Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI POHON BUAH-BUAHAN PADA TEMBAWANG RUMAH LAMA DUSUN PANJI DESA BAGAK KECEMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK Susanti, Afriana; Manurung, Togar Fernando; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.78372

Abstract

Plant identification is an effort to determine the correct name of a plant and its classification system. One example of plant identification that is often carried out is the identification of fruit-bearing trees. Fruit-bearing trees are plants that can produce fruit that can be consumed fresh or in processed form. The Tembawang Forest is a habitat for fruit-bearing trees, especially local fruit-bearing trees. The Tembawang Forest is a forest that was once a shifting cultivation area for the Dayak tribe, which was later overgrown with fruit trees. This study aims to identify and describe the morphological characteristics of edible fruit tree species. The method used is an exploratory method in the Tembawang Forest, involving direct observations in the field to identifyy their morphological characteristics. Based on the research results we found, 19 types of fruit trees , belonging to 11 families, namely Anacardiaceae, Malvaceae, Myrtaceae, Moraceae, Phyllanthaceae, Sapindaceae, Lauraceae, Meliaceae, Fabaceae, Euphorbiaceae, and Clusiaceae. Keywords: Fruit Trees, Identification, Tembawang Forest. Abstrak Identifikasi tumbuhan merupakan upaya untuk menentukan nama tumbuhan dan sistem klasifikasinya secara benar. Salah satu contoh identifikasi pada tumbuhan yang sering dilakukan yaitu identifikasi pada pohon penghasil buah. Pohon penghasil buah adalah tumbuhan yang dapat menghasilkan buah yang dapat dikunsumsi dalam keadaan segar maupun dalam bentuk olahan. Hutan Tembawang merupakan habitat dari pohon penghasil buah terutama pohon penghasil buah lokal. Hutan Tembawang merupakan hutan dari bekas ladang berpindah oleh masyarakat suku Dayak, yang kemudian ditumbuhi oleh pohon buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi jenis-jenis pohon penghasil buah yang dapat konsumsi. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi pada hutan tembawang dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan untuk kemudian mengidentifikasi ciri-ciri morfologinya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 19 jenis pohon buah-buahan yang tergolong dalam 11 famili yaitu, Anacardiaceae, Malvaceae, Myrtaceae, Moraceae, Phyllanthaceae, Sapindaceae, Lauraceae, Meliaceae, Fabaceae, Euphorbiaceae, dan Clusiaceae. Kata kunci: Pohon Buah-Buahan, Identifikasi, Hutan Tembawang.
POLA SEBARAN JENIS FAMILI ARACEAE (Talas-talasan) DI KEBUN RAYA SAMBAS KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Taufik, Nur Mohammad; Dewantara, Iswan; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.77752

Abstract

AbstrakTumbuhan Araceae merupakan salah satu jenis tumbuhan tingkat rendah yang hidup di daratan, epifit, dan akuatik. Kebun Raya Sambas terletak pada ketinggian 32 "“ 75 m (dpl) dan mempunyai 3 tipe hutan yang berbeda yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa dan hutan riparian dengan kondisi lingkungan lembab, berair dan teduh serta curah hujan yang tinggi sesuai dengan habitat tumbuhnya. dari spesies Araceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eksplorasi dengan teknik roaming. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan petak ganda tanpa beraturan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies dari 10 genus tumbuhan famili Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Amorphophallus, Cyrtosperma, Dieffenbachia, Epipremnum, Homalomena, Rhaphidopora, Schismatoglottis dan Scindapsus. Tumbuhan Araceae yang ditemukan mempunyai 2 cara hidup yaitu terestrial dan epifit. Perhitungan indeks morisita menunjukkan pola sebaran tanaman Araceae di Kebun Raya Sambas mempunyai sebaran yang mengelompok.Kata Kunci : Araceae, Kebun Raya, Pola Sebaran  AbstrakTumbuhan Araceae merupakan salah satu jenis dari tumbuhan bawah yang hidup di teresterial, epifit dan aquatik. Tumbuhan Araceae hidup di daerah tropis dengan kelembapan yang tinggi. Kebun Raya Sambas terletak pada ketinggian 32 - 75 m (dpl) dan memiliki 3 tipe hutan yang berbeda yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa dan hutan riparian dengan kondisi lingkungan yang lembab, berair dan teduh serta curah hujan yang tinggi sesuai dengan habitat tumbuh jenis- jenis Araceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eskplorasi dengan teknik jelajah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan petak ganda tanpa beraturan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies dari 10 genus tumbuhan famili Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Amorphophallus, Cyrtosperma, Dieffenbachia, Epipremnum, Homalomena, Rhaphidopora, Schismatoglottis dan Scindapsus. Tumbuhan Araceae yang ditemukan memiliki 2 cara hidup yaitu terestrial dan epifit. Hasil perhitungan indeks morisita menunjukkan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas memiliki persebaran yang mengelompok.  Kata kunci: Araceae, Kebun Raya, Pola Sebaran.
INOVASI SABUN BERBAHAN MINYAK KELAPA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Lestariningsih, Siti Puji; Ramadhani, Endi; destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23173

