Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Sawah pada Beberapa Tipe Luapan Pasang Surut di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Yanni Nurbaini, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Joni Gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41135

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dilakukan dengan metode survey lapang dengan pengambilan sampel tanah pada enam titik lokasi penelitian. Bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah sawah di tipe luapan pasang surut A, B, dan C, yang pada akhirnya untuk saran pemupukan pada tanaman padi. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penentuan status kesuburan tanah berdasarkan kriteria kesuburan tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT) tahun 1995. Hasil kriteria penilaian kesuburan tanah pada lokasi penelitian didapatkan bahwa pada tipe luapan A dan B memiliki status kesuburan tanah yang rendah dan pada tipe luapan C memiliki status kesuburan yang sangat rendah. Status kesuburan pada lahan sawah tipe luapan A, B, dan C di Kecamatan Sungai Kakap ditentukan oleh nilai kejenuhan basa dan kandungan P-total yang rendah. Kekurangan kebutuhan pupuk urea yang harus diberikan petani di lokasi penelitian pada tipe luapan A (lahan A1 dan A2), B (lahan B1 dan B2), dan C (lahan C1 dan C2), berturut-turut yaitu 231,15 kg.ha-1, 240,38 kg.ha-1, 163,09 kg.ha-1, 218,66 kg.ha-1, 264,65 kg.ha-1, dan 239,77 kg.ha-1 dan kekurangan kebutuhan pupuk NPK (Phonska) yang harus diberikan petani di lokasi penelitian, berturut-turut yaitu 258,13 kg.ha-1, 81,15 kg.ha-1, 84,06 kg.ha-1, 169.86 kg.ha-1, 88,86 kg.ha-1, dan 172,63 kg.ha-1.Kata kunci : status kesuburan tanah, sawah pasang surut, tipe luapan, sungai kakap, saran pemupukan.
DAMPAK BIOCHAR PLUS DAN MASA INKUBASI TERHADAP KANDUNGAN NPK TANAH GAMBUT Alvin Josua Manurung, Sutarman Gafur, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.39895

Abstract

ABSTRAKBiochar merupakan produk pirolisis yang dihasilkan dari proses pembakaran dari bahan baku tertentu dengan suhu 300 "“ 600oC dengan suplai oksigen terbatas dan atau tanpa oksigen sama sekali. Inkubasi ditujukan agar reaksi bahan organik dan tanah dapat bejalan dengan baik, oleh karena itu perlakuan inkubasi sangat perlu diperhatikan agar nantinya unsur hara dapat tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh biochar plus terhadap sifat-sifat kimia tanah gambut pada masa inkubasi yang berbeda dan mencari masa inkubasi terbaik terhadap ketersediaan hara tanah yang diberi perlakuan biochar plus. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kompos Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali, dan 3 jenis perlakuan decomposer sehingga jumlah polybag yang digunakan 54. Hasil menunjukkan bahwa N total tanah sebelum perlakuan yaitu 0,46 % (sedang), setelah diberikan perlakuan meningkat berkisar 1,11 (sangat tinggi). P tersedia sebelum perlakuan yaitu 12,02 ppm (rendah), setelah diberikan perlakuan meningkat berkisar 294,77 ppm (sangat tinggi). K tersedia sebelum perlakuan 0,12 (cmol (+) kg-1) (rendah), setelah diberikan perlakuan meningkat berkisar 1,20 (cmol (+) kg-1) (sangat tinggi). Perlakuan biochar plus dan masa inkubasi memberikan pengaruh terhadap sifat-sifat kimia tanah gambut. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata statistik yang terbaik terhadap sifat-sifat kimia tanah gambut terdapat pada perlakuan P1 (Biochar Sekam Padi (750 g) + Dekomposer Beka (13,6 ml.ha-1) + Lumpur Laut (500 g) + Kompos Tankos (500 g) + NPK (300 kg.ha-1) pada masa inkubasi 4 minggu. Kata kunci : Biochar Plus, Masa Inkubasi, Sifat-Sifat Kimia Tanah, Tanah Gambut.
Pengaruh Biochar Sabut Kelapa (Cocos nucifera) Terhadap Ketersediaan Fosfor Pada Tanah Inceptisols Di Desa Pal IX Kabupaten Kubu Raya. Devi Lopita, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati, Rinto Manurung,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.40531

