Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penguatan Ekowisata sebagai Core Economy Masyarakat Pesisir Di Teluk Kiluan, Desa Kiluan Negeri Damai, Abdullah Aman; Yuliana, Darma; Diantari, Rara; Hasani, Qadar; Caesario, Rachmad; Saleh, Yuliana; Damayanti, Inggar; Afrianti, Nur Afni
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7927

Abstract

Kegiatan ekowisata di Pekon Kiluan Negeri telah berkembang sejak tahun 2004 hingga saat ini. Mulai tahun 2004, Teluk Kiluan mulai dikenal, terutama oleh wisatawan di sekitar Provinsi Lampung sebagai salah satu tujuan destinasi wisata. Kegiatan wisata di daerah ini terus berkembang, walaupun mengalami fluktuasi yang cukup besar. Pada tahun 2021, Pekon Kiluan Negeri telah ditetapkan sebagai Desa Wisata berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tanggamus No.B.195/39/08/2021 tentang penetapan desa/pekon wisata Kabupaten Tanggamus. Sejak awal perkembangan, terjadi berbagai masalah dalam kegiatan ekowisata di Teluk Kiluan baik yang bersifat alamiah dan non alamiah. Berbagai permasalahan ini menyebabkan kegiatan wisata di Teluk Kiluan, sejak tahun 2016 mengalami penurunan. Bahkan semenjak terjadinya pandemi Covid pada awal tahun 2020, kegiatan wisata di teluk Kiluan sempat terhenti. Oleh karena itu, perlu upaya untuk mendukung pulihnya kegiatan ekowisata di Teluk Kiluan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1) melakukan pemetaan zona potensi ekowisata di Teluk Kiluan, Desa Kiluan Negeri, 2) penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Teluk Kiluan, tentang pengelolaan ekonomi ekowisata, dan 3) meningkatkan keterampilan pemandu wisata di Teluk Kiluan tentang manajemen keamanan dan keselamatan pada destinasi wisata. Dari hasil pengabdian ini ada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kemampuan keterampilan pemandu wisata dan manfaat yang diperoleh mitra melalui pelatihan Penguatan Ekowisata  Sebagai Core  Economy Masyarakat Pesisir di Teluk Kiluan Desa Kiluan Negeri.
Teknik Evakuasi, Resusitasi Jantung Paru dan Oksigen Administrasi Sebagai Upaya Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Bencana pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Pantai Sari Ringgung Caesario, Rachmad; Yuliana, Darma; Delis, Putu Cinthia; Susanti, Okotra
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7977

Abstract

Ketika terjadi suatu kecelakaan, evakuasi korban adalah salah satu tahapan dalam pertolongan pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yang aman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Kecepatan evakuasi merupakan salah satu tujuan penting dalam pertolongan gawat darurat. Di Pesawaran, Pantai Sari Ringgung menjadi salah satu destinasi wisata dan juga kegiatan budidaya ikan air laut. Aktifitas yang di lakukan di daerah ini tidak luput dari kecelakaan yang dapat memakan korban. tenaga kerja di KJA juga menghadapi bahaya yang sama antara lain ombak, lantai licin, duri ikan, terjepit, bahan bakar mesin kompresor, selang api korosif, tekanan udara pada tabung mesin kompresor, tuas terlepas, karang, gigitan biota laut, selang tertekuk, terputus, atau bocor dan tubuh yang tersangkut baling-baling kapal. Lokasi KJA yang berada di tengah peairan yang dalam terutama yang berada di tengah laut dan sulit terjangkaunya akses fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit perlu menjadi perhatian pembudidaya KJA sehingga tersedianya alat keselamatan/APD (Alat Perlindungan Diri) serta peralatan P3K sangat penting keberadaanya. Selain sarana prasarana yang memadai, tenaga kerja yang terlibat di KJA juga perlu untuk memahami dasar-dasar keselamatan kerja untuk meminimalisir resiko kecelakaan. Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan. Pada kegiatan pengabdian ini kelompok pembudidaya ikan akan diberikan pelatihan dalam melakukan evakuasi korban, pernapasan buatan/ resusitasi jantung paru (RJP), serta pengoperasian oksigen darurat. Berdasarkan hasil evaluasi, melalui kegiatan pelatihan maka pemahaman mitra mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan meningkat hingga 100%, serta terdapat 66,7% mitra dapat malaksanakan RJP dengan baik.
Pembinaan Wawasan Ekonomi Berkelanjutan Bagi Masyarakat Pekon Kiluan Negeri Damai, Abdullah Aman; Saleh, Yuliana; Afrianti, Nur Afni; Damayanti, Inggar; Yuliana, Darma; Diantari, Rara
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8915

