Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemanfaatan Sirih Gading sebagai Bahan Baku Hand Sanitizer oleh Warga Kelurahan Gayam Kota Kediri Aptika Hana Prastiwi Nareswari; Nugraheni Hadiyanti; Ginji Liani
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i1.2552

Abstract

Antiseptics in the liquid form known as hand sanitizers effectively reduce the spread of disease-causing microorganisms without hindering human movement during the COVID19 pandemic. Hand sanitizer is a purchased and homemade product to meet the family’s antiseptic needs using easy-to-find ingredients. Kadiri University Community Service Team, through Kukerta 2021 program in collaboration with Gayam Village Government, conducted a counseling and training program on hand sanitizer making. The hand sanitizer utilized materials accessible to the public, namely Ivory Betel (Epipremnum aureum), commonly found as an ornamental plant around the Gayam Village area. Hand sanitizer products have the potential to be developed. Making natural hand sanitizers in liquid form is easy and requires low costs with simple equipment and economic value. The results of this community service activity can be used to meet the preservation needs of the family and be sold through village grocery stores and village unit cooperatives in Gayam Village by installing a product label for the broader market. Antiseptik dalam bentuk cairan semprot yang dikenal dengan hand sanitizer berfungsi memutus penyebaran mikroorganisme penyebab penyakit secara efektif tanpa menghambat gerak manusia terutama di era pandemi COVID-19. Hand sanitizer bukan hanya produk yang dibeli melainkan dapat diproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan antiseptik keluarga dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Kadiri melalui program Kuliah Kerja Nyata 2021 (Kukerta 2021) bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan antiseptik cair dengan memanfaatkan bahan yang mudah diakses oleh masyarakat yaitu sirih gading (Epipremnum aureum) yang banyak ditemui sebagai tanaman hias pekarangan. Produk hand sanitizer memiliki potensi untuk dikembangkan. Pembersih tangan dalam bentuk cair tidak sulit dan mahal untuk dibuat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, serta penjualan melalui toko-toko konsumen dan koperasi di Kelurahan Gayam dapat dilakukan dengan memberi label merek untuk pemasaran secara luas.
PERAN TANAMAN REFUGIA SEBAGAI MEDIA KONSERVASI SERANGGA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) DESA BEGADUNG, KABUPATEN NGANJUK Devina Cinantya Anindita; Aptika Hana Prastiwi Nareswari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3171

Abstract

Chemical pesticides are one of the toxic chemicals used by farmers to control Plant Pest Organisms (OPT). Unwise use of pesticides can have a negative impact on the environment, non-target organisms and human health. Excessive use of pesticides can result in secondary pest population explosions and cause pests to become resistant. Based on the negative impact of the dangers of pesticides, one of the efforts to control pests that are environmentally friendly is to apply the principles of Integrated Pest Management (IPM). IPM principles are used with the preservation and utilization of natural enemies. Insects that act as natural enemies are very attracted to the color of flowers, so to preserve natural enemies, refugia plants can be used as a habitat for natural mosquitoes. Most of the farmers in Begadung Village still use chemical pesticides as an alternative to controlling OPT attacks. The aim of this study was to determine the role of refugia in rice and without refugia in controlling pest attacks. This study used a purposive sampling method using the yellow trap. Based on the results of the study, 3 orders and 7 families were found in rice fields with refugia while without refugia there were 2 orders and 4 families. Natural enemies found in rice plants with refugia were found in 5 orders and 15 families, while without refugia there were 6 orders with 15 families. The diversity index (H') on rice fields with refugia was 2.56 in the medium category, and on land without refugia was 2.35 which was included in the moderate INTISARI Pestisida kimia merupakan salah satu bahan kimia beracun yang digunakan oleh petani untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dapat berdampak negativf bagi lingkungan, organisme non-target dan kesehatan manusia. Penggunaan pestisda berlebih dapat mengakibatkan ledakan poulasi hama sekunder dan menyebabkan hama menjadi resisten. Berdasarkan dampak negative dari bahaya pestisida, salah satu upaya pengendalian OPT yang ramah lingkungan yaitu dengan menerapakan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Prinsip PHT yang digunakan dengan pelestarian dan pemanfaatan musuh alami. Serangga yang berperan sebagai musuh alami sangat tertarik dengan warna pada bunga, sehingga untuk melestarikan musuh alami dapat menggunakan tanaman refugia sebagai habitat bagi msush alami. Sebagian besar petani di Desa Begadung masih menggunakan pestisida kimia sebagai alternatif untuk mengendalikan serangan OPT. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran tanaman refugia pada tanaman padi dan tanpa refugia dalam mengendalikan serangan hama. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan yellow trap. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 Ordo dan 7 Famili dilahan padi dengan refugia sedangkan tanpa refugia sebanyak 2 Ordo dan 4 Famili. Musuh alami yang dietmukan pada tanaman padi dengan refugia ditemukan 5 Ordo dan 15 Famili sedangkan tanpa refugia 6 Ordo dengan 15 famili. Indeks Keanekaragaman (H’) pada lahan padi dengan refugia sebesar 2,56 dengan kategori sedang, dan pada lahan tanpa refugia sebesar 2,35 termasuk kategori sedang. Musuh alami yang ditemukan yaitu predator, parasitoid, pengurai dan penyerbuk.
Pemberdayaan PKK Desa Mukuh Melalui Pembuatan Pupuk Booster Terasi di Kayen Kidul, Kabupaten Kediri Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Rahardjo, Tjatur Prijo; Fauzhi, Ahmad Rizal
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3461

