Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

A Comparative Histological Study of Skin in Clarias gariepinus and Oreochromis niloticus Khairani, Shafia; Fikri, Faisal; Purnomo, Agus; Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad
Media Kedokteran Hewan Vol. 32 No. 2 (2021): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v32i2.2021.90-96

Abstract

This study aimed to evaluate the comparative of histological figures in Clarias gariepinus and Oreochromis niloticus skin. A total of 18 samples were observed and collected the skin preservation. The hematoxylin-eosin staining performed to determine the histological structure. Results showed that there were different structures in the epidermis and dermis layer between C. gariepinus and O. niloticus skin. Club cells showed dominated in the epidermis layer of C. gariepinus. The pigmented cell showed clearly in the basement layer of C. gariepinus compared to O. niloticus. Stratum compactum in O. niloticus also showed adequate compared to C. gariepinus.
A Case Report: Coccidiosis in Layer Farm, Sumedang Hartady, Tyagita; Darmesti, Daniswara Danindra; Hermawan, Firda Aisyah; Khairani, Shafia; Windria, Sarasati; Wismandanu, Okta; Rosdianto, Aziiz Mardanarian; Satryo, Faisal Amri
Media Kedokteran Hewan Vol. 35 No. 1 (2024): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v35i1.2024.36-44

Abstract

Coccidiosis is a parasitic disease that causes economic losses on chicken farms. A case was found on a farm in Rancaekek, Bandung Regency, where there was a one-year-old laying hen that stopped producing eggs, experienced decreased pectoral muscle mass, and had mild ataxia. The diagnosis was made by necropsy procedure and fecal examination. There were lesions in the small intestine, these lesions manifested as ballooning filled with orange mucus and the presence of petechial hemorrhages on the luminal wall and decreased pectoral muscle mass was found. A Fecal examination was performed using the floating method and the McMaster calculation. The results of the fecal examination revealed Eimeria sp. oocysts and Trichostongylus tenuis eggs. The diagnosis of this case is coccidiosis infection caused by two species of Eimeria sp., namely Eimeria maxima and Eimeria tenella. This infection has resulted in a nutritional deficiency, manifested by a decrease in pectoral muscle mass.    
Suspek dermatofitosis pada ayam Sentul Debu di peternakan ayam di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Hermawan, Firda Aisyah; Triyatjaya, Yoga; Khairani, Shafia; Pratiwi, Unita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.1-2

Abstract

Dermatophytosis in chickens or avian ringworms is a zoonotic disease caused by fungi in the Dermatophyta group. This article reports a case of suspected dermatophytosis in Sentul Debu chickens on a chicken farm in Majalengka Regency, West Java. Three 11 month old male Sentul Debu chickens in one of the postal system rearing cages showed clinical symptoms in the form of white scales on their head, comb, and wattles. Diagnosis and treatment are based on clinical symptoms and visible lesions. Treatment uses an ointment with the active ingredient sulfur which is given 1-2 times/day for 7 days. The results of the treatment showed healing, with the head, comb, and wattle appearing to be clean from white scales.
Diagnosis infectious bronchitis pada seekor ayam lokal Triyatjaya, Yoga; Hermawan, Firda Aisyah; Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Pratiwi, Unita; Khairani, Shafia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.15-16

Abstract

Bronkitis menular merupakan penyakit pada ayam yang disebabkan oleh virus avian dengan genom virus RNA positif beruntai tunggal dan termasuk dalam genus Gammacoronavirus. AI adalah penyakit pernafasan akut yang mempengaruhi sistem reproduksi ayam, ginjal, saluran pencernaan, dan sistem pertahanan. Artikel ini melaporkan seekor ayam petelur Debu Sentul berusia 13 bulan ditemukan mengalami gangguan postur berdiri. Pemeriksaan fisik menunjukkan ayam memiliki postur berdiri seperti Penguin, mulut selalu terbuka, dan sesak napas. Hewan-hewan tersebut di-eutanasia untuk nekropsi dan pemeriksaan post-mortem. Nekropsi menunjukkan temuan patologi berupa airsacculitis, splenomegali, regresi ovarium, enteritis, perdarahan rongga tonsil, dan kista berisi cairan pada saluran telur. Ayam didiagnosis menderita Bronkitis Menular berdasarkan gejala klinis dan temuan patologi anatomi pada organ.
Gambaran patologi anatomi pada DOC yang mengalami omphalitis Hermawan, Firda Aisyah; Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Triatjaya, Yoga; Khairani, Shafia; Pratiwi, Unita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.53-54

Abstract

Omphalitis, infeksi yang disebabkan oleh berbagai bakteri yang masuk melalui umbilikus yang terbuka atau aliran darah, secara signifikan berkontribusi pada kematian anak ayam dalam minggu pertama setelah menetas, sering kali akibat praktik kebersihan yang kurang optimal selama proses penetasan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dampak omphalitis pada anak ayam umur sehari (DOC) dengan memeriksa perubahan anatomi dan patologi. Nekropsi dilakukan pada empat DOC di Pusat Pengembangan Pembibitan Unggas Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak ayam yang terinfeksi memiliki ukuran tubuh kecil, bulu kusam, kantung kuning telur membesar, dan umbilikus yang belum sembuh. Patologi anatomi mengungkapkan distensi abdomen, tangkai kuning telur nekrotik, serta kantung kuning telur yang berwarna kehijauan dan berbau busuk.
Clinical diagnosis and therapeutic approach for stomatitis in an albino-reticulated python (Malayopython reticulatus) at Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Indonesia Panggalih, Ketawang Enggar; Dewantara, Ragaluh; Khairani, Shafia; Kusuma, Randy
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.49-50

Abstract

Laporan kasus ini menyoroti strategi pengobatan yang efektif untuk stomatitis pada ular sanca kembang, memberikan wawasan berharga tentang perawatan veteriner dalam upaya konservasi reptil. Ular sanca kembang albino (Malayopython reticulatus) memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi sebagai predator, sehingga kesehatannya menjadi sangat penting dalam upaya konservasi. Seekor ular sanca albino di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Indonesia, dilaporkan oleh penjaga kebun binatang tidak mau makan selama sekitar 1-2 bulan. Dokter hewan yang bertugas dari unit reptil melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan adanya peradangan pada mulut dan jaringan mukosa, serta gigi yang hilang. Gigi yang bermasalah dicabut untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Pengobatan dilakukan dengan pemberian semprotan antiseptik yang mengandung 0,2% klorheksidin diglukonat dan Oxyfresh Dental Gel pada area mulut yang meradang. Selain itu, terapi suportif dengan Hematodin juga diberikan. Setelah sembilan hari pengobatan, ular sanca tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan peradangan yang berkurang dan pemulihan bertahap.