Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Srategi Expressive Supressive untuk Menghadapi Toxic Relationship pada Salah Satu PTN di Jakarta Ainaya Fulfia; Karsih; Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.09

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi regulasi emosi pada mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling di Salah Satu Universitas di Jakarta yang mengalami toxic relationship. Penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama. Triangulasi data dilakukan melalui sumber data. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di mana penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada partisipan utama. Sedangkan triangulasi data dilakukan dengan informasi data yang didapatkan dari partisipan pendukung. Partisipan penelitian berjumlah 2 (dua) orang yaitu ACV dan F. Partisipan pertama, ACV, menghadapi beragam bentuk toxic relationship, mencakup pemaksaan, penolakan, penghinaan, kekerasan fisik, dan seksual, dengan dampak signifikan pada aspek psikologis, fisik, ekonomi, dan sosial. Partisipan kedua, F, mengalami penolakan dan penghinaan dengan dampak pada aspek psikologis, fisik, dan sosial. Keduanya cenderung menggunakan expressive suppression, tetapi juga terlihat menerapkan cognitive reappraisal. Temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pengalaman dan strategi regulasi emosi mahasiswa dalam menghadapi situasi toxic relationship. Kecenderungan penggunaan expressive suppression oleh kedua partisipan dalam mengatasi emosi negatif akibat toxic relationship dapat memberikan kenyamanan sementara, tetapi mungkin juga menyebabkan stres psikologis jangka panjang dan memperburuk dampak negatif keterlibatan mereka dalam toxic relationship. Implikasi penelitian mencakup pengembangan program dukungan emosional, pelatihan strategi regulasi emosi, dan pengembangan pribadi untuk mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang mengalami toxic relationship. Implikasi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi cognitive reappraisal karena dapat membantu individu untuk mengelola emosinya dengan cara yang lebih adaptif yang melibatkan perubahan pola pikir terhadap situasi yang sulit bagi mahasiswa yang mengalami toxic relationship.
Integrasi Analisis Kebutuhan dalam Program Bimbingan dan Konseling untuk Mendukung Pengembangan Kesejahteraan Siswa di Sekolah Kejuruan Meidyana Mustikaningrum; Herdi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7368

Abstract

Kesejahteraan siswa merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan yang memengaruhi keberhasilan akademik, emosional, dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap layanan BK di SMKN 1 Setu guna merancang program berbasis data yang terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 844 siswa melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket terstruktur yang mencakup empat bidang layanan. Validitas instrumen diuji melalui expert judgment dan analisis faktor, sementara reliabilitasnya diuji menggunakan koefisien Cronbach's Alpha dengan nilai >0,80. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa 31,28% siswa memprioritaskan layanan pribadi, 30,45% layanan karir, 24,17% layanan belajar, dan 14,10% layanan sosial. Kontribusi penelitian ini adalah pendekatan berbasis data yang tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan prioritas siswa tetapi juga mendukung pengembangan program BK yang lebih relevan dengan tantangan pendidikan modern. Rekomendasi praktis mencakup penguatan program kesejahteraan emosional, peningkatan keterampilan akademik, dan perencanaan karir berbasis kebutuhan siswa. Kata Kunci: bimbingan konseling, analisis kebutuhan, kesejahteraan siswa, program bimbingan dan konseling  
Membangun Sifat Tahan Banting: Tahapan Cognitive Behavior Therapy Untuk Remaja Korban Bullying (Systematic Literature Review) Yuevelyn Devina Rahmananda; Happy Karlina Marjo; Herdi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7490

Abstract

Hardiness merupakan sifat ketahanan yang mencakup 3 karakteristik kepribadian seperti: komitmen (commitmen), kendali (control), tantangan (challenge) dalam mengembangkan strategi untuk mengatasi kesulitan. Penelitian ini bertujuan memaparkan tahapan CBT dalam meningkatkan hardiness pada korban bullying, penelitian ini mengidentifikasi delapan tahapan sistematis CBT. Penelitian ini menyajikan systematic literature review (SLR) tentang hardiness pada korban bullying yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini telah mengumpulkan informasi dan hasil studi peneliti untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian hardiness pada korban bullying dan bentuk intervensinya menggunakan cognitive behavior therapy di sekolah. Penelitian ini berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Review and MetaAnalysis (PRISMA) yang menghasilkan artikel penelitian untuk ditinjau secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi terkait CBT merupakan intervensi yang terbukti efektif dan telah banyak digunakan dalam menangani bullying dan sifat tahan banting remaja. Remaja korban bullying diharapkan memiliki keterampilan untuk mengelola sifat tahan banting yang rendah sehingga korban perundungan tidak menampilkan perilaku menghindar saat cemas, melainkan perilaku yang lebih positif. Kata kunci: cognitive behavior therapy, restrukturisasi kognitif, sifat tahan banting, korban bullying
Psychometric Analysis Instruments of Self-efficacy in Work Amalianingsih, Restu; Herdi
Bisma The Journal of Counseling Vol. 6 No. 1 (2022): Bisma The Journal of Counseling
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v6i1.44563

