Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 1-3 BULAN Agustin, Ismar; Sekar Arum, Khenia Arini; Noviadi, Pitri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.396

Abstract

Latar belakang: Peningkatan berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertumbuhan bayi. Salah satu penyebab permasalahan berat badan adalah nafsu makan anak yang turun, hal ini bisa diatasi dengan pemberian suplemen atau vitamin pada anak ataupun stimulasi atau rangsangan. Salah satu rangsangan dan stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi usa 1-3 bulan. Metode: Penelitian ini dilakukan pada merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan rancangan penelitian pretest-posttest control group design, responden berjumlah 30 orang diperoleh dengan menggunakan teknik probability sampling responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan selama tiga minggu dengan enam kali pijat bayi pada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Uji statistik menggunakan Mann-Whitney dan wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan nilai pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi dengan perbandingan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol didapatkan nilai (p value 0,001),dan perubahan berat badan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pijat bayi didapatkan peningkatan sebesar 1100 gram dengan uji Wilcoxon didapatkan hasil 0,001 yang berarti ada peningkatan yang signifkan antara berat badan sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Saran: Saran dari hasil penelitian ini adalah sebaiknya bayi dilakukan pijat bayi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Kata Kunci: Stimulasi, Pijat bayi
Gambaran Tingkat Kebisingan dan Pengendaliannya pada Pekerja di Area Produksi PT. Karet XYZ Kota Palembang Tahun 2025 Salsabila Azzahra; Pitri Noviadi; Intan Kumalasari
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i3.518

Abstract

Noise is a physical hazard in the work environment that caan reduce hearing loss, especially in the rubber processing industry. The research aims to describe the noise level and control efforts in the production area of PT. Karet XYZ Palembang City in 2025. This study uses a descriptive design with a cross-sectional approach.  Data were collected through direct noise level measurements using sound level meters at wet and dry production areas by taking 8 measurements and questionnaires on 75 selected purposive sampling workers.  Data analysis was carried out univariately. It shows that most of the measurement points have a noise level above the threshold value of 85 dBA in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 70 of 2016. The highest values were recorded in the Hummer Mill engine (89,76 dBA) and the Cooling Tunnel (89,70 dBA). All respondents were exposed to noise for ≥8 hours/day. Noise control has been carried out with administrative techniques and the use of personal protective equipment (PPE) but has not been fully effective from the complaints of 7 workers regarding suboptimal protection. The noise level at PT. Karet XYZ and duration of exposure exceeding threshold values that increase the risk to workers health. It is necessary to increase the effectiveness of noise control with a technical, administrative approach and monitoring the optimal use of personal protective equipment (PPE).
Penilaian Risiko Ergonomi pada Pekerja Pembuatan Kue-Kue Basah terhadap Keluhan Musculosketal Disorders Samira Samira; Pitri Noviadi; Diah Navianti; Intan Kumalasari; Maya Sopianti
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v3i1.2702

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints in muscles, joints, and soft tissues can be caused by poor posture, repetitive movements, and excessive physical load. In the wet cake-making industry, workers often sit or stand for long periods, bend, and perform monotonous hand movements, which increases the risk of MSDs. The impact includes decreased work comfort, productivity, and quality of life. This study aims to assess the ergonomic risk level in wet cake-making workers and identify the relationship between work activities and MSD complaints. The method used is descriptive quantitative research with a cross-sectional design, involving 45 workers at Kue X Silaberanti. Ergonomic risk was assessed using the REBA method, while MSD complaints were measured using the Nordic Body Map questionnaire. The results show that in the mixing process, 58.8% of workers experienced a very high risk of MSDs. In the molding and baking processes, 52.9% and 68.8% of workers, respectively, were at high risk. The most frequent complaints were pain in the back, neck, shoulders, arms, and wrists due to poor posture and repetitive movements. To reduce the risk of MSDs, workers need to improve their posture, use ergonomic aids, rotate tasks, and undergo training in safe working techniques.
Gambaran Kondisi Higiene dan Sanitasi Tempat Pengolahan Pempek pada Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Kelurahan 7 Ulu Kota Palembang Tahun 2025 Amanda Purnanugrah Setya Ningsih; Pitri Noviadi; Maliha Amin; Intan Kumalasari; Hendawati Hendawati
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i4.863

Abstract

The Household Food Industry (IRTP) of pempek in 7 Ulu Subdistrict, Palembang City plays an important role in providing traditional food and supporting the local economy, yet hygiene and sanitation conditions remain a concern due to the risk of foodborne diseases. This study aimed to describe the hygiene and sanitation conditions of pempek processing facilities in IRTPs in 2025. A descriptive cross-sectional design was applied involving 52 food handlers from 19 IRTPs selected through total sampling, with data obtained through observation and interviews using checklists and questionnaires. The majority of food handlers were aged 25–42 years (73%), female (94.2%), and had elementary to junior high school education (67.3%), with most having ≤10 years of work experience (86.5%). All equipment hygiene conditions failed to meet the requirements (100%). Food handlers’ hygiene knowledge was mostly moderate (55.8%), while hygiene principles were fulfilled in 84.2% of IRTPs. In terms of sanitation, only 52.6% of buildings met the standards and 42.1% of sanitation facilities were adequate. In conclusion, hygiene and sanitation conditions in pempek IRTPs in 7 Ulu Subdistrict remain varied, with several key indicators unmet, thus requiring continuous supervision, education, and coaching to improve compliance with health standards.
Hubungan Durasi Penggunaan Visual Display Terminal (VDT) dengan Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang: Analysis of the Relationship between Duration of Visual Display Terminal use and the Incidence of Computer Vision Syndrome (CVS) on Employees of the Palembang City Communication and Information Office Mona Sherti Agusti; Yuanita Windusari; Novrikasari Novrikasari; Rico Januar Sitorus; Pitri Noviadi; M. Hatta Dahlan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.754 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1952

