Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

RELEVANSI PEMIKIRAN AL-GHAZALI DENGAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DI MASA WALI SONGO Mahsun; Hafid
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pendidikan Islam telah lama dikembangkan oleh para ulama sejak generasi tabi’in. Melalui generasi inilah konsep pendidikan Islam berkembang dalam bentuk yang paling ideal dan lambat laun memberikan kontribusi terhadap eksistensi peradaban Islam. Melalui konsep pendidikan yang semakin berkembang ini, lahirlah ulama-ulama yang telah melahirkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran produktif dalam pengembangan bidang pendidikan. Salah satunya adalah Imam Abu Hamis Al-Ghozali, dari renungannya lahirlah berbagai buku yang memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan Islam. Konsep pendidikan Islam inilah yang kemudian menjadi landasan Wali Songo dalam menyebarkan dakwah di tanah Jawa yang jauh dari sumber ajaran Islam di Arab. Dengan menerapkan pemikiran Imam Ghozali, generasi Wali Songo memberikan berbagai gerakan dan sumbangan pemikiran yang membangun peradaban Islam baru di tanah Jawa (Nusantara). Wali Songo lebih banyak memberikan berbagai ajaran terhadap penjajahan nusantara dengan menyampaikan ajaran pemikiran Imam Al-Ghozali. Dengan demikian pemikiran alGhozali sangat relevan dengan konsep pendidikan Islam yang dikembangkan oleh Wali Songo.
SUBJEK PENDIDIKAN DALAM KAJIAN TAFSIR SURAT AL-ANFAL AYAT 27 Hafid
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Februari 2021
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this article, the focus is on discussing and examining theterminology of the subject of education in terms, objectives andcontent or educational material in the perspective of the Qur'an.Descriptive approaches and library research related to the subject ofeducation in the perspective of the Qur'an include Imaniyah,khuluqiyyah, Jismiyah, Al-aqliyah wa al nafsiyah and Almihna. TheQur'an expresses the term education with the words tarbiyah andtaklim. The content in the letter al-Anfal verse 27 teaches that theprincipal is a mandate from Allah SWT given to humans. As the headof the school, the principal has the task of managing various affairs inthe school. Schools as formal institutions managed by the governmentand the community are the most likely places for a person. Keywords: Subject, Education, Q.S An-Nahl.
Modernisasi Pendidikan Islam dan Pendidkan Islam Humanis dalam Pandangan Azyumardi Azra dan Tolhah Hasan Ach. Syaiful; Hafid
NUMADURA: Journal of Islamic Studies, Social, and Humanities Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Islamic Studies, Social and Humanities
Publisher : LPTNU Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58790/jissh.v2i2.24

Abstract

The strengthening of educational patterns that deviate from the great goals of Islamic religious education means that the thinking of two figures, Azyumardi Azra and Tholhah, needs to be reviewed. This article examines the modernist thoughts of PAI and Humanist PAI from the views of these two figures using a library research approach. The results of this research show that the modernization of PAI starts from Islamic educational institutions such as madrasas and Islamic boarding schools, how Islamic boarding schools can create human resources (HR) for the younger generation who are superior not only cognitively but also affectively and psychomotorically but in accordance with the characteristics and subculture of the Islamic boarding school, namely mastery of religious knowledge. The modernity of Islamic boarding schools also discusses religious knowledge and technological science. Azra places Islamic boarding schools as Islamic educational institutions that remain sub-cultural, but also the knowledge taught at Islamic boarding schools is integrative with the advances of the times, namely science and technology. In Tholhah's view, the weakness of Islamic education, which tends to be dichotomous regarding the issue of humanism, is that it is weak economically and in terms of solidarity, which means that human morals are weak to have integrity in maintaining the values ​​of humanism, which should be a concern. For Tholhah, the big goal of education is to save nature, develop nature's potential, and harmonize nature's journey. Humanity or humanism for Tholhah is nature itself and everything related to humanism is part of what must be considered in Islamic education, including thoughts about modernism in Islamic education.
MAKNA BAROKAH PRESPEKTIF AL-QUR’AN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPIRIT BELAJAR SANTRI Hafid; Zainuddin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1271

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWt yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepadaNabi Muhammad SAW, dengan penuh berkah melalui perantara malaikat jibril a.s yangtertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita secara mutawatir. Membacanya terhitungbernilai ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas.Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dengan penuh keberkahan supaya di tadabburi,dihayati, diperhatikan dan dipelajari isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.Barakāh adalah Ziyādatul Khair artinya bertambahnya kebaikan. Barokāh juga bisaartikan tetapnya sesuatu, dan bisa juga diartikan bertambahnya atau berkembangnyasesuatu. Keberkahan yang digambarkan dalam Al-Qur’an bisa berupa keberkahan dalamberkeluarga, berkah mendapatkan rziki, berkanya para kekasih Allah dan para sholihin, adapula penggambaran keberkahan Al-Qur’an, pohon dan Air Zamzam dll. Penelitian ini untukmengetahui bagaimana mendapat berkah Allah dalam Al-Qur’an, dengan meneliti ayat-ayatberkah dalam prespektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui duahal tersebut adalah metode penelitan kualitatif, sedangkan sumber data penelitian adalahAyat-ayat barokah dalam Al-Qur’an dan sumber lainnya yang berkaitan dengan berkah.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN AMSTILATI METODE PRAKTIS CARA DASAR BELAJAR KITAB KUNING DI PONDOK TERPADU AL-FAUZAN LUMAJANG Labibul Wildan; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1944