Abstract

Untuk mengembangkan potensi pariwisata di Pekon Teluk Kiluan, masyarakat perlu meningkatkan promosi Kawasan Teluk Kiluan dengan memperhatikan aspek potensi lokal, lingkungan, dan keberlanjutan. Penting juga bagi mereka untuk memahami rencana pengembangan Pekon agar pembangunan dapat berkelanjutan. Selain itu, diperlukan upaya pengembangan seluruh potensi yang dimiliki oleh Pekon Kiluan Negeri guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, aparatur Pekon Kiluan Negeri, pengelola wisata, dan masyarakat perlu meningkatkan kapasitasnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola wisata tentang layanan wisata berkelanjutan dan rencana pengembangan Pekon Kiluan Negeri, sambil meningkatkan promosi dengan mempertimbangkan aspek lokal, lingkungan, dan keberlanjutan. Dilaksanakan di Pekon Kiluan Negeri, kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi/sharing dan FGD yang berjalan lancar sesuai rencana. Melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang wawasan ekonomi berkelanjutan, menegaskan pentingnya partisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata. Dengan demikian, kegiatan pengabdian menjadi langkah penting dalam memperkuat potensi dan keberlanjutan Pekon Kiluan Negeri sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas.
APLIKASI TEKNOLOGI FLOATING RAFT AQUAPONIC SYSTEM PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN DI KECAMATAN PRINGSEWU, LAMPUNG Susanti, Oktora Susanti,; Yuliana, Darma; Fidyandini, Hilma Putri; Caesario, Rachmad; Elisdiana, Yeni; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.9244

Abstract

Kegiatan akuakultur harus dapat meminimalisir limbah, agar tercipta lingkungan budidaya yang nyaman. Akuaponik merupakan solusi untuk meminimalisir limbah budidaya dan dapat meningkatkan hasil produksi.Mitra dari kegiatan ini adalah Kelompok Pembudidaya ikan Mina Rumpun Cahaya, yang memiliki permasalahan dalam pengelolaan air budidaya. Tujuan dari program ini yaitu; (1) meningkatkan keterampilan mitra, (2) meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan dengan pengelolaan air yang baik dan ramah lingkungan, (3) model pengembangan lahan produktif di Kecamatan Pringsewu, (4)membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara perguruan tinggi dengan kelompok-kelompok masyarakat di Keamatan Pringsewu. Metode yang digunakan yaitu survei, sosialisasi, pelatihan pembuatan instalasi akuaponik, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah; (1)peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam penerapan teknologi akuaponik hingga 76,47%, (2) peningkatan hasil panen kelompok mitra yang sebelumnya hanya berupa ikan, meningkat dengan ditambah dari hasil panen berupa sayuran organik.(3)terbentuknya landscape akuaponik floating raft, dan (4) terciptanya kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi dengan kelompok mitra Mina Rumpun Cahaya di Kecamatan Pringsewu, Lampung.
PENGUATAN EKOWISATA BERBASIS GENDER EQUALITY DI DESA PULAU PAHAWAN, KECAMATAN MARGA PUNDUH KABUPATEN PESAWARAN Hasani, Qadar; Hidayat, Kuswanta Futas; Yuliana, Darma; Diantari, Rara; Putri, Berta
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9979

