Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) DAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Fitriyati, Fitriyati; Agustina, Ani; Mahdi, Nur
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.79

Abstract

Nyeri merupakan masalah Kesehatan global yang diperkirakan sekitar 20% populasi dunia menderita nyeri setiap tahunnya. Diperlukan obat analgesik yang mampu meminimalkan rasa sakit namun tidak menimbulkan banyak efek negatif. Pengembangan obat bahan alam sebagai analgesik yaitu daun belimbing manis dan daun kersen, keduanya dikombinasikan dengan harapan mencapai efek sinergis. Penelitian ini bermaksud untuk memahami efektivitas gabungan ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) pada mencit galur (Mus musculus). Metode penelitian menggunakan induksi kimia dan bersifat eksperimental. Mencit dipecah 5 kelompok berisi 5 ekor mencit yaitu kontrol negatif Na-CMC), kontrol positif (asam mefenamat), dan tiga kelompok kombinasi dengan perbandingan (25%:75%; 50%:50%; 75%:25). Tiap hewan diberi perlakuan peroral lalu 30 menit setelahnya dilanjutkan induksi asam asetat 0,5% secara intraperitoneal. Kemudian geliat mencit diamati selama 60 menit dan dicatat total geliat setiap 5 menit. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji one way ANOVA dan uji post hoc LSD. Hasil menunjukan kelompok perlakuan positif tidak mempunyai perbedaan yang bermakna dengan ketiga kelompok kombinasi karena nilai (Sig>0,05). Kombinasi ekstrak yang paling efektif ditunjukkan pada kelompok kombinasi 1 dengan persentase 99,88 %.
The Relationship Between Anemia and Nutritional Status with the Occurrence of Fatigue in Children with Cancer Undergoing Chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital in Jakarta Purwati, Nyimas Heny; Natashia, Dhea; Wahyuni, Emmy Putri; Dais, Exsos Grend; Lusty, Junita; Ruriwinita, Ruriwinita; Sofyan, Evi; Fitriana, Anantusia; Karwati, Eti; Fitriyati, Fitriyati; Mursiah, Mursiah
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i2.20191

Abstract

Background: The challenge of fatigue significantly affects children undergoing cancer treatment, impacting their overall well-being and quality of life. Unlike their healthy counterparts, pediatric cancer patients grapple with the demanding impacts of chemotherapy, leading to anemia and nutritional deficiencies that exacerbate fatigue. Beyond fatigue, chemotherapy alters appetite, nutrient utilization, and mental function. Fatigue's multidimensional impact, marked by reduced energy and increased need for rest, can detrimentally affect the quality of life for pediatric patients. Understanding these challenges is essential for devising tailored strategies that comprehensively address the unique needs of children undergoing cancer treatment, enhancing their overall well-being and quality of life.Objective: This research aims were to determine the relationship between anemia and nutritional status with the occurrence of fatigue in children with cancer undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital in Jakarta.Methods: An analytical cross-sectional study conducted in August 2022 included a sample of 24 children selected through accidental sampling. Demographic and disease characteristics, such as age, gender, cancer type, cancer stage, and treatment duration, were collected through a questionnaire. Anemia was determined by hemoglobin levels (12 mg/dl), and nutritional status was assessed using Body Mass Index. Fatigue was measured with tailored instruments for different age groups: the Parent Fatigue Scale (PFS) for children under 7 years and the Child Fatigue Scale (CFS) for those aged 7 years and older. Statistical analyses included univariate assessment, bivariate analysis with the chi-square test, and logistic regression.Results: Demographic analysis revealed a predominantly male sample (70.8%) with a significant adolescent presence (41.7%) and a prevalence of leukemia (37.5%). Most participants were in early cancer stages (58.3%), undergoing treatment for over a year (62.5%). Anemia was common (54.2%), and 58.3% were underweight. High fatigue prevalence was observed (62.5%). Chi-square analysis found no significant gender or cancer stage differences in fatigue. Age and treatment duration showed no significant associations with fatigue. Logistic regression revealed a significant association between anemia and fatigue in the first model (p = 0.022, Exp. B = 0.104). The second model, incorporating nutritional status, showed a non-significant relationship with anemia but a notable association with normal nutritional status and fatigue (p = 0.022, Exp. 0.059). This underscores the crucial role of nutritional interventions in mitigating fatigue.Conclusion: This study highlights a significant relationship between anemia and nutritional status with fatigue in children undergoing chemotherapy. These findings underscore the importance of considering anemia and nutritional interventions when providing care to pediatric cancer patients undergoing chemotherapy. Nurses play a vital role in addressing these concerns and enhancing the overall well-being of children with cancer.
TRADISI NYIRIH: STUDI KASUS PADA KOMUNITAS SUKU DAYAK DESA DI KECAMATAN KELAM PERMAI KALIMANTAN BARAT Elliza, Sri; Fitriyati, Fitriyati; Wardhani, Hilda Aqua Kusuma
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v8i2.1306

