Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Decreased Self-Esteem and Depression Experienced by Elderly People with Stroke Arsy, Gardha Rias; Hindriyastuti, Sri; Muna, Wafda Nailil
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i2.125

Abstract

Background: Neurological dysfunction, which leads to stroke, is the third leading cause of disability worldwide. Stroke-related conditions, such as paralysis of the extremities, are particularly stressful for the elderly. Feelings of helplessness, depression, and low self-esteem are common. This is because they feel like a burden on their families and are ashamed to burden their children. Purpose: Exploring the experience of depression and low self-esteem in older adults who have experienced stroke. Methods: This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Seven elderly stroke patients experiencing psychosocial problems and requiring full family support were participants. The sample size was determined using purposive sampling. Participants were selected based on inclusion criteria, including being diagnosed with stroke for more than three years, being able to communicate, and experiencing psychosocial problems. The research used Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) as the data analysis technique. Results: Based on the research results, 3 themes were obtained, namely 1. Feeling like a burden on the family (Living with stroke was felt by participants as a burden for the family), Theme 2: Feeling limited in doing something (All participants considered themselves unable to do physical activities freely) and Theme 3: Experiencing low self-esteem. (The elderly with stroke felt that they were no longer productive, could only depend on their families and experienced feelings of helplessness and worthlessness). Conclusion: Elderly stroke survivors tend to experience psychological disorders characterized by depression, such as sadness, anger, disappointment, feelings of helplessness, and feeling like a burden on their families. Furthermore, socially, they also tend to have low self-esteem, as evidenced by feelings of being restricted and incapable of engaging in social activities.
PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK USIA SEKOLAH YANG KECANDUAN GADGET Arsy, Gardha Rias; Muna, Nailil; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.176

Abstract

ABSTRAK Orang tua merupakan lingkungan pertama anak yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak atau generasi muda. Peran orang tua dalam mengasuh, melindungi, membesarkan dan membimbing sesuai dengan tahapan perkembangannya tidaklah mudah. Anak usia sekolah tentu sudah tidak asing lagi menggunakan gadget. Banyak anak yang sudah memiliki gadget pribadi. Penggunaan gadget secara efektif akan berdampak positif. Tujuan untuk mengetahui pengalaman orang tua dalam mendampingi anak usia sekolah yang kecanduan gadget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil Studi Fenomenologi: Pengalaman Orang Tua dalam Mendampingi Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Gadget di Desa Klaling Kabupaten Kudus yang melibatkan 10 peserta dapat disimpulkan menjadi 5 tema, (1) Gadget sebagai sarana belajar anak, (2) Dampak kecanduan gadget terhadap perkembangan anak, (3) Perubahan anak yang menggunakan gadget,(4) Peran orang tua dalam membatasi anak kecanduan gadget, (5) Merugikan penyalahgunaan gadget. Pengalaman Orang Tua Mendampingi Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Gadget di Desa Klaling Kabupaten Kudus ada 5 tema.Kata Kunci : Gadget, Orang Tua, Anak Usia Sekolah.
IMPLEMENTASI PERAWATAN PALIATIF BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL : LITERATURE REVIEW Karisma, Putri; Arsy, Gardha Rias
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.212

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Perawatan paliatif dilakukan secara berkelanjutan hingga akhir hidup pasien. Berdasarkan hal tersebut maka pemanfaatan kemajuan teknologi sangat dibutuhkan dalam pemberian pelayanan kesehatan, terutama dalam pelayanan paliatif. Perawatan paliatif merupakan pemberian perawatan baik secara fisik, mental, psikososial, maupun spiritual pada pasien terminal atau kanker dengan stadium lanjut. Pemberian perawatan paliatif akan memberikan tingkat keberlangsungan hidup pasien secara keseluruhan, meningkatkan kepuasan dan kualitas hidup, serta pemenuhan perawatan onkologi yang sesuai standar. Peningkatan pasien dengan penyakit paliatif seperti kanker, DM, Gagal Ginjal Kronis, dan lainnya yang terus meningkat maka diperlukan inovasi dalam perawatan paliatif berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasien, seperti penerapan perawatan paliatif berbasis IT teknologi memiliki aplikasi telemedicine, khususnya bagi pasien kanker. Pemanfaatan teleonkologi dapat meningkatkan ketersediaan dan kualitas layanan bagi pasien kanker. Banyak model keperawatan yang sudah menggunakan model telehealth. Telehealth sebagai salah satu bentuk aplikasi informasi berbasis teknologi diartikan sebagai penggunaan informasi medis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan melalui komunikasi elektronik. Tujuan : Mengetahui aspek keperawatan paliatif komunitas yang berhubungan dengan pelayanan paliatif berbasis teknologi diera teknologi digital yang meningkat dengan pesat. Metode : Menganalisis artikel dan dilakukan penelusuran melalui google scooler, Journals SINTA, PubMed, Semantic Scholar dengan menggunakan kata kunci “Perawatan paliatif berbasis digital”. Hasil : Pada penelitian ke 20 artikel, 10 artikel nasional dan 10 artikel internaisonal di atas menunjukan berapa  Kesimpulan : Telemedisin, mobile health, focus grup discustion (FGD) , aplikasi DM Health Assistant, aplikasi DM Health Assistant, aplikasi VISCA, aplikasi pikkapa, platform MyPal-CHILD merupakan perkembangan teknologi perawatan pada pasien paliatif berbasis digital. Kata Kunci: Perawatan Paliatif Berbasis Digital
GAMBARAN GAYA HIDUP PENDERITA CHOLELITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Kristiawan, Dian; Arsy, Gardha Rias
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.178