Abstract

Computer Vision Syndrome merupakan sekelompok penyakit mata dan masalah yang berkaitan dengan penglihatan. Pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang menggunakan Visual Display Terminal (komputer, laptop, smartphone, kamera dan handycam) sebagai alat untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun tidak semua pegawai menggunakan antiglare screen pada alat kerjanya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan antiglare screen dengan kejadian Computer Vision Syndrome pada pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Analisis multivariat digunakan untuk melihat hubungan penggunaan antiglare screen dengan kejadian Computer Vision Syndrome. Responden dalam penelitian ini sebanyak 82 orang. Sebanyak 59 pegawai (72,0%) mengalami kejadian CVS. Variabel durasi penggunaan VDT (0,001), pemeriksaan refraksi mata (0,011), kesesuaian Computer Workstation Ergonomic (0,006) dan posisi layar smartphone (0,014) memiliki hubungan dengan kejadian CVS sedangkan variabel penggunaan antiglare screen (0,139), pencahayaan dalam ruangan (0,401), posisi monitor komputer/laptop (0,207) dan posisi layar kamera/handycam (0,124) tidak memiliki hubungan dengan kejadian CVS. Pegawai disarankan untuk menggunakan antiglare screen pada layar VDT, memakai kacamata untuk hasil pemeriksaan ametropia (tidak normal) dan menggunakan Software EyeCare- Protect Your Vision pada pada komputer/laptop atau smartphone agar mengetahui waktu beristirahat ketika bekerja untuk mencegah kejadian Computer Vision Syndrome.
Hubungan Penggunaan APT dan Faktor Pekerja dengan Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Pekerja PT HMK II Kota Palembang Wisnu Ilham Santoso; Pitri Noviadi; Hendawati Hendawati
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i1.2823

Abstract

One of the most common occupational health risk factors found in industrial areas is noise, and long-term exposure ≥85 dB(A) for more than 8 hours has the potential to cause progressive and permanent Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). The risk of NIHL increases if workers do not use Ear Protection Equipment (APT) optimally and have certain individual factors such as age, working period, and length of exposure. This study aims to determine the relationship between the use of APT and worker factors with hearing loss due to noise in PT HMK II Palembang City in 2025. This study uses an analytical quantitative design with a cross sectional approach. A sample of 55 respondents was selected through purposive sampling technique. Data was collected using a questionnaire and analyzed by chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between the use of APT (p=0.000) and there was no significant relationship between, the age of workers (p=0.838), working time (p=0.290), and length of work (p=0.172) and noise-induced hearing loss. The use of APT has been shown to be associated with a reduced risk of noise-induced hearing loss, although age, length of employment, and length of work did not show a significant relationship.
GANGGUAN KESEHATAN KULIT PADA PEMULUNG DAN FAKTOR PENENTUNYA DI TPA SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG Pitri Noviadi; Tiur Yulanda Siregar; Wanda Shalila May Pratiwi; Listrianah .
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v16i2 Desember.950

Abstract

Latar belakang : Penyakit kulit merupakan penyakit menular yang dapat dialami oleh pemulung karena risiko dari lingkungan kerjanya dan dapat dicegah dengan membiasakan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) yang baik. Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang baik juga dapat mencegah timbulnya penyakit kulit. Tujuan penelitian : mengetahui hubungan pengetahuan, penggunaan apd, sanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di tpa sukawinatan kota palembang tahun 2021. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei 2021. Populasi studi penelitian ini adalah pemulung di tpa sukawinatan kota palembang. Sampel dengan jumlah 60 pemulung. Analisis data menggunakan chi-squared test dan Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian : 60 pemulung pada penelitian, sebanyak 40 (66,7%) pemulung mengalami keluhan gangguan kesehatan kulit. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p-value = 0,027) penggunaan apd (p-value= 0,014) dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit (p-value = 0,012). Tidak ada hubungan sanitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan kulit (p-value = 0,595). Variabel yang menentukan keluhan gangguan kulit pada pemulung adalah penggunaan APD, dengan Odds Ratio (OR) 6,284 yang artinya pemulung yang menggunakan APD kurang baik akan meningkatkan Risiko sebesar 6,28 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan kulit dibandingkan pemulung yang menggunakan APD dengan baik setelah dikontrol variabel personal higiene. Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan, penggunaan apd, dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang tahun 2021. Dan tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang tahun 2021. Variabel yang menentukan keluhan gangguan kulit pada pemulung adalah penggunaan APD. Saran : Diharapkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang dapat lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada para pemulung dalam pencegahan gangguan kulit dengan menerapkan prinsip-prinsip K3. Diharapkan agar pemulung dapat meningkatkan kesadaran diri untuk menggunakan alat pelindung diri yang lengkap serta lebih memperhatikan personal hygiene dan kondisi sanitasi lingkungan.