Abstract

Most family welfare program members in Mukuh Village are homemakers interested in using their yards independently. They have cultivated medicinal plants and horticulture. They acted as small-scale agricultural actors facing obstacles in the form of difficulty initiating flowering and producing fruit. Fertilizer is the most appropriate option to overcome this acquaintance. Using fertilizers still focuses on chemical products, causing damage to the soil environment and decreasing productivity. This condition gave rise to the idea of reusing organic matter as fertilizer. Faculty of Agriculture, Kadiri University, united in the Community Service Team through KUKERTA 2022, facilitated the empowerment of Mukuh Village’s family welfare program members manufacturing organic booster fertilizer made of shrimp paste to overcome agricultural problems in this region through community sharing. Shrimp paste booster application is made by spraying the booster liquid on prospective flowers or fruit of cultivated plants using a handle sprayer. This activity has increased the resident’s knowledge and skills in managing small-scale agriculture to meet family needs with natural agricultural inputs through organic booster fertilizers. A shrimp paste booster fertilizer can easily stimulate flowers and fruit from the cultivated garden and repel fruit flies (Bactrocera spp.) Anggota PKK Desa Mukuh sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yang memiliki minat dalam pemanfaatan pekarangan secara mandiri. Tanaman yang telah diusahakan di pekarangan anggota PKK Desa Mukuh adalah tanaman obat keluarga (TOGA) dan hortikultura. Anggota PKK Desa Mukuh sebagai pelaku pertanian skala kecil mengalami kendala berupa sulitnya tanaman berbunga dan menghasilkan buah. Pupuk menjadi opsi paling tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Penggunaan pupuk masih berfokus pada pupuk kimia atau anorganik yang menyebabkan kerusakan lingkungan tanah hingga penurunan produktivitas. Kondisi tersebut menimbulkan pemikiran untuk kembali menggunakan bahan organik sebagai sumber pupuk. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri melalui program Kuliah Kerja Nyata 2022 (KUKERTA 2022) bertujuan memberdayakan anggota PKK Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri dalam pembuatan pupuk organik booster berbahan baku terasi melalui sosialisasi dan community sharing untuk mengatasi masalah pertanian di wilayah tersebut. Aplikasi pupuk booster terasi dilakukan dengan menyemprotkan cairan pupuk booster ke calon bunga atau calon buah tanaman budidaya menggunakan handle sprayer. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga akan pentingnya mengelola pertanian skala kecil dengan tujuan pemenuhan kebutuhan lingkup keluarga dengan input pertanian alami melalui penggunaan pupuk organik booster. Pupuk booster berbahan dasar terasi dapat dengan mudah dibuat untuk merangsang bunga dan buah dari tanaman pekarangan yang dibudidayakan sekaligus sebagai penghalau lalat buah.
Rencana Tata Tanam Kelompok Tani Sumber Rejeki Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Susanto, Didik; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Ristiyawati, Asca; Rahardjo, Tjatur Prijo
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i2.5112

