Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dakwah Digital: Publikasi Kegiatan Masjid Memanfaatkan Jejaring Sosial Alhasbi, Faruq; Faraba, Karina Sofiananda Armaza; Effendi, Arif; Utomo, Bagas Imam; Bachtiar, Farchan; Azizah, Ummi Nur
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 2 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i2.517

Abstract

With its various features, social media facilitates organizations, including mosques, in interacting with the community. However, due to insufficient information dissemination, many residents around Al-Hikmah Mosque, Margoasri Karangmalang Sragen, remain unaware of its activities. Despite the mosque administrators being active, lacking information has resulted in low community participation, rendering the activities less than optimal. The digital da'wah training aims to provide an understanding of creating da'wah content via social networks, expanding the reach of religious institutions, and facilitating the publication and documentation of activities at Al-Hikmah Mosque. This community service program was conducted through a seminar followed by mentoring sessions. It fully employed the design thinking method to address the partners' issues by optimizing existing resources. Over four months, the service team engaged with the partners to understand their problems, conduct field observations, narrow down the issues, formulate solutions, and develop and implement the proposed ideas presented during the training. The training on publishing mosque activities using social networks brought significant changes to the community service partner. The partner successfully created an Instagram account to disseminate mosque-related information, expand the reach of da'wah, and document mosque activities. However, further training is needed to ensure consistency and enhance technical skills in managing social networks to support the mosque's da'wah efforts. Keywords: Digital da'wah, Da'wah content, Social networks, Mosque activities Abstrak: Media sosial dengan berbagai fiturnya mempermudah organisasi, termasuk masjid, berinteraksi dengan masyarakat. Namun, banyak warga sekitar Masjid Al-Hikmah Margoasri Karangmalang Sragen tidak mengetahui kegiatan masjid akibat kurangnya penyebaran informasi. Meski pengurus masjid aktif, keterbatasan informasi menyebabkan partisipasi masyarakat rendah, sehingga kegiatan belum optimal. Pelatihan dakwah digital bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pembuatan konten dakwah melalui jejaring sosial, perluasan jangkauan dakwah institusi keagamaan, serta memfasilitasi media publikasi informasi dan dokumentasi kegiatan di Masjid Al-Hikmah. Pengabdian ini dilaksa-nakan melalui seminar kemudian pendampingan, di mana secara utuh memakai metode design thinking untuk memecahkan masalah mitra melalui optimalisasi sumber daya yang ada. Selama empat bulan, Tim Pengabdian berkomunikasi dengan mitra untuk memahami permasalahan, observasi lapangan, mengerucutkan masalah, menyusun ide solusi masalah, pengembangan, dan penerapan ide-ide yang dipaparkan dalam materi pelatihan. Pelatihan publikasi kegiatan masjid dengan memanfaatkan jejaring sosial memberikan perubahan mitra PkM. Mitra akhirnya mempunyai akun Instagram untuk mempublikasikan informasi masjid, memperluas jangkauan dakwah, dan media dokumentasi aktivitas masjid. Meskipun begitu, masih diperlukan pelatihan lanjut terkait konsistensi dan kemampuan teknis dalam pengelolaan jejaring sosial yang bertendensi pada upaya dakwah masjid. Kata kunci: Dakwah digital, Kdakwah, Jejaring sosial, Kegiatan masjid
Transformasi Retorika Abu Bakar Ba’asyir: Analisis Wacana Narasi Qoul Qodim ke Qoul Jadid Nawaffani, Muh. Mahsya; Muh. Fajar Shodiq; Faruq Alhasbi; Wan Mohd Yusof Wan Chik
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/khyydd35

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi retorika dakwah Abu Bakar Ba’asyir dari narasi qoul qodim yang menolak Pancasila menuju qoul jadid yang menerima dan meresapi nilai dasar negara. Topik ini dipilih karena perubahan paradigma dakwah tokoh yang selama ini terstigma radikal bahkan oleh dunia internasional tersebut mencerminkan dinamika komunikasi keagamaan dalam konteks Islam Nusantara dan tantangan integrasi nilai agama dengan identitas kebangsaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif-analitis, menggunakan korpus ceramah, rekaman video, dan wawancara mendalam dengan Ba’asyir serta keluarga sebagai data primer, didukung observasi simbolik di Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Analisis wacana kritis dan tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pergeseran strategi ethos, pathos, dan logos, serta proses ijtihad kontemporer yang merekontekstualisasi argumentasi keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi dakwah mengalami reposisi dari otoritas teologis eksklusif ke otoritas historis-kultural, bahasa emosional berpindah dari ancaman moral ke narasi empati kolektif, dan argumen rasional direkontekstualisasi melalui referensi sejarah ulama pendiri bangsa. Kombinasi ketiga aspek ini memperkuat efektivitas komunikasi dakwah dalam masyarakat plural. Kesimpulannya, transformasi retorika Ba’asyir membuktikan pentingnya kontekstualisasi dan inkulturasi pesan keagamaan untuk menjembatani tauhid dan nilai Pancasila tanpa kehilangan substansi teologis. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan pelatihan komunikasi dakwah adaptif bagi pengkaji dan dai, integrasi kajian sejarah ulama ke dalam kurikulum dakwah, serta pemanfaatan simbol lokal dan media digital untuk memperkuat legitimasi dan daya tarik pesan dakwah dalam konteks budaya lokal
Tinjauan Dramaturgi, Pengelolaan Kesan dalam Iklan Partai Politik "PAN PAN PAN" Faruq Alhasbi; Rafi Ilham Hakim; Diva Allya; Ikhsannurdien Alfauzi
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2023: Vol 1(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.321

Abstract

Ahead of the 2024 Election, the virality of party jingles on social media has become interesting phenomenon in Indonesian politics. It caused the Election following by new voters with high use of social media. Therefore, political parties began to compete to attract the attention of these new voters in various ways, one of which was making the party's advertising content viral so that it became known to the community. The Partai Amanat Nasional (PAN) became one of the parties that succeeded in boosting electability after the viral jingle called PAN-PAN-PAN. There are some messages and agendas carried trough the song. So, researchers employing the constructivism paradigm to see how the party built political impression through jingles. A qualitative descriptive approach used to explain phenomena based on the perspective of Dramaturgical Theory, namely how impression created on front-stage and how the efforts made by the party behind the viral of PAN-PAN-PAN. As the result, the front stage especially tries to create an impression of being close to the millennial generation to get attention as new voters. Meanwhile, the jingle give the impression of being close to the community. That impressions supported by efforts to invite millennial public figures to join the party. The backstage also formed by the cadres' efforts to actualize the tagline, Bantu Rakyat.