Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Tinjauan Dramaturgi, Pengelolaan Kesan dalam Iklan Partai Politik "PAN PAN PAN" Alhasbi, Faruq; Hakim, Rafi Ilham; Allya, Diva; Alfauzi, Ikhsannurdien
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2023: Vol 1(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.321

Abstract

Ahead of the 2024 Election, the virality of party jingles on social media has become interesting phenomenon in Indonesian politics. It caused the Election following by new voters with high use of social media. Therefore, political parties began to compete to attract the attention of these new voters in various ways, one of which was making the party's advertising content viral so that it became known to the community. The Partai Amanat Nasional (PAN) became one of the parties that succeeded in boosting electability after the viral jingle called PAN-PAN-PAN. There are some messages and agendas carried trough the song. So, researchers employing the constructivism paradigm to see how the party built political impression through jingles. A qualitative descriptive approach used to explain phenomena based on the perspective of Dramaturgical Theory, namely how impression created on front-stage and how the efforts made by the party behind the viral of PAN-PAN-PAN. As the result, the front stage especially tries to create an impression of being close to the millennial generation to get attention as new voters. Meanwhile, the jingle give the impression of being close to the community. That impressions supported by efforts to invite millennial public figures to join the party. The backstage also formed by the cadres' efforts to actualize the tagline, Bantu Rakyat.
Agama sebagai Anugerah Semesta: Memahami Makna Islam Rahmatan lil 'Alamin Alhasbi, Faruq; Fathurrahman, Muhammad; Ahmad, Afifah Anwari Mattali
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2024: Vol 2(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.718

Abstract

Tujuan syariat Islam (maqashid) bermuara pada kemaslahatan, kasih sayang dan perdamaian dengan visi rahmatan lil ‘alamin. Konsep ini merupakan sebuah kerangka beragama yang memberikan petunjuk dalam bersikap dan berperilaku, yang di dalamnya mengandung nilai-nilai universal seperti kasih sayang, kedamaian, keadilan, dan toleransi. Sehingga, memahami dan mengaplikasikan visi tersebut sama artinya mewujudkan perdamaian, keadilan, kemakmuran, serta akan menyelamatkan manusia apabila mereka mematuhinya. Namun, perbedaan interpretasi menjadi masalah utama yang perlu diluruskan dan perlu diberikan ruang untuk memperdalam makna dan memperluas rahmat dalam rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini mencoba memberikan pemahaman tentang makna Islam rahmatan lil ‘alamin dan mengidentifikasi implementasi konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks individu, sosial, maupun lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur seperti buku-buku, artikel ilmiah, dan karya tulis lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Secara metodologis, penelitian ini berbentuk studi deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi tentang topik rahmatan lil ‘alamin tanpa menghilangkan substansinya.Hasilnya, Islam rahmatan lil ‘alamin merupakan landasan penting dalam memahami peran Islam sebagai agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Prinsip-prinsip kasih sayang, toleransi, komprehensif, kemudahan, hingga aturan yang praktis dalam beragama sesuai dengan fitrah manusia, membawa kebaikan untuk semesta, dan membangun kehidupan harmonis. Nilai-nilai dasarnya seperti kasih sayang, toleransi, dan kemudahan adalah ciri khasnya, sesuai fitrah manusia dan membawa kebaikan. Sehingga, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan adalah wujud nyata Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam sebagai agama rahmat.Rahmatan lil ‘alamin, Islam, damai, kehidupan harmoni
Mengungkap Potensi Ritual Merti sebagai Media Dakwah Islam Subando, Joko; Hanum, Siti Zaida; Alhasbi, Faruq; Fathurrahman, Muhammad
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2025: Vol 3(1) February
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.789

Abstract

The development of communication technology in modern mass media has shown significant progress. However, traditional media still has its own charm. The existence of traditional media remains popular because it not only serves as a means of conveying messages but also as a manifestation of values of belief and cultural heritage that are worth preserving. Therefore, cultural elements such as the village ritual continue to function as one form of traditional media for spreading religious teachings. In addition to conveying religious messages, this ritual also serves as an outlet for escaping the monotony of rapid modernization. As a result, traditional-based media for spreading religious teachings, such as the village ritual, have persisted to this day and received positive acceptance from society.
MEMBANGUN IMUNITAS INFORMASI KELUARGA: PENGUATAN LITERASI UNTUK MENANGGULANGI HOAKS MELALUI PENGGERAK PKK ANDONG Alhasbi, Faruq; Fathurrahman, Muhammad; Widoyo, Agus Fatuh; Alfauzi, Ikhsanurdien; Java, Abyanuddin Al; Liswara, Musa Ahmad; Fahrurrozi, F; Mufasiroh, Hanif Fika
AL HAZIQ: Journal of Community Service Vol. 04, No. 1 Juni 2025
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/haziq.794

