Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Flobamora Biological Journal

Kualitas Semen Cair Sapi Bali (Bos Sondaicus) dalam Pengencer Tris Kuning Telur dengan Penambahan Astaxanthin Agustina Ximenes; Sipora Petronela Telnoni; Henri Pietherson Eryah
Flobamora Biological Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.246 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen cair sapi Bali (Bos sondaicus) yang dipreservasi dalam pengencer ringer laktat kuning telur dengan penambahan astaxhantin pada level konsentrasi berbeda. Semen segar sapi Bali ditampung menggunakan metode vagina buatan. Evaluasi makroskopis meliputi warna semen, pH, kekentalan, dan volume. Evaluasi mikroskopis meliputi konsentrasi gerakan massa, motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Hasil evaluasi terhadap semen segar sapi Bali yang memiliki nilai motilitas ≥ 70% dan abnormalitas ≤ 20% diencerkan dalam 4 perlakuan yaitu P1: TKT (100%), P1: TKT 100% + astaxanthin 0.025%, P3: TKT 100% + astaxanthin 0.050%, P4: TKT 100% + astaxanthin 0.075%. Semen cair setelah pengenceran dievaluasi terhadap motilitas spermatozoa, % viabilitas spermatozoa, dan % abnormalitas spermatozoa dan disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 15 °C. Pengamatan dilakukan setiap 24 jam untuk melihat % motilitas spermatozoa, % viabilitas spermatozoa, dan % abnormalitas spermatozoa. Hasil evaluasi kualitas semen cair terhadap motilitas antara perlakukan terbaik yaitu pada kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) yaitu 50.15±14.13%. Viabilitas terbaik terdapat pada kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) yaitu 55.41±11.34% dan abormalitas terbaik terdapat kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.075% (P4) yaitu 1.17±0.27%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) sebagai pengencer terbaik yang dapat mempertahankan kualitas spermatozoa terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Selanjutnya, kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.075% (P4) adalah terbaik dalam mempertahankan abnormalitas spermatozoa.
Manajemen Penangkaran dan Tingkah Laku Harian Kura-Kura Leher Ular Rote (Chelodina Mccordi) di Stasiun Penangkaran Oelsonbai Desa Naioni Kota Kupang Provinsi Nusa Tengggara Timur Agustinus Lukas Tande; Sipora Petronela Telnoni; Mery Fahik
Flobamora Biological Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.414 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang manajemen pemeliharaan kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) dan mendapatkan informasi tentang bagaimana tingkah laku harian Chelodina mccordi di tempat penangkaran. Informasi tentang pemeliharaan kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) di Stasiun Penangkaran Oelsonbai dengan cara mengidentifikasi aspek-aspek teknis manajemen penangkaran dan tingkah laku hariannya dan untuk mendapat informasi tentang bagaimana tingkah laku harian Kura-kura leher ular Rote di tempat penangkaran, apakah ada perbedaan antara tingkah laku harian di habitat asli dengan di tempat penagkaran. Desain Penelitian ini yakni Non-eksperimen dengan jenis penelitian penelitian deskriptif. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi untuk melihat gambaran fakta dan kecenderungan yang akan terjadi dianalisis secara deskriptif. Dari hasil pengamatan lapangan, pengukuran, wawancara dan dokumentasi penelitian disimpulkan bahwa penangkaran kura-kura leher ular Rote yang dilaksanakan pada Stasiun Penangkaran Oelsonbai Kupang ini merupakan penangkaran ex situ dan berdasarkan perbandingan data lapangan dan literatur penangkaran kura-kura pada Stasiun Penangkaran Oelsonbai Kupang ini termasuk dalam sistem penangkaran yang intensif. Selain itu, disimpulkan bahwa seluruh aspek penangkaran yang dikelola oleh stasiun penangkaran Oelsonbai Kupang dijalankan dengan baik sehingga menghasilkan keberhasilan perkembangbiakan yang tergolong baik pula yakni dengan jumlah induk bertelur sebanyak 1 ekor (100%), jumlah telur sebanyak 4 butir dan tingkat tetasan sebesar 4 butir (100%) dan tingkat kematian tetasan anak sebesar 0% (seluruhnya hidup). Dari hasil pengamat dan analisis diketahui pula masalah yang terjadi pada proses penangkaran. Untuk itu disarankan kepada pihak pengelola dalam Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kelautan Kupang untuk perlu dilakukan pengemboran air di Stasiun Penangkaran Oelsonbai Kupang agar ketersediaan air bersih dapat tercukupi sehingga kualitas air kolam khususnya pada kolam kura-kura ular Rote dewasa dapat terpenuhi.