Abstract

Community service in the farming environment is a concept that describes the active efforts of agricultural instructors and educators in making positive contributions to farming communities. This activity was carried out in the working area of the Sumber Rejeki Farmers Group, Durenan District, Trenggalek Regency, East Java. Target farmers will receive knowledge and implement best practices to increase agricultural productivity sustainably. The aim of preparing planting arrangements is to help with more efficient and sustainable agricultural planning by considering natural cycles and the characteristics of the plants to be cultivated. The planting plan was designed based on climate factors, temperature, rainfall and duration of sunlight. Plant characteristics were also an essential consideration in determining planting plans. Planting planning is an essential tool in modern agriculture because it will facilitate agricultural actors to plan and manage agriculture more effectively, increase productivity and maintain environmental sustainability. Integration between educators, agricultural extension workers and farmer groups provides tangible benefits for overcoming food problems and building solid foundations for sustainable agriculture. It also appreciates farmers' important role in maintaining communities' resilience and well-being. Pengabdian masyarakat di lingkungan petani merupakan konsep yang menggambarkan upaya aktif penyuluh pertanian dan tenaga pendidik dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat tani. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Kelompok Tani Sumber Rejeki, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Petani sebagai sasaran akan menerima pengetahuan dan melakukan praktik terbaik untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Penyusunan tata tanam bertujuan untuk membantu perencanaan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan dengan memperhitungkan siklus alam dan karakteristik tanaman yang akan dibudidayakan. Rencana tata tanam dirancang berdasarkan faktor iklim, suhu, curah hujan, dan durasi sinar matahari. Karakteristik tanaman juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan rencana tata tanam. Rencana tata tanam adalah alat yang sangat penting dalam pertanian modern karena akan memfasilitasi pelaku pertanian untuk merencanakan dan mengelola pertanian lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Integrasi antara tenaga pendidik, penyuluh pertanian, dan kelompok tani memberikan manfaat nyata untuk mengatasi masalah pangan serta membangun fondasi kuat untuk pertanian berkelanjutan. Hal ini juga menghargai peran penting yang dimainkan oleh petani dalam menjaga ketahanan dan kesejahteraan komunitas.
Optimasi Posisi Tawar Petani Kabupaten Jombang melalui Strategi Kemitraan Asosiasi Komoditas Rohman, Fatkhur; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi; Rahardjo, Tjatur Prijo
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5582

