Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ETIKA DALAM PENDIDIKAN: PERESPEKTIF HADIST TARBAWI DAN IMPLEMENTASINYA DI ERA DIGITALISASI hafid; Labibul Wildan
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 01 (2025): Juli 2025
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to discuss about "Islamic education does not only focus on the aspect of knowledge, but also on the formation of morals and ethics based on the values of the Qur'an and Hadith. In the digital era, challenges related to ethical and moral behavior are increasingly complex, given the development of information and communication technology that influences the way of learning and interacting. This study aims to examine the application of Islamiceducational ethics through the perspective of Hadith in overcoming educational challenges in the digital world. Using a literature review method, this study explores how Hadith can be a guideline in dealing with problems such as the spread of hoax information, cyberbullying, and the decline in the quality of social interaction. This study also develops practical guidelines for educators and students in implementing Hadith-based educational ethics in cyberspace. The results of the study indicate that education based on Hadith values can help create a more ethicaland moral educational environment in the digital era, as well as guide the younger generation to develop good character through the wise use of technology. Keywords: Islamic Education, Education Ethics, Tarbawi Hadith, Digital Era.
Conceptual Implementation of Islamic Religious Education: Patterns And Methods of Early Children’s Education In The Family Environment Hafid; Admizal, Iril; Mandala, Ican
The Progress: Journal of Language and Ethnicity Vol. 2 No. 2 (2023): The Progress: Journal of Language and Ethnicity
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/theprogress.v2i2.3262

Abstract

Education is an essential aspect for an individual, especially for a child. Islamic religious education, particularly during early childhood, is a specific and urgent concern addressed by the family environment. This is because in the current era of digitalization, parents are required to prepare their children to adapt and face the developments of the time. Moral challenges that can impact a child necessitate the teaching of Islamic religious education from an early age. The effectiveness of this education is carried out through the family environment. The implementation of Islamic religious education undoubtedly requires a well-conceptualized educational pattern and effective methods to support the child's education. Therefore, this research aims to analyze the patterns or concepts and relevant methods used for the education of children in the family environment. This qualitative research utilizes a literature review method to analyze research sources. Data is collected from various books, journals, and articles relevant to the research focus. The data is then presented in descriptive form and analyzed based on the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this research reveal conceptual frameworks for implementing Islamic religious education in early childhood through various methods, including setting an example or role-modeling for children, using methods of rewarding or acknowledging their achievements, providing advice, instilling habits aligned with Islamic guidance, direct practice in daily life to familiarize children with doing good deeds, and communication methods involving dialogue with young children. The implementation of Islamic religious education using these methods will shape attitudes, behavior patterns, and morals capable of facing the challenges of the times.
Analisis Konsep Mahar Berupa Hafalan Ayat Al-Qur’an Dalam Perspektif Madzahibul Arba’ah Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2021): Sirajuddin Desember 2021
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v1i1.379

Abstract

Artikel ini membahas tentang ayat-ayat Al-Qur’an tentang konsep mahar pernikahan berupa hafalan ayat al-Qur’an perespektip madzahibul arba’ah adalah salah satu asas pokok hidup yang paling penting dalam pergaulan atau masyarakat yang sempurna. Pernikahan bukan saja merupakan satu jalan untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan, lebih dari itu pernikahan adalah jalan menuju pintu (ta’aruf) perkenalan antara suatu kaum dengan kaum yang lain. Untuk membanguna rumah tangga yang sakinah, sejahtera dan kokoh, suatu rumah tangga perlunya dihiasi dengan cinta dan kasih sayang, serta mempunyai prinsip bijaksana dan rasa saling mengerti satu sama lain antara suami-istri. Hal tersebut bisa dicapai apabila masing-masing diantara suami dan istri mampu melakukan kewajiban dangan memperoleh hak dari pasangannya. Mahar termasuk keutamaan agama Islam dalam melindungi dan memuliakan para kaum perempuan dengan memberikan hak yang dimintanya dalam pernikahan berupa mahar perkawinan yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak karena pemberian itu harus diberikan secara ikhlas. Mahar pernikahan diberikan pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat perkawinan. Dalam perkawinan di Indonesia biasanya digunakan sebagai mahar berupa materi atau harta. Akhir-akhir ini menjadi nge-tren hafalan al-Qur’an sebagai media mahar pernikahan, disebabkan berbagai alasan untuk meringankan mahar dan juga atas inisiatif pribadi. Kasus yang terjadi sekarng tidak sama historis sahabat Sahl bin Said al-Sa’idi. Maka perlu dikaji dangan prespektif hukum Islam dan maqasid al-syari’ah. Sedangkan dalam penelitian ini merupakan teori kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan metodologi deskriptif analisis.
MENJADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI PENDIDIKAN WAJIB BAGI SANTRI ANAK USIA DINI DI PONDOK PESANTEN TAHFIDH AL-QUR’AN MIFTAHUL ULUM SERUT PANTI JEMBER Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.942

