Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Konsep Mahar Berupa Hafalan Ayat Al-Qur’an Dalam Perspektif Madzahibul Arba’ah Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2021): Sirajuddin Desember 2021
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v1i1.379

Abstract

Artikel ini membahas tentang ayat-ayat Al-Qur’an tentang konsep mahar pernikahan berupa hafalan ayat al-Qur’an perespektip madzahibul arba’ah adalah salah satu asas pokok hidup yang paling penting dalam pergaulan atau masyarakat yang sempurna. Pernikahan bukan saja merupakan satu jalan untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan, lebih dari itu pernikahan adalah jalan menuju pintu (ta’aruf) perkenalan antara suatu kaum dengan kaum yang lain. Untuk membanguna rumah tangga yang sakinah, sejahtera dan kokoh, suatu rumah tangga perlunya dihiasi dengan cinta dan kasih sayang, serta mempunyai prinsip bijaksana dan rasa saling mengerti satu sama lain antara suami-istri. Hal tersebut bisa dicapai apabila masing-masing diantara suami dan istri mampu melakukan kewajiban dangan memperoleh hak dari pasangannya. Mahar termasuk keutamaan agama Islam dalam melindungi dan memuliakan para kaum perempuan dengan memberikan hak yang dimintanya dalam pernikahan berupa mahar perkawinan yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak karena pemberian itu harus diberikan secara ikhlas. Mahar pernikahan diberikan pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat perkawinan. Dalam perkawinan di Indonesia biasanya digunakan sebagai mahar berupa materi atau harta. Akhir-akhir ini menjadi nge-tren hafalan al-Qur’an sebagai media mahar pernikahan, disebabkan berbagai alasan untuk meringankan mahar dan juga atas inisiatif pribadi. Kasus yang terjadi sekarng tidak sama historis sahabat Sahl bin Said al-Sa’idi. Maka perlu dikaji dangan prespektif hukum Islam dan maqasid al-syari’ah. Sedangkan dalam penelitian ini merupakan teori kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan metodologi deskriptif analisis.
MENJADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI PENDIDIKAN WAJIB BAGI SANTRI ANAK USIA DINI DI PONDOK PESANTEN TAHFIDH AL-QUR’AN MIFTAHUL ULUM SERUT PANTI JEMBER Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.942

Abstract

:Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diwariskan Rasulullah SAW. bagi kaummuslimin. Al-Qur’an tidak hanya sekedar kitab suci yang harus diagungkan,dihormati dan menjadi simbol ajaran Islam, namun lebih dari itu Al- Qur’anmerupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh manusia yang mengakudirinya muslim. Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting tidak dapatdipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan untuk manusia ialahmelibatkan semua unsur dalam kehidupannya, baik unsur dari dalam dirinya yangtelah mempunyai potensi juga melibatkan unsur lain di luar dirinya yaitulingkungan keluarga, masyarakat dan alam sekitarnya. manusia mengetahui danmemahami keberadaannya, maka manusia perlu dididik agar berkembang sesuaidengan fitrahnya. Penelitian ini memfokuskan pada Al-Qur’an sebagai pendidikanwajib bagi santri di Pondok pesantren Tahfidh Al-Qur’an Miftahul Ulum Serut PantiJember. Pendidikan sebagai investasi manusia berperan dalam prosespembangunan dalam mendidik dan membangun karakter yang intelektual suatubangsa. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi subjekpendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalamperspektif Al-Quran. Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian inisangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnyaperkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitianini adalah studi tafsir tafsir al-Qur’an, sedangkan untuk data sekunder menggunakanbuku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan subjek pendidikan dalamprespektif al-Qur’an antara lain Imaniyah, khuluqiyyah, Jismiyah, Al-aqliyah wa alnafsiyah dan Almihna. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentukmanusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya.
MAKNA BAROKAH PRESPEKTIF AL-QUR’AN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPIRIT BELAJAR SANTRI Hafid; Zainuddin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1271