Abstract

Desa Pulau Pahawang memiliki potensi ekowisata yang besar namun masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur wisata, kurangnya pengetahuan manajemen pariwisata, dan rendahnya partisipasi aktif perempuan dalam pengelolaan pariwisata. Keterlibatan perempuan dapat membawa perspektif baru, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat komunitas lokal secara keseluruhan. Melalui pelibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan aktivitas ekowisata, diharapkan dapat tercipta keberlanjutan ekonomi dan sosial yang merata serta mengurangi ketimpangan gender. Meskipun ada tantangan seperti kendala sosial dan akses modal terbatas, program ini berhasil meningkatkan peran perempuan di sektor ekowisata, dengan peningkatan partisipasi perempuan dalam pengelolaan homestay, pemanduan wisata, dan pemasaran produk lokal. Pelatihan keterampilan, seperti pembuatan produk kerajinan (chunky bag), turut memberikan dampak langsung pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan mendorong keberlanjutan ekowisata di desa tersebut. Evaluasi program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesetaraan gender dalam ekowisata, dengan keterlibatan perempuan yang meningkat dari 25% menjadi 75%. Program ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, melalui produk lokal yang dihasilkan oleh perempuan, serta meningkatkan kualitas layanan ekowisata secara keseluruhan. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat peran perempuan dalam sektor ekowisata, menciptakan dampak positif bagi perekonomian desa, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penyuluhan Mitigasi Bencana Pesisir: Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan dan Kesadaran Masyarakat Desa Pulau Pahawang, Lampung Julian, David; Hasani, Qadar; Reza, Muhammad; Afrianti, Nur Afni; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Putra, Muhamad Gilang Arindra; Putri, Berta; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10609

Abstract

Program edukasi mitigasi bencana alam wilayah pesisir di Desa Pulau Pahawang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam seperti tsunami dan banjir rob. Hasilnya, 78% peserta menyatakan peningkatan pemahaman dan kesiapan menghadapi bencana setelah mengikuti kegiatan, khususnya dalam hal identifikasi risiko dan langkah mitigasi. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapannya. Dampak positif lain dari program ini adalah meningkatnya solidaritas komunitas dalam menghadapi bencana, serta munculnya peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Pengalaman ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan program mitigasi di masa depan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Desa Pulau Pahawang.
Optimasi Wisata Bahari dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Pulau Pahawang Putra, Muhamad Gilang Arindra; Hasani, Qadar; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Julian, David; Putri, Berta; Reza, Muhammad; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana; Afrianti, Nur Afni
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10636

Abstract

Desa Pulau Pahawang di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung, merupakan destinasi wisata bahari yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata melalui pelatihan dan penyuluhan tentang ekosistem terumbu karang dan wisata ramah lingkungan berbasis Green Fins. Metode kegiatan meliputi pra-kondisi, pelatihan, diskusi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata dalam menerapkan prinsip wisata berkelanjutan. Diharapkan, hasil ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal serta menjaga kelestarian ekosistem bahari di Pulau Pahawang.
Studi Kesesuaian dan Arah Strategis Pengelolaan Pengembangan Wisata Pantai di Pulau Sebesi Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Hasani, Qadar; Yulianto, Herman; Caesario, Rachmad; Diantari, Rara; Reza, Muhammad; Julian, David; Delis, Putu Chintia; Putriani, Rizha Bery
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94856

