Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DIAGNOSA KOMUNITAS UPAYA MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKNAGA, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN Maharani, Nadila Putri; Tirtasari, Silviana; Ginting, Silvie Anastasya; Simatupang, Natasya Theresia; Drajat, Radhiyya Tsabitah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42543

Abstract

Imunisasi merupakan metode untuk secara aktif membangun ketahanan terhadap penyakit, sehingga ketika seseorang terpapar penyakit tersebut di masa mendatang, mereka tidak akan mengalami sakit parah atau hanya gejala ringan. Laporan imunisasi rutin tahun 2021 menunjukkan adanya penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 9,5% dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,2% pada tahun 2021. Selain itu, ada penurunan penyuntikan imunisasi campak-rubella pada anak-anak sebesar 14,2% dari 72,7% (2019) menjadi 65,3% (2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi daerah yang menghadapi masalah utama dalam mencapai target cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga, Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan diagnosis komunitas. Penentuan masalah dilakukan dengan menggunakan paradigma Blum. Penetapan prioritas dilakukan melalui non-scoring Delphi, serta identifikasi akar penyebab masalah menggunakan diagram fishbone. Rencana intervensi disusun berdasarkan akar permasalahan yang ditemukan. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai imunisasi. Data dikumpulkan melalui pengisian mini survei, pre-test, dan post-test. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pendekatan sistem. Berdasarkan prioritas permasalahan, gaya hidup diidentifikasi sebagai penyebabnya. Hasil dari intervensi menunjukkan bahwa 4 (100%) kader mengalami peningkatan nilai pada post-test dengan nilai mencapai ≥ 80. Sebanyak 25 (84%) orang tua menerima nilai post-test ≥ 70. Desa Kampung Melayu Timur merupakan area dengan cakupan imunisasi yang masih kurang. Faktor gaya hidup menjadi penyebab utama tentang cakupan tersebut. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan mengenai imunisasi, jadwal imunisasi, serta peningkatan kepedulian orang tua terhadap imunisasi dan kontrol ke Posyandu.
Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan ibu hamil dengan kurang energi kronis Tirtasari, Silviana; Novendy; Hafidz, Rosya Aulia Fadhilah; Mulyono, Halim Angga; Murtawi, Siti Fatimah Ruchjayani
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34125

Abstract

Prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) pada perempuan usia 15-49 tahun di Indonesia, baik hamil maupun tidak, tercatat masih tinggi. Kkejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Kronjo mencapai 2,8% pada tahun 2021 dan terus meningkat. Walaupun program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan KEK di wilayah Kronjo mencapai 100% sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tahun 2021, kasus KEK tetap ditemukan. Pemantauan berat badan rutin dilakukan, tetapi belum ada kajian terkait efektivitas PMT dalam meningkatkan berat badan ibu hamil dengan KEK. Studi ini menganalisis efektivitas pemberian makanan tambahan dalam meningkatkan berat badan ibu hamil dengan KEK, khususnya di wilayah Puskesmas Kronjo, sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan angka KEK. Studi ini menggunakan desain kohort dengan pengumpulan data berat badan sebelum dan setelah 1 bulan pemberian PMT. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perubahan signifikan pada berat badan terhadap 73 responden. Rerata berat badan awal sebesar 43,64±4,812 kg, yang meningkat menjadi 44,04±4,848 kg setelah 1 bulan pemberian PMT. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan pada berat badan sebelum dan setelah pemberian PMT (p = 0,0001), dengan peningkatan rata-rata sebesar 0,401 kg. Program PMT efektif dalam meningkatkan berat badan ibu hamil dengan KEK sehingga sisarankan agar program ini dilanjutkan dan dipantau pelaksanaanya untuk mengurangi prevalensi KEK, terutama pada ibu hamil.
Diagnosis Komunitas untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Kusta di Puskesmas Teluknaga, Tangerang Periode 23 September - 31 Oktober 2024 Maxentian Maryon, Reyhan Ariel; Junitia, Belinda; Bernadette, Karen; Kumoro, Belinda; Tirtasari, Silviana
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3009

Abstract

GAMBARAN PROFIL LIPID PADA SALAH SATU LABORATORIUM DI WILAYAH KOTA TANGERANG Novendy, Novendy; Tirtasari, Silviana; Farid, Ivanov Radhitya; Simatupang, Eirene Priscilla Caroline
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34666

