Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

OPTIMALALISASI PERAN KADER POSYANDU PERINDU MELALUI PENGKAYAAN KOMUNIKASI KADER POSYANDU DENGAN MASYARAKARAT Damayanti, Dina Sulviana; Deviana, Meli; Hirfaturrahmi, Hirfaturrahmi; Sukma, Febi; Novianty, Asry; Nuryaningsih, Nuryaningsih; Arumsari, Dita Rahmaika; Revinel, Revinel; Istiananingsih, Yuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19428

Abstract

Abstrak: Kader sangat berperan di tengah masyarakat sebagai jembatan antara petugas kesehatan dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan layanan Kesehatan. Hasil survey dari kegiatan kebidanan komunitas didaptkan adanya kendala komunikasi antara kader dengan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan kader, sehingga penyampaian informasi terkait kegiatan posyandu dapat diterima langsung oleh masyarakat dengan baik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode refleksi, edukasi, roleplay dan evaluasi. Kader posyandu Mawar RW.04 Kelurahan Cilincing yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 22 orang. Indikator keberhasilan kegiatan ini dilihat dari hasil pretest dan postest yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi, dengan nilai pretest 68,3% menjadi 88,6% nilai postest. Optimalisasi peran kader posyandu ini sebagai modal bagi kader dalam melaksanakan promosi kesehatan dan menjalankan peran serta tugas sebagai penggerak masyarakat khususnya dalam kesehatan.Abstract: The existence of kader in the community functions as a bridge between health workers and the community and helps people overcome their health problems and obtain health services. The results of a survey of community midwifery activities found that there were communication barriers between cadres and the community. The aim of this activity is to establish good communication between the community and cadres, so that the delivery of information related to posyandu activities can be received directly by the community well. This activity is carried out using reflection, education, roleplay and evaluation methods. There were 22 kader of Posyandu Mawar RW.04 Cilincing Village who took part in this activity. Indicators of the success of this activity can be seen from the results of the pretest and posttest carried out before and after providing education, with a pretest score of 68.3% to 88.6% of the posttest score. Optimizing the role of posyandu cadres as cadre capital in carrying out health promotion and carrying out their roles and duties as community mobilizers, especially in the health sector.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEHAT BAGI IBU DAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Medya Aprilia Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19491