Abstract

:Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diwariskan Rasulullah SAW. bagi kaummuslimin. Al-Qur’an tidak hanya sekedar kitab suci yang harus diagungkan,dihormati dan menjadi simbol ajaran Islam, namun lebih dari itu Al- Qur’anmerupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh manusia yang mengakudirinya muslim. Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting tidak dapatdipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan untuk manusia ialahmelibatkan semua unsur dalam kehidupannya, baik unsur dari dalam dirinya yangtelah mempunyai potensi juga melibatkan unsur lain di luar dirinya yaitulingkungan keluarga, masyarakat dan alam sekitarnya. manusia mengetahui danmemahami keberadaannya, maka manusia perlu dididik agar berkembang sesuaidengan fitrahnya. Penelitian ini memfokuskan pada Al-Qur’an sebagai pendidikanwajib bagi santri di Pondok pesantren Tahfidh Al-Qur’an Miftahul Ulum Serut PantiJember. Pendidikan sebagai investasi manusia berperan dalam prosespembangunan dalam mendidik dan membangun karakter yang intelektual suatubangsa. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi subjekpendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalamperspektif Al-Quran. Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian inisangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnyaperkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitianini adalah studi tafsir tafsir al-Qur’an, sedangkan untuk data sekunder menggunakanbuku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan subjek pendidikan dalamprespektif al-Qur’an antara lain Imaniyah, khuluqiyyah, Jismiyah, Al-aqliyah wa alnafsiyah dan Almihna. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentukmanusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya.
MAKNA BAROKAH PRESPEKTIF AL-QUR’AN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPIRIT BELAJAR SANTRI Hafid; Zainuddin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1271

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWt yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepadaNabi Muhammad SAW, dengan penuh berkah melalui perantara malaikat jibril a.s yangtertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita secara mutawatir. Membacanya terhitungbernilai ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas.Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dengan penuh keberkahan supaya di tadabburi,dihayati, diperhatikan dan dipelajari isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.Barakāh adalah Ziyādatul Khair artinya bertambahnya kebaikan. Barokāh juga bisaartikan tetapnya sesuatu, dan bisa juga diartikan bertambahnya atau berkembangnyasesuatu. Keberkahan yang digambarkan dalam Al-Qur’an bisa berupa keberkahan dalamberkeluarga, berkah mendapatkan rziki, berkanya para kekasih Allah dan para sholihin, adapula penggambaran keberkahan Al-Qur’an, pohon dan Air Zamzam dll. Penelitian ini untukmengetahui bagaimana mendapat berkah Allah dalam Al-Qur’an, dengan meneliti ayat-ayatberkah dalam prespektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui duahal tersebut adalah metode penelitan kualitatif, sedangkan sumber data penelitian adalahAyat-ayat barokah dalam Al-Qur’an dan sumber lainnya yang berkaitan dengan berkah.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR MASYARAKAT NELAYAN Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Sirajuddin Desember 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.1698