Abstract

ABSTRAK Cholelithiasis merupakan masalah kesehatan umum yang sering terjadi di seluruh dunia, walaupun di setiap wilayah negara memiliki prevalensi yang berbeda-beda. Di Indonesia, cholelithiasis kurang mendapat perhatian karena seringkali sulit ideteksi atau sering terjadi kesalahan diagnosis. Hal ini tidak terlepas dari sifat dasar Cholelithiasis yang simtomatik dan asimtomatik. Cholelithiasis adalah penyakit batu empedu yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu, atau pada kedua-duanya. Penderita cholelithiasis di Indonesia cenderung meningkat karena perubahan gaya hidup lebih suka mengkonsumsi makanan cepat saji yang menjadi pemicu terjadinya cholelithiasis. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ndraha (2014), didapatkan hasil dari 87 pasien yang didiagnosis cholelitiasis dengan rentang usia 45 – 65 tahun. Prevalensi pada pasien perempuan sebesar 55,17% atau 48 orang lebih banyak daripada laki-laki yang sebesar 44,83% atau 39 orang. Dari jumlah tersebut, diketahui rata-rata pasien yang berusia 40 tahun sebanyak 71 orang (81,61%) dan pasien yang dirawat inap sebanyak 60 orang (68,97%). Menurut data pelaporan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, kasus penyakit cholelithiasis ini masuk ke dalam daftar 10 besar. Berdasarkan catatan bagian rekam medis 4 (empat) tahun terakhir, yakni sejak tahun 2018-2021 tercatat ada 1080 jumlah kunjungan pasien batu empedu dengan 988 pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dan beberapa diantaranya menjalani operasi bedah pengangkatan batu empedu Kata Kunci: Gaya Hidup, Penderita Cholelithiasis
KONSEP DIRI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Arsy, Gardha Rias; Budiati, Tri; Widyaningsih, Heriyanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.215

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit yang tidak menular dimana kasus kanker payudara merupakan kasus terbanyak dan dapat menyebabkan kematian. Konsep diri sebagai pandangan, penilaian, perasaan individu mengenai dirinya yang timbul sebagai hasil dari suatu interaksi sosial. kualitas hidup pasien kanker payudara akan menurun pada dimensi peran emosional, kognitif dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri dan kualitas hidup paien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri dan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif analitik, pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Cross-Sectional. Teknik pengambilan data dengan cara Purposive Sampling yang ditetapkan dengan sampel sebanyak 35 responden. Hasil: Hasil penelitian dari 35 responden, menunjukkan konsep diri baik sebanyak 22 orang (62,9%) dan konsep diri negatif sebanyak 13 orang (37,1%). Sedangkan untuk kualitas hidup menunjukkan sedang yaitu sebanyak 21 orang (60,0%), baik sebanyak  11 orang (31,4%) dan buruk sebanyak 3 orang (8.6%). Simpulan: Konsep diri pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati adalah dalam kategori baik. Sedangkan untuk kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati yaitu dalam kategori sedang. Kata Kunci: Kanker payudara, konsep diri, kualitas hidup
Study Fenomenologi: Chronic Sorrow pada Individu yang Kehilangan Pasangan Hidup Akibat Covid-19 Arsy, Gardha Rias; Wulandari, Shafia Dwi; Listyarini, Anita Dyah
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i2.650

Abstract

Pendahuluan: Perasaan kehilangan dapat mengakibatkan tingginya rasa kedukaan yang dialami masyarakat. Angka kematian yang tinggi menyebabkan individu mengalami rasa kedukaan. Kematian yang disebabkan karena Covid-19 menjadi kematian yang traumatis dan menjadi kehilangan karena kematian yang paling menyakitkan dari semua kematian yang wajar karena sakit pada umumnya. Keadaan emosi yang mungkin timbul pada keluarga yang ditinggalkan adalah perasaan chronic sorrow. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keadaan chronic sorrow pada pasangan hidup yang telah ditinggal meninggal oleh pasangan hidupnya. Selanjutnya untuk mengetahui pengalaman Chronic Sorrow Pada Individu Yang Ditingal Meninggal Oleh Pasangan Akibat Covid-19 Di Gondosari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil: Hasil Penelitian Berdasarkan analisis penelitian didapatkan 4 tema utama yaitu : (1) Denial akan ketentuan Tuhan yang tidak adil. (2) Support system menjadi penguat menjalani hidup. (3) Mengkhawatirkan masa depan. (4) Upaya untuk bangkit dari keterpurukan. Kesimpulan: Denial akan ketentuan Tuhan yang tidak adil seperti menyangkal atas meninggalnya pasangan hidup,menyalahkan tuhan atas ketidakadilan yang dirasakan. Support system menjadi penguat menjalani hidup seperti support system utama adalah anak,peran orang tua menjadi alasan kuat di depan anak. Mengkhawatirkan masa depan seperti khawatir di kemudian hari,cemas akan ekonomi. Upaya untuk bangkit dari keterpurukan seperti bekerja dengan keras,dan mengisi waktu luang.
PENYULUHAN BAHAYA HIPERTENSI BAGI LANSIA Putri, Devi Setya; Listyarini, Anita Dyah; Arsy, Gardha Rias; Cahyanti, Luluk; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.584