Abstract

Profil lipid merupakan indikator penting dalam penilaian risiko penyakit kardiovaskular, dimana penyakit ini sendiri masih merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2008, prevalensi laki-laki yang mengalami dislipidemia adalah 37% Indonesia sendiri angka hiperkolesterolemia yang merupakan bagian dari dislipidemia menyentuh angka 28,8%. Kota Tangerang yang termasuk dalam kota metropolitan yang sedang berkembang pesat, membawa banyak perubahan kepada gaya hidup pada masyarakatnya. Salah satu perubahan terutama pola makan karena bermunculan makanan dan minuman kekinian yang tinggi akan kandungan lemak dan gula. Sehubungan data penelitian epidemiologi mengenai profil lipid di Kota Tangerang masih sedikit, maka penelitian ini perlu dilakukan, agar dapat memberikan pandangan lebih jelas mengenai kondisi kesehatan, terutama profil lipid masyarakat yang ada di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif potong lintang dan teknik pengambilannya sampel nya adalah total population sampling. Data didapatkan dengan mengumpulkan data dari salah satu laboratorium swasta di Kota Tangerang selama tahun 2022. Penelitian ini mendapatkan sebanyak 386 data responden, yang mayoritas adalah perempuan (56%). Proporsi kelainan profil lipid dalam penelitian ini berada dalam rentan 6,7%-37,3% tergantung dari profil lipid yang dinilai. Dengan adanya penelitian ini diharapkan adanya peningkatan kesadaran pada masyarakat mengenai hasil profil lipid yang sudah dilakukan. Sehingga jangan sampai menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari.
Pengetahuan dan Perilaku Ibu Mengenai Pemberian Cairan Rehidrasi Oral Sebagai Penanganan Awal Diare Pada Anak Tanzil, Keith William; Tirtasari, Silviana; Novendy, Novendy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61780

Abstract

Diarrhea remains one of the leading health problems among children worldwide, particularly in developing countries such as Indonesia. According to WHO and UNICEF data in 2024, diarrhea causes approximately 443,832 deaths annually in children under five years old. Appropriate early management, including the administration of oral rehydration solution (ORS) and zinc supplementation, has been proven to reduce mortality and prevent severe dehydration. One area with a high burden of diarrhea cases is the working area of Teluk Naga Public Health Center, Tangerang Regency. Given the role of mothers as the primary caregivers in families, their knowledge and practices regarding early management of diarrhea are crucial to preventing serious complications. This cross-sectional study aimed to assess mothers’ knowledge and practices related to ORS administration in early diarrhea management in children. A total of 72 respondents with children under 12 years old were selected using purposive non-random sampling. Data were collected using a questionnaire comprising six knowledge questions and five practice questions. The results showed that 48.6% of respondents recognized signs of dehydration, 58.3% knew ORS is the first-line treatment for diarrhea, and 41.7% knew zinc supplementation is required. Additionally, 19.4% kept ORS at home, while 52.8% would provide sugar-salt solution if ORS was unavailable. Mothers’ knowledge and practices regarding ORS use varied widely. Continuous health education and improved access to ORS and zinc are essential to enhance early diarrhea management in children.
Community Diagnosis Activity Report in Efforts to Reduce the Incidence of New Stunting Cases in the Working Area of Legok Primary Health Center, Legok Subdistrict, Tangerang Regency, Banten Province Wijaya, Tomi; Pratiwi, Wynne; Kamila, Nadira Rachma; P, Emia Debora; Tirtasari, Silviana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.23118

Abstract

ABSTRACT Stunting remains one of Indonesia’s most persistent public health challenges, particularly among children under five. The high incidence of new stunting cases in the working area of Legok Primary Health Center, Tangerang Regency, prompted the implementation of a community diagnosis program to identify its root causes and develop targeted interventions. This program aimed to empower community health cadres as front-line educators to enhance stunting prevention through improved knowledge, skills, and community engagement. The activity was conducted from July 14 to August 16, 2025, and followed a structured community-based diagnostic approach. The problem prioritization process was carried out using the USG (Urgency, Seriousness, Growth) method, while the determinants of health were analyzed through Blum’s Health Field Paradigm. Root cause identification was performed using the non-scoring Delphi technique, Fishbone Diagram, and 5 WHY analysis. These steps revealed that insufficient and inconsistent cadre education on stunting prevention and outdated educational materials were major contributing factors. Interventions included interactive workshops and demonstration-based training sessions focused on balanced nutrition, exclusive breastfeeding, and appropriate complementary feeding practices. The implementation was monitored using the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle and evaluated through a Systems Approach to ensure quality control and sustainability. A total of 30 community health cadres participated in the intervention. Pre-test results showed that only 2 participants (6.67%) scored above 90, whereas post-test results indicated that all 30 cadres (100%) achieved scores higher than 90. This significant improvement reflects the effectiveness of the training in enhancing cadres’ knowledge and confidence to deliver accurate health education at the community level. This program demonstrated that structured, cadre-centered community education can effectively strengthen local capacity for stunting prevention. Continuous training, active supervision, and integration with maternal and child health programs are essential to sustain knowledge transfer and achieve long-term reductions in stunting prevalence. Keywords: Cadre, Community Diagnosis, Health Education, Stunting Prevention, Training Program.
LAPORAN KEGIATAN DIAGNOSIS KOMUNITAS DALAM UPAYA MENURUNKAN JUMLAH KASUS BARU KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKNAGA Pangesti, Rahma Dinda; Massie, Andrew Christian; Ardianto , Son; Tirtasari, Silviana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24572

