Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

A Comparative Histological Study of Skin in Clarias gariepinus and Oreochromis niloticus Khairani, Shafia; Fikri, Faisal; Purnomo, Agus; Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad
Media Kedokteran Hewan Vol. 32 No. 2 (2021): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v32i2.2021.90-96

Abstract

This study aimed to evaluate the comparative of histological figures in Clarias gariepinus and Oreochromis niloticus skin. A total of 18 samples were observed and collected the skin preservation. The hematoxylin-eosin staining performed to determine the histological structure. Results showed that there were different structures in the epidermis and dermis layer between C. gariepinus and O. niloticus skin. Club cells showed dominated in the epidermis layer of C. gariepinus. The pigmented cell showed clearly in the basement layer of C. gariepinus compared to O. niloticus. Stratum compactum in O. niloticus also showed adequate compared to C. gariepinus.
A Case Report: Coccidiosis in Layer Farm, Sumedang Hartady, Tyagita; Darmesti, Daniswara Danindra; Hermawan, Firda Aisyah; Khairani, Shafia; Windria, Sarasati; Wismandanu, Okta; Rosdianto, Aziiz Mardanarian; Satryo, Faisal Amri
Media Kedokteran Hewan Vol. 35 No. 1 (2024): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v35i1.2024.36-44

Abstract

Coccidiosis is a parasitic disease that causes economic losses on chicken farms. A case was found on a farm in Rancaekek, Bandung Regency, where there was a one-year-old laying hen that stopped producing eggs, experienced decreased pectoral muscle mass, and had mild ataxia. The diagnosis was made by necropsy procedure and fecal examination. There were lesions in the small intestine, these lesions manifested as ballooning filled with orange mucus and the presence of petechial hemorrhages on the luminal wall and decreased pectoral muscle mass was found. A Fecal examination was performed using the floating method and the McMaster calculation. The results of the fecal examination revealed Eimeria sp. oocysts and Trichostongylus tenuis eggs. The diagnosis of this case is coccidiosis infection caused by two species of Eimeria sp., namely Eimeria maxima and Eimeria tenella. This infection has resulted in a nutritional deficiency, manifested by a decrease in pectoral muscle mass.    
Suspek dermatofitosis pada ayam Sentul Debu di peternakan ayam di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Hermawan, Firda Aisyah; Triyatjaya, Yoga; Khairani, Shafia; Pratiwi, Unita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.1-2

Abstract

Dermatophytosis in chickens or avian ringworms is a zoonotic disease caused by fungi in the Dermatophyta group. This article reports a case of suspected dermatophytosis in Sentul Debu chickens on a chicken farm in Majalengka Regency, West Java. Three 11 month old male Sentul Debu chickens in one of the postal system rearing cages showed clinical symptoms in the form of white scales on their head, comb, and wattles. Diagnosis and treatment are based on clinical symptoms and visible lesions. Treatment uses an ointment with the active ingredient sulfur which is given 1-2 times/day for 7 days. The results of the treatment showed healing, with the head, comb, and wattle appearing to be clean from white scales.
Diagnosis infectious bronchitis pada seekor ayam lokal Triyatjaya, Yoga; Hermawan, Firda Aisyah; Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Pratiwi, Unita; Khairani, Shafia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.15-16

Abstract

Bronkitis menular merupakan penyakit pada ayam yang disebabkan oleh virus avian dengan genom virus RNA positif beruntai tunggal dan termasuk dalam genus Gammacoronavirus. AI adalah penyakit pernafasan akut yang mempengaruhi sistem reproduksi ayam, ginjal, saluran pencernaan, dan sistem pertahanan. Artikel ini melaporkan seekor ayam petelur Debu Sentul berusia 13 bulan ditemukan mengalami gangguan postur berdiri. Pemeriksaan fisik menunjukkan ayam memiliki postur berdiri seperti Penguin, mulut selalu terbuka, dan sesak napas. Hewan-hewan tersebut di-eutanasia untuk nekropsi dan pemeriksaan post-mortem. Nekropsi menunjukkan temuan patologi berupa airsacculitis, splenomegali, regresi ovarium, enteritis, perdarahan rongga tonsil, dan kista berisi cairan pada saluran telur. Ayam didiagnosis menderita Bronkitis Menular berdasarkan gejala klinis dan temuan patologi anatomi pada organ.
Gambaran patologi anatomi pada DOC yang mengalami omphalitis Hermawan, Firda Aisyah; Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Triatjaya, Yoga; Khairani, Shafia; Pratiwi, Unita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.53-54

Abstract

Omphalitis, infeksi yang disebabkan oleh berbagai bakteri yang masuk melalui umbilikus yang terbuka atau aliran darah, secara signifikan berkontribusi pada kematian anak ayam dalam minggu pertama setelah menetas, sering kali akibat praktik kebersihan yang kurang optimal selama proses penetasan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dampak omphalitis pada anak ayam umur sehari (DOC) dengan memeriksa perubahan anatomi dan patologi. Nekropsi dilakukan pada empat DOC di Pusat Pengembangan Pembibitan Unggas Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak ayam yang terinfeksi memiliki ukuran tubuh kecil, bulu kusam, kantung kuning telur membesar, dan umbilikus yang belum sembuh. Patologi anatomi mengungkapkan distensi abdomen, tangkai kuning telur nekrotik, serta kantung kuning telur yang berwarna kehijauan dan berbau busuk.
Clinical diagnosis and therapeutic approach for stomatitis in an albino-reticulated python (Malayopython reticulatus) at Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Indonesia Panggalih, Ketawang Enggar; Dewantara, Ragaluh; Khairani, Shafia; Kusuma, Randy
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.49-50

