Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN, DAN EFISIENSI USAHATANI PADI DI KELURAHAN SEMARANG KECAMATAN SUNGAI SERUT KOTA BENGKULU Cendi Herlin Daya Sirsan; Muhammad Taufiqurrahman Syah; Evon Tri Oktami; Muhammad Fakhrurozi Abdurrahman Syah; Reflis
JURNAL EKONOMI AKUNTANSI MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurekma.v3i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, marjin kotor, dan efisiensi usahatani padi di Kelurahan Semarang, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian pedesaan, dan padi merupakan komoditas pangan utama yang kinerjanya di tingkat usahatani sangat menentukan kesejahteraan petani. Kelurahan Semarang merupakan salah satu sentra penghasil padi, di mana rumah tangga usahatani didominasi oleh petani pengelola sawah dengan karakteristik lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi yang beragam. Penelitian dilakukan melalui metode survei terhadap 20 petani padi yang dipilih secara acak sederhana (sekitar 30% dari populasi petani padi di desa tersebut). Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapang, kemudian dianalisis menggunakan analisis anggaran usahatani, meliputi perhitungan biaya total (biaya tetap dan biaya variabel), penerimaan total, pendapatan (laba), marjin kotor, dan efisiensi usahatani dengan pendekatan Revenue Cost Ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya variabel riil mencapai Rp6.871.588,33/ha/musim tanam dengan biaya tetap riil sebesar Rp112.425,00/ha/musim tanam, sehingga total biaya produksi riil adalah Rp6.984.013,33/ha/musim tanam. Rata-rata penerimaan riil sebesar Rp12.377.708,33/ha/musim tanam dengan pendapatan riil sebesar Rp5.393.695,00/ha/musim tanam. Marjin kotor riil mencapai Rp5.506.120,00/ha/musim tanam yang menunjukkan bahwa pengelolaan input variabel masih menyisakan margin yang cukup tinggi untuk menutup biaya tetap dan laba. Nilai R/C ratio riil sebesar 2,91 yang berarti setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp2,91. Temuan ini mengindikasikan bahwa usahatani padi di Kelurahan Semarang layak dan efisien secara ekonomi (R/C > 1). Peningkatan akses teknologi, optimalisasi penggunaan pupuk dan tenaga kerja, serta penguatan kelembagaan tani direkomendasikan untuk lebih meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani padi di wilayah tersebut.
ANALISIS SPASIAL EMISI KARBON AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS PENDEKATAN IPCC DAN GIS DI PROVINSI BENGKULU Darmatama, Iman; Wulandari, Trinita; M, Devianri.; Vioni; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan menjadi penyebab utama peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor LULUCF, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mengalami tekanan akibat konversi hutan menjadi perkebunan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penggunaan lahan, menghitung emisi karbon, serta memetakan distribusi spasial emisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Stock-Difference berbasis IPCC yang diintegrasikan dengan GIS, menggunakan data tutupan lahan 2015 dan 2025 dari KLHK serta citra Landsat 8–9. Hasil validasi menunjukkan akurasi 88% dengan koefisien Kappa 0,84. Deforestasi mencapai 98.450 hektar selama periode penelitian, menghasilkan emisi sebesar 46,89 juta ton CO₂ atau rata-rata 4,69 juta ton per tahun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar ±20,5% dibandingkan periode sebelumnya. Hotspot emisi teridentifikasi di Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kepahiang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian deforestasi, restorasi lahan, dan integrasi nilai karbon dalam perencanaan pembangunan untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030.
PERAN KEARIFAN LOKAL LILIFUK DAN MANE’E  DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT BERKELANJUTAN DI INDONESIA Puspitasari, Dwi; Utama, Donny; Anggraini, Kartika; Reflis; Utama, Satria Putra
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan nasional, terutama bagi negara kepulauan yang memiliki ketergantungan besar terhadap sektor kelautan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peran kearifan lokal berupa lilifuk dan mane’e, dalam pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Kearifan lokal Lilifuk dan Mane’e memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan di Indonesia. Lilifuk berfungsi sebagai sistem konservasi melalui penutupan kawasan untuk mendukung regenerasi sumber daya, sedangkan Mane’e merupakan sistem pemanfaatan kolektif berbasis adat yang mengatur penangkapan ikan secara terkontrol.
PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN M, Devianri.; Wulandari, Trinita; Darmatama, Iman; Devi Florini; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga kini menjadi tantangan global yang semakin rumit, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan laju urbanisasi yang terus berkembang. Di Indonesia, rumah tangga menjadi kontributor utama dalam menghasilkan sampah, sementara sistem pengelolaan yang masih bertumpu pada pola linear dinilai belum mampu menangani persoalan tersebut secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah rumah tangga serta pengaruhnya terhadap aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik systematic literature review terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.Hanalisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip reduce, reuse, recycle, dan recovery berperan dalam menekan jumlah sampah, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan dampak positif dalam mengurangi tekanan terhadap lingkungan serta mendorong peningkatan kesadaran sosial. Namun, pelaksanaannya di Indonesia masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti rendahnya keterlibatan masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum maksimalnya dukungan dari aspek kebijakan dan kelembagaan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang menyeluruh dan terintegrasi melalui penguatan regulasi, peningkatan pemahaman masyarakat terkait lingkungan, serta kerja sama antar berbagai pihak guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
KAJIAN VALUASI EKONOMI EKOWISATA SEBAGAI PENDEKATAN DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN Anderson, JEMI; Pratama, Yosep; Jaryanti, Ainin; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperlukan pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melalui pengembangan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ekowisata dan valuasi ekonomi, menganalisis berbagai metode valuasi ekonomi ekowisata yang digunakan dalam penelitian terdahulu, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi valuasi ekonomi ekowisata, serta mengkaji pengaruh valuasi ekonomi terhadap pengelolaan sumber daya alam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data studi literatur.Hasil kajian menunjukkan bahwa valuasi ekonomi ekowisata merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Metode valuasi seperti CVM, TCM/ITCM, dan TEV mampu mengukur nilai ekonomi sumber daya alam secara komprehensif, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Nilai ekonomi ekowisata dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti biaya perjalanan, jarak, karakteristik wisatawan, serta partisipasi masyarakat
POTENSI  KARBON BIRU(BLUE CARBON) PADA EKOSISTEM  MANGROVE BERDASARKAN BERBAGAI PENELITIAN DI INDONESIA Donny Utama; Kartika Anggraini; Dwi Puspitasari; Reflis; Satria Putra Utama
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan emisi gas rumah kaca secara global telah memicu terjadinya perubahan iklim yang berdampak luas terhadap sistem lingkungan dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi yang efektif, salah satunya melalui pemanfaatan ekosistem pesisir sebagai penyerap karbon alami. Dalam hal ini, konsep karbon biru (blue carbon) menjadi pendekatan penting dalam mengoptimalkan peran ekosistem seperti mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi karbon biru pada ekosistem mangrove di Indonesia berdasarkan berbagai hasil penelitian. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon) yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Kapasitas penyimpanan karbon mangrove tinggi, baik pada biomassa maupun sedimen, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menekan emisi gas rumah kaca. 
ANALISIS DEFORESTASI DAN DINAMIKA TUTUPAN LAHAN BERBASIS DATA KLHK TERHADAP KESESUAIAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DI PROVINSI BENGKULU Florini, Devi; Darmatama, Iman; Wulandari, Trinita; M, Devianri; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deforestasi dan perubahan tutupan lahan menjadi isu penting dalam pengelolaan sumber daya alam di Provinsi Bengkulu akibat tekanan ekspansi perkebunan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan serta kesesuaiannya dengan RTRW menggunakan data KLHK tahun 2015, 2020, dan 2025 melalui pendekatan SIG, analisis multi-temporal, matriks transisi, dan overlay spasial. Hasil menunjukkan luas hutan menurun dari 716.451 hektare (2015) menjadi 643.961 hektare (2025), dengan laju deforestasi tertinggi pada 2022–2023 sebesar 8.306 hektare (1,28%). Konversi hutan ke perkebunan menjadi perubahan dominan, yaitu 12.450 hektare (2015–2020) dan 8.710 hektare (2020–2025). Ketidaksesuaian pemanfaatan ruang mencapai lebih dari 40.000 hektare, terutama pada kawasan lindung yang beralih fungsi. Selain itu, lahan terdegradasi mencapai 155.724 hektare. Temuan ini menunjukkan implementasi RTRW belum optimal sehingga diperlukan penguatan pengendalian ruang, rehabilitasi lahan, dan pengelolaan lanskap berkelanjutan.