Abstract

Abstrak: Mengoptimalkan pertumbuhan pada bayi selain nutrisi yang diberikan oleh ibu, perlu juga di berikan rangsangan stimulasi atau pijat bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan melalui pelatihan pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting pada Balita bagi ibu dan kader di posyandu Mekar sari Tugu Utara Koja Jakarta Utara. Metode: Ceramah, pemutaran video dan tanya jawab serta demontrasi. Peserta 19 ibu yang mempunyai bayi dari usia 6 sampai 24 bulan dan 7 orang kader posyandu. Evaluasi yang dilakukan dengan melihat kemampuan ibu dan kader dapat melakukan pijat bayi sehat serta hasil pre-test dan post-test, sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dengan hasil pre-test 63,2,% dan post-test 84,2% dan kader posyandu hasil Pre-test 57,1% dan post-tes 85,7%. Pemberian pelatihan pijat bayi efektif untuk pemberdayaan ibu dan kader dalam upaya minimalisasi stunting melalui pijat bayi sehat dapat memberikan asuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.Abstract: Optimize the baby's growth and development, it also necessary to provide stimulation with baby massage. This community service aims to increase knowledge, understanding, and skills through baby massage training as an effort to prevent stunting in toddlers for mothers and cadres at Posyandu Mekar Sari Tugu Utara Koja. Methods: Lectures, video screenings, questions answers, and demonstrations. The participants were 19 mothers with babies aged 6 to 24 months and 7 posyandu cadres. Evaluation is carried out by looking at the ability of mothers and cadres in massaging healthy babies as well as the results of pretest and posttest, before and after being given the material. The results of this activity showed an increase in the knowledge and abilities of mothers with pretest results of 63.2% and posttest 84.2% and cadres with pretest results of 57.1% and posttest 85.7%. Baby massage training is effective in empowering mothers and cadres to minimize stunting and provide optimal stimulation for children's growth and development. 
Analisis Determinan Kenaikan Berat Badan Pada Pengguna KB Suntik 3 Bulan di Puskesmas Semper Barat 1 Jakarta Utara Tria Sofiyatun; Revinel; Heri Rosyati
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The 3-month injectable contraceptive (DMPA) is a hormonal contraceptive method widely used by women of childbearing age due to its high effectiveness and ease of use, with a national prevalence of 32.4% in 2023. However, side effects such as weight gain are often the main reason for users to discontinue use or switch to other contraceptive methods. In North Jakarta, the coverage of 3-month injectable contraceptive use in 2024 was recorded at 79.60%, still below the national target of 90% as stated in the Ministry of Health and BKKBN guidelines (2021). One area with a significant decline was Semper Barat 1 Community Health Center, where the number of users decreased from 59.5% in 2023 to 34.5% in 2024. Several factors suspected of contributing to weight gain in users include age, education level, number of children (parity), low fruit and vegetable consumption, and duration of hormonal contraceptive use. Objective: This study aimed to analyze the relationship between age, education level, parity, low fruit and vegetable intake, and duration of three-month injectable contraceptive use with weight gain among acceptors at Puskesmas Semper Barat 1, North Jakarta, during the period of July to December 2024. Methods: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 69 respondents were selected using a total sampling technique. Data were collected using secondary data sources and analyzed using the Chi-square test. Results: The findings revealed a significant relationship between parity and low fruit and vegetable intake with weight gain (p < 0.05). In contrast, age, education level, and duration of contraceptive use did not show a statistically significant relationship (p > 0.05). Conclusion: Parity and low intake of fruits and vegetables play an important role in weight gain among users of three-month injectable contraception. Therefore, regular education and counseling on healthy lifestyle habits are essential to minimize side effects and support the continued and effective use of contraception. Keywords: 3-month injectable contraceptive, weight gain, parity, low fruit and vegetable intake, reproductive-age women  Abstrak Latar belakang: Kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan oleh wanita usia subur karena efektivitasnya yang tinggi dan kemudahan dalam penggunaan, dengan prevalensi penggunaannya secara nasional mencapai 32,4% pada tahun 2023. Meskipun demikian, efek samping seperti kenaikan berat badan sering menjadi alasan utama bagi akseptor untuk menghentikan penggunaan atau beralih ke metode kontrasepsi lain. Di wilayah Jakarta Utara, cakupan penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan pada tahun 2024 tercatat sebesar 79,60%, masih berada di bawah target nasional sebesar 90% sebagaimana tercantum dalam pedoman Kementerian Kesehatan dan BKKBN (2021). Salah satu wilayah dengan penurunan signifikan adalah Puskesmas Semper Barat 1, di mana jumlah pengguna mengalami penurunan dari 59,5% pada tahun 2023 menjadi 34,5% pada tahun 2024. Beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap kenaikan berat badan pada akseptor antara lain umur, tingkat pendidikan, jumlah anak (paritas), rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, tingkat pendidikan, paritas, kurang makan sayur & buah, dan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan pada akseptor di Puskesmas Semper Barat 1, Jakarta Utara, pada periode Juli hingga Desember 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 69 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Data Sekunder dan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paritas dan kurang makan sayur & buah dengan kenaikan berat badan (p < 0,05). Sementara itu, usia, tingkat pendidikan, dan lama penggunaan kontrasepsi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Kesimpulan: Paritas dan kurang makan sayur & buah memiliki peran penting terhadap kenaikan berat badan pada pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan. Oleh karena itu, edukasi dan konseling rutin mengenai gaya hidup sehat perlu dilakukan untuk meminimalkan efek samping dan mendukung keberlanjutan penggunaan kontrasepsi secara efektif. Kata kunci: kontrasepsi suntik 3 bulan, kenaikan berat badan, paritas, kurang makan sayur & buah, wanita usia subur
The Effectiveness of Education Through Audiovisuals in Increasing Mothers' Knowledge of Baby Massage to Prevent Stunting in Toddlers Revinel, Revinel; Fatimah, Fatimah; Haque, Bunga Romadhona; Fauziah, Olivia Listy
Women, Midwives and Midwifery Vol. 4 No. 2 (2024): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.4.2.23-33.2024

Abstract

Background: The prevalence of stunting in Jakarta reached 14.80%, and stunting in North Jakarta was 18.50%, ranking second after the capital city of Jakarta. The government's target for efforts to reduce stunting nationally by 2024 is 14%. Interventions to accelerate stunting reduction are carried out in an integrated manner, to optimize growth and development, apart from nutrition, it is also necessary to provide stimulus and baby massage by mothers and families independently for their children. Purpose: To determine the effectiveness of education through audiovisuals in increasing mothers' knowledge about baby massage to prevent stunting in toddlers at the Koja District Health Center, North Jakarta. Methods: research design, one group pre-test-post test design, 62 respondents. Data collection was carried out in 3 meetings consisting of pretest, treatment, and posttest, using the Wilcoxon sign rank test. Results: Research shows Asymp. sig (2-tailed) p-value 0.0000 (P= < 0.005) z value -6.244. The research results show that education through audiovisuals is very effective in increasing mothers' knowledge about baby massage to prevent stunting in toddlers. Conclusion: Where education through audiovisual is easier to understand and mothers can teach babies to massage independently to stimulate toddlers' growth and development to prevent stunting.
SOSIALISASI PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Revinel, Revinel; Damayanti, Dina Sulviana; Primadani, Astrid Kizi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23350