Abstract

Islamic education is one of the important pillars in community development. Islamiceducation can play a role in increasing synergy between fishing communities. This is becauseIslamic education teaches the values of togetherness, mutual assistance and mutualcooperation. These values can become the basis for fishing communities to work togetherto improve their welfare. This type of research is classified as qualitative with the researchapproach used being a normative and sociological approach, namely environmentalinteractions in accordance with social units, individuals, groups, institutions or society. Thedata source for this research is the fishing community. Furthermore, the data collectionmethods used were observation, interviews and documentation. Then data processing andanalysis techniques are carried out through three stages, namely: data reduction, datapresentation, and drawing conclusions. The results of the research concluded that IslamicEducation, Syirkah Cooperation Agreements were divided into two types, namely syirkahamlak and syirkah uqud. Where syirkah amlak is divided into two forms, namely syirkahamlak ikhtiyar and syirkah amlak ijbar. Meanwhile, regarding the division of uqud syirkah,scholars differ in their form. However, according to But, several jurists have differentopinions in dividing the various types of al-Uqud syirkah, namely: according to Hanabilah thissyirkah is divided into five, including; Syirkah 'Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan,Syirkah Wujuh, Syirkah Mudharabah. Meanwhile, according to Hanafiyah, this syirkah isdivided into six, namely; Syirkah Amwal, Syirkah A'mal, Syirkah Wujuh, each of these threeforms is divided into mufawadhah and 'inan. According to Malikiyah and Syafi'iyah, thissyirkah is divided into four, including; Syirkah 'Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan,Syirkah Wujuh. Shirkah if it has fulfilled the pillars of syirkah, namely the presence of partiesand consent.
EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN SIDOGIRI KRATON PASURUAN Fitriatul Munawaroh; Ahmad Syukkur; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2078

Abstract

kArtikel ini membahas tengtang Evaluasi termasuk aspek yang sangat penting dalamproses pembelajaran supaya kompetensi peserta didik terbentuk secara maksimal, apabialapeserta didik mendapatkan nilai yang rendah atau tidak sampai standar maka akanberpengaruhi pada efektifitas proses pembelajaran secara keseluruhan. Evaluasi harapdilaksanakan secara terus menerus untuk mengetahi dan memantau keberhasilan danperubahan yang terjadi pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, atau untukmemberi skor dan nilai, angka yang bisa dilakukan dan penilaian hasil belajar. Tujuanpenulisan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih Babtransaksi ) بيع ) di Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan Tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini merupakan jenis penelitianlapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun analisis yang penulisgunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model analisisinteraktif. Selama proses pengumpulan data berlangsung, peneliti bergerak diantara tigakomponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Tigakomponen analis interaktif tersebut yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulanaktifitasnya berbentuk interaksi dengan pengumpulan data. Evaluasi kognitif dalampembelajaran fiqih Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan adalah evaluasi subjektif, evaluasi objektif, evaluasi formatif, evaluasisumatif. Bentuk intrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dalampembelajaran fiqih adalah, soal pertanyaan lisan di kelas, pilihan ganda, uraian obyektif,uraian non obyektif atau uraian bebas, jawaban atau isian singkat, menjodohkan. Evaluasiafektif untuk mengukur kemampuan yang mencakup kepribadian, budi pekerti, akhlakulkarimah, kejujuran, amanah, toleransi, rendah hati, tanggung jawab, disiplin, dan empati.Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada siswa dalam berbagai tingkahlaku. Evaluasipsikomotor digunakan untuk mengukur materi seperti praktek-praktek ibadah sepertishalat, wudhu mengurus jenazah dan lain sebagainya. Evaluasi psikomotorik dilakukan dengan menggunakan observasi untuk mengukur tingkah laku individu atau prosesterjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupundalam situasi buatan.
Analysis of Quranic Verses on Educational Evaluation (Thematic Approach) Hafid; Cecep Anwar; Aisyah Alief Dzulfiqrah; Fitri Nurlaeli
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1908