Abstract

Abstrak: Potensi lokal dari unit desa merupakan modal pemberdayaan yang dapat memecahkan permasalahan kesenjangan. Pendapatan masyarakat Desa Peniti Besar sebagian besar dari perkebunan kelapa. Namun, belum ada produk olahan kelapa yang dapat menjadi alternatif produk unggulan desa. Minyak kelapa merupakan salah satu bahan sabun yang potensial sebagai produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengolah minyak kelapa menjadi sabun bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan dengan metode development community berjumlah 30 orang dari PKK dan pemerintah desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pendampingan praktek, dan evaluasi. Peserta dapat memproduksi sabun sesuai arahan resep dan tahapannya. Hasilnya berupa sabun padat tanpa pewarna. Peserta dapat mengenali hal penting yaitu takaran minyak, air, alkali, pencampuran bahan, dan masa curing. Produk sabun natural minyak kelapa menguntungan dengan laba Rp10.880,00 per batang. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Setelah pelatihan, pemahaman dan minat peserta meningkat 88,6% dan memerlukan pendampingan dalam pengemasan serta pemasaran.Abstract: Peniti Besar Village community income is mostly from coconut plantations. However, there is no processed coconut product that can be an alternative village superior product. Coconut oil is one of the potential soap ingredients as an economic value product. The purpose of the activity is to increase participants' understanding and skills to process coconut oil into valuable soap. The activity was carried out using the community development method, totaling 30 people. Activity stages include field surveys, socialization, practical assistance, and evaluation. Participants can produce soap according to the recipe directions and stages. Participants can recognize important things, namely the dose of oil, water, lye, mixing ingredients, and the curing period. Coconut oil natural soap products are profitable with a profit of IDR 10,880.00 per bar. Evaluation was conducted through questionnaires filled out before and after the training. After the training, participants' understanding and interest increased by 88.6% and required assistance in packaging and marketing.
PEMANFAATAN TUMBUHAN LOKAL SEBAGAI OLAHAN PANGAN UNTUK MEMPERKUAT PEREKONOMIAN MASYARAKAT Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji; Kartikawati, Siti Masitoh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23084

Abstract

Abstrak: Umbut kelapa merupakan bagian dari tumbuhan kelapa yang terletak pada bagian ujung batang yang jika terus tumbuh akan menjadi pelepah dan daun, bagian ini berada di empulur batang, bertekstur lembut dan memiliki rasa yang manis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan umbut kelapa sebagai alternatif produk olahan pangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di Desa Peniti besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, peserta kegiatan ini diikuti oleh kelompk Ibu-ibu PKK sebanyak 35 orang. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan sistem evaluasi dengan menggunakan kuisoner yang dilakukan diawal dan diakhir kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menggambarkan adanya perubahan informasi dan pemahaman tentang pemanfaatan umbut kelapa menjadi olahan pangan berbentuk kelapa dari yang sebelumnya 17% menjadi 100%, pemahaman tingkat kesulitan pembuatan umbut kelapa menjadi olahan pangan yanga awalnya sebesar 63% menyatakan sulit menjadi 10% dan ketertarikan berusaha sebesar 27% menjadi 73%.Abstract: The coconut sheath is part of the coconut plant located at the end of the stem, which, if it continues to grow, will become fronds and leaves; this part is in the pith of the stem, has a soft texture, and has a sweet taste. This activity aims to increase the activity aims to increase community knowledge about using coconut tubers as an alternative processed food product to improve the surrounding community's economy. Community service activities were carried out in Peniti Besar Village, Segedong District, and Mempawah Regency, and the participants of this activity were attended by a group of 35 mother Family Empowerment and Welfare (PKK). The method used in this activity is delivering socialization to the community, and the evaluatioj system is used, using questionnaries conducted at the beagining and the end of the activity. The results of the implementation of the activity illustrate a change in information and understanding of the utilization of coconut tubers into processed food in the form of coconut from the previous 17% to 100%, understanding the level of difficulty in making coconut tubers into processed food,which initially 63% to 10%, and interest in trying 27% to 73%. 
"Mutiara Ramadhan" Da’wah Program at RRI Bengkulu: A Review of the Theory of the Hierarchy of Media Content Influence Destiana, Destiana; Musyaffa, Musyaffa; Alfandi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 24, No 2 (2024): December 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v24i2.8711

