Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Membangun Kurikulum Adaptif Berbasis Media Komunikasi dan Data Sains: Rekomendasi Konseptual untuk Pendidikan Menengah di Era Ekonomi Digital Suko Widodo; Jokhanan Kristiyono; Isnaini Muhandis; Suprihatin Suprihatin; Kristama Baswara Yua
JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting Vol. 1 No. 1 (2025): JINTACT: Journal of Interactive Communication, Public Relations, and Broadcasti
Publisher : Pena Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan konseptual ini menyajikan kerangka pemikiran dan rekomendasi pembaruan kurikulum SMA dan SMK di Jawa Timur agar mengintegrasikan kompetensi media komunikasi dan data sains. Berdasarkan riset mix-method tahun 2024, ditemukan kesenjangan signifikan antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI), khususnya dalam keterampilan digital dan analitik. Artikel ini mengusulkan model konseptual yang menekankan reformasi kurikulum berbasis industri, pendekatan berbasis kompetensi, serta tata kelola kolaboratif yang melibatkan institusi pendidikan dan pelaku industri. Peningkatan profesionalisme guru juga menjadi fokus agar implementasi pembaruan kurikulum dapat berjalan efektif. Rekomendasi ini ditujukan untuk membentuk kurikulum yang relevan dengan ekonomi digital dan kebutuhan pasar kerja.
Bencana dan Media Sosial: Studi Kasus Banjir Bandang di Kota Batu Susanti, Evi; Widodo, Suko; Kristiyono, Jokhanan
JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting Vol. 2 No. 1 (2026): JINTACT: Journal of Interactive Communication, Public Relations, and Broadcasti
Publisher : Pena Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang. Perubahan iklim global serta peningkatan curah hujan akibat fenomena La Niña menyebabkan meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Kota Batu di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya banjir bandang di Kota Batu serta mengkaji peran media sosial dalam penyebaran informasi kebencanaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi lapangan, wawancara dengan warga terdampak, serta analisis dokumentasi dari lembaga penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir bandang dipicu oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia, seperti intensitas hujan yang tinggi, deforestasi, serta perubahan fungsi lahan di daerah hulu. Selain itu, media sosial memiliki peran penting dalam mempercepat penyebaran informasi kebencanaan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mempercepat distribusi bantuan kepada korban bencana. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi komunikasi digital dalam sistem manajemen kebencanaan dapat meningkatkan efektivitas respons darurat serta memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi bencana.
Digital Capitalism and Platform Dependency in Indonesia: Media, Power, and Political Economy Widodo, Suko; Kristiyono, Jokhanan; Aji, Gilang Gusti; Zulaikha, Zulaikha
The Journal of Society and Media Vol. 10 No. 1 (2026): Social Transformation in the Digital Media Ecosystem
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v10n1.p36-57

Abstract

This article examines Indonesia’s digital transformation through a political economy of media perspective, focusing on platform dependency, digital labor, and governance relations. The study employs a qualitative analysis of secondary data, including national statistics, policy documents, industry reports, and recent academic studies related to Indonesia’s digital economy and media systems. Drawing on sources such as APJII (2023), BPS (2023), and regional digital economy reports, the analysis captures large-scale patterns of platform adoption, labor dynamics, and governance structures. The findings indicate that Indonesia’s digital ecosystem is characterized by structural asymmetries in infrastructural control, value extraction, and regulatory capacity. Rather than reflecting technological progress alone, digital transformation involves a reconfiguration of media power and platform-mediated participation. This article contributes to media and communication scholarship by offering an integrated political economy framework to understand how digital capitalism reshapes communication environments in emerging digital societies