Abstract

The partnership between farmers and commodity associations in food, horticulture, and plantation sectors holds significant potential to strengthen farmers' bargaining position in Jombang Regency. This initiative highlights various challenges farmers face in marketing their products, particularly regarding price negotiations and limited market access. By implementing partnership strategies through commodity associations, farmers are expected to optimize their bargaining position in both local and regional markets. The outreach method involved organizing meetings between farmers and commodity associations. These meetings aim to facilitate stakeholder dialogue to discuss marketing strategies, fair price setting, and strengthening distribution networks. Additionally, training is conducted to enhance farmers' capacity to negotiate and understand market dynamics. The results of this outreach activity indicated an improvement in farmers' understanding of marketing strategies and price negotiation. Moreover, farmers' access to local and regional markets has increased through networks built with commodity associations. This is reflected in farmers' increased incomes and the stability of agricultural products in Jombang Regency. The partnership between farmers and commodity associations (Comas) effectively enhances farmers' bargaining position. With strong collaboration between both parties, farmers can gain more significant benefits regarding fair prices and broader market access, thus improving farmers' welfare and food security in the Jombang Regency. Kemitraan antara petani dengan asosiasi komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi tawar petani di Kabupaten Jombang. Inisiatif ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam memasarkan produk mereka, terutama dalam hal negosiasi harga dan keterbatasan akses pasar. Dengan menerapkan strategi kemitraan melalui asosiasi komoditas, diharapkan petani dapat mengoptimalkan posisi tawar mereka di pasar lokal maupun regional. Metode pengabdian ini melibatkan penyelenggaraan pertemuan antara petani dan asosiasi komoditas. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi dialog antara pihak terkait guna membahas strategi pemasaran, penetapan harga yang adil, serta penguatan jaringan distribusi. Selain itu, dilakukan pelatihan untuk memperkuat kapasitas petani dalam bernegosiasi dan memahami dinamika pasar. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman petani mengenai strategi pemasaran dan negosiasi harga. Selain itu, terdapat peningkatan akses petani ke pasar lokal dan regional melalui jaringan yang dibangun Bersama asosiasi komoditas (Askom). Hal ini tercermin dari peningkatan pendapatan petani dan stabilitas harga produk pertanian di Kabupaten Jombang. Adanya kemitraan antara petani dan Askom merupakan strategi efektif dalam meningkatkan posisi tawar petani. Kerjasama yang kuat antara kedua belah pihak, petani dapat memperoleh manfaat lebih besar dalam hal harga yang adil dan akses pasar yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Jombang.
PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA L.) Hadiyanti, Nugraheni; Probojati, Rasyadan Taufiq; Anindita, Devina Cinantya; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Agroteknologi (Agronu)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.288 KB) | DOI: 10.53863/agronu.v1i02.450

Abstract

Sweet corn (Zea mays saccharata L.) is an important food commodity with high economic value. Sweet corn has a high business opportunity because of its fast production age and high selling value. The experiment was conducted to study the effect of the interaction between the composition of liquid organic fertilizer and plant spacing on the growth and yield of sweet corn. The experiment has designed in a factorial randomized block design (RAK) with two factors and three repetitions. The first factor is the composition of liquid organic fertilizer consists of 4 levels, namely: cow urine 42%, coffee skin 58% (P0); cow urine 35%, coffee skin 65% (P1); cow urine 72%. coffee skin 28% (P2); cow urine 21%, coffee skin 79% (P3). The second factor is the spacing, which consists of 3 levels, namely: 20x20 cm (J1); 30x30cm (J2); 40x40 cm (J3). Data analysis used variance and continued with the smallest significant difference test (BNT) at 5% level if the results were significantly different. The combination of liquid organic fertilizer composition and plant spacing affects the number of leaves and the length of the cob. Sweet corn with POC (72% cow urine, 28% coffee husk) and 30x30 cm spacing was able to produce 12,933 leaves. Combination of POC ingredients (21% cow urine and 79% coffee skin); 40x40 cm resulted in the length of the cob an increase of 1.5%. There was an interaction between the composition of liquid organic fertilizer and plant spacing on plant height, but the results were not significantly different. Sweet corn plants using 21% POC from cow urine and 79% coffee husk with a spacing of 40x40 cm produced cobs weight per plot of 240.27 grams and 208.22 grams, respectively. Keywords: sweet corn, spacing, material composition, liquid organic fertilizer
Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) pada Sistem Aquaponik Fahas, Exzanidan; Kustiani, Edy; Saptorini, Saptorini; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Probojati, Rasyadan Taufiq
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6312

