Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POLA SEBARAN JENIS FAMILI ARACEAE (Talas-talasan) DI KEBUN RAYA SAMBAS KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Taufik, Nur Mohammad; Dewantara, Iswan; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.77752

Abstract

AbstrakTumbuhan Araceae merupakan salah satu jenis tumbuhan tingkat rendah yang hidup di daratan, epifit, dan akuatik. Kebun Raya Sambas terletak pada ketinggian 32 "“ 75 m (dpl) dan mempunyai 3 tipe hutan yang berbeda yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa dan hutan riparian dengan kondisi lingkungan lembab, berair dan teduh serta curah hujan yang tinggi sesuai dengan habitat tumbuhnya. dari spesies Araceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eksplorasi dengan teknik roaming. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan petak ganda tanpa beraturan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies dari 10 genus tumbuhan famili Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Amorphophallus, Cyrtosperma, Dieffenbachia, Epipremnum, Homalomena, Rhaphidopora, Schismatoglottis dan Scindapsus. Tumbuhan Araceae yang ditemukan mempunyai 2 cara hidup yaitu terestrial dan epifit. Perhitungan indeks morisita menunjukkan pola sebaran tanaman Araceae di Kebun Raya Sambas mempunyai sebaran yang mengelompok.Kata Kunci : Araceae, Kebun Raya, Pola Sebaran  AbstrakTumbuhan Araceae merupakan salah satu jenis dari tumbuhan bawah yang hidup di teresterial, epifit dan aquatik. Tumbuhan Araceae hidup di daerah tropis dengan kelembapan yang tinggi. Kebun Raya Sambas terletak pada ketinggian 32 - 75 m (dpl) dan memiliki 3 tipe hutan yang berbeda yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa dan hutan riparian dengan kondisi lingkungan yang lembab, berair dan teduh serta curah hujan yang tinggi sesuai dengan habitat tumbuh jenis- jenis Araceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eskplorasi dengan teknik jelajah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan petak ganda tanpa beraturan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies dari 10 genus tumbuhan famili Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Amorphophallus, Cyrtosperma, Dieffenbachia, Epipremnum, Homalomena, Rhaphidopora, Schismatoglottis dan Scindapsus. Tumbuhan Araceae yang ditemukan memiliki 2 cara hidup yaitu terestrial dan epifit. Hasil perhitungan indeks morisita menunjukkan pola sebaran tumbuhan Araceae di Kebun Raya Sambas memiliki persebaran yang mengelompok.  Kata kunci: Araceae, Kebun Raya, Pola Sebaran.
PEMANFAATAN TUMBUHAN LOKAL SEBAGAI OLAHAN PANGAN UNTUK MEMPERKUAT PEREKONOMIAN MASYARAKAT Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji; Kartikawati, Siti Masitoh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23084

Abstract

Abstrak: Umbut kelapa merupakan bagian dari tumbuhan kelapa yang terletak pada bagian ujung batang yang jika terus tumbuh akan menjadi pelepah dan daun, bagian ini berada di empulur batang, bertekstur lembut dan memiliki rasa yang manis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan umbut kelapa sebagai alternatif produk olahan pangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di Desa Peniti besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, peserta kegiatan ini diikuti oleh kelompk Ibu-ibu PKK sebanyak 35 orang. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan sistem evaluasi dengan menggunakan kuisoner yang dilakukan diawal dan diakhir kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menggambarkan adanya perubahan informasi dan pemahaman tentang pemanfaatan umbut kelapa menjadi olahan pangan berbentuk kelapa dari yang sebelumnya 17% menjadi 100%, pemahaman tingkat kesulitan pembuatan umbut kelapa menjadi olahan pangan yanga awalnya sebesar 63% menyatakan sulit menjadi 10% dan ketertarikan berusaha sebesar 27% menjadi 73%.Abstract: The coconut sheath is part of the coconut plant located at the end of the stem, which, if it continues to grow, will become fronds and leaves; this part is in the pith of the stem, has a soft texture, and has a sweet taste. This activity aims to increase the activity aims to increase community knowledge about using coconut tubers as an alternative processed food product to improve the surrounding community's economy. Community service activities were carried out in Peniti Besar Village, Segedong District, and Mempawah Regency, and the participants of this activity were attended by a group of 35 mother Family Empowerment and Welfare (PKK). The method used in this activity is delivering socialization to the community, and the evaluatioj system is used, using questionnaries conducted at the beagining and the end of the activity. The results of the implementation of the activity illustrate a change in information and understanding of the utilization of coconut tubers into processed food in the form of coconut from the previous 17% to 100%, understanding the level of difficulty in making coconut tubers into processed food,which initially 63% to 10%, and interest in trying 27% to 73%. 
"Mutiara Ramadhan" Da’wah Program at RRI Bengkulu: A Review of the Theory of the Hierarchy of Media Content Influence Destiana, Destiana; Musyaffa, Musyaffa; Alfandi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 24, No 2 (2024): December 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v24i2.8711