Kearifan Lokal Suku Mandiangin dalam Pengeloaan Sumber Daya Alam Saputra, Egi Ade; Selvia Ayyu Netra; Mutiara Annisa; Septian Dwi Aditama; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat memiliki berbagai bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan dalam kehidupan sosial dan pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika sosial dan kearifan lokal Suku Mandiangin sebagai bagian dari masyarakat adat Minangkabau. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih mempertahankan sistem tanah ulayat, musyawarah adat, gotong royong, dan perlindungan kawasan hutan adat sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Kearifan lokal tersebut berperan penting dalam menjaga hubungan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Namun demikian, modernisasi dan perubahan sosial menjadi tantangan dalam mempertahankan nilai adat dan sistem pengelolaan sumber daya alam berbasis tradisi.
Dari Dapur ke Ritual: Rekonstruksi Peran Ekologis Perempuan dalam Budaya TabotBengkulu sebagai Representasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Komunitas Selvia; Egi; Mutiara; Septian; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana perempuan dalam komunitas Tabot Bengkulu mentransmisikan nilai-nilai ekologis kepada generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal dan pelestarian lingkungan berbasis budaya, juga sebagai manifestasi prinsip- prinsip Pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas (CBNRM) dalam konteks budaya lokal Bengkulu. Sebagai penelitian konseptual, tulisan ini mengkaji keterkaitan antara nilai- nilai budaya Tabot, konsep ekofeminisme, dan prinsip community-based resource management (CBNRM). Pendekatan konseptual digunakan untuk menguraikan bagaimana peran sosial, spiritual, dan ekologis perempuan menjadi bagian integral dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Analisis ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya sebagai pelestari budaya, tetapi juga penggerak utama dalam konservasi sumber daya alam berbasis komunitas. Temuan konseptual ini mempertegas pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan gender dalam kebijakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
PEMODELAN SPASIAL MULTI-TEMPORAL DEFORESTASI UNTUK EVALUASI KESESUAIAN TATA RUANG DI PROVINSI BENGKULU Iman Darmatama; Trinita Wulandari; Devianri. M; Vioni; Reflis
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.458

Abstract

Deforestasi dan perubahan tutupan lahan merupakan permasalahan utama dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di wilayah tropis yang mengalami tekanan konversi lahan yang tinggi. Namun, sebagian besar penelitian masih bersifat deskriptif dan belum mengintegrasikan analisis perubahan tutupan lahan dengan evaluasi kesesuaian tata ruang secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika deforestasi dan mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan ruang menggunakan pendekatan pemodelan spasial multi-temporal berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini mengembangkan model spasial sebagai bagian dari sistem pendukung keputusan (Decision Support System/DSS) dengan menggunakan data tutupan lahan tahun 2015, 2020, dan 2025, di mana data tahun 2025 merupakan hasil proyeksi model spasial, serta peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bengkulu. Analisis dilakukan melalui tahapan change detection, matriks transisi tutupan lahan, analisis distribusi spasial, dan overlay kesesuaian tata ruang. Data tutupan lahan diperoleh dari peta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tutupan hutan menurun dari 716.451 ha pada tahun 2015 menjadi 643.961 ha pada tahun 2025 (±10,12%). Konversi hutan menjadi perkebunan dan pertanian merupakan penyebab utama deforestasi. Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang sebesar ±40.000 ha, terutama pada kawasan lindung. Model yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi ≥85% dengan nilai Kappa >0,75. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pemodelan spasial multi-temporal dapat digunakan sebagai alat evaluasi kebijakan berbasis data serta sistem pendukung keputusan dalam rekayasa lingkungan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.