Abstract

Peningkatan usia penduduk menimbulkan tantangan besar di bidang kesehatan, terutama karena kelompok lansia (? 60 tahun) cenderung mengalami berbagai perubahan fisiologis yang mempengaruhi sistem kardiovaskular. Salah satu kondisi yang sangat umum dijumpai pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi pada lansia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pada populasi muda karena didasari oleh perubahan struktural dan fungsional pembuluh darah, serta komorbiditas yang lebih banyak. Faktor?faktor seperti usia yang terus bertambah, riwayat keluarga, obesitas, riwayat merokok, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan penyakit penyerta (komorbiditas) ikut memperkuat risiko hipertensi pada lansia. Selain itu, penanganannya pun lebih kompleks karena lansia sering memiliki penurunan fungsi ginjal, gangguan vaskular dan frailty yang memerlukan pendekatan individual dalam pengobatan. Dengan demikian, upaya skrining, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan terapi yang sesuai sangat penting dilakukan untuk kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah pada kelompok lansia sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal tentang hipertensi. Hasil pre- test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (sekitar 68%) belum memahami secara mendalam mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara pencegahan hipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah, peserta diberikan post test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 30% dibandingkan sebelum kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Wijaya et al.,2025) yang menyatakan bahwa pemberian edukasi kesehatan secara langsung mampu meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada kelompok lansia. Selain itu, kegiatan ini berpotensi menjadi model program berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh kader Posyandu Lansia dan tenaga kesehatan des
Penguatan Kesadaran Diri terhadap Kesehatan Mental pada Remaja Putri Arsy, Gardha Rias; Wulan, Emma Setiyo; Wulandari, Shafia Dwi; Sanjaya, Akhmad Agung
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.91

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang penting dalam pembentukan generasi akan datang yang sehat, tangguh, dan produktif. Untuk mewujudkannya, menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup. Kesehatan mental remaja juga memainkan peranan penting dalam menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka. Tujuan program untuk eningkatkan kesadaran diri terhadap kesehatan mental pada remaja-remaja putri. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui tahapan: Persiapan, Sosialisasi, Pelaksanaan Kegiatan (Penjelasan materi, Simulasi dan Evaluasi) dan Penutup. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di ikuti oleh 72 siswa. Pada data di atas di dapat diketahui bahwa permasalahan yang dialami yaitu banyaknya remaja putri yang mengalami kebingungan masa depan, merasa tidak dicintai di lingkungan keluarga, dan rendah diri. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, gambaran pemahaman tentang upaya peningkatan kesadaran diri terhadap pentingnya memelihara Kesehatan mental pada remaja putri.
KONSEP DIRI PENYINTAS KUSTA DI PUSKESMAS LASEM : STUDI FENOMENOLOGI Arsy, Gardha Rias; Mugiyarto, Mugiyarto; Hindriyastuti, Sri
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.239

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Konsep diri yang positif dapat disejajarkan dengan evaluasi dan penerimaan diri yang positif (Arsy & Hindriyastuti, 2022). Individu dengan penilaian diri yang tinggi secara umum dapat menerima diri mereka sendiri dengan baik.  Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hariyanto (2021) yang menyatakan bahwa pada penderita kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Kabupaten Jember seluruhnya menunjukkan konsep diri positif (100%), dimana 43,3% menyatakan interaksi social yang baik dan 56,7% menyatakan interaksi sosial yang cukup. Didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahanani (2020) yang menemukan dimana pada penelitianya menemukan bahwa sebagian besar penderita kusta memiliki konsep diri negatif mengalami disabilitas tingkat 1 tetapi tidak mengalami kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri penyintas kusta. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode fenomenologi interpretative. Teknik pengambilan data dengan cara Purposive Sampling yang ditetapkan dengan sampel sebanyak 9 partisipan. Hasil: Hasil penelitian dari indept interview didapatkan beberapa tepa yaitu 1)Ditinggalkan Keluarga Karena Penyakit Yang Diderita, 2) Menerima Stigma Negative Dari Masyarakat, 3) Menerima Bahwa Penyakit adalah Pemberian Tuhan. Simpulan: Konsep diri dari penyintas kusta di puskesmas lasem harus berjuang untuk melawan stigma mengenai penyakit kusta. Partisipan berusaha menerima dan memberikan afirmasi positif pada dirinya bahwa keadaan tersebut merupakan pemberian Tuhan.