Abstract

This research aims to describe the hierarchy of influence of da'wah messages broadcast by the Public Broadcasting Institution (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkulu. This research reviews how the structure of delivering the content of da'wah messages and the dominant hierarchical factors have an influence on the Mutiara Ramadhan program. This research used a descriptive-qualitative approach. Researchers interviewed key informants, in-depth interviews with broadcasters and program performers to obtain a more comprehensive perspective. Researchers made observations of the Mutiara Ramadhan program, and analyzed documents on the content that had been broadcast.  As an analytical tool, this research used the hierarchy of influence theory to examine the influence of da'wah messages. The research had resulted show that two main factors in the Hierarchy of Media Content Influence review influence the existence of the Mutiara Ramadhan program.  Internal media factors, aspects of workers (individuals) who are Muslim, are used to Islamic broadcasting programs during Ramadan, and the routine every time during Ramadhan is to always present Islamic broadcasting programs (Media Routine). As for external media factors, such as organizational structure, through policies, policy makers encourage the Mutiara Ramadhan program. Apart from that, at the media institutional level, considering that RRI Bengkulu's loyal listening audience is predominantly Muslim, the total population of 98% of the Muslim population is taken into consideration. Then, the level of Social System or Ideology is shown by the entire leadership structure being Muslim, and the majority of workers being Muslim, so there is an interest in maintaining their ideological beliefs.
KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KRATOM (Mytragina sp) DI KELURAHAN KEDAMIN HULU KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU Roslinda, Emi; Taqwa, Takhta M; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.78432

Abstract

The kratom plant (Mitragyna sp.) is one of the non-timber forest products that grow abundantly in Kalimantan; it grows wild and is also widely cultivated. Kratom is a potential plant. The aim of the research is to calculate farmers' income from cultivating kratom and non-kratom plants, calculate farmer household expenses, and assess the welfare of kratom farmer households. This research used a survey method, with the research location purposively selected. Research data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The method used in analyzing research data is a quantitative description. The results of data analysis show that the largest household income comes from on-farm, namely, income from the use of kratom, amounting to IDR 287,505,000. Household expenditure on food was IDR 84,885,000, and non-food IDR 42,385,000. Expenditures for financing farming amounted to IDR 82,508,000. The farmer household purchasing power (DBPP) is 2.4. The average farmer household exchange rate (NTPRP) is greater than one (NTPRP = 1.62). Keywords: farmer, income, kratom, Kedamin Hulu, welfare. Abstrak Tanaman kratom (Mitragyna sp) adalah salah satu hasil hutan bukan kayu yang tumbuh subur di Kalimantan dan tumbuh liar kratom juga banyak dibudidayakan. Kratom merupakan tanaman yang potensial. Tujuan penelitian adalah menghitung pendapatan petani dari usaha budidaya tanaman kratom dan bukan kratom, menghitung pengeluaran rumah tangga petani, menilai kesejahteraan rumah tangga petani kratom. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dimana lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang dilakunan dalam menganalisis data penelitian adalah deskripsi kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan pendapatan rumah tangga terbesar berasal dari on-farm, yaitu pendapatan dari pemanfaatan kratom sebesar Rp287.505.000. Pengeluaran rumah tangga untuk pangan sebesar Rp84.885.000 dan non-pangan sebesar Rp42.385.000. Pengeluaran untuk pembiayaan usahatani sebesar Rp82.508.000. Daya beli rumah tangga petani (DBPP) sebesar 2,4. Nilai tukar rumah tangga petani (NTPRP) rata-rata lebih besar dari satu (NTPRP = 1,62). Kata kunci: petani, pendapatan, kratom, Kedamin Hulu, kesejahteraan
Peningkatan Kapasitas UMKM Kampung Sedekah Melalui Penerapan Strategi Pemasaran Digital Rahmawati, Dwi; Pertiwi, Husna Putri; Destiana, Destiana; Andini, Laras Ayu
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38509