Abstract

Transformasi Pembelajaran Kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam perlu dilestarikannamun juga relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini mengkaji bagaimana pesantrenmelakukan transformasi pembelajaran kitab kuning tanpa mengabaikan nilai-nilaitradisionalnya. Studi ini mengidentifikasi inovasi-inovasi yang dilakukan, sepertipengembangan media pembelajaran digital dan pendekatan pedagogi yang lebih bervariasi,serta dampaknya terhadap pemahaman dan minat santr, maka menjadi tugas bersama,memberikan penyadaran pada segenap praktisi pendidikan akan pentinganya penggunaanmetode Amstilati dan teknologi informasi dalam pembelajaran banyak digunakan dalam duniapendidikan formal maupun non- formal, apalagi di dunia pesantren yang digunakan adalahkitab-kitab kuning yang tanpa harakat yang membutuhkan dalam membaca kitab kuningtersebut dengan menggunakan metode Amtsilati yang saat ini sudah banyak diterapkanoleh pesantren-pesantren yang dianggap Amtsilati adalah metode yang praktis cepat untukbelajar kitab kuning tanpa harus memakan waktu yang lama.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis Fenomenologi, dengan lokasipenelitian di Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruklor Lumajang. Pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.1 Teknik analisis datamenggunakan analisis data Spradley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan carakeikutsertaan peneliti, teknik triangulasi dengan berbagai sumber, teori dan metode.Informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling yaitu Pengasuh PesantrenTerpadu Al Fauzan Lumajang, ustad-ustadzah, santri, pengrus pondok pesantren.Hasil penelitian ini meliputi: Transformasi Pembelajaran Amstilati Metode Praktis Cara DasarBelajar Kitab Kuning Di Pondok Terpadu Al-Fauzan Lumajang, pelaksanaan penggunaanmetode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di Pesantren Terpadu Al Fauzan diawalibaca muhadhoroh untuk pengarang, guru-guru dan penyebar kitab, maka santri mengulangmateri sebelumnya sebanyak satu kali tujuan agar benar-benar paham kemateri sebelumnyadan evaluasi penggunaan metode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di PesantrenTerpadu Al Fauzan menggunakan dua cara yaitu tes tulis dan tes lisan dilaksanakan pada akhirpembahasan, dan akhir jilid.
Wali Nikah Anak Angkat dalam Perkawinan yang Tidak Diketahui Orang Tuanya: Studi Komparatif Fiqih Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam Hafid
Al-Qadlaya : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Al-Qadlaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qadlaya.v1i2.607

Abstract

Arikel ini membahas wali nikah anak angkat yang tidak diketahui orang tuanya dalam perkawinan dalam KHI dan Fiqih Syafi’i. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa jika sang ayah tidak ada maka hak perwaliannya beralih pada kakeknya jika ada. Jika ayah dan kakeknya (wali mujbirnya) tidak ada maka beralih pada wali ab’adnya (wali nasab yang jauh hubungan kekerabatannya / wali mukhtarnya) dengan si anak angkat perempuan tersebut. Namun, jikalau wali ab’adnya juga tidak ada, baru hak perwalian anak angkat perempuan tersebut beralih pada Hakim atau Qādli sebagai penggantinya. Sedangkan kedudukan (status) anak angkat menurut Kompilasi Hukum Islam adalah tetap sebagai anak yang sah berdasarkan putusan pengadilan dengan tidak memutuskan hubungan nasab / darah dengan orang tua kandungnya.
Kepemimpinan dan Kerja Sama untuk Meraih Mutu Pendidikan: (Re-aktualisasi Peran Sumber Daya Manusia melalui Total Quality Management dalam Manajemen Pendidikan Islam) Musayyidi, Musayyidi; Hafid; Matlani
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 12 No. 1 (2024): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v12i1.374

Abstract

There are four basic efforts that must be made in a product/service producing institution to produc  better quality, in this case an islamic  educational institution, namely : (1) Creating a “win win” situation  an not “win win” situation. “lose win” between parties  with an interest  in product / service  producing  institutions  (stakehoulders). In this case, especially between  the leadhership / owner of the institution and the staff  of the institution, there must  be mutually  beneficial  conditions  for each  other in achieving  thue quality  of the products / service produced by the institutions (2) it is necessary  to develop instrinsic motivation in everyone involved in the process  of achieving product / service  quality. Every person  must grow  motivated  that the result  of their activites reach  a certain  quality that  continues to improve, especially  in accordance  with the needs and expectations of user / subcribbes. (3) every leader must be oriented towards  long-term process and results. Impelementing TQM is not a short-term change process, but a consistent  and continous  log-term  effort (4) in mobilizing  all institutional  capabilities  to achieve the specified  quality, cooperation must  be developed be results.  There should  be no competion between  them that interferes with the process of achieving quality results  they are a unit that must work together and cannot  be separated from each other to produce quality products / services as expected.
MENJADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI PENDIDIKAN WAJIB BAGI SANTRI ANAK USIA DINI DI PONDOK PESANTEN TAHFIDH AL-QUR’AN MIFTAHUL ULUM SERUT PANTI JEMBER Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.942