Abstract

Evaluation in the education sector plays a crucial role in measuring the success of the learning process. The position of evaluation is very strategic in the education system. Evaluation is an integral part of human life, especially in education, where assessments from tests taken by students serve as evaluation for educators. In Islamic education, evaluation is essential in assessing students' understanding of Islam and the educators' proficiency in teaching Islamic principles. The Qur'an inspires all fields of knowledge and teaching, including thematic interpretation, which explains evaluation. In tafsir tarbawi, evaluation is also a significant topic. This study aims to analyze the verses of the Qur'an related to educational evaluation through a thematic approach. By examining the thematic interpretation of relevant Qur'anic verses, this research seeks to identify the principles and types of educational evaluation according to Islamic teachings. The findings are expected to provide valuable guidance for educators in implementing effective and meaningful evaluations within the context of Islamic education. The approach used in this study involves an in-depth analysis of Qur'anic verses and a review of relevant literature. The research findings emphasize the importance of integrating religious values into the practice of educational evaluation to shape the character and morality of students in accordance with Islamic.
Inovasi Model Problem Based Learning Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Prestasi Siswa di Era Digital Mahmuda, Imaniar; Hafid; Munawaroh, Fitriatul
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 5 No. 6 (2025): April 2025
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v5i6.1333

Abstract

This study aims to analyze the innovation of the Problem-Based Learning (PBL) model in Islamic Religious Education as a strategy to improve student learning achievement in the digital era. The phenomenon behind this study is the low level of student engagement in conventional IRE learning and the need for a more contextual and adaptive learning model in line with developments in information technology. This research uses a qualitative approach with a library research method, through an in-depth analysis of various scientific literature, research articles, and relevant sources that discuss the application of PBL in the context of Islamic Religious Education. The results of the analysis show that the application of the PBL model in PAI learning encourages the development of critical thinking, problem solving, and collaboration Pendidikan Agama Islam in students through active engagement in authentic learning situations. Digital innovations such as the use of e-learning, interactive applications, and collaborative platforms strengthen the effectiveness of PBL by creating a flexible and participatory learning environment. These findings contribute to strengthening the PAI learning paradigm, which is not only oriented towards mastery of material, but also towards character building and 21st century competencies. In conclusion, PBL innovation in PAI learning has positive implications for improving academic achievement and developing students' religious values in the digital age. This study recommends the development of a technology-based PBL model and further research using an empirical approach to test its effectiveness in the context of learning at various levels of education
MODEL PENGUATAN MATERI FIKIH DENGAN KONSEP SYARAT KECAKAPAN IBADAH AMALIAH (SKIA) DI MI AL AZHAR SENDURO LUMAJANG Mahmuda, Imaniar; Hafid
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 02 (2026): Februari 2026
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qolamuna.v11i02.2434

Abstract

This research  is based on the need to improve students' understanding and skills in performing worship in accordance with Islamic jurisprudence  (fiqh) guidance in a practical and applicable way. This study aims  to  examine  a  model  for  reinforcing  Islamic  jurisprudence  material  based  on  the concept  of the requirements  for practical  worship  skills  (SKIA)  and  to assess  its  effectiveness  in  improving  students' overall  ability  to practice  worship.  The research  method  used  was  a  descriptive  qualitative  approach. Data  collection  techniques  were  conducted  through  observation,  interviews,  and  documentation.  The results indicate that the application  of the SKIA model can improve students' conceptual understanding and  practical  skills  in  worship,  such  as  ablution,  prayer,  an d  fasting.  This  model  emphasizes  the integration  of  understanding  of Islamic  jurisprudence  theory  and  the practice  of worship,  taking  into account  the  requirements  of  students'  age, mental  ability,  and  knowledge.  Thus,  the SKIA  model  has proven  effective in strengthening Islamic jurisprudence  learning in a more contextual  way and oriented towards developing students' religious competence.. Keywords: Fiqh, Material Reinforcement, Model SKIA.