Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Social Media Use Intensity, Cognitive Emotion Regulation, and Bullying Behavior among Junior High School Students: A Multiple Regression Analysis Rohman, Faizal; Hafid
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 3 (2026): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v7i3.1400

Abstract

This study aimed to examine the effects of social media use intensity and cognitive emotion regulation on bullying behavior among junior high school students. The increasing use of social media among adolescents has raised concerns regarding its psychological and behavioral impacts, particularly bullying behavior in educational settings. This study employed a quantitative non-experimental design using a multivariate approach with multiple linear regression analysis. The research was conducted at SMP Negeri 1 Jatiroto, East Java, Indonesia, involving 61 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires measuring social media use intensity, cognitive emotion regulation, and bullying behavior. The data were analyzed using SmartPLS version 4 through descriptive statistics, assumption testing, t-test, F-test, coefficient of determination, and multiple linear regression analysis. The findings revealed that social media use intensity had a positive and statistically significant effect on bullying behavior (p = 0.025 < 0.05). In contrast, cognitive emotion regulation did not significantly affect bullying behavior (p = 0.904 > 0.05). Simultaneously, both variables significantly influenced bullying behavior (p = 0.001 < 0.05), although the model explained only 7.7% of the variance. The novelty of this study lies in integrating digital behavior and emotional regulation perspectives in explaining bullying behavior among adolescents. This study contributes theoretically to educational psychology and practically provides insights for schools and policymakers in developing digital literacy, emotional awareness, and anti-bullying programs in the digital era.
Measuring John Dewey's Conception of Human Potential in Islamic Perspective Sobri, Ach. Sobri; Sobri, Ach.; Hafid; Fatoni, Hasan
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/17n7pc61

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan konsep potensi manusia menurut John Dewey dan perspektif Islam, dengan fokus pada konteks pendidikan. Dewey menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi bawaan yang perlu dikembangkan melalui pendidikan berbasis pengalaman dan interaksi sosial untuk menghadapi tantangan kehidupan modern. Sebaliknya, Islam mendasarkan pandangannya pada fitrah manusia yang dianugerahkan Allah, mencakup kemampuan intelektual, moral, sosial, dan spiritual, yang harus dikembangkan secara seimbang untuk memenuhi tugas sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Meskipun berbeda dalam tujuan akhir—Dewey berfokus pada keberhasilan duniawi, sementara Islam menyeimbangkan antara dunia dan akhirat—keduanya sama-sama menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama pengembangan diri. Artikel ini juga mengeksplorasi relevansi kedua pendekatan dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer. Pemikiran Dewey tentang demokrasi, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat relevan untuk pendidikan modern, sementara Islam menawarkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai panduan dalam membentuk individu yang berintegritas. Kombinasi kedua pendekatan ini memiliki potensi untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan berbasis nilai, memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat yang lebih baik dan seimbang.