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWt yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepadaNabi Muhammad SAW, dengan penuh berkah melalui perantara malaikat jibril a.s yangtertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita secara mutawatir. Membacanya terhitungbernilai ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas.Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dengan penuh keberkahan supaya di tadabburi,dihayati, diperhatikan dan dipelajari isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.Barakāh adalah Ziyādatul Khair artinya bertambahnya kebaikan. Barokāh juga bisaartikan tetapnya sesuatu, dan bisa juga diartikan bertambahnya atau berkembangnyasesuatu. Keberkahan yang digambarkan dalam Al-Qur’an bisa berupa keberkahan dalamberkeluarga, berkah mendapatkan rziki, berkanya para kekasih Allah dan para sholihin, adapula penggambaran keberkahan Al-Qur’an, pohon dan Air Zamzam dll. Penelitian ini untukmengetahui bagaimana mendapat berkah Allah dalam Al-Qur’an, dengan meneliti ayat-ayatberkah dalam prespektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui duahal tersebut adalah metode penelitan kualitatif, sedangkan sumber data penelitian adalahAyat-ayat barokah dalam Al-Qur’an dan sumber lainnya yang berkaitan dengan berkah.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR MASYARAKAT NELAYAN Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Sirajuddin Desember 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.1698

Abstract

Islamic education is one of the important pillars in community development. Islamiceducation can play a role in increasing synergy between fishing communities. This is becauseIslamic education teaches the values of togetherness, mutual assistance and mutualcooperation. These values can become the basis for fishing communities to work togetherto improve their welfare. This type of research is classified as qualitative with the researchapproach used being a normative and sociological approach, namely environmentalinteractions in accordance with social units, individuals, groups, institutions or society. Thedata source for this research is the fishing community. Furthermore, the data collectionmethods used were observation, interviews and documentation. Then data processing andanalysis techniques are carried out through three stages, namely: data reduction, datapresentation, and drawing conclusions. The results of the research concluded that IslamicEducation, Syirkah Cooperation Agreements were divided into two types, namely syirkahamlak and syirkah uqud. Where syirkah amlak is divided into two forms, namely syirkahamlak ikhtiyar and syirkah amlak ijbar. Meanwhile, regarding the division of uqud syirkah,scholars differ in their form. However, according to But, several jurists have differentopinions in dividing the various types of al-Uqud syirkah, namely: according to Hanabilah thissyirkah is divided into five, including; Syirkah 'Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan,Syirkah Wujuh, Syirkah Mudharabah. Meanwhile, according to Hanafiyah, this syirkah isdivided into six, namely; Syirkah Amwal, Syirkah A'mal, Syirkah Wujuh, each of these threeforms is divided into mufawadhah and 'inan. According to Malikiyah and Syafi'iyah, thissyirkah is divided into four, including; Syirkah 'Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan,Syirkah Wujuh. Shirkah if it has fulfilled the pillars of syirkah, namely the presence of partiesand consent.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN AMSTILATI METODE PRAKTIS CARA DASAR BELAJAR KITAB KUNING DI PONDOK TERPADU AL-FAUZAN LUMAJANG Labibul Wildan; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1944

Abstract

Transformasi Pembelajaran Kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam perlu dilestarikannamun juga relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini mengkaji bagaimana pesantrenmelakukan transformasi pembelajaran kitab kuning tanpa mengabaikan nilai-nilaitradisionalnya. Studi ini mengidentifikasi inovasi-inovasi yang dilakukan, sepertipengembangan media pembelajaran digital dan pendekatan pedagogi yang lebih bervariasi,serta dampaknya terhadap pemahaman dan minat santr, maka menjadi tugas bersama,memberikan penyadaran pada segenap praktisi pendidikan akan pentinganya penggunaanmetode Amstilati dan teknologi informasi dalam pembelajaran banyak digunakan dalam duniapendidikan formal maupun non- formal, apalagi di dunia pesantren yang digunakan adalahkitab-kitab kuning yang tanpa harakat yang membutuhkan dalam membaca kitab kuningtersebut dengan menggunakan metode Amtsilati yang saat ini sudah banyak diterapkanoleh pesantren-pesantren yang dianggap Amtsilati adalah metode yang praktis cepat untukbelajar kitab kuning tanpa harus memakan waktu yang lama.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis Fenomenologi, dengan lokasipenelitian di Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruklor Lumajang. Pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.1 Teknik analisis datamenggunakan analisis data Spradley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan carakeikutsertaan peneliti, teknik triangulasi dengan berbagai sumber, teori dan metode.Informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling yaitu Pengasuh PesantrenTerpadu Al Fauzan Lumajang, ustad-ustadzah, santri, pengrus pondok pesantren.Hasil penelitian ini meliputi: Transformasi Pembelajaran Amstilati Metode Praktis Cara DasarBelajar Kitab Kuning Di Pondok Terpadu Al-Fauzan Lumajang, pelaksanaan penggunaanmetode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di Pesantren Terpadu Al Fauzan diawalibaca muhadhoroh untuk pengarang, guru-guru dan penyebar kitab, maka santri mengulangmateri sebelumnya sebanyak satu kali tujuan agar benar-benar paham kemateri sebelumnyadan evaluasi penggunaan metode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di PesantrenTerpadu Al Fauzan menggunakan dua cara yaitu tes tulis dan tes lisan dilaksanakan pada akhirpembahasan, dan akhir jilid.
EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN SIDOGIRI KRATON PASURUAN Fitriatul Munawaroh; Ahmad Syukkur; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2078

