Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Menggunakan Media Cetak Pelepah Pisang Pada Anak Usia 5-6 Tahun Salama, Nurdin; Duriani; Ulpi, Wahyuni; Herianti
Jurnal Smart Paud Vol. 6 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Jurusan PG-PAUD Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jspaud.v6i2.53

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan kemampuan motorik halus anak dengan kegiatan mencetak menggunakan bahan alam pelepah pisang di kelompok B2 usia 5-6 tahun pada Taman kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal II Palopo, penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tindakan kelas, dengan jumlah anak didik sebanyak 14 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak berjenis kelamin laki-laki, dan 10 orang anak berjenis kelamin perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan media cetak pelepah pisang dapat meningkatkan perkembagan kemampuan motorik halus anak, hal ini terlihat dari capaian perkembangan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 dengan kegiatan mencetak menggunakan media pelepah pisang, hasil observasi motorik halus anak fase prasiklus rata-rata nilai persentasenya yaitu sebesar 36,9% berada pada kategori kurang berkembang sehingga tidak mencapai target yang telah ditetapkan yaitu antara 76% sampai dengan 100%. nilai persentase kemampuan motorik halus anak pada siklus I rata-rata 67,8% dan berada pada kategori berkembang sesuai harapan namun belum mencapai target indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 76%-100%. Dan pada siklus tahap kedua rata-rata persentase kemampuan motorik halus anak sebesar 91,7% yang sudah memenuhi kriteria berkembang sangat baik dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 76%-100%.
PENGARUH BAHAN MEDIA ALAM TERHADAP KEMAMPUAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK DI TK KOTA PALOPO ulpi, wahyuni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2020): JPP PAUD Untirta
Publisher : Early Childhood Teacher Education Department UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpppaud.v7i2.9217

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah ada pengaruh bahan media alam terhadap kemampuan sains sederhana pada anak di Taman Kanak-kanak Bina Kasih Seriti Kabupaten Luwu. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan media alam terhadap kemampuan sains sederhana pada anak di TK Kota Palopo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-ekperimen. Subjek penelitian ini berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sains sederhana anak mengalami perubahan perolehan nilai dibandingkan sebelum perlakuan diberikan dengan nilai T hitung (105) > T tabel (15) dan Z hitung (3,30) > Z tabel (1,645). Dengan demikian hipotesis diterima.Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh media bahan alam terhadap kemampuan sains sederhana pada anak TK di kota Palopo.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Media Maze Berbasis Bahan Bekas Landung, Wijayanti; Ulpi, Wahyuni; Hajeni, Hajeni
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1656

Abstract

Upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui media Maze dilakukan agar anak mampu melibatkan seluruh motorik halusnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui media Maze berbasis bahan bekas pada peserta didik Taman TK Tunas Harapan Kaliba Mamase. Jenis Penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas, dengan desain penelitian perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini yaitu peserta di TK Tunas Harapan Kaliba Mamase. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan motorik halus peserta didik. Data yang diperoleh di analisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan tahapan analisis data primer dan sekunder yaitu reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media maze berbasis bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus peserta didik TK Tunas Harapan. Pada siklus I kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 46,5% kategori mulai berkembang (MB) dan pada siklus II meningkat menjadi 77% kategori berkembang sangat baik (BSB).
Kemampuan motorik kasar anak di sekolah sepak bola (ssb) Sadikin, Muhammad; Ahmad, Ahmad; Ulpi, Wahyuni
Jurnal Porkes Vol 6 No 2 (2023): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v6i2.21214

Abstract

The problem in this study is the lack of gross motor skills of children in their daily lives and activities. The goal is that the basic abilities of children are seen from their physical motor abilities, so the trainer will help improve children's physical or motor skills in terms of introducing and training children's gross and fine motor movements, increasing the ability to manage, control body movements, and coordination, as well as improving body skills and a healthy way of life so that they can support strong, healthy and skilled physical growth. The research method used was descriptive qualitative. The population is 30 ssb players aged 6-18 years. Sampling using purposive sampling technique, samples were taken aged 6-8 years with 5 people. Data analysis techniques are collecting data, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This research can be concluded that gross motor skills have a significant impact on soccer sports, because basically gross motor skills are the ability to move the body using large muscles that are needed so that children can do passing, dribbling, shooting well.
Outdoor-Based Snakes and Ladder Game: Stimulation of Hyperactive Children Ulpi, Wahyuni; Pajarianto, Hadi; Riswanto, A. Heri; Junior, Jacinto de Oliveira; Bachtiar, Muhammad Yusri
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i2.171