Abstract

This research aims to describe the hierarchy of influence of da'wah messages broadcast by the Public Broadcasting Institution (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkulu. This research reviews how the structure of delivering the content of da'wah messages and the dominant hierarchical factors have an influence on the Mutiara Ramadhan program. This research used a descriptive-qualitative approach. Researchers interviewed key informants, in-depth interviews with broadcasters and program performers to obtain a more comprehensive perspective. Researchers made observations of the Mutiara Ramadhan program, and analyzed documents on the content that had been broadcast.  As an analytical tool, this research used the hierarchy of influence theory to examine the influence of da'wah messages. The research had resulted show that two main factors in the Hierarchy of Media Content Influence review influence the existence of the Mutiara Ramadhan program.  Internal media factors, aspects of workers (individuals) who are Muslim, are used to Islamic broadcasting programs during Ramadan, and the routine every time during Ramadhan is to always present Islamic broadcasting programs (Media Routine). As for external media factors, such as organizational structure, through policies, policy makers encourage the Mutiara Ramadhan program. Apart from that, at the media institutional level, considering that RRI Bengkulu's loyal listening audience is predominantly Muslim, the total population of 98% of the Muslim population is taken into consideration. Then, the level of Social System or Ideology is shown by the entire leadership structure being Muslim, and the majority of workers being Muslim, so there is an interest in maintaining their ideological beliefs.
PEMANFAATAN LIMBAH NANAS SEBAGAI MINUMAN KAYA PROBIOTIK UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah; Destiana, Destiana; Darwati, Herlina; Wahdina, Wahdina; Rifanjani, Slamet; Ramadhani, Endi; Damiska, Septi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36589

Abstract

Abstrak: Limbah kulit nanas di Kalimantan Barat selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi "Tepache" yakni minuman probiotik kaya manfaat kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan praktik pembuatan Tepache yang diikuti 30 orang peserta dari kelompok PKK, pemuda desa, dan perwakilan guru madrasah. Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat pada semua indikator seperti keinginan memanfaatkan kulit nanas dari 23% menjadi 97%, peningkatan pengetahun tentang minuman probiotik dari 0% menjadi 100%, pemahaman potensi kulit nanas sebagai minuman (23% menjadi 97%), pengetahuan manfaat bakteri baik bagi pencernaan (3% menjadi 97%), serta pemahaman manfaat minuman bagi kesehatan keluarga (50% menjadi 100%).Abstract: Pineapple peel waste in West Kalimantan, has not been optimally utilized and has the potential to cause environmental pollution. This community service program aims to empower the community through socialization and training on processing pineapple peel waste into "Tepache", a probiotic-rich beverage with health benefits. The implementation methods included socialization and practical training on Tepache production, attended by 30 participants from PKK groups, village youth, and representatives of madrasah teachers. The results of the activities and evaluations indicated a significant increase in community knowledge across all indicators, including the willingness to utilize pineapple peels (from 23% to 97%), knowledge of probiotic beverages (from 0% to 100%), understanding of the potential of pineapple peels as a functional beverage (from 23% to 97%), knowledge of the benefits of beneficial bacteria for digestion (from 3% to 97%), and understanding of the benefits of probiotic beverages for family health (from 50% to 100%).
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENYULINGAN SEDERHANA UNTUK PRODUKSI MINYAK ATSIRI SKALA RUMAH TANGGA Yanti, Hikma; Setyawati, Dina; Destiana, Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36167