Abstract

ABSTRAKTanah Inceptisols termasuk golongan tanah masam yang memiliki kandungan liat cukup tinggi (35"“78%) dengan permasalahan yang mendasar seperti pH tanah rendah, kandungan bahan organik rendah, dan kandungan unsur hara rendah terutama unsur fosfor. Konsentrasi Al dan Fe yang tinggi pada tanah Inceptisols menyebabkan terfiksasinya unsur fosfor. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Inceptisols Desa Pal IX, Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen lapangan pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan 5 dosis biochar sabut kelapa dan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang dimaksud adalah: T0(tanpa biochar sabut kelapa), T1 (250 g.m-2), T2 (500 g.m2), T3 (750 g.m-2), T4 (1000 g.m-2). Parameter analisis tanah meliputi karakteristik kimia tanah (pH, N"“total, P"“tersedia, C"“organik, KTK, Al, Fe dan DHL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sabut kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap ketersediaan fosfor. Namun terdapat peningkatan nilai terhadap P"“tersedia bila dibandingkan dengan tanpa perlakuan biochar. Peningkatan nilai P"“tersedia dipengaruhi oleh pH tanah, C"“organik, Al dan Fe.
Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Bakar melalui Pembuatan Kompos Berbasis Kulit Nenas di Desa Galang, Kabupaten Mempawah Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Rini Hazriani; Rinto Manurung
Al-Khidmah Vol 3, No 1 (2020): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v3i1.2408

Abstract

Program PKM bertujuan untuk mentransfer teknologi kompos berbasis kulit nanas, sebagai solusi bagi petani nanas organik di desa Galang, Kabupaten Mempawah yang mengalami kesulitan dalam pemanfaatan limbah kulit nanas akibatnya Penggunaan buah nanas menjadi berbagai produk. PKM dilakukan selama 6 (enam) bulan mulai dari kegiatan persiapan, sosialisasi ke UKM Harapan Baru dan dilanjutkan dengan implementasi program inti yaitu penyampaian materi dan praktik pembuatan kompos dan diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Audiens yang dituju utamanya adalah petani nanas. Metode yang digunakan adalah konseling, ceramah, diskusi, tanya jawab dan evaluasi. Pada prinsipnya kegiatan ini mencakup penyuluhan tentang manfaat kompos untuk budidaya nanas di lahan gambut. Pengetahuan dan keterampilan dalam membuat kompos dari kulit nanas adalah kunci agar masyarakat petani bisa menerapkannya dengan hasil yang baik. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah bahwa masyarakat sangat antusias dengan materi yang disampaikan karena mereka belum mengetahui hal ini sebelumnya. Pasca kegiatan disarankan agar pengembangan kegiatan ini terus dilakukan di bawah naungan PPL dari Kecamatan.
Pengelolaan Lahan Gambut Berbasis Biomassa Lokal di Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya melalui Kegiatan PHP2D Ria Dhanisa; Muhardi Muhardi; Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Sugianto Sugianto; Nazza Kharisma
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.4271

Abstract

Pengelolaan lahan gambut berbasis biomassa lokal melalui kegiatan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) telah dilaksanakan di Desa Jangkang Dua, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Desa Jangkang Dua mempunyai lahan gambut yang telah terbakar dengan luas ±16 ha, namun lahan gambut tersebut dapat dikelola menjadi lahan  budidaya pertanian. Potensi yang dapat mendukung budidaya pertanian tersebut adalah limbah biomassa lokal yang dihasilkan berupa pepohonan dan tumbuh-tumbuhan pakis yang telah terbakar. Limbah biomassa lokal berupa pepohonan dapat diolah menjadi biochar menggunakan tungku Kon-Tiki, sedangkan tumbuh-tumbuhan pakis dapat diolah menjadi bokashi memanfaatkan cendawan Trichoderma. Tujuan program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat desa dalam mengelola lahan gambut yang telah terbakar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk lahan budidaya pertanian. Program ini dilaksanakan selama satu semester (Juli – Desember 2021) oleh Himpunan Mahasiswa Geofisika (HMG) FMIPA Untan dan Dosen Pendamping, bermitra dengan Pemerintah Desa Jangkang Dua dan Kelompok Tani. Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan dan mencapai tujuan program adalah pengelolaan lahan gambut, pengadaan input pertanian, penerapan teknologi tepat guna, dan edukasi kepada masyarakat tentang lahan gambut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang terlibat langsung telah merasakan manfaat dari program ini, karena dapat menjawab permasalahan di bidang pertanian pasca kebakaran lahan gambut. Selain itu, sebagian besar masyarakat telah memahami cara menggunakan tungku Kon-Tiki dalam mengolah limbah biomassa lokal dan mengetahui manfaat dari biochar.
Uji Kombinasi Dosis Biochar Tankos dan Kotoran Ayam untuk Perbaikan Kesuburan Tanah Sawah Urai Suci Yulies; Rini Hazriani; Mulidi Maulidi
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 8, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v8i2.59150