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di DKI Jakarta sebesar 14,8% dengan jumlah balita yang mengalami stunting maupun stunted sebanyak 116 ribu balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan melalui sosialisasi pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu yang mempunyai balita di posyandu kelurahan rawabadak wilayah kerja puskesmas kecamatan koja Jakarta Utara. Metode Ceramah, pemutaran video dan tanya jawab serta demontrasi. Peserta 26 ibu yang mempunyai bayi dari usia 6 sampai 24 bulan. Evaluasi yang dilakukan dengan melihat hasil pre test dan post test dengan 20 pernyataan, sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dengan hasil pre-test 57,7% dan post-test 80,8%. Kegiatan ini efektif untuk pemberdayaan ibu dalam upaya minimalisasi stunting dan dapat memberikan asuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkesinambungan sesuai dengan umur dan kebutuhan anak.Abstract: The incidence of stunting in DKI Jakarta is 14.8% with the number of toddlers experiencing stunting or being stunted as many as 116 thousand toddlers. This community service aims to increase knowledge, understanding, and skills through the promotion of baby massage as an effort to prevent stunting in mothers of toddlers at the Posyandu, Rawabadak sub-district, working area of the Koja sub-district health center, North Jakarta. Lecture method, video screening, and question and answer as well as demonstration. The participants were 26 mothers who had babies aged 6 to 24 months. Evaluation is carried out by looking at the results of the pre-test and post-test with 20 statements, before and after being given the material. This activity showed increased mothers' knowledge and abilities with pre-test results of 57.7% and post-test results of 80.8%. This activity is effective in empowering mothers in efforts to minimize stunting and can provide care for children's growth and development on an ongoing basis according to the child's age and needs.
EDUKASI PENGGUNAAN FORM TABLET TAMBAH DARAH PADA BUKU KIA DI PUSKESMAS TANAH ABANG: Bahasa Indonesia Aning Subiyatin; Revinel; Nur Nadhila Khoiriyah; Salma Dhiya Mustafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia kehamilan merupakan masalah yang banyak ditemukan di semua negara berkembang. Tren prevalensi kejadiannya selalu meningkat. Hal ini diperparah dengan adanya Pandemi COVID-19 sehingga membuat ibu kurang terpapar dengan informasi tentang cara mencegah anemia dalam kehamilan. Setiap ibu hamil wajib mempunyai buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), namun banyak ibu yang tidak mengetahui isi dan kegunaan buku tersebut, sehingga informasi-informasi penting tentang kehamilan tidak dipahami. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemanfaatan buku KIA, khususnya bagaimana penggunaan form Tablet Tambah Darah (TTD) pada buku tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan menggunakan media buku KIA langsung. Kegiatan dilakukan di puskesmas kecamatan Tanah Abang pada ruang tunggu poli KIA dengan tetap menjaga protokol kesehatan pada bulan Maret 2022. Sebelum dilakukan penyuluhan ibu diberikan pre test kuisoner untuk mengukur pemahaman pengetahuan, dilanjutkan dengan intervensi dan diberikan post test untuk mengukur kembali. Hasil yang didapatkan semua ibu sudah mempunyai buku KIA, tetapi pada form TTD semua belum diisi dan ada 1 ibu yang belum mempunyai buku KIA karena baru pertama kali antenatal care. Pengetahuan ibu sebelum dan sesudah intervensi tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai pre test dan post test.Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kedisplinan ibu untuk meminum TTD untuk mencegah  anemia pada kehamilan.  Kata Kunci: Anemia, Tablet Tambah Darah, Buku KIA
Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Pemanfaatan Buku KIA terhadap Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Revinel Revinel; Dina Sulviana Damayanti; Aning Subiyatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1700

Abstract

A very important period to attention for a child's growth and development so that any abnormalities in their growth and development can be detected as early as possible is the age of 0 to 5 years, this period is often also called the "Golden Age" phase.. The aim of this community service is to increase mothers' knowledge, understanding and skills in utilizing the KIA book for early detection of early childhood growth and development so as to reduce the incidence of stunting. The event featured a question-and-answer session attended by 18 mothers with toddlers living at the Kemayoran District Community Health Center. The media used are KIA guidebook s and banners, success indicators are seen from the results of the pretest and posttest conducted before and after providing the material. The results of this activity showed an increase in mothers' knowledge and abilities before and after being given education on the use of KIA guidebook in early detection of early childhood growth and development.
Tidur Nyenyak, Prestasi Meningkat: Intervensi Edukasi Sleep Hygiene Remaja Aning Subiyatin; Revinel Revinel; Siti Jamil; Nawal Alamudy
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.2.90-95

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah tidur. Kebutuhan tidur ini harus terpenuhi karena akan berdampak pada kesehatan fisik dan psikis remaja. Oleh karena itu remaja harus memahami bagaimana manajemen tidur yang baik dan benar. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan mendorong remaja untuk mampu mengaplikasikan sleep hygiene. Metode yang digunakan tahap pendahuluan dengan melibatkan keaktifan antara peserta dengan fasilitator. Tahap selanjutnya yaitu kegiatan pelaksanaan yaitu pre-post test, pemberian materi sekaligus tanya jawab. Tahap terakhir yaitu monitoring dan evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan dengan menggunakan post test. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 83,68 %.