Abstract

This study explores the use of outdoor-based Snakes and Ladders as an alternative medium for stimulating and shaping the behavior of hyperactive children. Employing a qualitative descriptive approach, the research was conducted with the following subject criteria: (1) children enrolled at ABA II Quranic School Palopo; (2) aged 5–6 years; (3) residing with their parents; and (4) consistently exhibiting symptoms of hyperactivity. Supporting informants included classroom teachers and parents. Data collection techniques utilized source triangulation—comparing data from observations, interviews, and documentation—and member checking, wherein findings were confirmed with participants. The data analysis procedure involved four stages: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data display, and (4) conclusion drawing and verification. The findings indicate that the outdoor-based Snakes and Ladders game is an effective behavioral stimulation tool for hyperactive children. The game offers opportunities for physical movement, incorporates structured rules, and fosters an enjoyable learning environment, thereby meeting the developmental needs of children with high activity levels and emerging self-regulation skills. Participation in the game facilitated the development of behavioral competencies, including turn-taking, rule compliance, and impulse control. Additionally, the game supported enhancing social skills such as cooperation, communication, and empathy. The outdoor setting further contributed to these outcomes by providing open space, fresh air, and a relaxed yet engaging atmosphere. The novelty of this research lies in its adaptation of a traditional game into a developmentally appropriate tool for physical and behavioral stimulation that is both flexible and easily implemented.
Bahasa : Media Pembelajaran BACALIS untuk Anak Usia Dini Inka, Inka; Ulpi, Wahyuni; Alam Ramli, Syamsul
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan membaca dan menulis menggunakan media Bacalis di kelas B. Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Keberhasilan penelitian ditandai dengan tercapainya peningkatan kemampuan bahasa anak, khususnya dalam membaca dan menulis menggunakan media Bacalis, dengan target minimal 85%. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak. Pada tahap pratindakan, sebanyak 14 anak (87,5%) masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB), 2 anak (12,5%) termasuk dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan belum ada anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) maupun Berkembang Sangat Baik (BSB).  Pada pelaksanaan siklus I, terjadi kemajuan dengan 5 anak (19%) berada di kategori BB, 4 anak (25%) di kategori MB, 4 anak (25%) mencapai kategori BSH, dan 3 anak (31%) sudah berada di kategori BSB. Selanjutnya, pada siklus II, peningkatan signifikan terlihat dengan tidak adanya anak yang masih berada di kategori BB, hanya 1 anak (6%) di kategori MB, 1 anak (6%) di kategori BSH, dan sebagian besar, yaitu 14 anak (88%), telah mencapai kategori BSB.
Pengolahan Fruit juiceoleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo Sebagai Minuman Sehat Untuk Anak Usia Dinidi Desa To’lemo Ulpi, Wahyuni; Warda, Warda; David, Nirwana Binti; Ismawati, Ismawati
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i1.2198

Abstract

Anak usia dini membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Fruit juice dapat menjadi alternatif minuman sehat yang mudah dikonsumsi dan disukai anak. Fruit juice kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk kesehatan anak. Manfaat fruit juice untuk anak usia dini antara lain meningkatkan asupan vitamin dan mineral, meningkatkan hidrasi, meningkatkan konsumsi serat, dan meningkatkan nafsu makan. Tips mengolah fruit juice sehat untuk anak usia dini adalah memilih buah-buahan segar dan matang, cuci buah-buahan dengan bersih, potong buah-buahan menjadi potongan kecil, gunakan blender yang berkualitas, hindari menambahkan gula, sajikan jus segera setelah dibuat, dan berikan jus dalam jumlah yang wajar. Tersedia berbagai variasi fruit juice sehat untuk anak usia dini, seperti jus jeruk, jus apel, jus pir, jus naga, jus alpukat.
Implementasi Model Siuul dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak dengan Media Boneka Tangan Eka, Eka; Ulpi, Wahyuni; Yusuf, Muhamamad
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1655

Abstract

Permasalahan yang ada di TK Babul Falah adalah kemampuan berbicara anak yang masih kurang. Model SIUUL merupakan model pembelajaran berbicara atau membaca dengan mengandalkan cara berpikir naluri manusia yang mempunyai tahapan-tahapan peningkatan pembelajaran dengan memperhatikan kualitas keislaman. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara  anak dengan menggunakan metode model SIUUL. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 14 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata anak telah berkembang dan kemampuan berbicaranya rata-rata memenuhi kriteria keberhasilan yang ditentukan. Penggunaan model SIUUL dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak menjadi meningkat.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Media Maze Berbasis Bahan Bekas Landung, Wijayanti; Ulpi, Wahyuni; Hajeni, Hajeni
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1656

Abstract

Upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui media Maze dilakukan agar anak mampu melibatkan seluruh motorik halusnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui media Maze berbasis bahan bekas pada peserta didik Taman TK Tunas Harapan Kaliba Mamase. Jenis Penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas, dengan desain penelitian perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini yaitu peserta di TK Tunas Harapan Kaliba Mamase. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan motorik halus peserta didik. Data yang diperoleh di analisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan tahapan analisis data primer dan sekunder yaitu reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media maze berbasis bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus peserta didik TK Tunas Harapan. Pada siklus I kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 46,5% kategori mulai berkembang (MB) dan pada siklus II meningkat menjadi 77% kategori berkembang sangat baik (BSB).