Abstract

Optimal growth of Land spinach in an aquaponic system requires the selection of superior varieties and appropriate substrates. Aquaponic systems combine aquaculture and hydroponics and offer a sustainable approach to organic crop cultivation. However, studies on substrate interaction and variety in water spinach growth are still limited. This study aims to evaluate the effect of interaction between substrate and water spinach variety on plant growth and yield in an aquaponic system, focusing on potential applications in modern agriculture. A Completely Randomized Design (CRD) was used in this study with three levels of substrate, namely rockwool (M1), cocopeat (M2), and a mixture of cocopeat-charcoal (M3). Three levels of variety, namely Bisi (V1), Shanghai (V2), and Bangkok (V3), are repeated three times. Data analysis showed no significant interaction between substrate type and variety on plant height growth, dry weight, stem diameter, and leaf area at various stages of observation. These results indicate that the aquaponic system does not explicitly require certain water spinach varieties for different substrates, making it easier for farmers to manage cultivation. These findings support the flexibility of aquaponics practices, making them more efficient and easy to adopt in modern agriculture. The study confirms that aquaponics systems allow a versatile approach to kale cultivation without the constraints of a particular substrate or variety. With the efficiency offered, this system could be an innovative solution to increase sustainability and productivity in future agriculture. Pertumbuhan optimal kangkung dalam sistem akuaponik membutuhkan pemilihan varietas unggul dan substrat yang sesuai. Sistem akuaponik, yang memadukan akuakultur dan hidroponik, menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk budidaya tanaman organik. Namun, studi tentang interaksi substrat dan varietas terhadap pertumbuhan kangkung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh interaksi substrat dan varietas kangkung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman dalam sistem akuaponik dengan fokus pada potensi penerapan dalam pertanian modern. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan tiga taraf substrat, yaitu rockwool (M1), cocopeat (M2), dan campuran cocopeat-arang (M3) serta tiga taraf varietas, yaitu Bisi (V1), Shanghai (V2), dan Bangkok (V3) yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menunjukkan tidak adanya interaksi signifikan antara jenis substrat dan varietas terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, berat kering, diameter batang, dan luas daun pada berbagai tahap pengamatan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem akuaponik tidak secara khusus memerlukan varietas kangkung tertentu untuk jenis substrat yang berbeda, sehingga mempermudah petani dalam pengelolaan budidaya. Temuan ini mendukung fleksibilitas dalam praktik akuaponik, menjadikannya lebih efisien dan mudah diadopsi dalam pertanian modern. Studi ini menegaskan bahwa sistem akuaponik memungkinkan pendekatan serbaguna untuk budidaya kangkung tanpa batasan susbstrat atau varietas tertentu. Dengan efisiensi yang ditawarkan, sistem ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas dalam pertanian masa depan.
Pengaruh Macam Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Winata, Brama Sukma; Supandji, Supandji; Rahardjo, Tjatur Prijo; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Probojati, Rasyadan Taufiq
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6337

Abstract

Brassica rapa L., a member of the mustard green family, is a high-value crop with notable economic potential and nutritional benefits in Indonesia. Within the Brassicaceae family, commonly cultivated mustard varieties, such as mustard green, white mustard, and pakcoy, exhibit distinct differences in morphology and characteristics. Pakchoy is especially prized for its health benefits, primarily attributed to its dietary fiber content, which aids digestion and binds bile acids, reducing cholesterol levels. This study evaluated the effects of various liquid organic fertilizers (LOF) and pakchoy varieties on plant growth and yield. The research utilized a factorial Complete Randomized Design (CRD) with two main factors. The first factor was three types of LOF: rice water (L1), coconut water (L2), and banana stem (L3). The second factor consisted of three pakchoy varieties: Nauli (V1), Masbro (V2), and Gardena (V3). Observed parameters included plant height, leaf count, fresh weight, root count, and root length, recorded at 7, 14, 21, and 28 days after planting (DAP). Data were analyzed using ANOVA, with significant differences further tested by LSD at a 5% significance level. The results demonstrated that the rice water LOF (L1) combination and the Nauli variety (V1) produced the best outcomes across all growth parameters. These findings highlight the effectiveness of using rice water LOF alongside the Nauli variety as an optimized approach to improving pakcoy growth, yield, and overall agricultural productivity. Tanaman sawi, khususnya pakcoy (Brassica rapa L.), memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi di Indonesia. Dalam keluarga Brassicaceae, jenis-jenis sawi seperti sawi hijau, sawi putih, dan sawi pakcoy memiliki perbedaan mencolok pada morfologi dan karakteristik lainnya. Pakcoy dikenal karena manfaat kesehatannya, terutama kandungan serat yang dapat mempercepat proses pencernaan dna mengikat asam empedu penyebab kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi pupuk organik cair (POC) dan jenis varietas pakcoy terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, jenis pupuk cair (POC air beras, POC air kelapa, dan POC bonggol pisang) dan varietas pakcoy (Nauli, Masbro, dan Gardena). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, jumlah akar, dan panjang akar. Pengamatan dilakukan pada umur 7,14, 21, dan 28 hari setelah tanam (HST), dan data dianalisis menggunakan ANOVA. Perbedaan signifikan diuji dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC air beras dengan varietas Nauli memberikan hasil terbaik dalam mendukung pertumbuhan pakcoy. Kombinasi ini menghasilkan nilai optimal pada seluruh parameter, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. Temuan ini menunjukkan potensi penggunaan POC air beras dengan varietas Nauli sebagai kombinasi efektif untuk meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy di Indonesia.
OPTIMIZATION OF BAMBOO ROOTS PGPR DOSAGE ON MUNG BEAN GROWTH AND YIELD Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Saptorini, Saptorini; Noviady, Ikhsan
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2025): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v11i2.11259