Abstract

This community service aims to enhance the media literacy of Penggerak PKK Andong in identifying and combating hoaxed information. This phenomenon causes information confusion, conflict, and unrest, exacerbated by the lack of understanding and information verification skills in the assisted communities, including Kelurahan Andong. Initial observations showed the high prevalence of hoaxes, indicating the urgency of media literacy activities. Women (mothers) play a vital role in maintaining the quality of information, so equipping them with knowledge and ways to tackle hoaxes is crucial to building strong family information immunity. The agenda implementation method includes interactive socialization and workshops that equip participants with four verification steps (check the source, look for comparative info, examine the content, and take action quickly), followed by continuous post-socialization mentoring to ensure the materials are implemented well, encouraging participants to actively identify and tackle hoaxes in the community, especially families. The results showed a significant increase in the PKK women's understanding of hoaxes, the dangers they pose, and the factors that lead to their spread. In addition, their practical skills in verifying news and taking preventive action also improved. PKK mothers are now more empowered to become anti-hoax agents, contributing to a healthier information environment in Kelurahan Andong Boyolali.
Upaya Persuasif Majelis Taklim dalam Meningkatkan Kesadaran Berjamaah: Studi pada Majelis Taklim Al-Ukhuwah Gentan Budiman, Arif; Alhasbi, Faruq; Widoyo, Agus Fatuh
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2025: Vol 3(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.747

Abstract

Kegiatan berjamaah dalam Islam tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi untuk memperkuat ukhuwah, kedisiplinan, dan interaksi sosial umat. Namun, perkembangan gaya hidup individualistis telah menyebabkan penurunan partisipasi di masjid, melemahkan perannya sebagai pusat spiritual dan sosial. Kondisi ini mendorong perlunya strategi komunikasi persuasif yang efektif. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan menganalisis upaya komunikasi persuasif Majelis Taklim (MT) Al-Ukhuwah dalam meningkatkan kesadaran berkegiatan secara berjamaah di Masjid Al-Barokah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan analisis tematik berbasis kerangka McGuire’s Persuasion Matrix serta divalidasi menggunakan triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus MT Al-Ukhuwah berhasil meningkatkan kesadaran jamaah melalui beberapa elemen persuasif kunci. Kredibilitas pengurus dan ustadz menjadi faktor utama yang membangun kepercayaan. Konstruksi pesan dakwah yang relevan dengan kebutuhan jamaah mendorong partisipasi aktif. Variasi saluran komunikasi, dari mimbar hingga kegiatan sosial, efektif menjangkau ranah kognitif, afektif, dan perilaku. Integrasi tujuan spiritual dan sosial ini terbukti berhasil membangun solidaritas dan kesadaran kolektif. Berdasarkan kerangka teori McGuire, dapat disimpulkan bahwa strategi dakwah persuasif yang relevan, kredibel, dan partisipatif merupakan instrumen efektif untuk meningkatkan partisipasi jamaah, memperkuat kohesi sosial, dan membangun kepercayaan institusional dalam komunitas keagamaan.
Tantangan Etika Jurnalisme Online: Studi Kasus Pemberitaan Jawapos.com dalam Konteks Regulasi UU ITE Nawaffani, Muh. Mahsya; Faruq Alhasbi; Nafi’ Hanifah; Haryanto, Ibni Nur Salamah
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2025: Vol 3(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.899