Abstract

Abstrak: Minyak atsiri merupakan komoditi di sektor agribisnis yang memiliki pasaran bagus dan berdaya saing kuat di pasaran luar negeri. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan alat penyulingan minyak atsiri yang sederhana berdampak pada sumber daya alam yang ada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di sekitar KHDTK dalam memanfaatkan sumber daya alam dalam pembuatan minyak atsiri dengan menggunakan teknologi penyulingan sederhana. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu persiapan (pengumpulan informasi jenis tumbuhan penghasil minyak atsiri), pelaksanaan (sosialisasi teknologi penyulingan sederhana dalam pembuatan minyak atsiri) dan evaluasi kegiatan sebelum dan sesudah kegiatan dengan menggunakan kuisoner. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan tentang minyak atsiri dari 0% menjadi 100%, perubahan tentang penyulingan minyak atsiri dari 0% menjadi 100% dan peningkatan pengetahuan mengenai cara pemanfaatan minyak atsiri yang awalnya 6,25% menjadi 100%.Abstract: Essential oils are a commodity in the agribusiness sector that has a good market and is highly competitive in foreign markets. The limited knowledge of the community regarding the use of simple essential oil distillation tools has an impact on the natural resources in the Special Purpose Forest Area (KHDTK), which have not been fully utilized. The purpose of this PKM (Community Service) activity is to increase the community's knowledge and awareness of utilizing natural resources in the production of essential oils using simple distillation technology at the KHDTK. This activity was conducted in three stages: preparation (gathering information on the types of plants that produce essential oils), implementation (socialization of simple distillation technology for essential oil production), and evaluation of activities before and after the activity using questionnaires. The results of the activity showed an increase in the participants' knowledge and understanding of essential oils from 0% to 100%, a change in their understanding of essential oil distillation from 0% to 100%, and an increase in their knowledge of how to use essential oils from 6.25% to 100%.
KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KRATOM (Mytragina sp) DI KELURAHAN KEDAMIN HULU KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU Roslinda, Emi; Taqwa, Takhta M; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.78432

Abstract

The kratom plant (Mitragyna sp.) is one of the non-timber forest products that grow abundantly in Kalimantan; it grows wild and is also widely cultivated. Kratom is a potential plant. The aim of the research is to calculate farmers' income from cultivating kratom and non-kratom plants, calculate farmer household expenses, and assess the welfare of kratom farmer households. This research used a survey method, with the research location purposively selected. Research data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The method used in analyzing research data is a quantitative description. The results of data analysis show that the largest household income comes from on-farm, namely, income from the use of kratom, amounting to IDR 287,505,000. Household expenditure on food was IDR 84,885,000, and non-food IDR 42,385,000. Expenditures for financing farming amounted to IDR 82,508,000. The farmer household purchasing power (DBPP) is 2.4. The average farmer household exchange rate (NTPRP) is greater than one (NTPRP = 1.62). Keywords: farmer, income, kratom, Kedamin Hulu, welfare. Abstrak Tanaman kratom (Mitragyna sp) adalah salah satu hasil hutan bukan kayu yang tumbuh subur di Kalimantan dan tumbuh liar kratom juga banyak dibudidayakan. Kratom merupakan tanaman yang potensial. Tujuan penelitian adalah menghitung pendapatan petani dari usaha budidaya tanaman kratom dan bukan kratom, menghitung pengeluaran rumah tangga petani, menilai kesejahteraan rumah tangga petani kratom. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dimana lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang dilakunan dalam menganalisis data penelitian adalah deskripsi kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan pendapatan rumah tangga terbesar berasal dari on-farm, yaitu pendapatan dari pemanfaatan kratom sebesar Rp287.505.000. Pengeluaran rumah tangga untuk pangan sebesar Rp84.885.000 dan non-pangan sebesar Rp42.385.000. Pengeluaran untuk pembiayaan usahatani sebesar Rp82.508.000. Daya beli rumah tangga petani (DBPP) sebesar 2,4. Nilai tukar rumah tangga petani (NTPRP) rata-rata lebih besar dari satu (NTPRP = 1,62). Kata kunci: petani, pendapatan, kratom, Kedamin Hulu, kesejahteraan