Abstract

Laporan kasus ini menyoroti strategi pengobatan yang efektif untuk stomatitis pada ular sanca kembang, memberikan wawasan berharga tentang perawatan veteriner dalam upaya konservasi reptil. Ular sanca kembang albino (Malayopython reticulatus) memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi sebagai predator, sehingga kesehatannya menjadi sangat penting dalam upaya konservasi. Seekor ular sanca albino di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Indonesia, dilaporkan oleh penjaga kebun binatang tidak mau makan selama sekitar 1-2 bulan. Dokter hewan yang bertugas dari unit reptil melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan adanya peradangan pada mulut dan jaringan mukosa, serta gigi yang hilang. Gigi yang bermasalah dicabut untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Pengobatan dilakukan dengan pemberian semprotan antiseptik yang mengandung 0,2% klorheksidin diglukonat dan Oxyfresh Dental Gel pada area mulut yang meradang. Selain itu, terapi suportif dengan Hematodin juga diberikan. Setelah sembilan hari pengobatan, ular sanca tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan peradangan yang berkurang dan pemulihan bertahap.
STRATEGI PENGENDALIAN PENYAKIT HEWAN DI DESA CIBIRU WETAN: IMPLEMENTASI DAN DAMPAK TERHADAP KESEJAHTERAAN TERNAK Khairani, Shafia; Maharani, Briliant; Fath, Atria Destriana; Loloallo, Isakhar Sebulon A.
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.57971

Abstract

Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) merupakan tantangan utama di Desa Cibiru Wetan. Penyakit seperti Brucellosis, Penyakit Mulut dan Kuku, serta Septicaemia Epizootica tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berpotensi zoonosis yang membahayakan kesehatan masyarakat akibat konsumsi produk asal hewan atau pemeliharaan hewan yang kurang tepat. Strategi yang dapat dilakukan yaitu pemberdayaan Masyarakat Desa Cibiru Wetan dalam pengendalian penyakit hewan dengan tujuan menekan angka prevalensi penyakit serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mantri hewan serta warga desa mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit. Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) menjadi salah satu strategi yang dapat diimplementasikan dan telah dilaksanakan selama 3 bulan, dengan tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan kegiatan (meliputi sosialisasi dan edukasi), serta pendampingan. Hasil sosialisasi menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman mantri hewan dan warga desa Cibiru Wetan terkait pengendalian penyakit hewan dengan hasil post-test menunjukkan bahwa mantri hewan dan kelompok peternak memahami tata cara pencegahan penyakit hewan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan para mantri hewan demi terwujudnya ternak unggul di Desa Cibiru Wetan.
Kompresi toraks fatal akibat lipoma abdomen dan distensi lambung pada kucing Anugerah, Cahya Alamsyah Putra; Salsabila, Cut Aja; Febryawan, Ghazy Zhafran; Khairani, Shafia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.95-96

Abstract

Respiratory distress due to abdominal pathology presents a diagnostic challenge in small animal practice and may be fatal if not promptly recognized. This case study describes the pathological findings in a domestic cat with thoracic cavity narrowing secondary to severe gastric distension and an abdominal lipoma. Necropsy was performed on a cat with dyspnea, abdominal pain, gait incoordination, and influenza-like symptoms. Postmortem examination revealed multiple pathological lesions, including marked gastric distension due to gas accumulation, a solitary lipoma within the abdominal cavity, gastritis, enteritis, Ascaris spp. infection (ascariasis), pulmonary hemorrhage, and tracheal hyperemia. The concurrent presence of abdominal lipoma and gastric distension likely exerts mechanical pressure on the diaphragm and thoracic cavity, restricting lung expansion and impairing gas exchange. This pressure-induced respiratory compromise is considered the primary factor for animal death. This report emphasizes the need for thorough clinical evaluation in cases with respiratory and abdominal signs, highlighting how abdominal masses can trigger life-threatening complications.
Uji In vitro Aktivitas Antiparasit Minyak Esensial Chamomile (Anthemis nobilis L.) terhadap Tungau Otodectes cynotis Putri Ruchiyat, Shafira Permata; Waskita, Pranyata Tangguh; Krissanti, Ita; Khairani, Shafia; Hiroyuki, Andi; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.86846

Abstract

Parasitic otitis adalah penyakit pada telinga yang biasa ditemukan pada hewan kecil, salah satunya adalah kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau otodectes cynotis. Terdapat pengobatan alami yang bisa dijadikan peluang sebagai alternatif lain dalam membantu mengatasi penyakit otitis pada kucing yang salah satunya adalah minyak esensial chamomile (Anthemis nobilis l.)(MEC) karena memiliki efektifitas sebagai antiparasit, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui potensi MEC sebagai antiparasit khususnya terhadap tungau otodectes cynotis serta mengetahui konsentrasi MEC yang berpotensi untuk menangani kasus parasitic otitis pada kucing. Penelitian ini dilakukan uji in vitro berupa uji aktivitas antiparasit untuk menentukan konsentrasi terbaik yang berpotensi membunuh tungau otodectes cynotis. Pada uji aktivitas antiparasit didapatkan konsentrasi MEC terbaik yaitu 5% dengan hasil daya hambat tetas telur (62,5%), persentase mortalitas tungau otodectes cynotis pada siklus larva (90%), nimfa (90%), dan dewasa (82,50%). Hal ini menunjukkan bahwa MEC 5% memiliki potensi sebagai antiparasit.