Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Usia Penyapihan dan Pengetahuan Ibu terhadap Status Gizi Anak di Puskesmas Johan Pahlawan Makfirah, Daral; Mulyani, Itza; Khairunnas, Khairunnas; Muhsin, Sri Wahyuni; Marniati, Marniati
Polyscopia Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/polyscopia.v1i4.1436

Abstract

Nutritional issues in children aged 0-59 months are critical, as this age group is particularly vulnerable to dietary changes affecting nutritional status. Weaning, defined as the transition from breastfeeding to solid foods, and maternal knowledge are considered key factors influencing child nutrition. This study aims to examine the impact of weaning age and maternal knowledge on the nutritional status of children aged 0-59 months in the Johan Pahlawan Public Health Center area. A cross-sectional design with simple random sampling was used, involving 95 respondents. Data collection included questionnaires and nutritional status measurements. Chi-Square analysis revealed a significant relationship between maternal knowledge and child nutritional status (p=0.009), while no significant relationship was found between weaning age and nutritional status (p=0.126). These findings suggest that enhanced maternal knowledge plays a crucial role in improving child nutritional outcomes, whereas weaning age does not have a significant effect.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Memberikan Makanan Tambahan bagi Balita di Desa Rundeng Salvia, Depi; Rahma, Cukri; Mulyani, Itza; Marniati, Marniati
Polyscopia Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/polyscopia.v1i4.1443

Abstract

Providing supplementary food made from local ingredients is an effective way to address nutritional issues among toddlers. In Desa Rundeng, toddlers are underweight due to poor dietary habits, such as frequent consumption of fast food and insufficient intake of fruits, vegetables, milk, and other nutritious foods. Additionally, mothers in the area have limited knowledge about preparing balanced supplementary foods to support toddler growth. This study aims to examine the factors influencing the provision of supplementary food for toddlers in Desa Rundeng. A quantitative descriptive research method was employed, with univariate and bivariate data analysis, conducted in May in Desa Rundeng, Aceh Barat, within the Johan Pahlawan Health Center area. A total of 68 respondents participated in the study. The results indicate that knowledge, attitude, income, and socio-cultural factors significantly affect the provision of supplementary food, as evidenced by a p-value < 0.05. These findings highlight the importance of educating mothers on the nutritional value of supplementary foods to ensure the healthy growth and development of toddlers.
Edukasi Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Ananda, Bunga Riza Annisa; Maisarah, Maisarah; Mulyani, Itza
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i1.196

Abstract

Tujuan dari penelitian edukasi pemberian tablet tambah darah pada remaja putri ialah untuk mengevaluasi pengaruh edukasi mengenai tablet tambah darah (TTD) terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dan juga dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMK 1 Meurebo. Anemia adalah salah satu yang menjadi masalah di dalam gizi dan sangat umum terjadi di kalangan remaja, seperti pada remaja putri, yang dapat mengganggu kesehatan dan prestasi akademik. Jadi, Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah quasi eksperimental dan desain penelitiannya menggunakan desain pre-test dan post-test. melibatkan 48 responden dan kemudian di kelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok pertama ada eksperimen, bertujuan untuk menerima edukasi dan tablet tambah darah, serta kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Sebelum dilakukan intervensi terhadap remaja putri di SMK 1 Meurebo. Hasil penelitian yang di temukan bahwa mayoritas responden terhadap pengetahuan anemia dan manfaat TTD masih rendah. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan responden mengenai pentingnya konsumsi TTD, serta peningkatan kadar hemoglobin yaitu sebesar 11,5 gr/dl menjadi 12,0 g/dl. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi yang efektif dapat meningkatkan kesadaran dan juga di harapkan remaja putri dapat menjadi lebih patuh dan rutin untuk meminum TTD umtuk langkah awal anemia bisa di cegah. Maka dari itu, disarankan agar program edukasi serupa diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kesehatan remaja secara keseluruhan.
Efektifitas Program CEGIBAT Dalam Meningkatkan Status Gizi Anak di Gampong Pasi Masjid Ananda, Miftahul; Mulyani, Itza; Rahmadina, Rizka; Husna, Uswatul
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i2.306

