Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Comm-Edu (Community Education Journal)

PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN PENEGAK MELALUI KEPRAMUKAAN Nursyamsi, Cucu; Musa, Safuri; Hoerniasih, Nia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v8i2.24690

Abstract

Pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan bagi masa kini sangatlah bermanfaat bagi pembantu guru guna mendidik para peserta didik. Seiring perkembangan zaman semakin merosotnya moral pada peserta didik, terutama pada karakter disiplin banyak sekali peserta didik menyepelekan hal ini dalam hal-hal sekecil apapun. Metode yang dipilih adalah metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif kualitatif adalah salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena atau keadaan secara terperinci dan mendalam, dengan menggunakan data-data yang bersifat deskriptif dan kualitatif. Pendidikan karakter dalam dunia sekolah identik dengan pendidikan kepramukaan. Apalagi pramuka diperkuat dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka. Tidak hanya itu, pemerintah juga mengambil langkah dengan mendukung pendidikan kepramukaan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai ekstrakulikuler wajib. Permendikbud tersebut saat ini wajib diterapkan di sekolah dasar dan menengah (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun, 2014). Hasil dari penelitian yang dilakukan dalam pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan menemukan beberapa hal yang menunjang keberhasilan pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan diantaranya yaitu proses pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan dan faktor pendukung penghambat pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan. Dilihat dari dua hal penunjang tersebut ditemukan dari segi minat peserta didik yang sangat antusias serta sarana prasarana yang menunjang untuk keberhasilan pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan. Akan tetapi memiliki saran yaitu dari segi sarana prasarana harap disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang mengikuti pendidikan karakter disiplin penegak melalui kepramukaan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI MEMBACA FUNGSIONAL WARGA BELAJAR PAKET B DI PKBM NURUL ISLAM KARAWANG Sukmawati, Ucuk Siti; Hoerniasih, Nia; Suminar, Uum
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v8i3.27475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis proyek ( Project Based Learning ) dalam mengembangkan literasi membaca fungsional warga belajar program pendidikan kesetaraan Paket B di PKBM Nurul Islam Karawang. Fokus penelitian ini meliputi: (1) Perencanaan pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran. (3) Evaluasi pembelajaran. (4) Pengembangan literasi membaca fungsional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang pengelola, satu tutor, dan dua orang warga belajar Paket B di PKBM Nurul Islam Karawang yang ditentukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan tahapan penelitian yang mencakup orientasi, eksplorasi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan kebutuhan warga belajar dengan merancang proyek yang sesuai konteks kehidupan mereka. (2) Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menerapkan tahapan-tahapan proyek mulai dari perencanaan hingga presentasi hasil, yang mendorong keterlibatan aktif warga belajar. (3) Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan oleh tutor melalui evaluasi formatif dan sumatif yang mencakup aspek pemahaman teks, keterampilan mencari informasi, serta penerapan hasil baca dalam kehidupan sehari-hari. (4) Pengembangan literasi membaca fungsional warga belajar diwujudkan dari peningkatan kemampuan memahami isi bacaan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari, yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMMAPUAN BERSOSIALISASI ANAK USIA DINI DENGAN KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) DI PAUD PLAMBOYAN 3 KARAWANG Aprilia, Adinda; Muis, Abdul; Hoerniasih, Nia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the role of teachers in improving the socialization skills of early childhood children with speech delay at PAUD Plamboyan 3 Karawang. Children with speech delays often struggle with verbal communication, which affects their ability to interact socially with peers. In this study, teachers serve as facilitators, motivators, and guides who assist children in developing social skills through child-friendly learning approaches. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that teachers create inclusive learning environments, provide consistent language stimulation, and implement group activities that encourage social interaction. Furthermore, collaboration between teachers and parents plays a key role in enhancing children’s social abilities. Children with speech delay demonstrated positive development, including increased confidence in greeting others, playing together, and participating in class activities. The study concludes that the active role of teachers is crucial in supporting the social development of children with speech delays. Keywords: teacher’s role, speech delay, social skills. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) di PAUD Plamboyan 3 Karawang. Anak dengan speech delay sering mengalami kesulitan dalam berkomunikasi verbal yang berdampak pada interaksi sosialnya dengan teman sebaya. Dalam penelitian ini, guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pengarah yang membantu anak mengembangkan keterampilan sosial melalui pendekatan pembelajaran yang ramah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, memberikan stimulus bahasa secara rutin, dan menerapkan aktivitas kelompok yang mendorong interaksi sosial. Selain itu, kerja sama antara guru dan orang tua sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak. Anak-anak speech delay menunjukkan perkembangan positif seperti keberanian untuk menyapa, bermain bersama, dan berpartisipasi dalam kegiatan kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif guru sangat penting dalam mendukung perkembangan sosial anak dengan keterlambatan bicara. Kata Kunci: peran guru, keterlambatan bicara, kemampuan bersosialisasi
STRATEGI PPKBD (PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA DESA) DALAM SOSIALISASI METODE OPERASI WANITA (MOW) DI DESA SIRNABAYA KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG Kismanto, Adhwa Cahyani; Hoerniasih, Nia; Muis, Abdul
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v8i3.27839

