Moh. Nurudduja
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i1.8368

Abstract

Perancangan konsep meja kerja pengelasan untuk proses pembelajaran perlu memper­timbangkan resiko Work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). Perancangan konsep meja kerja pengelasan dilakukan dengan tujuan meminimalisir risiko EFPs, khususnya jenis gerakan fleksi ke depan pada leher dan posisi lengan yang terangkat saat melakukan pengelasan dalam posisi berdiri dengan estimasi welding selama 360 menit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep desain meja kerja pengelasan yang ergonomis, dengan penilaian menggunakan beberapa parameter yang disimulasi­kan menggunakan Digital Human Modeling. Metode yang digunakan untuk merancang konsep meja kerja pengelasan adalah metode Pugh concept Selection, yang kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak Catia V5 R21 untuk menganalisis nilai LBA dan RULA. Parameter postur tubuh model manusia disesuaikan dengan tiga subjek yang diuji menggunakan meja kerja sebelum dimodifikasi. Hasil identifikasi pada konsep desain, ditemukan alternatif konsep desain I untuk meja kerja pengelasan. Konsep ini men­cakup beberapa parameter spesifikasi, ter­masuk kemampuan meja untuk disesuai­kan secara langsung, penjepit komponen penge­lasan yang dibuat secara permanen, penggunaan manual tanpa alat bantu setup, kemampuan penyesuaian sudut kemiringan meja, dan ketinggian meja yang dapat disesuaikan menggunakan sistem ulir. Setelah mendapatkan konsep desain tersebut, dilakukan pengujian simulasi pada konsep desain terpilih. Hasil pengujian simulasi didapatkan nilai LBA pada konsep desain meja pengelasan dengan ketinggian 70 cm dan 100 cm (tinggi meja dapat menyesuaikan postur tubuh) lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan desain meja pengelasan sebelum dimodifikasi (50 cm). Hal ini juga terjadi pada penilaian RULA, Dimana desain meja kerja pengelasan baru mampu meningkatkan nilai yang semula 7 menjadi 3. Berdasarkan temuan tersebut, pengem­bangan konsep meja kerja pengelasan terbukti efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran, karena mahasiswa dapat mempelajari secara langsung penggunaan meja yang tepat dengan memperhitungkan kesejahteraan ergonomis operator untuk mengurangi risiko cedera WMSDs pada pekerjaan pengelasan.
Utilization of coconut fiber and corn cob waste as noise reducers Amalia Ma'rifatul Maghfiroh; Ardana Putri Farahdiansari
Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v8i2.29880

Abstract

Noise is a very disturbing problem in residential, office, educational, industrial and other environments. Noise can be reduced by using materials that can dampen and absorb sound. The sound dampening materials that are widely used by the public generally use glasswool and rockwool, but they are expensive. The more expensive the price of goods including sound absorbers, the more alternatives are needed by utilizing materials derived from nature which are easy to obtain and cheaper, besides that by utilizing existing natural fibers it can also reduce waste in the surrounding community. One example of utilizing waste from natural fibers is making composites using coconut fiber and corn cobs. Composite materials made from coconut coir fiber and corn cob are alternative sound absorbing materials that are environmentally friendly, easily available and inexpensive. The aim of the research was to obtain an optimum composition ratio to produce composites as environmentally friendly sound absorbing materials, to determine the value of the sound absorption coefficient (α) from the manufacture of coco fiber and corn cob composites as noise dampening materials. From the research results it can be concluded that the sound dampening ability results show varying values ​​for each test specimen. The highest incoming sound/energy is 94.4 dB at a frequency of 500 Hz while the lowest incoming sound/energy is 44.14 dB at a frequency of 125 Hz. Meanwhile, the highest sound/absorbed energy (mean value) was 37.7 dB at a frequency of 750 Hz in sample C, while the lowest sound/absorbed energy was -6.16 dB at a frequency of 4000 Hz in sample A.   Keywords: composites, noise, sound absorbing materials
Hydroponic Training For Supporting Household Food Security And Nutrition Tlogohaji Village PKK’s Empowerment : Pelatihan Hidroponik Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Gizi Rumah Tangga Ibu-Ibu PKK Desa Tlogohaji Farahdiansari, Ardana Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i1.2985