Abstract

Program CEGIBAT (Cegah Gizi Kurang, Wujudkan Generasi Hebat) dilaksanakan untuk meningkatkan status gizi anak di Gampong Pasi Mesjid melalui edukasi gizi kepada ibu balita dengan menggunakan media leaflet dan pemantauan status gizi balita. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung, distribusi leaflet, dan pemantauan antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas) sebelum dan sesudah program. Subjek penelitian adalah tiga balita dengan status gizi kurang berdasarkan data posyandu. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan status gizi pada tiga balita yang dipantau. Faktor yang memengaruhi efektivitas intervensi mencakup kehadiran dalam layanan posyandu, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, serta adanya komplikasi kesehatan pada balita. Edukasi yang intensif dan pemantauan rutin terbukti berperan penting dalam perbaikan status gizi anak.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa SD Negeri Gunong Kleng Kabupaten Aceh Barat Wati, Asma Rinda; Zakiati, Annisa; Sujrifa, Shafna; Sofia, Intan Juni; Mulyani, Itza; Putri, Enda Silvia
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i2.311

Abstract

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertujuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat guna meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku masyarakat. Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Teuku Umar melaksanakan kegiatan penyuluhan PHBS di SD Negeri Gunong Kleng, Aceh Barat, untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 3 mengenai pentingnya PHBS. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan dengan media audiovisual, video animasi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan nilai posttest lebih dari 25% dibandingkan pretest. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Gizi dan Penyuluhan Produk PMT sebagai Upaya Pencegahan Masalah Gizi pada Balita di Desa Blang Beurandang Aceh Barat Safrida, Safrida; Mulyani, Itza; Masitah, Ravi; Duana, Maiza; Marniati, Marniati
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v4i1.12410

Abstract

Observation results in Blang Beurandang Village, Johan Pahlawan, West Aceh, in 2025 revealed several cases of malnutrition in toddlers, specifically three toddlers experiencing stunting, two toddlers experiencing wasting, and two toddlers being underweight. As a result, it not only inhibits the physical and cognitive growth of children but can even cause death. One effort to overcome this is to provide nutrition education. This community service activity was carried out in Blang Beurandang Village, Johan Pahlawan, involving mothers of toddlers and village cadres. The method used is Community Rural Participatory, including the assessment stages (recapitulation of initial anthropometric measurement data and secondary data), planning stages (educational media, PMT), and implementation stages (measuring the level of knowledge of the target group using pretest-posttest before and after being given counseling). The results of the activity showed the highest prevalence, namely underweight at 18.42%, followed by stunting at 15.79%, wasting at 7.89%, and the lowest, namely obesity and overnutrition at 2.63%. Then, in measuring the level of knowledge among mothers about stunting, wasting, underweight, and the role of PMT, with a total of 14 mothers of toddlers as respondents, an increase in knowledge was observed after nutrition counselling, specifically from 7.1% of respondents with good knowledge, increasing to 57.1%. PMT products, in the form of chicken-filled tempeh balls, were well received by the target group during the activity. However, ongoing mentoring, monitoring, and education efforts are necessary to ensure that knowledge about nutrition and PMT processing is effectively applied in everyday life, particularly in the practice of providing food to children and managing family food.
HUBUNGAN KONSUMSI MINUMAN BERKAFEIN DAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN POLI UMUM PUSKESMAS JEURAM Tiatulrami; Suci Eka Putri; Mulyani, Itza; Rinawati
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 no 3 tahun 2025 terbit september
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i3.6543

Abstract

Hypertension is a blood pressure disorder influenced by high caffeine and sodium intake, especially in coastal areas like Seunagan District, which has a high incidence of hypertension. This study aims to examine the relationship between caffeine and sodium consumption and blood pressure among patients at the General Clinic of Jeuram Community Health Center. Using a descriptive-analytic method with a cross-sectional design, the study was conducted in December 2024. The population consisted of 525 outpatients with Non-Communicable Diseases (NCDs) recorded from January to August 2024. A sample of 90 patients was selected through simple random sampling using the Lemeshow formula. Data were collected using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Univariate analysis described the frequency distribution of variables, while bivariate analysis using Chi-square and Odds Ratio tested the hypothesis. The results showed a significant relationship between caffeine and sodium intake and blood pressure. Caffeine consumption increased the risk of blood pressure changes by 3.83 times (p = 0.037; OR = 3.830), and sodium intake raised the risk by 18.21 times (p = 0.001; OR = 18.214).
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK SD NEGERI REUSAK KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Amelia, Santi; Eka Putri, Suci; T.Muliadi; Mulyani, Itza
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 no 3 tahun 2025 terbit september
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i3.6654

