Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGREGAT

Nur Puspita Sari: Analisis Kenaikan Nilai California Bearing Ratio (CBR) Laboratorium Tanah Lunak Dengan Penambahan Masker Medis Puspita, sari; Sarie, Fatma; Ikhwan Yani, M.
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.21020

Abstract

Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling dalam bersifat menyerap air. Serat pada umumnya banyak digunakan untuk bahan stabilisasi tanah. Stabilisasi tanah dilakukan apabila tanah tersebut memiliki daya dukung yang buruk. namun sebelum dilakukannya stabilisasi tanah maka perlu adanya analisis tanah asli. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan karakteristik tanah lunak, menganalisis nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lunak asli, dan menganalisis nilai CBR tanah lunak setelah diberikan bahan tambah masker medis.Tanah yang dianalisis merupakan tanah lunak yang berasal dari salah satu Desa Gambah Luar Muka, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Analisis dilakukan pada Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya untuk pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah. Berdasarkan Hasil pengujian sifat-sifat fisik tanah asli didapat nilai, kadar air (w) = 37,26%; berat isi tanah (g)= 2,05 g/cm3; berat jenis (Gs) = 2,64; batas cair = 37,44%; Batas plastis = 33,87%; Indeks plastisitas = 3,57% ; batas susut = 7,79%; analisis saringan persentase lolos saringan no. 200 = 58,33%; Menurut sistem klasifikasi USCS tanah tersebut termasuk sebagai tanah ML yaitu tanah lanau tak organik; sedangkan menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah diklasifikasikan sebagai tanah berlanau dalam kelompok A-4(2). nilai pemadatan laboratorium, untuk sampel tanah asli didapat OMC = 22,86%, dan gdmax = 1,58 g/cm3 dan untuk nilai CBRrencana tanah asli adalah 2,55%. Pada campuran masker medis 1,5% nilai CBR naik menjadi 3,82% meningkat sebesar 50,20% dari tanah asli, pada campuran masker medis 1,75% nilai CBR naik menjadi 5,56% meningkat sebesar 118,04% dari tanah asli, dan pada campuran masker medis 2% nilai CBR naik menjadi 8,40% meningkat 229,41% dari tanah asli pada masa pemeraman 3 hari.
Evaluasi Stabilitas Lereng dan Strategi Mitigasi Longsor dengan Metode Bored Pile di Ruas Jalan Muara Teweh–Benangin STA 51+950, Kalimantan Tengah Alexsander, Stephanus; Sarie, Fatma; Ikhwan Yani, Mohammad; Nomeritae; Agustinus
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.26048

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia menghadapi tantangan signifikan terkait stabilitas lereng, terutama di daerah dengan topografi curam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng pada Ruas Jalan Muara Teweh–Benangin STA 51+950, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, serta mengevaluasi efektivitas perkuatan bored pile dalam meningkatkan faktor keamanan (SF). Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) dengan perangkat lunak Plaxis 2D, berdasarkan data sekunder dari hasil pengujian lapangan dan laboratorium. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa nilai SF kondisi eksisting adalah 1,833, yang mencerminkan kondisi aman secara teoretis. Namun, observasi di lapangan menunjukkan adanya longsoran, sehingga dilakukan back analysis yang menghasilkan nilai SF sebesar 1,034, mendekati kondisi kritis. Untuk mitigasi, dilakukan pemodelan perkuatan bored pile dengan diameter 0,5 meter dan panjang 7 meter. Hasil pemodelan menunjukkan peningkatan nilai SF menjadi 1,540, yang memenuhi ambang batas minimum stabilitas lereng sebesar 1,25.
Nur Puspita Sari: Analisis Kenaikan Nilai California Bearing Ratio (CBR) Laboratorium Tanah Lunak Dengan Penambahan Masker Medis Puspita, sari; Sarie, Fatma; Ikhwan Yani, M.
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.21020

Abstract

Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling dalam bersifat menyerap air. Serat pada umumnya banyak digunakan untuk bahan stabilisasi tanah. Stabilisasi tanah dilakukan apabila tanah tersebut memiliki daya dukung yang buruk. namun sebelum dilakukannya stabilisasi tanah maka perlu adanya analisis tanah asli. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan karakteristik tanah lunak, menganalisis nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lunak asli, dan menganalisis nilai CBR tanah lunak setelah diberikan bahan tambah masker medis.Tanah yang dianalisis merupakan tanah lunak yang berasal dari salah satu Desa Gambah Luar Muka, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Analisis dilakukan pada Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya untuk pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah. Berdasarkan Hasil pengujian sifat-sifat fisik tanah asli didapat nilai, kadar air (w) = 37,26%; berat isi tanah (g)= 2,05 g/cm3; berat jenis (Gs) = 2,64; batas cair = 37,44%; Batas plastis = 33,87%; Indeks plastisitas = 3,57% ; batas susut = 7,79%; analisis saringan persentase lolos saringan no. 200 = 58,33%; Menurut sistem klasifikasi USCS tanah tersebut termasuk sebagai tanah ML yaitu tanah lanau tak organik; sedangkan menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah diklasifikasikan sebagai tanah berlanau dalam kelompok A-4(2). nilai pemadatan laboratorium, untuk sampel tanah asli didapat OMC = 22,86%, dan gdmax = 1,58 g/cm3 dan untuk nilai CBRrencana tanah asli adalah 2,55%. Pada campuran masker medis 1,5% nilai CBR naik menjadi 3,82% meningkat sebesar 50,20% dari tanah asli, pada campuran masker medis 1,75% nilai CBR naik menjadi 5,56% meningkat sebesar 118,04% dari tanah asli, dan pada campuran masker medis 2% nilai CBR naik menjadi 8,40% meningkat 229,41% dari tanah asli pada masa pemeraman 3 hari.