Abstract

Paddy is the main crop in the tidal land farming system. The use of tidal land, especially for rice plants, faces many obstacles, in general it has low fertility due to the lack of macronutrients N, P, K as well as high and varied agrophysical constraints. For this reason, in rice cultivation, Alluvial land needs ameliorant that is easy to obtain and cheap in price, to help increase Alluvial soil fertility in addition to N, P and K fertilizers. The research was carried out by taking soil samples in Sei Kakap in 2 different locations, and then the samples were analyzed at the Chemistry and Soil Fertility Lab of Faperta Untan. This study used a dose of empty fruit bunches (tankos) biochar and chicken manure with a ratio of 25% : 75%, 50% : 50% and 75% : 25%. The treatment was repeated 5 times, so there were 15 treatments. The design used is the completely randomized design. The results of the study explain that from the incubation experiment between biochar tankos, chicken manure, for 4 weeks the C/N ratio was <20%, besides that base saturation and CEC were higher than 2 weeks incubation, indicating that the use of organic biochar tankos + chicken manure with a ratio of 25:50 and 50:50 can increase the fertility of paddy fields.
PEMANFAATAN AMELIORAN ORGANIK SPESIFIK LOKASI UNTUK BUDIDAYA SAYUR PEKARANGAN DI DESA SEI JAGA A KABUPATEN BENGKAYANG Rini Hazriani; Urai Suci Y. V Indrawati; Rinto Manurung; Leony Agustine
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i2.1622

Abstract

Desa Sei Jaga A merupakan salah satu daerah di kabupten Bengkayang yang mengalami permasalahan berkurangnya produksi hasil pertanian di lahan Marginal Podsolik Merah Kuning (PMK). Lahan pertanian didominasi oleh tanaman horticultural seperti cabai, terung, dan tomat. Sebagian petani juga beternak kambing, namun demikian belum dimanfaatkan optimal sebagai kompos. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan kompos dan biochar berbasis limbah ternak kambing untuk budidaya pertanian. Kompos kotoran kambing diharapkan dapat memperkaya biochar karena keberadaan unsur hara N, P, dan K. Sasaran kegiatan PkM adalah anggota Poktan Harapan Bersama yang terdiri dari 20 orang, di mana petani tersebut akan diberi materi dan praktik bagaimana membuat biochar dan kompos kotoran kambing, serta dilakukan evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian adalah Penyuluhan dan Pelatihan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi mengenai pentingnya pembuatan biochar berbahan baku limbah hasil panen dan kompos kotoran kambing. Sementara pelatihan berupa praktik pembuatan biochar dan kompos kotoran kambing. Sebelum PkM ini dilakukan, petani belum begitu memahami bagaimana pembuatan biochar dan kompos, dan setelah PkM, petani dapat membuat biochar sekam padi dan kompos dari kotoran kambing dengan baik, dan hasilnya dapat diaplikasikan ke lahan pertanian, sehingga kesuburan tanah meningkat.
Pembuatan Pupuk Kompos Kotoran Sapi Pada Petani Di Desa Pal IX, Kabupaten Kubu Raya Leony Agustine; Urai Suci Y.V. Indrawati; Rini Hazriani; Rinto Manurung
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1361

Abstract

Compost is organic material (organic waste) that has undergone a weathering process due to interactions between microorganisms (decomposing bacteria) working in it. Processing of livestock manure can be done by using livestock manure as manure. Pal IX Village, Sei Kakap District, Kubu Raya Regency, most of the people in this village live as rice and fruit vegetable farmers and there are some residents who raise cattle. The soil in this area is dominated by alluvial (tidal) soil which has chemical properties that are unfavorable for plant cultivation. This PKM aims to transfer the technology for making compost based on cow manure in Pal IX Village, Sei Kakap District, Kubu Raya Regency and to increase the ability of farmers to make compost and provide composting training. The implementation method is carried out by counseling presentations and direct manufacture of compost fertilizer. farmers are very enthusiastic and participate from the beginning of the activity to completion of this PKM activity.
PEMANFAATAN AMELIORAN ORGANIK SPESIFIK LOKASI UNTUK BUDIDAYA SAYUR PEKARANGAN DI DESA SEI JAGA A KABUPATEN BENGKAYANG Rini Hazriani; Urai Suci Y. V Indrawati; Rinto Manurung; Leony Agustine
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i2.1622

