Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL KEBUN KELAPA SAWIT DESA PANGKALAN SUKA KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG Wicaksono, Bambang; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64124

Abstract

Kelapa sawit selama 20 tahun terakhir menjadi andalan ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian di Desa Pangkalan Suka. Petani kelapa sawit di desa ini memiliki perkebunan kelapa sawit mandiri namun produksinya rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang sifat tanah dan pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian status kesuburan pada beberapa kelerengan di tanah ultisol perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit dan menghitung dosis pupuk untuk memberikan saran pemupukan tanaman kelapa sawit. Lokasi penelitian berada di Desa Pangkalan Suka Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini melihat perbedaan karakteristik sifat kimia tanah pada lereng yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. Bahan penelitian yang digunakan adalah sampel tanah, peta administrasi desa, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelas lereng, peta topografi, peta lokasi titik pengamatan, data curah hujan Kabupaten Ketapang periode 2015-2019 dan bahan bahan kimia lainya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor pembatas yaitu kandungan C-Organik tanah dan rendahnya N-total tanah. Ketersediaan bahan organik dalam tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Rendahnya Unsur hara dalam tanah perlu dilakukan penambahan saran pemupukan tanaman kelapa sawit pada setiap lokasi. Saran pemupukan di kelerengan 0-3% yaitu Urea 0,87 Kg/pohon, SP-36 0,76 Kg/pohon dan MOP 2,96 Kg/pohon. Saran pemupukan di kelerengan 3-8% yaitu Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,68 Kg/pohon dan MOP 4,3 kg/pohon kemudian di kelerengan 8-15% Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,49 kg/pohon dan MOP 4,8 kg/pohon.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN GAMBUT BERSEKAT KANAL DI DESA KUBU PADI KABUPATEN KUBU RAYA Putra, Rinto Daya; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64780

Abstract

Upaya pemulihan lahan gambut terdegradasi yaitu dengan melakukan pembasahan kembali dengan pembangunan sekat kanal pada lokasi yang mengalami degradasi. Penyekatan kanal dapat meningkatkan daya simpan (retensi) air di lahan gambut sehingga dapat mencegah penurunan permukaan air di lahan gambut atau dalam keadaan lembab. Lokasi penelitian di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Sekat Kanal 2019 (SK19), Sekat Kanal 2020 (SK20), Tanpa Sekat Kanal (TSK) dan Hutan Sekunder (HS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah gambut pada setiap lokasi yang bersekat kanal yang dibangun pada tahun 2019 dan 2020, tanpa sekat kanal dan hutan sekunder di Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel dengan kedalaman 0 "“ 30 cm dan pengukuran lapangan untuk kedalaman muka air tanah menggunakan piezometer. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tahun pembangunan sekat kanal 2019 dan 2020 (SK19 dan SK20), tanpa sekat kanal (TSK) dan hutan sekunder (HS). Jumlah titik sampel yaitu 24 titik sampel (4 lokasi x 6 ulangan). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu pH tanah, nitrogen total, fosfor tersedia, K-dd, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, kadar abu tanah gambut, kejenuhan basa tanah, kapasitas tukar kation, karbon organik tanah, dan C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah paling tinggi yaitu 3,15 terdapat di SK19, sedangkan pH tanah terendah yaitu 2,91. Nitrogen paling tinggi di SK19 yaitu 0,35% dan SK20 terendah yaitu 0,29%. Fosfor paling tinggi terdapat di SK20 yaitu 34,29 mg/100g dan terendah di SK19 27,88 mg/100g. Kalium-dd pada SK20, TSK dan HS yaitu 0,05 cmol(+)kg-1 sedangkan pada SK19 yaitu 0,04 cmol(+)kg-1. Natrium-dd tertinggi terdapat pada TSK yaitu 0,09 cmol(+)kg-1 dan terendah di SK19 yaitu 0,07 cmol(+)kg-1. Kalsium-dd tertinggi pada TSK yaitu 0,46 cmol(+)kg-1 dan terendah pada SK19 dan HS yaitu 0,22 cmol(+)kg-1, sedangkan pada SK20 yaitu 0,24. Magnesium-dd tertinggi pada TSK yaitu 0,42 cmol(+)kg-1 dan terendah pada HS yaitu 0,18 cmol(+)kg-1. Kadar abu tertinggi pada TSK yaitu 0,81 % dan terendah pada SK19 0,31 %. Kejenuhan basa tertinggi pada TSK yaitu 3,81 % dan terendah pada SK19 yaitu 1,96 %. KTK tertinggi pada TSK yaitu 30,15 mg/100g dan terendah pada SK20 yaitu 23,38 mg/100g. C-Organik tertinggi pada SK19 yaitu 57,81 % dan terendah pada TSK yaitu 57,52 %. C/N Rasio tertinggi pada HS yaitu 43,47 dan terendah pada SK20 yaitu 38,07.
SERAPAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT DESA SIJANG KABUPATEN SAMBAS Wibianto, Rizki Lambang; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66745

Abstract

Kelapa sawit yang dibudidayakan di Kabupaten Sambas mempunyai produksi yang berbeda-beda di setiap lahan. Perbedaan produksi di setiap lahan di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi produksi tanaman kelapa sawit adalah kondisi tanah dan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman agar tumbuh maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kadar hara N, P, K, Mg, Cu dan Boron pada Satuan Peta Lahan yang sudah diklasifikasikan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit dan mengelompokannya dalam kategori defisiensi, optimum, dan berlebih, mengetahui serapan hara N, P, dan K pada tanaman kelapa sawit, dan memberikan rekomendasi pemupukan tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawit swadaya masyarakat Desa Sijang Kabupaten Sambas. Parameter penelitian yaitu Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Tembaga, dan Boron. Hasil Analisis menunjukkan bahwa kadar hara N, P, K, Mg, Cu, dan Born pada SPL 1 tergolong defisiensi sampai berlebih, SPL 2 tergolong defisiensi sampai berlebih, dan SPL 3 tergolong defisiensi sampai berlebih. Pada masing-masing SPL di Rekomendasikan dosis pemupukan N, P dan K untuk SPL 1 (Urea 7,5 kg/pohon/tahun, SP-36 0,5 kg/pohon/tahun, KCL 1,75 kg/pohon/tahun), SPL 2 (Urea 2,75 kg/pohon/tahun, SP-36 0,35 kg/pohon/tahun, KCL 3,75 kg/pohon/tahun), dan SPL 3 (Urea 9,5 kg/pohon/tahun, SP-36 1,1 kg/pohon/tahun, KCL 4,5 kg/pohon/tahun).
STATUS HARA N, P, DAN K TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SUNGAI KERAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG Lusi, Lusi; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66872

Abstract

Status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan hara yang tersedia di dalam tanah. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah serta memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Keran Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Lokasi penelitian merupakan lahan kelapa sawit dengan umur tanaman yang berbeda yakni, umur 5 dan 9 tahun. Pengambilan sampel menggunakan metode diagonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa status hara N,P, dan K pada dua lokasi penelitian berturut-turut Sedang, Sangat Tinggi, dan Rendah. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan pupuk sesuai rekomendasi yang digunakan, maka masing-masing lahan disarankan memberikan dosis pemupukan untuk lokasi A kebutuhan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 2 kg/pohon, Kekurangan dipenuhi dengan pupuk tunggal: 1,16 kg urea/pohon dan 0,94 kg KCl/pohon. Lokasi B 2,9 kg urea/pohon, 0,89 kg SP36/pohon (1,14 kg rock phospate/pohon), dan 2,5 kg KCl/pohon).