Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Berbagai Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam Puri Dwi Purwanti; Junaidi Junaidi; Aptika Hana Prastiwi Nareswari
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7262

Abstract

Shallot is a key horticultural commodity in Indonesia, with productivity largely determined by cultivation practices, especially fertilization and planting spacing. This study evaluated the effects of different NPK fertilizer rates and planting spacings on shallot growth and yield. The experiment was carried out from April to June 2024 on alluvial paddy-field soil in Mlorah Village, Rejoso District, Nganjuk Regency, using a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors.The first factor was NPK fertilizer rate: 120 (M1), 180 (M2), and 200 (M3) g/m². The second factor was planting spacing: 15×15 cm (J1), 15×20 cm (J2), and 15×25 cm (J3). The two experimental factors generated nine treatment combinations with three replications, resulting in 27 experimental units. The measured variables included plant height, leaf number, tiller number, fresh and dry biomass weight, and consumable bulb weight. Data were subjected to analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, and when significant differences were observed, the Least Significant Difference (LSD) test at 5% was applied. The results indicated a significant interaction between NPK fertilizer rate and planting spacing on leaf number at 15 days after planting (DAP), with the combination of 200 g/m² NPK and 15 × 25 cm spacing producing the highest leaf count (3.60 leaves). However, no significant interaction was observed for plant height or leaf number at 25 and 35 DAP. The NPK rate of 200 g/ m² independently produced the greatest plant height at 15 DAP (17.58 cm). Bawang merah (Allium cepa L.)  merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, dengan produktivitas yang sangat dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya, khususnya pemupukan dan pengaturan jarak tanam. Pengaruh variasi dosis pupuk NPK dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan serta produksi bawang merah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Kegiatan penelitian dilakukan Bulan April hingga Juni 2024 di persawahan Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah Aluvial. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor. Faktor pertama berupa dosis pupuk NPK dengan tiga taraf, yaitu 120 g/m² (M1), 180 g/m² (M2), dan 200 g/m² (M3). Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri atas 15 × 15 cm (J1), 15 × 20 cm (J2), dan 15 × 25 cm (J3). Kombinasi kedua faktor menghasilkan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali, sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat brangkasan basah dan kering, serta bobot umbi konsumsi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dan apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf yang sama. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang signifikan antara dosis NPK dan jarak tanam terhadap jumlah daun pada 15 HST, kombinasi perlakuan 200 gram/m2 dengan jarak tanam 15 x 25 cm menghasilkan jumlah daun tertinggi sebesar 3,60 daun. Sedangkan pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun pada 25 dan 35 HST kombinasi perlakuan tidak terdapat interaksi yang nyata. Dosis NPK 200 gram/m2 secara mandiri meningkatkan tinggi tanaman tertinggi pada umur pengamatan 15 HST sebesar 17,58 cm.
Proporsi Pupuk Kandang dan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Evar, Fitrawaty Orista; Hidayah, Ummu Fitrothul; Probojati, Rasyadan Taufiq
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.26586.82-90

Abstract

Produktivitas mentimun masih tergolong rendah akibat rendahnya kesuburan tanah dan pengelolaan bahan organic yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proporsi pupuk kandang dan jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-April 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengap Faktorial (RALF). Faktor pertama adalah proporsi pupuk kandang yang terdiri atas tujuh kombinasi tanah, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam, yaitu K1 (1:1:1), K2 (3:2:1), K3 (2:1:2), K4 (1:3:2), K5 (2:2:1), K6 (tanah saja/kontrol), dan K7 (2:1:1). Faktor kedua adalah jenis mulsa organik, yaitu mulsa jerami padi (M1) dan mulsa sekam padi (M2). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi proporsi pupuk kandang dan jenis mulsa organic berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Pada fase vegetatif, perlakuan K2M1 dan K2M2 menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun tertinggi. Pada fase generatif, perlakuan K4M1 menunjukkan hasil terbaik dengan rasio bunga betina:jantan tertinggi (0.75), jumlah buah terbanyak (6.0 buah tanaman-1), dan berat buah tertinggi (2150 g tanaman 1). Kombinasi pupuk kendang yang seimbang dan terintegrasi dengan mulsa organic juga menghasilkan produktivitas tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa optimasi proporsi pupuk kendang kambing dan ayam yang dikombinasikan dengan mulsa organik mampu meningkatkan ketersediaan hara, menjaga kelembapan tanah, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air dan hara sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil mentimun.
Evaluasi Fenotipe dan Pendugaan Parameter Genetik Beberapa Galur Jagung Pakan (Zea Mays L.) Naufal Ardiansyah; Aptika Hana Prastiwi Nareswari; Edy Kustiani; Junaidi Junaidi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 4 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i4.2103

Abstract

The advancement of plant breeding technology continues to accelerate, with the selection of parental lines becoming a pivotal component of precision breeding. This study aims to evaluate the phenotypic diversity and genetic parameters of 20 feed maize lines across two distinct environments. The research was conducted at two locations with varying altitudes: Location 1 (50 m asl) and Location 2 (600 m asl), utilizing a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two replications per site. Parameters observed encompassed both quantitative and qualitative traits. Data were subjected to Analysis of Variance (ANOVA), followed by cluster analysis using the Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) to determine the phylogenetic distances between lines. The results revealed significant differences (p < 0.05) across all quantitative characters, with Variety 9 demonstrating superior performance in the majority of parameters. Cluster analysis categorized the genotypes into several groups with a minimum genetic distance of 1.732, indicating their potential utility in the development of superior hybrid varieties.
Diseminasi Teknologi Pupuk Biru Slurry Sebagai Upaya Peningkatan Produksi Semangka Aptika Hana Prastiwi Nareswari; Ummu Fitrothul Hidayah; Devina Cinantya Anindita
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062016000

Abstract

Sektor hortikultura memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, namun produktivitas di tingkat petani masih belum optimal akibat degradasi kesuburan tanah dan ketergantungan pada pupuk kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi pupuk Biru Slurry serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya semangka secara berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, demonstrasi plot (demplot), dan pendampingan secara partisipatif selama satu musim tanam. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner pre-test dan post-test, wawancara, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani sebesar rata-rata 33,75% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, keterampilan petani dalam aplikasi pupuk organik meningkat secara signifikan, ditandai dengan kemampuan dalam menentukan dosis, waktu aplikasi, dan teknik penggunaan pupuk slurry. Petani juga menunjukkan respon positif terhadap teknologi yang diperkenalkan karena dinilai mudah diaplikasikan, ramah lingkungan, dan berpotensi mengurangi penggunaan pupuk kimia. Observasi lapangan menunjukkan indikasi perbaikan kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan kapasitas petani serta mendorong penerapan praktik pertanian berkelanjutan.