Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN, DAN EFISIENSI USAHATANI PADI DI KELURAHAN SEMARANG KECAMATAN SUNGAI SERUT KOTA BENGKULU Cendi Herlin Daya Sirsan; Muhammad Taufiqurrahman Syah; Evon Tri Oktami; Muhammad Fakhrurozi Abdurrahman Syah; Reflis
JURNAL EKONOMI AKUNTANSI MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurekma.v3i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, marjin kotor, dan efisiensi usahatani padi di Kelurahan Semarang, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian pedesaan, dan padi merupakan komoditas pangan utama yang kinerjanya di tingkat usahatani sangat menentukan kesejahteraan petani. Kelurahan Semarang merupakan salah satu sentra penghasil padi, di mana rumah tangga usahatani didominasi oleh petani pengelola sawah dengan karakteristik lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi yang beragam. Penelitian dilakukan melalui metode survei terhadap 20 petani padi yang dipilih secara acak sederhana (sekitar 30% dari populasi petani padi di desa tersebut). Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapang, kemudian dianalisis menggunakan analisis anggaran usahatani, meliputi perhitungan biaya total (biaya tetap dan biaya variabel), penerimaan total, pendapatan (laba), marjin kotor, dan efisiensi usahatani dengan pendekatan Revenue Cost Ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya variabel riil mencapai Rp6.871.588,33/ha/musim tanam dengan biaya tetap riil sebesar Rp112.425,00/ha/musim tanam, sehingga total biaya produksi riil adalah Rp6.984.013,33/ha/musim tanam. Rata-rata penerimaan riil sebesar Rp12.377.708,33/ha/musim tanam dengan pendapatan riil sebesar Rp5.393.695,00/ha/musim tanam. Marjin kotor riil mencapai Rp5.506.120,00/ha/musim tanam yang menunjukkan bahwa pengelolaan input variabel masih menyisakan margin yang cukup tinggi untuk menutup biaya tetap dan laba. Nilai R/C ratio riil sebesar 2,91 yang berarti setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp2,91. Temuan ini mengindikasikan bahwa usahatani padi di Kelurahan Semarang layak dan efisien secara ekonomi (R/C > 1). Peningkatan akses teknologi, optimalisasi penggunaan pupuk dan tenaga kerja, serta penguatan kelembagaan tani direkomendasikan untuk lebih meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani padi di wilayah tersebut.
ANALISIS USAHA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN PINO KABUPATEN BENGKULU SELATAN Taufiqurrahman Syah, Muhammad; Abdurrahman Syah, Muhammad Fakhrurozi; Daya Sirsan, Cendi Herlin; Tri Oktami, Evon; Reflis; Yuwana; Cahyadinata, Indra; Irnad; Marwan, Edi; Efrita, Edi; Mulyadi, Maheran; Yawahar, Jon
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9676

Abstract

Usaha penggilingan padi membutuhkan biaya produksi yang tinggi untuk bisa beroperasi. Biaya produksi yang tinggi inilah menyebabkan usaha penggilingan padi perlu untuk dianalisis kembali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha penggilingan padi di Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian mengunakan metode survei dengan teknik penarikan sampel purposive. Penelitian dilakukan di wilayah administrasi Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Data diperoleh dari mewawancarai 5 orang responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis keuntungan, efisiensi, dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan keuntungan usaha penggilingan padi sebesar Rp3.790.858/Bulan, rasio R/C 2,05, dan rasio B/C 1,05. Usaha penggilingan padi di Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan perlu melakukan efisiensi biaya produksi, diversifikasi layanan, pembelian gabah, dan pemanfaatan limbah sekam untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
STRATEGI PENATAAN KEGIATAN PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI DESA LEBONG TAMBANG KECAMATAN LEBONG UTARA KABUPATEN LEBONG Putera, Frandy Dwi Permana; Reflis; Yurike, Yurike; Santoso, Urip; Aprianto, Enggar
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 02 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.02.45195

Abstract

Illegal Gold Mining (PETI) in Lebong Tambang Village has caused various environmental, social, and economic problems. PETI activities contribute to environmental pollution due to the use of mercury, infrastructure damage, and worker safety and health risks. This study aims to identify internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) that influence PETI management, and to formulate appropriate strategies in implementing mining regulations. This study uses a descriptive method with SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis to determine the optimal strategy in PETI management. Data were collected through field observations and interviews with illegal miners and the Mining Inspector of the Ministry of Energy and Mineral Resources for the Bengkulu Province Region. The results of the analysis show that the main factors influencing PETI sustainability are limited regulation socialization, weak law enforcement, and high costs of the community mining legalization process. Recommended strategies include increasing mining regulation socialization, determining Community Mining Permits (IPR), and collaboration between local governments and mining companies in adjusting mining business permits. The implementation of this strategy is expected to create more sustainable mining, reduce environmental impacts, and improve community welfare.   Keywords : Community Mining Permit, Environment, Illegal Gold Mining, SWOT
ANALISIS USAHA PENANGKARAN BURUNG MURAI BATU DI KOTA BENGKULU: Analysis of The Murai Batu Bird Breeding Business in The City of Bengkulu Fakhrurozi, Muhammad; Taufiqurrahman Syah, Muhammad; Herlin Daya Sirsan, Cendi; Tri Oktami, Evon; Reflis; Yuwana; Cahyadinata, Indra; Irnad; Efrita, Edi; Marwan, Edy; Mulyadi, Maheran; Yawahar, Jon
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9613

Abstract

Burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) banyak dipelihara orang, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, usaha penangkarannya menguntungkan, dan modalnya cepat kembali. Penurunan harga anakan hasil tangkaran menyebabkan usaha penangkarannya perlu dianalisis kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan, pendapatan keluarga, efisiensi dan kelayakan usaha penangkaran burung Murai Batu di Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode survei dan dengan teknik sampling snowball. Data diperoleh dari mewawancarai 15 orang responden. Pendapatan usaha penangkaran burung Murai Batu adalah sebesar Rp1.141.977,57/indukan betina/tahun, dan pendapatan keluarga Rp3,883,992.75/indukan betina/tahun. Usaha tersebut telah efisien dengan rasio R/C 1,17 tetapi dalam jangka panjang tidak layak diusahakan dengan rasio R/C 0,17, sehingga usaha penangkaran burung Murai Batu di Kota Bengkulu perlu ditinjau ulang. Kata Kunci: Keuntungan, family income, efisiensi, kelayakan, penangkaran burung Murai Batu.
ANALISIS SPASIAL EMISI KARBON AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS PENDEKATAN IPCC DAN GIS DI PROVINSI BENGKULU Darmatama, Iman; Wulandari, Trinita; M, Devianri.; Vioni; Reflis
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan menjadi penyebab utama peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor LULUCF, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mengalami tekanan akibat konversi hutan menjadi perkebunan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penggunaan lahan, menghitung emisi karbon, serta memetakan distribusi spasial emisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Stock-Difference berbasis IPCC yang diintegrasikan dengan GIS, menggunakan data tutupan lahan 2015 dan 2025 dari KLHK serta citra Landsat 8–9. Hasil validasi menunjukkan akurasi 88% dengan koefisien Kappa 0,84. Deforestasi mencapai 98.450 hektar selama periode penelitian, menghasilkan emisi sebesar 46,89 juta ton CO₂ atau rata-rata 4,69 juta ton per tahun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar ±20,5% dibandingkan periode sebelumnya. Hotspot emisi teridentifikasi di Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kepahiang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian deforestasi, restorasi lahan, dan integrasi nilai karbon dalam perencanaan pembangunan untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030.