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) adalah suatu penyakit kronik menular melalui droplet ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, dan berbicara. Pada tahun 2021 Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah penderita TB paru terbanyak di dunia. Menurunkan jumlah kasus baru TB paru di wilayah kerja puskesmas Teluknaga dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Teluknaga mengenai TB paru. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan diagnosis komunitas. Dilakukan analisis situasi, membuat Paradigma Blum, perioritas masalah, Diagram fishbone, log frame goal serta Intevensi dilakukan melalui penyuluhan mengenai tuberkulosis kepada masyarakat. Desa Teluknaga memiliki peningkatan kasus baru TB paru tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit TB paru >80% pada kader serta masyarakat Desa Teluknaga. Setelah dilakukan pendekatan diagnosis komunitas, didapatkan Desa Teluknaga sebagai desa dengan jumlah kasus baru TB terbanyak. Setelah penyuluhan, didapatkan peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Teluknaga mengenai TB paru.
Hubungan Penggunaan APD Dengan Infeksi Covid-19 Pada Bidan Di Sekertariat IBI Ranting Tigaraksa Zefiro Letius, Fairuz; Tirtasari, Silviana; Hendrawan, Siufui
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2399

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) first reported in Wuhan, China On December 31, 2019. In January 2020, World Health Organization (WHO) declared COVID-19 as a global health emergency. Confirmed cases of COVID-19 in Indonesia until September 21, 2021, amounted to 4 million cases, with death rate of 140 thousand people. This study determine the correlation between the use of PPE with COVID-19 infection in midwives. Analytical research with a cross-sectional design. subjects of this study are midwives who actively treated patients and is an active members of Tigaraksa IBI branch who met inclusion and exclusion criteria totaling 153 respondents, data were collected on March 4, 2022. Average age of respondents was 29 years old. 69 respondents (45.1%) have an education level of D3 and 84 respondents (54.9%) have an education level of S1. The average work experience of each respondent is 6 years, the longest work experience is 32 years and the most recent is 1 year. majority of midwives implemented PPE. 129 out of all respondents (84.3%) implemented PPE and only 24 respondents (15.7%) did not. There were 99 respondents (64.7%) infected with COVID-19 and 54 respondents (35.3%) who were not infected. There were 13 respondents (54.2%) who did not use PPE and were not infected with COVID – 19 and 11 respondents (45.8%) who did not use PPE and were infected with COVID-19. 41 respondents (31.8%) use PPE and are not infected with COVID-19, and there were 88 respondents (68.2%) who use PPE and are infected with COVID-19. The relationship between the use of PPE with COVID-19 infection obtained a significant value of 0.061, there no relationship between the implementation of PPE and COVID-19 infection in midwives at the IBI Branch Tigaraksa secretariat
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pentingnya APD Pada Tenaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 Bayu Ifana, Shomadya; Tirtasari, Silviana; Hendrawan, Siufui
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2400

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2), which first appeared in Wuhan, China and was reported in December 2019. In early October 2021, it was reported According to the World Health Organization (WHO), there are approximately 233 million people in the world who have confirmed COVID-19, while the number of patients who died has been recorded at approximately 4 million people. This study was to describe the knowledge, attitudes, and behavior of the importance of PPE for health workers in hospitals. This research is a descriptive cross-sectional design. In this study, all health workers at Sunan Kudus Islamic Hospital who met the inclusion and exclusion criteria were 169 respondents. In the study, the average age of respondents was 35 years, 135 respondents (79.9%) were women and 34 respondents (20.1%) were men. The average length of work of respondents is 10 years, the longest working respondent is 30 years and the new one is 1 year. The majority who worked in the inpatient room were 109 respondents (64.5%), outpatient room 31 respondents (18%), intensive care room 8 respondents (4.7%), emergency room 21 respondents (12.4%). The picture of the majority of good knowledge on the importance of PPE 168 respondents (99.4%), less good one respondent (0.6%), good attitude towards the importance of PPE 167 respondents (98.8%), bad attitude 2 respondents (1,2 %), good behavior on the importance of PPE 167 respondents (98.8%), bad behavior 2 respondents (1.2%). Health workers have good knowledge, attitude and behavior overall about the importance of PPE
Diagnosis Komunitas untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Kusta di Puskesmas Teluknaga, Tangerang Periode 23 September - 31 Oktober 2024 Maxentian Maryon, Reyhan Ariel; Junitia, Belinda; Bernadette, Karen; Kumoro, Belinda; Tirtasari, Silviana
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3009

Abstract