Abstract

The purpose of this study was to determine the Self-efficacy of students in their ability to achieve a certain level in the context of work. Respondents in this study were 234 students of class XII Vocational High School in Tangerang City. The sampling technique used in this research is non-probability sampling with the snowball sampling method. Researchers distributed online questionnaires through Google Forms to student representatives from several class XII Vocational High School in various schools. The instrument used in this study was the Work Self-efficacy Scale (WSES). This scale consists of a total of 10 items with 2 dimensions, namely Relational Willingness and Commitment. The results of the study, this Work Self-efficacy instrument can be declared reliable and valid. It is said to be reliable or consistent because in the third test, the calculation results obtained a Cronbach alpha reliability coefficient value of 0.874. The coefficient value is greater than the standard parameter, namely 0.7. This means that this instrument can be used repeatedly and can produce a consistent picture of Work Self-efficacy.
EFFECTIVENESS OF TOTAL PHYSICAL RESPONSE METHOD IN VOCABULARY LEARNING FOR BIPA LEARNERS: A LITERATURE REVIEW Herdi; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3367

Abstract

Vocabulary is the most important aspect and also the main foundation in Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) or Indonesian as a Foreign Language (IFL) to foreign learning to improve foreign language skills including listening, speaking, reading and writing skills. In practice, remembering and using new vocabulary is still an obstacle for foreign learners in communicating, so there needs to be an appropriate learning method to overcome this, namely by using the Total Physical Response (TPR) method, a method that connects commands, speech and movement. This article was written using the literature review method by analyzing 10 national and international studies related to the effectiveness of the TPR method in learning. Based on the research that has been analyzed, it shows that the TPR method makes learning more effective; makes learners feel happy, enthusiastic and actively participates during the learning process; effective for speaking and writing skills; motivates children to be interested in learning, especially training listening; improves vocabulary skills from the cognitive, affective and psychomotor domains; helps learners learn vocabulary and makes learners more active and confident; learning becomes fun, learners become more active, helps students remember and improve word mastery; has a significant good influence, namely it can improve understanding, practice, respond, mention and show various types of vocabulary that have been learned; improve vocabulary process and mastery; able to improve children's motor skills; and make learners quickly master learning materials.
Hubungan Welas Asih dan Ketahanan dengan Kesejahteraan Psikologis Ramaja: Kajian Literatur Sibarani, Saurma Anita; Herdi; Wahyuni, Eka
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5647

Abstract

Remaja masa kini berada dalam pusaran dinamika sosial, akademik, dan emosional yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Di usia 16 hingga 18 tahun, remaja tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik tetapi juga harus siap secara mental menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Sayangnya situasi ini membuat mereka semakin rentan mengalami tekanan psikologis. Oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor protektif yang mampu memperkuat ketahanan mental dan kesejahteraan psikologis pada remaja. Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis untuk mengeksplorasi hubungan antara self-compassion dan resiliensi dengan kesejahteraan psikologis remaja dalam konteks global. Dengan menggunakan kerangka kerja PRISMA, sebanyak 30 artikel ilmiah internasional terbitan tahun 2020–2025 dianalisis secara menyeluruh, baik secara tematik maupun kuantitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-compassion menjadi fondasi dalam membangun penerimaan diri dan pengelolaan emosi yang sehat, sementara resiliensi berperan sebagai jembatan penting dalam memperkuat dampak self-compassion terhadap berbagai aspek kesejahteraan psikologis, seperti stabilitas emosi, kepuasan hidup, dan keterlibatan belajar. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi penguatan self-compassion dan resiliensi ke dalam program pendidikan dan bimbingan konseling di sekolah. Secara praktis, hasil studi ini memberikan pijakan bagi pengembangan kurikulum non-akademik yang tidak hanya membentuk siswa menjadi pribadi yang kompeten secara intelektual tetapi juga tangguh, seimbang, dan sehat secara emosional.
The Relationship between Social Support and Psychological Capital with Burnout among School Counselors: A Systematic Literature Review Neni Husniawati; Dede Rahmat Hidayat; Herdi; Susi Fitri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7880

Abstract

This study aims to identify the role of social support and psychological capital (Psychological Capital/PsyCap) in reducing the rate of burnout in school counselors and educators through the Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA 2020 guidelines. A total of 20 scientific articles published between 2007 and 2025 were analyzed thematically and statistically descriptively. The study's results indicate that social support from colleagues, supervisors, and the organizational environment has a significant negative impact on burnout. In addition, PsyCap, which includes self-efficacy, hope, optimism, and resilience, is a mediating factor that strengthens the relationship between social support and burnout. These findings support and confirm the importance of collaboration between social and psychological factors in maintaining the mental well-being of educators. Practically, educational institutions need to develop social support-based interventions and strengthen psychological capital (PsyCap) as a sustainable strategy for preventing burnout. Keywords: psychological capital, social support, fatigue, counselor welfare, quality education, good health and well-being
Unleashing EFL Learning in The Digital Age: Online Resources and Student Engagement Herdi; Fauzan, Fauzan; Asih, Ria Arista; Rizky, Ramanda
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 11 No. 2 (2024): JEELS November 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v11i2.3068