Abstract

Desa Sei Jaga A merupakan salah satu daerah di kabupten Bengkayang yang mengalami permasalahan berkurangnya produksi hasil pertanian di lahan Marginal Podsolik Merah Kuning (PMK). Lahan pertanian didominasi oleh tanaman horticultural seperti cabai, terung, dan tomat. Sebagian petani juga beternak kambing, namun demikian belum dimanfaatkan optimal sebagai kompos. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan kompos dan biochar berbasis limbah ternak kambing untuk budidaya pertanian. Kompos kotoran kambing diharapkan dapat memperkaya biochar karena keberadaan unsur hara N, P, dan K. Sasaran kegiatan PkM adalah anggota Poktan Harapan Bersama yang terdiri dari 20 orang, di mana petani tersebut akan diberi materi dan praktik bagaimana membuat biochar dan kompos kotoran kambing, serta dilakukan evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian adalah Penyuluhan dan Pelatihan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi mengenai pentingnya pembuatan biochar berbahan baku limbah hasil panen dan kompos kotoran kambing. Sementara pelatihan berupa praktik pembuatan biochar dan kompos kotoran kambing. Sebelum PkM ini dilakukan, petani belum begitu memahami bagaimana pembuatan biochar dan kompos, dan setelah PkM, petani dapat membuat biochar sekam padi dan kompos dari kotoran kambing dengan baik, dan hasilnya dapat diaplikasikan ke lahan pertanian, sehingga kesuburan tanah meningkat.
PEMANFAATAN BIOCHAR SPESIFIK LOKASI UNTUK BUDIDAYA SAYUR DI DESA LIMBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Rossie Wiedya Nusantara; Hedi Sugito
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i1.1930

Abstract

Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya terletak ± 5,12 km dari kota Pontianak dengan luas wilayah 800 km2. Sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai petani sayur. Tanah lahan petani didominasi oleh tanah gambut yang mempunyai sifat kimia kurang menguntungkan untuk budidaya sayur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk   pemberdayaan petani   dalam upaya pembuatan pupuk organik berbasis biochar limbah organik di sekitar lahan pertanian seperti sisa panen jagung, semak-semak, dan ranting pohon, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah gambut, dan secara langsung dapat meningkatkan produksi pertanian di desa Limbung, kabupaten Kubu Raya. Kegiatan PkM berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, pelatihan pembuatan biochar, demplot biochar untuk tanaman hotikultur di lahan gambut dan pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim abdimas. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Sebelum kegiatan PkM ini dilakukan, peserta belum begitu memahami bagaimana pembuatan biochar dan kompos. Hasil kegiatan PkM ini, petani sayur mampu membuat biochar dari limbah hasil panen atau bahan organik disekitar lahan pertanian, sehingga membantu menyuburkan tanah gambut.
Co-Authors Abdul Haris Abdul Mujib Alhaddad Adi Suyatno Agus Suyanto Agus Suyanto Agustina Listiawati Agustine, Leony Aji, Krishna Alhaddad, Abdul Mujib Alhaddad, Abdulmujid Amaro, Fahman Fikri Amiruddin Teapon amiruddin teapon Andini, Bella Anshari, Gusti Zakaria Asnawati Asnawati Azzahra, Tia Tilana Bambang Widiarso Borneo, Ginelar Noto Dewi Kurniati DWI RAHARJO Edi Kurniadi Fatmawati Febrianti, Ristha Feira Budiarsyah Arief Firadila, Rulia Alda Gans Silalahi, Gio Andi Hafsari, Afriani Hanafie, Hadriana Handayani, Wiji Pamungkas Hedi Sugito Janny Jovita Pakanan Joko Joko Junaidi Junaidi juraidah, juraidah Karuru, Perdy Komariyati Komariyati Komaryati, Komaryati Krishna Aji Leony Agustine Leony Agustine Mahyuddin, Masriani Manalu, Anggita Yosia Manurung, Rinto Maulidi Maulidi Mikola, Nada Muhardi Mulidi Maulidi Nazza Kharisma Nia Permatasari, Nia Nuraini Asriati Nuriman, Muhammad Pramesti, Febi Regita Ardia Pratama, Dafib Brilian Ria Dhanisa Riduansyah Riduansyah, Riduansyah rini hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rinto Manurung Rinto Manurung Rinto Manurung Rita Hayati Romiyanto, Romiyanto Rossie Wiedya Nusantara Sari, Fitria Nopita Savira, Veny Shinta Rosalina Sitinjak, Syilvia Bornok Damayanti Sugianto Sugianto Sulakhudin Sulakhudin Sutaemi, Wawa Sutarman Gafur Tino Orciny Chandra Tri Mulya Hartati Tri Mulya Hartati U Edi Suryadi Vera, Vera Ardelia Wanti Fitrianti Warganda Warganda Wati, Indah Yesi, Akwilna Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yuniasih, Indah Maulida