Abstract

Abstract:  Kampung Sedekah Indonesia is a philanthropic organization in Ciracas, East Jakarta, that focuses on empowering MSME communities. The main challenge faced by partners is the lack of marketing strategy assistance to increase competitiveness. This community service program aims to assist MSMEs in designing and implementing innovative and sustainable marketing strategies. The program implementation uses a participatory method that includes four stages: needs analysis, modern marketing training, practical creative marketing assistance, and implementation evaluation. Pre-test results showed that although participants had sufficient basic knowledge, the main obstacles faced were capital and marketing strategies. After the intervention, post-test results showed a significant increase in participants' knowledge and commitment. Key findings noted that 100% of participants committed to separating personal and business finances. In terms of digital marketing, participants demonstrated high readiness, with a preference for Instagram/Facebook platforms for general promotions and TikTok for video content. The program successfully improved participants' digital literacy and practical skills, which is expected to strengthen brand awareness and expand the market reach of Kampung Sedekah MSMEs independently and sustainably.Abstrak: Kampung Sedekah Indonesia merupakan organisasi filantropi di Ciracas, Jakarta Timur, yang fokus pada pemberdayaan komunitas UMKM. Tantangan utama yang dihadapi mitra adalah minimnya pendampingan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi UMKM dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang inovatif serta berkelanjutan. Pelaksanaan program menggunakan metode partisipatif yang meliputi empat tahapan: analisis kebutuhan, pelatihan pemasaran modern, pendampingan praktis pemasaran kreatif, dan evaluasi implementasi. Hasil pra-test menunjukkan bahwa meskipun peserta memiliki pengetahuan dasar yang cukup, hambatan utama yang dihadapi adalah permodalan dan strategi pemasaran. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan komitmen peserta. Temuan kunci mencatat bahwa 100% peserta berkomitmen untuk melakukan pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Dalam aspek pemasaran digital, peserta menunjukkan kesiapan tinggi dengan preferensi platform Instagram/Facebook untuk promosi umum dan TikTok untuk konten video. Program ini berhasil meningkatkan literasi digital dan keterampilan praktis peserta, yang diharapkan dapat memperkuat brand awareness serta memperluas jangkauan pasar UMKM Kampung Sedekah secara mandiri dan berkelanjutan.
PEMETAAN PARTISIPATIF SEBAGAI INSTRUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA BERBASIS DATA SPASIAL Lestariningsih, Siti Puji; Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Kartikawati, Siti Masitoh; Ramadhani, Endi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38286

Abstract

Abstrak: Keterbatasan ketersediaan data spasial desa serta rendahnya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan menjadi kendala dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis bukti dan inklusif. Kondisi tersebut menyebabkan perencanaan cenderung normatif dan belum sepenuhnya didukung informasi keruangan yang akurat, terintegrasi, dan terdokumentasi dengan baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam pemetaan desa sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan yang lebih akurat dan transparan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyusunan peta dasar, sosialisasi pentingnya data spasial, praktik pemetaan batas dan potensi wilayah, pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak SIG, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari pemerintah desa dan organisasi masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur pemahaman konsep, tingkat partisipasi, dan persepsi manfaat kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman dan keterlibatan peserta sebesar 67%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman konsep pemetaan partisipatif. Kegiatan ini menghasilkan peta desa yang dimanfaatkan sebagai acuan perencanaan pembangunan serta memperkuat tata kelola desa berbasis data dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan kolaboratif.Abstract: Limited availability of village-level spatial data and low community involvement in the planning process hinder the realization of evidence-based and inclusive development. This condition leads to planning practices that tend to be normative and insufficiently supported by accurate, integrated, and well-documented spatial information. This community service program aimed to enhance community capacity and participation in village mapping as a foundation for more accurate and transparent development planning. The method employed a participatory approach, including the preparation of base maps, socialization of the importance of spatial data, participatory mapping of administrative boundaries and local potentials, spatial data processing using GIS software, and program evaluation. This activity involved 30 participants from village government and community organizations. Evaluation was conducted using a Likert-scale questionnaire to assess participants’ conceptual understanding, level of participation, and perceived benefits of the activity. The results indicated an average increase of 67% in participants’ understanding and engagement, with the highest improvement observed in the understanding of participatory mapping concepts. The activity produced a village map that serves as a reference for development planning and strengthens data-driven governance and sustainable community empowerment.