Abstract

Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata bahari berkelanjutan karena kekayaan ekosistem laut, topografi unik, serta letaknya yang strategis dekat Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, pengelolaan wisata di pulau ini masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kurangnya infrastruktur, rendahnya promosi, dan belum adanya perencanaan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi atau menilai tingkat kesesuaian lahan untuk kebutuhan wisata pantai sekaligus merancang strategi pengembangan yang sesuai. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi langsung serta wawancara kuesioner. Analisis data dengan pengukuran Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Nilai IKW pada Stasiun 1 tercatat 2,245, Stasiun 3 sebesar 2,415, dan Stasiun 4 sebesar 2,32, ketiganya termasuk kategori sesuai. Sementara Stasiun 2 sebesar 2,9 termasuk kategori sangat sesuai. Berdasarkan SWOT, Pulau Sebesi berada pada kuadran III. Hal ini berarti strategi yang direkomendasikan adalah WO (memanfaatkan peluang dengan mengurangi kelemahan). Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi peningkatan promosi digital, pelatihan sumber daya manusia lokal, dan kolaborasi multipihak untuk perencanaan pengelolaan terpadu. Hasil kajian menunjukan bahwa Pulau Sebesi berpeluang besar menjadi destinasi ekowisata unggulan jika pengelolaannya diarahkan secara tepat dan partisipatif.
LAJU FILTRASI KERANG HIJAU (Perna viridisLinn. 1758) YANG BERBEDA UKURAN PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS TERHADAP MIKROALGA Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968) ningsih, ika rahayu; efendi, eko; Yuliana, Darma
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.4194

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan organisme yang memiliki sifat non selective filter feeder yang merupakan pemakan mikroalga di perairan. Mikroalga dapat tumbuh tidak terkontrol akibat banyaknya kandungan nutrien di perairan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kelimpahan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju filtrasi kerang hijau yang berbeda ukuran pada tingkat salinitas yang berbeda terhadap Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktorial dengan  Sembilan perlakuan dan tiga taraf pengulangan. Masing-masing perlakuan mengkombinasikan salinitas 25‰, 30‰, 35‰ dan ukuran 3, 6 and 8 cm. Kepadatan mikroalga yang diberikan pada tiap perlakuan sebanyak 5 x 106 sel/l. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya pengaruh ukuran kerang hijau dan salinitas terhadap laju filtrasi kerang hijau yang diberi pakan Chaetoceros calcitrans.
Biologi Populasi dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Kurisi (Nemipterus japonicus) di Perairan Teluk Lampung Caesario, Rachmad; Kartini, Nidya; Yulianto, Herman; Yuliana, Darma
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.70063

Abstract

Provinsi Lampung memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar yaitu lebih dari 380.000 ton/tahun. Potensi perikanan tangkap didominasi oleh sumberdaya ikan pelagis dan demersal. Salah satu tempat pendaratan ikan yang berasal dari tangkapan sekitar Teluk Lampung adalah Pelabuhan Perikanan pantai (PPP) Lempasing. Hasil tangkapan ikan yang dominan salah satunya adalah ikan Japanese threadfin bream (Nemipterus japonicus) yang merupakan ikan demersal dan memiliki nilai ekonomis penting. Tingkat pemanfaatan dan permintaan ikan Japanese threadfin bream di pasaran terus mengalami peningkatan. Hal ini akan berdampak buruk untuk kelestarian sumberdaya ikan jika tidak dilakukan pengelolaan dengan benar. Tujuan dari penelitian adalah untuk menghitung pola pertumbuhan dan tingkat pemanfaatan terhadap sumberdaya ikan Japanese threadfin bream sehingga dapat dimanfaatkan secara lestari dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing, Lampung. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2025. Pengambilan contoh dilakukan dengan Penarikan contoh acak berlapis dengan pengukuran sampel secara acak namun masih tetap mewakili semua ukuran ikan yag didaratkan. Hasil penelitian yang didapat yaitu pola pertumbuhan ikan Japanese threadfin bream adalah allometrik negatif. Nilai faktor kondisi berkisar 1,003-1,161.; Nilai L∞ yang didapat sebesar 253 mm, nilai K sebesar 0,90/tahun, dan nilai t0 sebesar -0,099; Laju eksploitasi (E) ikan Japanese threadfin bream sebesar 0,62/tahun dan sudah masuk dalam kategori overexploited. Puncak rekrutmen ikan Japanese threadfin bream di perairan Teluk Lampung terjadi pada bulan Agustus sebesar 23,27%.