Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KETERSEDIAN BARANG LOGISTIK DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC NET 2008 Fahreza, Dimas; Rahmah, Sabrina Aulia; Prayoga, J
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 2, No 1 (2021): Juli
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v2i1.1253

Abstract

Pemakaian teknologi informasi dan sistem informasi ialah suatu kebutuhan yang digunakan pada saat keadaan mendesak dikarenakan sebuah organisasi dapat melakukan pekerjaannya dengan mudah dan dapat melakukan penghematan sumber daya yang ada seperti pemakaian tenaga kerja, ruang penyimpanan data dan waktu yang dibutuhkan dalam penyelesain tersebut. Kecepatan penyajian Data serta akses informasi ialah salah satu media pendukung sebuah organisasi untuk memenangkan persaingan. Data dapat diartikan sebagai sumber energi yang sangat potensial, namun butuh didampingi oleh aspek penunjang yang lain terutama pada bagian data industri dalam wujud sistem data. Aplikasi Sistem Data Logistik dapat digunakan untuk mendukung aktivitas dalam pengambilan keputusan yang memerlukan hardware dan software yang menunjang agar dapat digunakan dalam meningkatkan kinerja industri. Dengan adanya sistem logistik barang ini maka produk yang dipasarkan akan memperoleh keuntungan yang lebih besar dibanding pengiriman dengan manual. Untuk membuka sistem logistik maka dibutuhkan sebuah sistem informasi tentang barang yang akan dikirim.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN KOMUNIKASI STRATEGIS DALAM MENDUKUNG TUGAS KEPOLISIAN PERAIRAN DAN UDARA Amin, Afriadi; Haslinda, Haslinda; Yasir, Amru; Satria, Welnof; Rahmah, Sabrina Aulia
JPPM : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2026): Maret
Publisher : Compart Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63854/jppm.v2i2.146

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kapasitas personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Utara melalui integrasi ilmu komunikasi dan ilmu komputer. Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan keamanan perairan dan udara yang semakin kompleks, sementara komunikasi strategis diperlukan untuk membangun kepercayaan publik serta memperkuat koordinasi internal. Kegiatan ini meliputi pelatihan literasi digital, pemanfaatan aplikasi komputer untuk pengelolaan data operasional, serta pengembangan strategi komunikasi publik yang efektif. Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan personel Ditpolairud mampu meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan responsivitas dalam menjalankan tugas pokok kepolisian, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi udara. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model integrasi teknologi informasi dan komunikasi strategis dalam mendukung kinerja kepolisian di era digital.
SISTEM BEL PINTU BERBASIS ESP32-CAM DENGAN DETEKSI GERAK, PENGIRIMAN FOTO, DAN INTERAKSI SUARA VIA TELEGRAM Fakhri, Muhammad; Zulham, Zulham; Rahmah, Sabrina Aulia
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i1.8526

Abstract

Peningkatan keamanan hunian melalui pemantauan jarak jauh melatarbelakangi pengembangan sistem bel pintu pintar berbasis Internet of Things (IoT). Pengembangan prototipe ini mengintegrasikan mikrokontroler ESP32-CAM, sensor PIR HC-SR501, dan modul audio DFPlayer Mini dengan antarmuka Telegram Bot API melalui metode prototyping. Berdasarkan hasil pengujian, sensor PIR mampu mendeteksi gerakan manusia secara akurat hingga jarak 5 meter dengan sudut jangkauan 110 derajat. Pengiriman notifikasi berupa foto dan pesan teks ke aplikasi Telegram mencapai tingkat keberhasilan 100% dalam 10 kali percobaan, dengan rata-rata waktu respons di bawah 3 detik. Ukuran file citra yang dihasilkan berkisar antara 30-50 KB, sehingga terbukti efisien dalam transmisi data pada jaringan Wi-Fi. Implementasi ini berhasil menyediakan fitur pemantauan visual serta komunikasi suara jarak jauh yang memungkinkan pemilik rumah memantau tamu secara real-time tanpa batasan jarak. Kata Kunci: ESP32-CAM, Bel Pintu Pintar, Telegram Bot, Sensor PIR, Internet of Things.
Identifikasi Gender Dalam Keaktifan Pembelajaran Menggunakan Metode Face Recognition Aldy Agustian; Sabrina Aulia Rahmah; Welnof Satria
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gender terhadap proses pembelajaran di bidang teknologi informasi serta merancang sistem pengenalan wajah berbasis gender yang dapat diterapkan di lingkungan pembelajaran Universitas Dharmawangsa. Sistem ini didesain khusus untuk mahasiswa jurusan Teknologi Informasi dan bertujuan memberikan solusi praktis dalam mengevaluasi keterlibatan gender di ruang kelas. Dengan memanfaatkan teknologi face recognition, sistem ini mampu mengenali gender mahasiswa secara otomatis berdasarkan data gambar yang dikumpulkan. Metode penelitian meliputi pengumpulan dataset yang terdiri dari 200 gambar mahasiswa angkatan 2021-2022 dengan kategori gender laki-laki dan perempuan. Penelitian ini memiliki batasan interaksi hanya pada proses pembelajaran di kelas Teknologi Informasi Universitas Dharmawangsa. Dengan sistem yang dirancang, penelitian ini diharapkan dapat membantu dosen dalam menilai keterlibatan mahasiswa selama proses pembelajaran berdasarkan perspektif gender. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem Smart Identification yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menggali wawasan lebih dalam mengenai kesetaraan gender dalam keaktifan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan tinggi. Kesimpulannya, sistem ini tidak hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender di dunia pendidikan.