Abstract

When it comes to teaching and learning English, teachers and students face several challenges, particularly in terms of fatigue and uncertainty. As a result of this situation, English teachers must emphasize their concerns about using appropriate resources in English subjects in schools and colleges, such as using online learning resources to increase students' motivation to learn EFL. This present study is aimed at: (1) exploring the teaching materials, media, methods, strategies, teaching procedures/learning activities, and the assessments used in online learning resources to increase students’ motivation in EFL learning, and (2) investigating information in terms of students’ motivation documented with literature data serving as the primary source of information. While, the type of research was content analysis. The results show that through the use of relevant and engaging content, combined with technology-based tools and a student-centered approach, a dynamic learning environment is created. Therefore, the adaptability of assessments and learning activities to students' needs further supports their language development, fostering motivation and achievement in English language learning. Overall, a holistic approach that integrates these elements proves to be highly effective in promoting English proficiency through online resources.
Urgensi Bahasa Isyarat di Lingkungan Universitas Zudeta, Effran; Novitasari, Yesi; Herdi; Fitriani, Dina; Solikah, Solikah
Journal of Special Education Lectura Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Special Education Lectura
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jselectura.v2i1.21284

Abstract

Anak Berkebutuhan khusus adalah pribadi yang mengalami permasalahan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan baik berupa fisik, mental, dan emosional. Universitas Lancang Kuning sebagai ranah pendidikan yang secara resmi mengakuisisi jurusan pendidikan khusus yang pertama di Pekanbaru, dibarengi dengan meningkatnya antusias anak disabilitas untuk kuliah di Universitas Lancang Kuning. Kondisi ini menjadikan Universitas Lancang Kuning menjadi salah satu penyelenggaraan pendidikan inklusif di Provinsi Riau. Lingkungan kampus sangat mempengaruhi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang urgensi bahasa isyarat di lingkungan kampus Universitas Lancang Kuning dikarena mencermati ada sekitar 14 disabilitas tunarungu menjadi mahasiswa di Universitas Lancang Kuning, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa tunarungu, mahasiswa, dosen, dan staf. Hasil Penelitian menggambar bahasa isyarat sangat dibutuhkan dalam menunjang aksesibilitas dan inklusifitas anak tunarungu dikampus, serta mambantu dalam keberhasilan akademik mereka, selain itu juga dengan adanya tunarungu dani bahasa isyaratnya maka akan medorong banyak inovasi serta riset yang berhubungan dengan hal tersebut
Hubungan Resiliensi Akademik dan Optimisme dengan Stres Akademik Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Tahun Pertama di Boarding School Takril, Asysyifa; Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.112.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan resiliensi akademik dan optimisme dengan stres akademik pada peserta didik sekolah menengah atas tahun pertama di Boarding School. Metode yang digunakan yaitu korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu 274 peserta didik kelas X di Husnul Khotimah Boarding School. Pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu Educational Stress Scale for Adolescent (ESSA), Life Orientation Test – Revised (LOT-R), dan The Academic Resilience Scale (ARS-24). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara resiliensi akademik dan optimisme dengan stres akademik pada peserta didik sekolah menengah atas tahun pertama di Boarding School dengan koefisien korelasi didapatkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0.162 dan nilai signifikansi 0.027 (p< 0.05). Pada instrumen ESSA aspek tertinggi berada pada aspek pressure from study yang ditandai dengan banyaknya tuntutan, persaingan antar teman, dan khawatir terhadap studi lanjutan. Sedangkan untuk aspek terendah yaitu despondency ditandai dengan peserta didik cenderung cukup memiliki rasa percaya diri untuk mencapai target akademik. Selanjutnya pada instrumen ARS-24 aspek tertinggi berada pada perseverance yang ditandai dengan peserta didik cukup mampu menghadapi kesulitannya, berusaha keras mengerjakan tugas sekolah, dan mampu meningkatkan nilai akademiknya. Sedangkan untuk aspek terendah yaitu negative affect and emotional response, ditandai dengan peserta didik kurang mampu merespon emosi-emosi yang muncul. Pada instrumen LOT-R aspek tertinggi yaitu optimis ditandai dengan peserta didik cenderung menghadapkan hal-hal baik yang terjadi. Sedangkan aspek terendah yaitu pesimis ditandai dengan peserta didik cenderung pasrah jika hal buruk terjadi.