Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA RAWAT INAP DI RSUD MUARA TEWEH PERIODE TAHUN 2023 Fahrezy, Akhmad Irghi; Hasniah, Hasniah; Fadillah, Aris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38192

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu bentuk hipertensi yang harus diobati dengan terapi antihipertensi selama kehamilan. Salah satu penyebab utama penyakit dan kematian pada ibu dan bayi adalah preeklampsia. Evaluasi rasionalitas Penggunaan obat penting pada pemberian obat antihipertensi bagi ibu hamil. Hal ini dilakukan guna memastikan ibu hamil telah mendapatkan terapi pengobatan yang aman, efektif, dan diperlukan secara klinis, mengingat preeklamsia merupakan penyakit yang menimbulkan risiko serius bagi ibu dan janin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui Gambaran dan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia rawat inap di RSUD Muara Teweh Periode Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimantal deskriptif observasional dengan menggunakan data retrospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 rekam medis diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling melalui kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data yang disajikan dalam bentuk diagram/ tabel dan persentase. Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar acuan PNPK Preeklampsia 2016. Hasil dari penelitian ini didapatkan penggunaan nifedipin sebesar 42%, kombinasi nifedipin dan metildopa sebesar 48% yang dilanjutkan metildopa sebesar 5% dan amlodipin 5%. Rasionalitas tepat penggunaan obat didapatkan hasil tepat indikasi 98%, tepat obat 98%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, dan tepat interval pemberian sebesar 100%.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR PROTEIN DAN DUGAAN ASAM AMINO DALAM ASI, SUSU FORMULA DAN SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN HPLC Anggraeni, Lisa; Fauzi, Muhammad; Fadillah, Aris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39223

Abstract

Saat awal pertumbuhan bayi memerlukan nutrisi untuk membantu proses tumbuh kembangnya. Sumber nutrisi utama didapatkan adalah dengan pemberian ASI yang dilakukan dari usia 0–6 bulan. Pada masa kini masih banyak ditemukan ibu yang tidak dapat memberikan ASInya, sehingga membuat ibu memberikan susu formula dan susu formula kedelai sebagai pengganti ASI. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kadar protein yang tertinggi dalam ASI, susu formula dan susu kedelai dengan standar SNI dan senyawa asam amino terduga menggunakan metode HPLC. Penelitian ini bersifat eskperimental dengan menggunakan metode kjeldahl untuk mengetahui kadar nitrogen total dan metode HPLC untuk mengetahui senyawa asam amino terduga. Diperoleh hasil kadar protein total ASI= 23,50% ; kadar protein total susu formula= 23,19% dan ; kadar protein total susu kedelai= 11,90% yang masing-masingnya telah memenuhi persyaratan SNI dan  nilai kadar protein tertinggi diperoleh oleh ASI. ASI terdeteksi adanya senyawa terduga asam glutamat, serin, histidin, arginin sedangkan dalam susu formula serin, tirosin, valin dan pada susu kedelai tidak terdeteksi adanya senyawa asam amino.
VARIASI KONSENTRASI CARBOMER 940-TRIETHANOLAMINE (TEA) DAN EVALUASI PADA FORMULASI PEELING GEL EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS) Nawwal, Nawwal; Fadillah, Aris; Fauzi, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40124

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan untuk meningkatkan estetika dan kesehatan kulit. Salah satu produk kosmetik yang populer adalah peeling gel, yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit agar tampak lebih halus dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi carbomer 940 dan triethanolamine (TEA) terhadap karakteristik fisik serta stabilitas sediaan peeling gel berbasis ekstrak kulit nanas (Ananas comosus). Metode penelitian ini melibatkan formulasi peeling gel dengan tiga variasi konsentrasi carbomer 940 dan TEA, yaitu 0,5% (Formula I), 0,6% (Formula II), dan 0,7% (Formula III). Pengujian dilakukan terhadap parameter organoleptik, berat jenis, daya sebar, viskositas, sifat alir, serta pH sediaan. Stabilitas sediaan diuji menggunakan metode cycling test selama 12 hari pada suhu 4°C dan 40°C. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah untuk melihat perbedaan yang signifikan antar formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Tidak terdapat perubahan signifikan dalam organoleptik, berat jenis, daya sebar, viskositas, sifat alir, serta pH selama penyimpanan. Dengan demikian, peeling gel berbasis ekstrak kulit nanas dengan berbagai variasi konsentrasi carbomer 940 dan TEA memiliki stabilitas yang baik dan layak digunakan sebagai sediaan kosmetik berbasis bahan alami yang aman dan efektif untuk perawatan kulit.
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN KULIT UDANG DAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN NUGGET KAYA NUTRISI Aris Fadillah; Lia Mardiana; Muhammad Fauzi; Didi Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19392

Abstract

Abstrak: Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung kaya akan potensi hasil laut, salah satunya adalah udang. Kulit udang yang umumnya dianggap sebagai limbah, diketahui mengandung protein yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bahan pada olahan makanan. Daerah ini juga banyak ditumbuhi tanaman kelor (Moringa oleifera). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, B dan C serta memiliki zat antioksidan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi limbah kulit udang dan daun kelor, serta memberikan pelatihan pembuatan nugget kaya nutrisi. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan serta pelatihan pembuatan nugget berbahan kulit udang dan daun kelor. Kegiatan ini diikuti oleh 29 orang peserta yang terdiri dari kader PKK dan warga setempat. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 34,81% dari hasil pre dan post-test.Abstract: Telaga Langsat Village have a big potential in marine products and one of them is shrimp. Shrimp shells that generally considered as a food waste, is known as a high-protein ingredient so it is suitable to be used as food additive. Moringa plants (Moringa oleifera) can also easily found there. Several studies have shown that Moringa leaves contains a variety of nutrients as calcium, iron, protein, vitamin A, B and C and also some antioxidants. This program aims to provide knowledge about the potential of shrimp shell and moringa leaf as food additives, as well as provide direct training in making nuggets. The methods used in this program are providing a course and training in making nuggets with shrimp shells and Moringa leaves as additives. This program was attended by 27 participants consisting of PKK cadres and local residents. There was an increase in participants's knowledge by 34.81% from the pre and post test results.
BURN WOUND HEALING ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) LEAVES Juwita Ramadhani; Aris Fadillah; Hasniah Hasniah; Karina Erlianti
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v10i2.15756

Abstract

Eceng gondok is a weed plant that lives in shallow water areas. The aim of this research was to determine the burn wound healing activity of an ethanol extract of Eceng gondok leaves. The study utilized 28 male mice with burn injuries as test animals, dividing them into 4 groups. We gave a gel containing an ethanol extract to the 10% group. The 0% group received a gel base; the positive control group received Bioplacenton® gel; and the negative control group received no treatment. For 14 days, we administered treatment to all treatment and control groups once a day and measured the burn wound's diameter using the Morton method every two days. Data shown were significant differences between the 10% extract group and the positive control groups. The concentration that is effective in burn wound healing is 10%, with the smallest wound diameter and the largest healing percentage.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet FE dengan Kejadian Anemia pada Pasien di Puskesmas Guntung Payung: The Relationship Between Compliance Levels of Pregnant Women in Consumsing Iron Tablets and the Incidence of Anemia in Patients at Gunung Payung Health Center Fadillah, Aris; Fauzi, M; Shofwati, Alya Iqlima
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7422

Abstract

Kehamilan adalah keturunan yang ditunggu oleh semua wanita yang mendambakan keturunan, yaitu anemia yang merupakan kekurangan hemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi. Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia adalah 50-63%. Prevalensi pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Indonesia adalah 37,1%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia pada ibu hamil, kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, ada tidaknya hubungan antara kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan Prevalansi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin. Hasil penelitian menunjukkan yang yang terdapat hubungan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di puskesmas Guntung Payung berdasarkan pendidikan tingkat SMA/Sederajat sebanyak 25 orang (47,1%) memiliki nilai p value sebesar 0,044. Sedangkan berdasarkan umur dan status pekerjaan tidak terdapat hubungan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di puskesmas Guntung Payung. Untuk saran diharapkan untuk Ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia terutama mengenai cara dan upaya pencegahan anemia, serta patuh dalam mengonsumi tablet Fe, dan memantau terus status gizi.
Analisis Faktor Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Antibiotik Amoxicilin dan Cefadroxil di Puskesmas Wilayah Bati-Bati: Analysis of Factors Influencing Patient Compliance in the Use of Amoxicillin and Cefadroxil Antibiotics at the Bati-Bati Area Health Center Fadillah, Aris; Fauzi, M.; Nasikhah, Siti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9762

Abstract

Resistensi antibiotik dapat terjadi karena mudahnya masyarakat mendapatkan antibiotik, kurangnya pengawasan pemerintahterhadap masyarakat tentang, penggunaan antibiotik yang tidak rasional seperti pemilihan antibiotik tidak sesuai dengan kondisi pasien dan pola peresepan antibiotik yang kurang tepat . Cefadroxil adalah antibiotik dengan spektrum luas. Obat ini digunakan untuk mengatasi sejumlah infeksi akibat bakteri, seperti infeksi saluran kemih, kulit, pernapasan, atau tenggorokan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kepatuhan masyarat dan mengidentifikasi faktor pemberian obat kepada pasien terdapat pengaruhnya terhadap kepatuhan penggunaan obat antibiotik amoxilin dan cefadroxil di Puskesmas Kecamatan Bati-Bati dan Puskesmas Kait-Kait. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara hubungan faktor kepatuhan masyarat terhadap penggunaan obat antibiotik amoxilin dan cefadroxil di Puskesmas Kecamatan Bati-Bati dan Puskesmas Kait-Kait pada tahun 2024, hal ini dibuktikan dengan hasil uji Chi-Square. Faktor yang memiliki hubungan kepatuhan adalah umur dan pendidikan terakhir. Sedangkan jenis kelamin dan status pekerjaan tidak memiliki hubungan kepatuhan. Untuk saran diharapkan pasien untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik amoxilin dan cefadroxil, serta patuh dalam mengonsumsi antibiotik amoxilin dan cefadroxil
Karakterisasi Fitokimia dan Uji Daya Hambat Senyawa Daun Kelakai (stenochlaena palustris) Khas Kalimatan Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Secara In Vitro Apriliyana, Nafisah Sofia; Su'aida, Nily; Fadillah, Aris; Abdi, Muhammad; Azkya, Nurizka; Nadiati, Nadiati; Halimah, Siti
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 1 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i1.576

Abstract

Several acne therapy modalities have been widely used to eradicate Propionibacterium acnes, the causative pathogen of acne. However, it cannot treat acne optimally and has adverse effects. Kelakai (Stenochlaena palustris) possesses antibacterial activity. Based on the antibacterial activity of S. palustris, its leaf can be utilized as an alternative acne therapeutic substance. Therefore, this study investigated the effects of the ethanol extract of S. palustris leaf on P. acnes. The extraction of S. palustris was performed using maceration with 96% ethanol. The antibiotic activity test was divided into five groups: a positive control group (Clindamycin), a negative control group (Propionibacterium acnesATCC®6919), and three test groups with concentration gradients. Phytochemical analysis was positive for the identification of saponins, tannins, alkaloids, steroids and flavonoids. The inhibitory diameter of P. acnes at 75% extraction concentration was closest to that of the positive control group and has inhibition zone of diameter 13,99 + 0,77 (strong inhibition) indicating its effectiveness in inhibiting the growth of P. acnes. Based on the antibacterial activity of the ethanol extract of S. palustris leaf, the leaf extract has the potential to be used as a medicinal substance in acne therapy.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Nurhidayah, Nurhidayah; Fadillah, Aris; Hasniah, Hasniah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.19567

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin, tercatat 18.942 kasus baru pada 2023. Kepatuhan pasien dalam pengobatan jangka panjang masih menjadi tantangan, meskipun berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien hipertensi dan kepatuhan minum obat di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 185 responden yang dipilih secara purposive non-random. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HFQ dan MMAS-8, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan faktor sosio-demografi seperti pekerjaan (p=0,002) dan pendidikan (p=0,000), namun tidak dengan umur (p=0,060) atau jenis kelamin (p=0,241). Kepatuhan berhubungan dengan jenis kelamin (p=0,026), pekerjaan (p=0,000), dan pendidikan (p=0,000), tetapi tidak dengan umur (p=0,430). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p=0,000). Dapat disimpulkan pengetahuan pasien hipertensi berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikan serta berperan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan
CHARACTERIZATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF KALAKAI (Stenochlaena palustris) LEAVES EXTRACT IN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER SYSTEM Fahrina, Nurhaliza; Aris, Fadillah; Muhammad, Fauzi
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.2066

Abstract

Exposure to ultraviolet light can cause damage and death of skin cells through multiple mechanisms, including the formation of free radicals that can cause hyperpigmentation, erythema, sunburn, photo-aging, and even skin cancer. Kalakai (Stenochlaena palustris) is a typical Kalimantan plant with the ability to be a high antioxidant. However, it is still very rarely utilized. Kalakai leaves contain polyphenolic groups that function as free radical antidotes, as well as flavonoid compounds that can stabilize radical compounds. Various technology-based drug delivery systems have been developed to improve therapeutic effectiveness, including nanotechnology. Nanostructured lipid carrier (NLC) is the second-generation lipid-based carrier designed to overcome the limitations of previous-generation lipid-based carriers. This system consists of a mixture of and unstructured due to their different constituent parts. This research will develop a formula for kalakai leaf extract in a nanostructured lipid carrier system using the emulsification-sonication method. Based on the data, the characteristics of kalakai leaf extract in a nanostructured lipid carrier system that meet the standards are F1 (5%) and F2 (10%). Among the three formulas, F3 showed the highest IC50 value compared to F1 and F2, which is 14,967 ± 0,240 with powerful antioxidant activity, followed by F2 with an IC50 value of 24,186 ± 1,797, and F1 with IC50 value of 65,504 ± 5,041.