Abstract

:Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diwariskan Rasulullah SAW. bagi kaummuslimin. Al-Qur’an tidak hanya sekedar kitab suci yang harus diagungkan,dihormati dan menjadi simbol ajaran Islam, namun lebih dari itu Al- Qur’anmerupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh manusia yang mengakudirinya muslim. Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting tidak dapatdipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan untuk manusia ialahmelibatkan semua unsur dalam kehidupannya, baik unsur dari dalam dirinya yangtelah mempunyai potensi juga melibatkan unsur lain di luar dirinya yaitulingkungan keluarga, masyarakat dan alam sekitarnya. manusia mengetahui danmemahami keberadaannya, maka manusia perlu dididik agar berkembang sesuaidengan fitrahnya. Penelitian ini memfokuskan pada Al-Qur’an sebagai pendidikanwajib bagi santri di Pondok pesantren Tahfidh Al-Qur’an Miftahul Ulum Serut PantiJember. Pendidikan sebagai investasi manusia berperan dalam prosespembangunan dalam mendidik dan membangun karakter yang intelektual suatubangsa. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi subjekpendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalamperspektif Al-Quran. Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian inisangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnyaperkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitianini adalah studi tafsir tafsir al-Qur’an, sedangkan untuk data sekunder menggunakanbuku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan subjek pendidikan dalamprespektif al-Qur’an antara lain Imaniyah, khuluqiyyah, Jismiyah, Al-aqliyah wa alnafsiyah dan Almihna. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentukmanusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya.
EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN SIDOGIRI KRATON PASURUAN Fitriatul Munawaroh; Ahmad Syukkur; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2078

Abstract

kArtikel ini membahas tengtang Evaluasi termasuk aspek yang sangat penting dalamproses pembelajaran supaya kompetensi peserta didik terbentuk secara maksimal, apabialapeserta didik mendapatkan nilai yang rendah atau tidak sampai standar maka akanberpengaruhi pada efektifitas proses pembelajaran secara keseluruhan. Evaluasi harapdilaksanakan secara terus menerus untuk mengetahi dan memantau keberhasilan danperubahan yang terjadi pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, atau untukmemberi skor dan nilai, angka yang bisa dilakukan dan penilaian hasil belajar. Tujuanpenulisan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih Babtransaksi ) بيع ) di Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan Tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini merupakan jenis penelitianlapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun analisis yang penulisgunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model analisisinteraktif. Selama proses pengumpulan data berlangsung, peneliti bergerak diantara tigakomponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Tigakomponen analis interaktif tersebut yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulanaktifitasnya berbentuk interaksi dengan pengumpulan data. Evaluasi kognitif dalampembelajaran fiqih Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan adalah evaluasi subjektif, evaluasi objektif, evaluasi formatif, evaluasisumatif. Bentuk intrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dalampembelajaran fiqih adalah, soal pertanyaan lisan di kelas, pilihan ganda, uraian obyektif,uraian non obyektif atau uraian bebas, jawaban atau isian singkat, menjodohkan. Evaluasiafektif untuk mengukur kemampuan yang mencakup kepribadian, budi pekerti, akhlakulkarimah, kejujuran, amanah, toleransi, rendah hati, tanggung jawab, disiplin, dan empati.Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada siswa dalam berbagai tingkahlaku. Evaluasipsikomotor digunakan untuk mengukur materi seperti praktek-praktek ibadah sepertishalat, wudhu mengurus jenazah dan lain sebagainya. Evaluasi psikomotorik dilakukan dengan menggunakan observasi untuk mengukur tingkah laku individu atau prosesterjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupundalam situasi buatan.
Pendidikan Berbasis Manajemen Bisnis Ach. Syaiful; Hafid; Musayyidi
NUMADURA: Journal of Islamic Studies, Social, and Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Islamic Studies, Social and Humanities
Publisher : LPTNU Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58790/jissh.v3i2.42

Abstract

The reformulation of Indonesia’s education system is essential to enable it to respond to global challenges, particularly within the context of a technology-based economy. Education can no longer merely address social and individual needs; it must also adapt to the demands of the global market. The concept of Management Business Education (MBE) is proposed as a strategic approach to align education with global needs without abandoning local values. In this model, education is directed toward systematically developing students’ potential, equipping them with business and management insights, and strengthening collaboration among educational institutions, parents, and the market environment. In this way, education can serve as a vital instrument in shaping a generation that is adaptive, innovative, and highly competitive in the era of globalization.