Abstract

The application of plant-growth promoting rhizobacteria (PGPR) offers an eco-friendly approach to enhancing crop growth and productivity. This study assesses the effects of PGPR derived from bamboo roots on growth metrics (e.g., stem diameter and branch count) and yield traits (e.g., pod count, fresh and dry pod weights, and harvested bean weight) of mung bean (Vigna radiata L.). Bamboo roots were selected as a unique source of PGPR because it fosters a favourable environment for beneficial microorganisms, enhancing nutrient absorption in plants. Conducted under controlled conditions, this experiment followed a completely randomized design, tested six PGPR dosage: 0 ml/polybag (H0), 10 ml/polybag (H1), 20 ml/polybag (H2), 30 ml/polybag (H3), 40 ml/polybag (H4), and 50 ml/polybag (H5) applied weekly. Results revealed significant growth promotion during the late vegetative phase, with H3 yielding optimal outcomes improved stem diameter, branch number, pod count, and seed dry weight. Higher dosages (H4, H5) negatively impacted growth, potentially due to microbial competition, nutrient imbalance, or stress. This eco-friendly method demonstrates the potential of bamboo-derived PGPR to boost mung bean productivity, supporting food security and profitability. Further studies should investigate its long-term effects and adaptability across diverse crops and farming systems, enhancing its utility for sustainable agriculture.
ANALYSIS OF MATURING AND MATURATION OF BURAHOL PURWODADI BOTANICAL GARDEN COLLECTION Ramadhan, Riski Jefri; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Hadiyanti, Nugraheni; Hapsari, Lia
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2025): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v11i2.11299

Abstract

Fruit maturing enhances maturity and quality, making fruits more attractive. This process involves physiological and biochemical changes, including increased respiration, ethylene production, texture alteration, and heat improvement. This study examines the effects of different ethylene sources: calcium carbide (CaC2), 500 mg vitamin C, and potassium permanganate (PK), on the maturing of Burahol fruit (Stelechocarpus burahol). A Completely Randomized Factiorial Design (CRFD) with five replications was employed. Treatments included E1 (control, no ethylene), E2 (0.5% CaC2 of fruit weight wrapped in cloth), E3 (500 mg vitamin C/kg fruit), and E4 (PK crystals in a sealed chamber). Data collected on day three evaluated skin color (RHS charts), texture, and mucus presence. Results showed CaC2 and PK induced optimal maturing, yielding uniformly brownish-yellow fruits (20A/Brilliant Yellow), firm texture, and no mucus. Vitamin C fails to prevent decay due to mechanical damage from forced harvesting. This study highlights CaC2 and PK as effective maturing agents, providing practical solutions for Burahol fruit post-harvest management.