Abstract

kArtikel ini membahas tengtang Evaluasi termasuk aspek yang sangat penting dalamproses pembelajaran supaya kompetensi peserta didik terbentuk secara maksimal, apabialapeserta didik mendapatkan nilai yang rendah atau tidak sampai standar maka akanberpengaruhi pada efektifitas proses pembelajaran secara keseluruhan. Evaluasi harapdilaksanakan secara terus menerus untuk mengetahi dan memantau keberhasilan danperubahan yang terjadi pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, atau untukmemberi skor dan nilai, angka yang bisa dilakukan dan penilaian hasil belajar. Tujuanpenulisan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih Babtransaksi ) بيع ) di Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan Tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini merupakan jenis penelitianlapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun analisis yang penulisgunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model analisisinteraktif. Selama proses pengumpulan data berlangsung, peneliti bergerak diantara tigakomponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Tigakomponen analis interaktif tersebut yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulanaktifitasnya berbentuk interaksi dengan pengumpulan data. Evaluasi kognitif dalampembelajaran fiqih Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan adalah evaluasi subjektif, evaluasi objektif, evaluasi formatif, evaluasisumatif. Bentuk intrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dalampembelajaran fiqih adalah, soal pertanyaan lisan di kelas, pilihan ganda, uraian obyektif,uraian non obyektif atau uraian bebas, jawaban atau isian singkat, menjodohkan. Evaluasiafektif untuk mengukur kemampuan yang mencakup kepribadian, budi pekerti, akhlakulkarimah, kejujuran, amanah, toleransi, rendah hati, tanggung jawab, disiplin, dan empati.Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada siswa dalam berbagai tingkahlaku. Evaluasipsikomotor digunakan untuk mengukur materi seperti praktek-praktek ibadah sepertishalat, wudhu mengurus jenazah dan lain sebagainya. Evaluasi psikomotorik dilakukan dengan menggunakan observasi untuk mengukur tingkah laku individu atau prosesterjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupundalam situasi buatan.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR MASYARAKAT NELAYAN Hafid; Fitiriatul Munawwarah; Abdullah Khoirul Yakin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.2332

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat. Pendidikan Islam dapat berperan dalam meningkatkan sinergi antar masyarakat nelayan. Hal ini dikarenakan pendidikan Islam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi masyarakat nelayan untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan normative dan sosiologis yakni interaksi lingkungan yang sesuai dengan unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Adapun sumber data penelitian ini adalah masyarakat nelayan. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan tentang Pendidikan Islam Akad Kerjasama Syirkah dibagi menjadi dua macam yaitu syirkah amlak dan syirkah uqud. Dimana syirkah amlak dibagi menjadi dua bentuk yaitu syirkah amlak ikhtiyar dan syirkah amlak ijbar. Sedangkan mengenai pembagian syirkah uqud ulama berbeda pendapat mengenai bentuknya. Akan tetapi, menurut Tetapi beberapa fuqaha berbeda pendapat dalam membagi macam-macam syirkah al-Uqud, yaitu : menurut Hanabilah syirkah ini dibagi menjadi lima, diantaranya yaitu; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh, Syirkah Mudharabah. Sedangkan menurut Hanafiyah syirkah ini dibagi menjadi enam, yaitu; Syirkah Amwal,Syirkah A’mal, Syirkah Wujuh masing-masing dari ketiga bentuk ini terbagi menjadi mufawadhah dan ‘inan.Menurut Malikiyah dan Syafi’iyah syirkah ini dibagi menjadi empat, diantaranya; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh. Syirkah apabila telah memenuhi rukun dari syirkah tersebut yaitu adanya para pihak dan ijab qabul.
MAKNA BAROKAH PRESPEKTIF AL-QUR’AN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPIRIT BELAJAR SANTRI Hafid; Ahmad syukkur; Candra Yulianto
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i1.2333

