Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BATUREJO: PELATIHAN EDITING KONTEN DAN LITERASI DIGITAL CEGAH PINJOL SERTA HOAKS Henny Prasetyani; Riffa Bella Wahyu S; Pipin Rahmawati; Dafid Ali Ma’ruf Asaifudin; Muhammad Luthfi Hakim
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.3932

Abstract

Kesenjangan literasi digital di wilayah pedesaan di tengah pesatnya kemajuan teknologi memicu masalah kerentanan sosial dan ekonomi. Masyarakat desa, khususnya kelompok pemuda dan ibu rumah tangga, rentan menjadi target kejahatan pinjaman online (pinjol) ilegal dan penyebaran informasi palsu (hoaks). Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital sangat penting dan mendesak dilakukan untuk membangun ketahanan informasi dan finansial di tingkat akar rumput. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Baturejo melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, intervensi melalui edukasi interaktif dan pendampingan praktik langsung (hands-on), serta evaluasi komparatif terhadap sasaran yang secara konsisten terdiri dari 20 pemuda Karang Taruna dan 10 ibu rumah tangga (total 30 partisipan). Hasil pengabdian menunjukkan pencapaian pada tiga aspek utama: (1) pemuda desa berhasil menguasai keterampilan mengoperasikan aplikasi CapCut untuk memproduksi konten video edukatif secara mandiri dengan tingkat kelulusan praktik mencapai 90%; (2) kesadaran finansial terhadap bahaya pinjaman online ilegal meningkat signifikan, ditandai dengan kenaikan skor pemahaman rata-rata dari 40% menjadi 85%; dan (3) menguatnya daya kritis analitis ibu rumah tangga dalam menyaring informasi untuk mencegah penyebaran hoaks dengan nilai post-test mencapai 92%. Sebagai kesimpulan, integrasi antara peningkatan keterampilan teknis dan edukasi literasi kritis melalui model PAR sangat efektif dalam menciptakan masyarakat desa yang berdaya, tangguh secara finansial, dan kebal terhadap disinformasi di era transformasi digital
DEVELOPMENT OF DIGITAL TECHNOLOGY-BASED LEARNING MODEL AND GREEN HOUSE EDUCATION TO IMPROVE ENVIRONMENTAL LITERACY Henny Prasetyani; Adi Nova Trisetiyanto; Dila Lailatus Sifak
Journal of Language and Literature Education Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a valid, practical, and effective learning model based on digital technology and Green House Education to improve students' environmental literacy. Low environmental literacy remains a prominent issue, necessitating learning innovations that foster decision-making and pro-environmental behavior. Using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE approach (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), this research produced the Digital Green House Learning (DGHL) model. The model integrates digital sensor-based greenhouse observations, data analysis, and green actions. Expert validation results showed the model is very valid, achieving an overall average of 81.85%. Practicality tests from teachers and students yielded an average of 80.18%. Furthermore, a paired sample t-test indicated a statistically significant environmental literacy improvement (p < 0.05). The DGHL model is highly effective, achieving an N-Gain score of 0.72 (high), significantly outperforming the control group (0.32). Conclusively, this model comprehensively enhances environmental literacy for sustainability.
Pelatihan Pemanfaatan MarketPlace E-Commerce Pada Pelaku UMKM Desa Pongangan Gunung Pati Dewi Purnamasari; Handini Arga Damar Rani; Henny Prasetyani; Kurniawati kurniawati
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.9831

Abstract

Era digitalisasi perkembangan marketplace sebagai E-Commerce menjadi platform utama bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Marketplace E-Commerce Shopee menjadi platform yang banyak digunakan dalam hal penjualan produk secara digital marketing. Shopee banyak digunakan karena mempunyai kelebihan di banyak fitur mudah dipahami dan diterapkan, banyak bebas ongkir yang ditawarkan. Untuk itu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas IVET berinisiatif memberikan pelatihan pemanfaatan marketplace E-Commerce bagi para pelaku UMKM di Desa Pongangan. Berdasarkan hasil evaluasi, E commerce Shopee ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan media promosi penjualan yang semula konvensional menjadi online. Hasil dari pelatihan ini para pelaku UMKM Desa Pongangan mendapatkan edukasi digital marketing, membuat toko online sendiri dan dapat menggunakan semua fitur yang ada pada Shopee dan juga mendapatkan ilmu teknik memfoto produk yang baik menggunakan handphone yang akan diupload di aplikasi Shopee. Sehingga akan meningkatkan penjualan produk UMKM.