Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR ENGLISH FOR MATHEMATICS Apsari, Ratih Ayu; Sariyasa; Nourma Pramestie Wulandari; Tabita Wahyu Triutami
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v12i2.779

Abstract

English for Mathematics (EFM) is one of the important courses to prepare the prospective mathematics teacher in teaching mathematics using English as language of instruction. Besides that, EFM also enable the students in mathematics education department to employ more references as learning sources. Reflected to the important of students’ ability in EFM, we plan to develop the textbook related to the course. The whole study will use the method of Research & Development with three steps of Preliminary Research, Prototyping Stage dan Assessment Phase. The present study was focused on the first stage to analysis the needs of the textbook development. The subjects were 27 students of second year mathematics education study program in a state university in Nusa Tenggara Barat, Indonesia. The subjects were experienced the course of EFM in previous year. The data were gathered from students’ written work and interview with students and lecturers of EFM. We analyzed the data using quantitative descriptive method to evaluate the students’ mastery in EFM. From the analysis, it was found that the students’ score were lacking in mathematical terms and spoken language of mathematical symbols. The interview with the lecturers also confirmed that the learning sources in EFM is still limited. Therefore, to support the students in learning EFM better, the textbook is highly needed.
Bringing Local Wisdom into Mathematics: Developing a Culturally-Based Problem Posing Assessment Kertiyani, Ni Made Intan; Ulfa Lu'luilmaknun; Tabita Wahyu Triutami; Nourma Pramestie Wulandari; Maria Evelin Totuloba
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10510

Abstract

This study aims to develop a local culture-based problem-posing test on linear programming material for eleventh-grade high school students and determine the content validity of the developed test based on expert judgment. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the Four-D (4D) model. The developed test was designed to measure students’ abilities in three types of problem-posing activities: pre-solution posing, within-solution posing, and post-solution posing, by integrating local cultural contexts such as economic and agricultural activities around the Sembalun area of Mount Rinjani. The validation was conducted by two mathematics education experts and one local culture expert. The results showed that the developed test achieved a high level of content validity with an average score of 3.75, categorized as very valid. Therefore, the local culture-based problem-posing test developed in this study is considered feasible and valid to be used in assessing students’ abilities to formulate, develop, and solve contextual mathematical problems.
Pengaruh Lokus Kendali terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Najela Dekantari; Harry Soeprianto; Nourma Pramestie Wulandari; Ketut Sarjana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1735

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan siswa menggunakan proses berpikirnya dalam memecahkan masalah dengan mengumpulkan fakta, menganalisis informasi, menyusun berbagai solusi, dan memilih solusi yang paling efektif. Lokus kendali merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokus kendali terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Mataram tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Mataram sebanyak 161 orang. Adapun sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII A sebanyak 32 siswa yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket lokus kendali dan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Uji statistik yang digunakan yaitu regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan lokus kendali terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan kontribusi sebesar 36,2%
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP zulhijri; Nani Kurniati; Nourma Pramestie Wulandari
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Mataram ditinjau dari minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 60 siswa, dengan analisis mendalam pada 9 siswa terpilih dari kategori Minat Belajar Tinggi, Sedang, dan Rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar, tes kemampuan pemecahan masalah materi Statistika, dan wawancara semi-terstruktur, dianalisis berdasarkan empat tahapan Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan Minat Belajar Tinggi umumnya sudah mampu melaksanakan semua tahapan Polya dengan baik, dari memahami masalah hingga melakukan pemeriksaan kembali. Namun, masih terdapat siswa dalam kelompok ini yang mengalami kesulitan pada langkah pemeriksaan akhir. Siswa dengan Minat Belajar Sedang hanya mampu melaksanakan dua tahapan Polya, yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana, tetapi gagal menyusun strategi lengkap (hanya menulis rumus) dan tidak melakukan pengecekan kembali. Sementara itu, kemampuan siswa dengan Minat Belajar Rendah sangat terbatas, hanya mampu melaksanakan satu tahapan Polya (memahami masalah), dengan kecenderungan menyalin data, menyelesaikan dengan menebak, dan mengabaikan pengecekan ulang atau penarikan kesimpulan. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya pelatihan sistematis dalam penyusunan strategi dan keterampilan reflektif untuk peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa.