Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pelatihan Pengembangan Soal Literasi Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk Guru-Guru IPA SMP Kota Palembang Susanti, Rahmi; Destiansari, Elvira; Anwar, Yenny; Riyanto, Riyanto; Okta Cahyaningrum, Alya; Septiana, Resma; Aliza Anggraini, Nur; Innayatullah, Fatiah; Arundina, Asyifa; Yulianti, Rica; Riski, Muhammad; Dhelcia Bayumi, Karina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17165

Abstract

Background: National Assessment, including AKM, is designed to measure students' literacy and numeracy skills. However, many teachers find it difficult to develop AKM-based literacy questions due to lack of training. This training aims to improve teachers' understanding and skills in compiling literacy questions based on the AKM Framework through systematic training and mentoring. Methods: Phase I (Preliminary Study): observations, interviews, questionnaires, and literature studies were conducted to analyze teachers' knowledge related to AKM Framework literacy questions and prepare training materials. Phase II (Implementation): a workshop to provide understanding and practice in developing AKM Framework literacy questions with simulations and feedback. Phase III (Mentoring and Guidance): continuously assisting teachers in developing literacy questions. Phase IV (Evaluation): through monitoring, evaluation of training results, and follow-up for improvement. The target of this activity is 40 junior high school science teachers from the Palembang City Science MGMP, who are expected to be able to improve their pedagogical skills and become facilitators in schools. Evaluation was conducted through pre-test, post-test, question development assignments, and feedback questionnaires related to the training. Results: The post-test results showed an increase in teachers' understanding of AKM in the "very good" category reaching 36.8%. The responses of the training participants showed high satisfaction, especially in terms of design, duration, and method of delivering the material, with an average of 80-90% of participants giving positive assessments. Conclusion: This training is expected to not only support the implementation of AKM.
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Bagi Guru-guru IPA di OKU Selatan Destiansari, Elvira; Anwar, Yenny; Susanti, Rahmi; Madang, Kodri; Meilinda, Meilinda; Slamet, Adeng; Anggraini, Nike; Amizera, Suzy; Somakim, Somakim
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pada implementasi Kurikulum Merdeka, guru-guru masih mengalami keterbatasan informasi baik dalam hal pembelajaran maupun dalam penyusunan perangkat pembelajarannya. Hal ini karena lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota dan belum adanya pelatihan sejenis di daerah tersebut, sehingga akses informasi masih belum memadai. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk mengatasi hal tersebut. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) dan dilanjutkan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi secara online. Hasil: Berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest diperoleh peningkatan pengetahuan peserta terkait modul ajar berdiferensiasi. Hasil pre-test dan post-test antara lain pada kategori kurang dari 70% ke 0%, kategori cukup dari 30% ke 10%, kategori baik dari 0% ke 15 % dan kategori sangat baik dari 0% ke 75%. Peserta dapat menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA SMP. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pemahaman guru terkait pembelajaran berdiferensiasi, kemampuan menyusun modul ajar, dan diperoleh respon yang baik dari peserta pelatihan terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.