Abstract

Ibu rumah tangga memegang peranan penting dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Konsumsi sayur adalah salah satu hal penting dalam gizi keluarga karena sayur adalah salah satu pangan yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan keluarga. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di desa Tlogohaji ini mengajak para ibu rumah tangga yang bernaung dalam PKK Desa Tlogohaji untuk mampu meningkatkan ketahanan pangan khususnya sayuran dengan mampu memenuhi kebutuhan persediaan sayur secara mandiri dengan Teknik Hidroponik. Teknik hidroponik ini dipilih karena dapat dilakukan di lahan mana saja termasuk pekarangan rumah dan tidak tergantung dengan musim sehingga hasilnya dapat dipanen sepanjang tahun. Pelatihan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya sayur untuk keluarga, sehingga para ibu rumah tangga di desa Tlogohaji akan mampu menyediakan sumber pangan mandiri dan kreatif dalam menyajikan menu harian bernutrisi untuk keluarga.
Efisiensi Sumber Daya Manusia Dalam Pengelolaan Zakat dan Infaq: Pendekatan Dengan Metode Work Load Analisys (WLA) Dan Work Force Analysis (WFA) Putri Farahdiansari, Ardana; Al Khoirina, Anita Sari; Anang, Choirul
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/saintek.v6i1.3125

Abstract

Sumber daya manusia memegang peranan yang dominan dalam menjalankan operasional perusahaan atau mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sumber daya manusia merupakan kekuatan utama yang memberikan perhatian khusus pada efisiensi, efektivitas dan produktivitas. Dengan ini, perusahaan dapat melihat penggunaan sumber dayanya secara optimal dan pencapaian target yang diinginkan. Beban kerja juga dapat mempengaruhi efektivitas pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan. Efisiensi sumber daya manusia merupakan salah satu langkah untuk menjamin seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan baik tanpa kekurangan maupun kelebihan tenaga kerja. Penting bagi suatu perusahaan untuk dapat memberikan tingkat beban kerja yang optimal karena tingkat beban kerja setiap pekerja berbeda-beda. Terdapat Lembaga Amil Infaq dan Sodaqoh di Bojoenegoro yang merupakan lembaga zakat tingkat nasional yang bertugas dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat dan infaq secara produktif baik dari perorangan, lembaga, maupun instansi lainnya. Dalam pelaksanaannya tentu akan menimbulkan beban kerja yang perlu diukur untuk mengetahui keseimbangan antara keahlian dan kemampuan. Penelitian ini akan fokus pada pengukuran beban kerja sumber daya manusia pada lembaga zakat dan infaq dengan menggunakan metode Work Load Analysis (WLA). Dengan metode ini, dapat diketahui jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
"Ledre Super" Supply Chain Performance Measurement Using The Supply Chain Operation Reference (SCOR) Method : (Case Study of Home Industry Moro Tresno) Ilmi Nurul Istiqomah; Rizky Stighfarrinata; Ardana Putri Farahdiansari
Journal of Social Science and Economics Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Social Science and Economics
Publisher : Journal of Social Science and Economics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/josse.v1i1.540

Abstract

Supply Chain Management (SCM) is a system that involves the process of producing, storing, shipping, distributing and selling products to meet the demand for these products into the hands of consumers. This research was conducted in a home industry, namely the home industry of Moro Tresno. Moro Tresno's home industry has a variety of products marketed, but researchers only conduct research on super ledre products. This company has a major problem faced by is how to respond to orders from consumers. The company has not been able to fulfill when there is an increase in orders during the holiday season and approaching holidays. From a normal order of 9,900 packs, it can increase up to 80% to 17,820 packs. This supply chain performance measurement uses the SCOR method by applying 4 attributes, namely, reliability, responsiveness, agility, and asset management, and weighted by the pairwise comparison method. The data collection process was carried out by interviewing the home industry owner Moro Tresno because it was believed to be able to provide correct and accurate information. The total value of performance is 95.36. Dimensions that need improvement are reliability and agility. Recommendations for improving the reliability dimension RL.2.3 Accuracy of documentation by making tables neater. Meanwhile, RL.2.4 Perfect condition by analyzing seven tools to find out the cause and follow up on product damage and reliability in delivery. Improvement of agility AG.2.1 Days to meet the increase in production carried out socialization of craftsmen, selecting craftsmen according to performance, recruiting new craftsmen and giving awards to craftsmen.
Optimizing the Power Supply Planned Maintenance System With The Reliability Centered Maintenance (RCM) Method at PT. Pertamina EP Asset 4 Sukowati A Field Eko Prastiyo; Rizky Stighfarrinata; Ardana Putri Farahdiansari
Journal of Social Science and Economics Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Social Science and Economics
Publisher : Journal of Social Science and Economics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/josse.v1i1.543

Abstract

PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati A Field is an industry that never stops 24 hours for the continuity of the Oil and Gas production process. The process must require energy, one of the main ones is electrical energy which is used to supply power to production support equipment/machines. In the PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati A field, there are 3 Gensets, namely Genset 1 (125 KVA), Genset 2 (100 KVA) and Genset 3 (100 KVA) which are used to supply electrical energy. The three generators have a rather old operating age, often have problems with damage to their engine components, and the schedule for generator maintenance is also uncertain. The problem that becomes the object of this research is optimizing the power supply planned maintenance system with the RCM method at PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati A Field and identifying the comparison of power supply maintenance systems before and after using the RCM method. The purpose of this research is to optimize the power supply planned maintenance system with the RCM method at PT. Pertamina EP Asset 4 Sukowati A Field and identify comparisons before and after using the RCM method. The results of this study indicate that Gensets 1, 2, and 3 often experience downtime / failure in operation, because the machine tools are a bit old, as well as machine maintenance that has not been accurate and planned. With these conditions, the company needs the reliability of generator engine maintenance with the RCM method, so that the generator engine gets accurate and planned maintenance, so as to minimize downtime / failure in operation and also the previous generator engine maintenance is less accurate and planned, while maintenance with the RCM method is more efficient. accurate and planned.
Co-Authors Aditiya Anggara Putra Ahmad Arfandi Ahmad Noveldi Ahmad Ridho Ramadhani Al Khoirina, Anita Sari Amalia Ma’rifatul Maghfiroh Anang Ahmad Ainul Yahya Anang, Choirul Anggraeni, Wina Arieta Mudrika Anggraini As siddiqi, M. Jaza ASHARI, FAISAL Ashari, Priagung Lukman Aulia Dinar Rosyadin Azhar, Sarah Ardina Al Chandra, Alfian Bima Damayanti, Chusnul Chotimah Dewi, Efa Ranggata Dimas Irfan Putra Firman Pamungkas Dimas Irfan Putra Firman Pamungkas Djangkaru Ramadani, Febiola Effendi, Meilisa Rusdiana Surya Eko Prastiyo Eko Prastiyo EKO WAHYU ABRYANDOKO Esa Septian Fadilah, M. Farid Faisal Ashari Fathan Mubina Dewadi Febiola Djangkaru Ramadani Febriansa, Nungki Dio Fiki Afandi, Moch. Ida Swasanti Ilham Alamsyah, Moch Ilmi Nurul Istiqomah Ilmi Nurul Istiqomah Khasanah, Naim Munah Kurniawan, Sandhy Luky Wahyu Saputra Maulana, Yoga Melyani, Vidia Ananda Moh Nurudduja Moh. Nurudduja Mrabawani Insan Rendra Mudrika Anggraini, Arieta Muhammad Budi Muhammad, Erick Nadhiroh, Khurin Naim Munah Khasanah Naim Munah, Khasanah Nana Rahdiana Ningrum, Vera Sepdiana Kusuma Peppy Nala Ratih Pratama, Rio Chandra Putri, Aida Dinda Rahayu, Firstyan Deviena Citra Rahmantika, Jelita Rahmawati, Laily Agustina Rio Candra Pratama Rio Chandra Pratama Rizky Stighfarrinata Rohmah, Alfiatur Rosyadin, Aulia Dinar Saputra, Luky Wahyu Sa’adah, Mita Alfiatus SEPTI WULANDARI Sholikhatul, Laila Sulistyorini, Arum Syafitri, Allichia Errika Thohir, Muhammad Bakhru Trifandha, Siskha Utomo, Izza Ahmad Vibri Yannika Setiana Putri, Vivi Wahyu Saputra, Luky