Abstract

Rapid advances in information technology have transformed news consumption toward online platforms, incentivizing speed and traffic-driven content that often yields sensational headlines (clickbait) and weak verification practices; two JawaPos.com reports serve as case points illustrating how media framing can carry ethical and legal ramifications in the digital news ecosystem. This study aims to examine how framing in two articles on JawaPos.com shapes public narratives and to assess the implications for journalistic ethics and Indonesia’s Electronic Information and Transactions Law (UU ITE). A qualitative case study approach was employed, with textual analysis of the selected news items as the primary unit. Data were collected from archived news content, legal documents (UU ITE, Press Council’s Cyber Media Guidelines), and academic literature. Robert N. Entman’s framing model (define problems, diagnose causes, make moral judgment, suggest remedies) guided the analysis, accompanied by source triangulation to ensure validity. Results indicate both reports rely on emotionally charged diction and social-media–sourced opinions without adequate verification; the “suggest remedies” element is largely absent, undermining balance and fact-checking. Such framing practices pose legal risks, potentially implicating Clauses 27A, 28(1), and 45A of the UU ITE, as the publication of unverified identities and allegations may harm personal reputations and propagate misleading information. Online newsrooms must strengthen editorial controls and layered verification procedures, aligning newsroom practices with cyber media guidelines and UU ITE, to preserve journalistic integrity and mitigate legal exposure. Perkembangan teknologi informasi menggeser konsumsi berita ke ranah daring dan mendorong praktik pemberitaan yang mengedepankan kecepatan serta trafik, yang sering kali berujung pada headline sensasional (clickbait) dan pengabaian verifikasi. Dua kasus pemberitaan di JawaPos.com menjadi ilustrasi terkait dampak framing dan potensi implikasi hukum dalam konteks media daring. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana framing pemberitaan pada dua artikel JawaPos.com membentuk narasi publik dan menilai implikasinya terhadap etika jurnalistik serta ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan analisis teks sebagai unit analisis, data dikumpulkan melalui dokumentasi arsip berita, peraturan hukum (UU ITE, Pedoman Media Siber), dan literatur relevan. Analisis menggunakan model framing Robert N. Entman (define problems, diagnose causes, make moral judgment, suggest remedies) serta triangulasi sumber untuk menjaga validitas. Temuan menunjukkan bahwa kedua pemberitaan cenderung mengutamakan diksi dramatis dan sumber opini netizen tanpa verifikasi memadai, tahap “suggest remedies” minim atau absen, sehingga keberimbangan dan verifikasi terabaikan. Framing tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, khususnya terkait Pasal 27A, 28 ayat (1), dan 45A UU ITE, karena pemuatan identitas dan tuduhan yang belum terkonfirmasi dapat merugikan reputasi individu dan memicu penyebaran informasi menyesatkan. Media daring perlu memperkuat mekanisme editorial dan verifikasi, serta mengharmonisasikan praktik redaksional dengan Pedoman Media Siber sesuai ketentuan UU ITE untuk menjaga integritas jurnalistik dan mengurangi risiko hukum.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Tasawuf Dalam Lakon Ma’rifat Dewa Ruci Abbas, Ngatmin; ., Sukari; Alhasbi, Faruq
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5 No 1 (2024): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v5i1.249

Abstract

This research delves into the values of Sufi education within the puppet play "Ma'rifat Dewa Ruci." Through the analysis of key scenes, the study discusses the applicability of Sufi values in the context of modern education. Content analysis is employed to unveil the meanings and implications of each scene, while a phenomenological approach is used to understand the perspectives of characters in the play. The research findings indicate that Sufi values such as asceticism, trust in God (tawakal), and spiritual knowledge (ma'rifat) can be implemented in shaping individual character and spirituality. The implications of this research encompass the potential contribution to the development of a character education curriculum based on Sufi values in educational institutions.
Dakwah Digital: Publikasi Kegiatan Masjid Memanfaatkan Jejaring Sosial Alhasbi, Faruq; Faraba, Karina Sofiananda Armaza; Effendi, Arif; Utomo, Bagas Imam; Bachtiar, Farchan; Azizah, Ummi Nur
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 2 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i2.517