Abstract

Nutritional status is a person's physical and health condition that is influenced by food intake and the use of nutrients in the body. Nutritional status can affect various nutritional problems that can occur in all age groups and can cause short-term/long-term health problems such as infectious diseases, obesity, obesity and other metabolic diseases. Good and optimal nutritional status is achieved when the body gets enough nutrients and is able to use them efficiently. Appropriate nutrient intake is essential to prevent disorders in growth and development, especially in school-age children. This study aims to analyze the relationship between macronutrient intake and nutritional knowledge on the nutritional status of children at Reusak Elementary School, Samatiga District, West Aceh Regency. The method used is a quantitative survey with a cross-sectional design, involving 73 students from grades IV, V, and VI. Data were collected through a questionnaire that assessed nutritional knowledge and a 2x24-hour food recall method that was not carried out consecutively to measure macronutrient intake. The results showed that the majority of respondents had normal nutritional status as many as 37 respondents, although the number of students who had abnormal nutritional status was not much different as many as 36 respondents. The results of the Chi-Square test show that there is a relationship between fat intake and nutritional status of 0.016. For the variables of carbohydrate and protein intake to nutritional status, there is no relationship (P =0,640) and (P = 0.366). So it is concluded that increasing nutritional knowledge and balanced macronutrient intake is very important to achieve optimal nutritional status in children. This study is expected to be the basis for further research and this study also recommends the need for a more intensive nutritional education program for students and parents to prevent nutritional problems in children.
Program Bergenerang: Edukasi Gizi Seimbang untuk Pencegahan Gizi Kurang Balita Nabila, Desi Dian; Mulyani, Itza; Kaisa, Alvanya; Hafizati, Muliani
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i3.407

Abstract

Masa balita, yang dikenal sebagai golden age, merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia yang berlangsung sangat pesat. Pada masa ini, anak mengalami kemajuan dalam aspek berpikir, berbicara, fungsi pancaindra, dan kemampuan motorik. Program Bergenerang (Bergerak Wujudkan Generasi Sehat Bebas Gizi Kurang) dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang di Desa Ujong Tanoh Darat. Metode pengabdian yang diterapkan melibatkan edukasi kesehatan tentang gizi seimbang dan gizi kurang melalui pemberian materi dalam bentuk leaflet, demonstrasi bento sebagai contoh menu gizi seimbang, serta sesi konseling langsung dengan orang tua. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku orang tua dalam menyediakan asupan bergizi bagi balita. Dampaknya terlihat dari peningkatan berat badan dan tinggi badan pada balita yang mengikuti program. Selain itu, rendahnya pengetahuan tentang gizi, keterbatasan ekonomi, serta kurangnya imunisasi selama pandemi diidentifikasi sebagai penyebab utama kasus gizi kurang di desa ini. Program ini menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran gizi dan mendorong perubahan positif pada orang tua demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal balita. 
Edukasi Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Di SMKN 1 Meureubo Kusma, Erna; Mulyani, Itza; Maqfira, Elsa; Dilla, Julia Fera
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i3.423

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja, terutama remaja putri. Salah satu penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besi, yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, perkembangan mental, dan prestasi akademik remaja. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi salah satu solusi efektif untuk mencegah dan mengatasi anemia pada kelompok ini. Namun, rendahnya kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi TTD masih menjadi kendala di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pemberian TTD kepada siswa di SMKN 1 Meureubo, serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai pencegahan anemia melalui pola makan sehat dan konsumsi zat besi yang cukup. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian materi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya TTD, manfaat zat besi, dan cara mencegah anemia. Edukasi ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka, khususnya dalam mencegah anemia. Program ini juga merekomendasikan perlunya dukungan dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk keberlanjutan edukasi dan distribusi TTD secara rutin.