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWt yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan penuh berkah melalui perantara malaikat jibril a.s yang tertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita secara mutawatir. Membacanya terhitung bernilai ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas. Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dengan penuh keberkahan supaya di tadabburi, dihayati, diperhatikan dan dipelajari isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Barakāh adalah Ziyādatul Khair artinya bertambahnya kebaikan. Barokāh juga bisa artikan tetapnya sesuatu, dan bisa juga diartikan bertambahnya atau berkembangnya sesuatu. Keberkahan yang digambarkan dalam Al-Qur’an bisa berupa keberkahan dalam berkeluarga, berkah mendapatkan rziki, berkanya para kekasih Allah dan para sholihin, ada pula penggambaran keberkahan Al-Qur’an, pohon dan Air Zamzam dll. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mendapat berkah Allah dalam Al-Qur’an, dengan meneliti ayat-ayat berkah dalam prespektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui dua hal tersebut adalah metode penelitan kualitatif, sedangkan sumber data penelitian adalah Ayat-ayat barokah dalam Al-Qur’an dan sumber lainnya yang berkaitan dengan berkah.
APLIKASI KAIDAH "AL-'IBRAH BI AL-JUMHUR" DALAM KRITIK SANAD: STUDI KASUS PERIWAYATAN HADIS DHA'IF DALAM MASALAH FADHA'IL AL-A'MAL Hafid; Ach. Shobri
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilatarbelakangi oleh kontroversi penggunaan hadis dha'if (lemah) dalam fadha'il al-a'mal (keutamaan amal) yang menjadi praktik umum dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam karya-karya populer seperti Fazail-e-Amaal. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-analitis terhadap literatur primer dan sekunder mengenai kaidah "al-'ibrah bi al-jumhur" yang menekankan pada pendapat mayoritas ulama. Analisis menunjukkan bahwa mayoritas ulama (jumhur) memperbolehkan penggunaan hadis dha'if dalam konteks fadha'il al-a'mal dengan beberapa syarat ketat, meskipun pendapat minoritas menolaknya secara mutlak. Penerapan kaidah ini memberikan kelonggaran yang bermakna dalam penyebaran motivasi spiritual tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar dalam hukum Islam. Temuan penelitian ini mendukung pendekatan kontekstual dan moderat dalam studi hadis.
Habituasi dan Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Pengembangan Karakter: Studi Fenomenologi di Madrasah Ibtidaiyah Nasy’atul Muta’allimin Candi Sumenep Ach. Syaiful; Amiruddin; Hafid; Fitriyah, Faizatul
JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Gema Perencana
Publisher : POKJANAS Bekerja Sama Biro Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61860/jigp.v4i2.324

Abstract

Madrasah as an Islamic educational institution faces challenges in implementing Islamic values for student character building. Although religious activities have been carried out routinely, they have not effectively touched the core of students’ spirituality as reflected in their daily behavior. The gap between the ideality of madrasah as a producer of noble character and the reality of value shifts highlights the urgency of structured and sustainable Islamic value implementation studies. This study employs a qualitative approach with ethnographic-phenomenological methods at Madrasah Ibtidaiyah Nasy’atul Muta’allimin Candi, Sumenep, Madura. Research subjects include the madrasah principal, vice principals, teachers, school committees, parents/guardians, and surrounding community. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification stages. Data validity was ensured through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings reveal that Islamic values implementation is based on three main foundations: faith, sharia, and ihsan, manifested through habituation of greeting-smiling-salutation values, honesty, trustworthiness, and responsibility. Implementation strategies include teacher exemplary behavior, madrasah culture, project-based learning, and cross-curricular integration, reinforced with specific practices such as teachers welcoming students, reciting Asmaul Husna, congregational dhuha prayer, and intensive parental cooperation. This study concludes that Islamic character building requires continuous habituation through real behavioral examples from teachers and parents. Recommendations are directed to madrasah education practitioners to develop structured, organized, and dynamic value implementation concepts according to each institution’s factual context, and to future researchers to explore the long-term impacts of habituation strategies on madrasah students’ character.