Abstract

With its various features, social media facilitates organizations, including mosques, in interacting with the community. However, due to insufficient information dissemination, many residents around Al-Hikmah Mosque, Margoasri Karangmalang Sragen, remain unaware of its activities. Despite the mosque administrators being active, lacking information has resulted in low community participation, rendering the activities less than optimal. The digital da'wah training aims to provide an understanding of creating da'wah content via social networks, expanding the reach of religious institutions, and facilitating the publication and documentation of activities at Al-Hikmah Mosque. This community service program was conducted through a seminar followed by mentoring sessions. It fully employed the design thinking method to address the partners' issues by optimizing existing resources. Over four months, the service team engaged with the partners to understand their problems, conduct field observations, narrow down the issues, formulate solutions, and develop and implement the proposed ideas presented during the training. The training on publishing mosque activities using social networks brought significant changes to the community service partner. The partner successfully created an Instagram account to disseminate mosque-related information, expand the reach of da'wah, and document mosque activities. However, further training is needed to ensure consistency and enhance technical skills in managing social networks to support the mosque's da'wah efforts. Keywords: Digital da'wah, Da'wah content, Social networks, Mosque activities Abstrak: Media sosial dengan berbagai fiturnya mempermudah organisasi, termasuk masjid, berinteraksi dengan masyarakat. Namun, banyak warga sekitar Masjid Al-Hikmah Margoasri Karangmalang Sragen tidak mengetahui kegiatan masjid akibat kurangnya penyebaran informasi. Meski pengurus masjid aktif, keterbatasan informasi menyebabkan partisipasi masyarakat rendah, sehingga kegiatan belum optimal. Pelatihan dakwah digital bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pembuatan konten dakwah melalui jejaring sosial, perluasan jangkauan dakwah institusi keagamaan, serta memfasilitasi media publikasi informasi dan dokumentasi kegiatan di Masjid Al-Hikmah. Pengabdian ini dilaksa-nakan melalui seminar kemudian pendampingan, di mana secara utuh memakai metode design thinking untuk memecahkan masalah mitra melalui optimalisasi sumber daya yang ada. Selama empat bulan, Tim Pengabdian berkomunikasi dengan mitra untuk memahami permasalahan, observasi lapangan, mengerucutkan masalah, menyusun ide solusi masalah, pengembangan, dan penerapan ide-ide yang dipaparkan dalam materi pelatihan. Pelatihan publikasi kegiatan masjid dengan memanfaatkan jejaring sosial memberikan perubahan mitra PkM. Mitra akhirnya mempunyai akun Instagram untuk mempublikasikan informasi masjid, memperluas jangkauan dakwah, dan media dokumentasi aktivitas masjid. Meskipun begitu, masih diperlukan pelatihan lanjut terkait konsistensi dan kemampuan teknis dalam pengelolaan jejaring sosial yang bertendensi pada upaya dakwah masjid. Kata kunci: Dakwah digital, Kdakwah, Jejaring sosial, Kegiatan masjid
The Study of Eco-Theological Hadits: Integrating Islamic Ethical Values in Environmental Conservation Fatchurrohman, M.; Ulfah, Yetty Faridatul; Widoyo, Agus Fatuh; Alhasbi, Faruq; Ubaidillah, M. Farhan
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyse the potential of the Prophet Muhammad's hadith as a source of Islamic environmental ethics through an eco-theological approach in the context of contemporary environmental conservation. This study was library research, with the main data in the form of ecologically nuanced hadiths that are analysed thematically and contextually. The analysis was conducted within the framework of the theological relationship between God, humans, and nature to uncover the environmental ethical values contained in the hadith. The results reveal that the Prophet's hadith contain comprehensive environmental ethical principles, including the concepts of caliphate and trust, the prohibition of causing damage (fasād), the principles of cleanliness, moderation (wasathiyah), balance (mīzān), and the protection of living creatures. These values emphasize that environmental preservation is an integral part of the responsibility of faith and ethical practice of Muslims. In terms of novelty and contribution, this study offers a formulation of a systematic and applicable hadith-based Islamic environmental ethics framework, and positions the hadith as a strategic normative source in supporting environmental conservation and sustainable development.
Transformasi Retorika Abu Bakar Ba’asyir: Analisis Wacana Narasi Qoul Qodim ke Qoul Jadid Nawaffani, Muh. Mahsya; Muh. Fajar Shodiq; Faruq Alhasbi; Wan Mohd Yusof Wan Chik
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/khyydd35

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi retorika dakwah Abu Bakar Ba’asyir dari narasi qoul qodim yang menolak Pancasila menuju qoul jadid yang menerima dan meresapi nilai dasar negara. Topik ini dipilih karena perubahan paradigma dakwah tokoh yang selama ini terstigma radikal bahkan oleh dunia internasional tersebut mencerminkan dinamika komunikasi keagamaan dalam konteks Islam Nusantara dan tantangan integrasi nilai agama dengan identitas kebangsaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif-analitis, menggunakan korpus ceramah, rekaman video, dan wawancara mendalam dengan Ba’asyir serta keluarga sebagai data primer, didukung observasi simbolik di Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Analisis wacana kritis dan tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pergeseran strategi ethos, pathos, dan logos, serta proses ijtihad kontemporer yang merekontekstualisasi argumentasi keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi dakwah mengalami reposisi dari otoritas teologis eksklusif ke otoritas historis-kultural, bahasa emosional berpindah dari ancaman moral ke narasi empati kolektif, dan argumen rasional direkontekstualisasi melalui referensi sejarah ulama pendiri bangsa. Kombinasi ketiga aspek ini memperkuat efektivitas komunikasi dakwah dalam masyarakat plural. Kesimpulannya, transformasi retorika Ba’asyir membuktikan pentingnya kontekstualisasi dan inkulturasi pesan keagamaan untuk menjembatani tauhid dan nilai Pancasila tanpa kehilangan substansi teologis. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan pelatihan komunikasi dakwah adaptif bagi pengkaji dan dai, integrasi kajian sejarah ulama ke dalam kurikulum dakwah, serta pemanfaatan simbol lokal dan media digital untuk memperkuat legitimasi dan daya tarik pesan dakwah dalam konteks budaya lokal