Abstract

This research aims to describe the strategies implemented by PPKBD (Village Family Planning Assistants) in disseminating the Female Sterilization Method (Metode Operasi Wanita/MOW) in Sirnabaya Village, Telukjambe Timur Subdistrict, Karawang Regency. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, unstructured interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, complemented by snowball sampling to identify other relevant sources. The findings reveal that the strategies used by PPKBD include personal, educational, participatory, and collaborative approaches involving local health institutions. Supporting factors for successful dissemination include PPKBD’s emotional closeness to the community and support from PLKB and community leaders. Barriers encountered involve low public awareness, misinformation, and limited resources. The study concludes that effective strategy and communication are key to increasing community participation in the MOW program.
IMPLEMENTASI METODE RESITASI DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN WARGA BELAJAR PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KARAWANG Putri, Kania Salsabilla; Dewi, Ratna Sari; Hoerniasih, Nia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v8i3.28081

Abstract

This study aims to examine the implementation of the recitation method in enhancing the engagement of Paket C learners in English language learning at SKB Karawang. This research employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the recitation method is effective in increasing learning activeness, as reflected in improved participation, willingness to ask questions, involvement in discussions, and the ability to evaluate learning outcomes. The implementation process includes task assignment, execution, and accountability, which foster learner independence and critical thinking skills. Supporting factors in the implementation include positive psychological conditions and guidance from tutors, while inhibiting factors involve learners' physical conditions and an unsupportive learning environment. Therefore, the recitation method can be considered an effective strategy to enhance the learning activeness of learners at SKB Karawang.
PERAN TUTOR DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM ASYIFA KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR Fauzia Rahmah, Syifa; Hoerniasih, Nia; Marlina, Rina
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.29380

Abstract

 Abstract Non-formal education, particularly the Paket C program, plays a strategic role in providing learning opportunities for individuals who are unable to pursue formal education. However, low learning motivation among learners remains a major challenge that affects the continuity of the learning process. This study aims to analyze the role of tutors in fostering learning motivation for Paket C learners at PKBM Asyifa. The research employed a qualitative method with a descriptive approach, through observation, interviews, and documentation involving the PKBM administrator, tutors, and learners as the research subjects. The findings show that tutors play an important role as facilitators, motivators, and mentors in enhancing learning motivation through varied learning strategies, personal approaches, and the provision of encouragement and rewards. In conclusion, the role of tutors is proven to be significant in addressing the issue of low learning motivation, thereby increasing learners’ activeness and engagement in the non-formal education process. The implications of this study emphasize that strengthening tutor capacity is essential to improving the quality of education in PKBM. Keywords: Tutor Role, Learning Motivation, PKBM. Abstrak Pendidikan nonformal, khususnya program Paket C, memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal. Namun, rendahnya motivasi belajar warga belajar masih menjadi tantangan utama yang berdampak pada keberlangsungan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar Paket C di PKBM Asyifa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola PKBM, tutor, serta warga belajar sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan penting sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar melalui strategi pembelajaran variatif, pendekatan personal, serta pemberian dorongan dan penghargaan. Kesimpulannya, peran tutor terbukti signifikan dalam mengatasi permasalahan motivasi belajar, sehingga mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan warga belajar dalam proses pendidikan nonformal. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tutor sangat esensial guna memperkuat kualitas pendidikan di PKBM.