Abstract

Kebiasaan menyirih di Indonesia merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh berbagai suku, salah satunya adalah suku Dayak Desa di Kalimantan Barat. Kepercayaan bahwa menyirih dapat menghindari penyakit gigi dan mulut serta dapat mengobati gigi yang sakit serta nafas yang tidak sedap telah mendarah daging diantara para penggunanya. Kebiasaan menyirih memiliki pengaruh terhadap tidak dirawatnya karies gigi dan memiliki pengaruh gigi yang buruk terhadap periodentitis, mendorong peningkatan periodentitis dan menghilangkan gigi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran mengenai tradisi nyirih yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Desa di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku nyirih suku Dayak Desa dilakukan hampir setiap hari dengan frekuensi > 2 kali dalam sehari, dengan usia lama menyirih > 5 tahun. Perilaku nyirih ini dilakukan karena adanya kepercayaan yang diwariskan oleh leluhur. Tradisi nyirih suku Dayak Desa di Kalimantan Barat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, kelompok usia, terutama kalangan wanita. Bagi seseorang yang masih berusia muda, maka nyirih dilakukan dengan cara menempatkan kapur sirih bersama dengan beberapa potongan kecil buah pinang dan gambir di atas sehelai daun sirih. Daun sirih dilipat bersamaan dengan campuran tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulut diantara gigi dan pipi, dan selanjutnya dikunyah. Sedangkan bagi seseorang yang sudah lanjut usia, maka nyirih dilakukan dengan menggunakan bantuan alat yang terbuat dari pipa dan kayu yang dirangkai menjadi alat tumbuk. Bahan-bahan yang digunakan dalam tradisi nyirih suku Dayak Desa di Kalimantan Barat adalah pinang, kapur, gambir, dan daun sirih.
The Relationship Between Anemia and Nutritional Status with the Occurrence of Fatigue in Children with Cancer Undergoing Chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital in Jakarta Purwati, Nyimas Heny; Natashia, Dhea; Wahyuni, Emmy Putri; Dais, Exsos Grend; Lusty, Junita; Ruriwinita, Ruriwinita; Sofyan, Evi; Fitriana, Anantusia; Karwati, Eti; Fitriyati, Fitriyati; Mursiah, Mursiah
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 7 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i2.20191

Abstract

Background: The challenge of fatigue significantly affects children undergoing cancer treatment, impacting their overall well-being and quality of life. Unlike their healthy counterparts, pediatric cancer patients grapple with the demanding impacts of chemotherapy, leading to anemia and nutritional deficiencies that exacerbate fatigue. Beyond fatigue, chemotherapy alters appetite, nutrient utilization, and mental function. Fatigue's multidimensional impact, marked by reduced energy and increased need for rest, can detrimentally affect the quality of life for pediatric patients. Understanding these challenges is essential for devising tailored strategies that comprehensively address the unique needs of children undergoing cancer treatment, enhancing their overall well-being and quality of life.Objective: This research aims were to determine the relationship between anemia and nutritional status with the occurrence of fatigue in children with cancer undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital in Jakarta.Methods: An analytical cross-sectional study conducted in August 2022 included a sample of 24 children selected through accidental sampling. Demographic and disease characteristics, such as age, gender, cancer type, cancer stage, and treatment duration, were collected through a questionnaire. Anemia was determined by hemoglobin levels (<12 mg/dl), and nutritional status was assessed using Body Mass Index. Fatigue was measured with tailored instruments for different age groups: the Parent Fatigue Scale (PFS) for children under 7 years and the Child Fatigue Scale (CFS) for those aged 7 years and older. Statistical analyses included univariate assessment, bivariate analysis with the chi-square test, and logistic regression.Results: Demographic analysis revealed a predominantly male sample (70.8%) with a significant adolescent presence (41.7%) and a prevalence of leukemia (37.5%). Most participants were in early cancer stages (58.3%), undergoing treatment for over a year (62.5%). Anemia was common (54.2%), and 58.3% were underweight. High fatigue prevalence was observed (62.5%). Chi-square analysis found no significant gender or cancer stage differences in fatigue. Age and treatment duration showed no significant associations with fatigue. Logistic regression revealed a significant association between anemia and fatigue in the first model (p = 0.022, Exp. B = 0.104). The second model, incorporating nutritional status, showed a non-significant relationship with anemia but a notable association with normal nutritional status and fatigue (p = 0.022, Exp. 0.059). This underscores the crucial role of nutritional interventions in mitigating fatigue.Conclusion: This study highlights a significant relationship between anemia and nutritional status with fatigue in children undergoing chemotherapy. These findings underscore the importance of considering anemia and nutritional interventions when providing care to pediatric cancer patients undergoing chemotherapy. Nurses play a vital role in addressing these concerns and enhancing the overall well-being of children with cancer.
The Primaku application is effective in monitoring early childhood growth and development through parental assistance Dais, Exsos Grend; Wahyuni, Emmy Putri; Lusty, Junita; Ruriwinita, Ruriwinita; Fitriyati, Fitriyati; Mursiah, Mursiah; Fitriana, Anantusia; Karwati, Eti; Sofyan, Evi; Purwati, Nyimas Heny; Sutini, Titin; Apriliawati, Anita
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i1.939

Abstract

Background: Early childhood growth and development disorders are still a concern for parents today, especially stunting. Monitoring early childhood growth and development is still a difficulty for parents today. Lack of access to digital-based information about children's health information makes it easy for parents to underestimate this so that it is too late to take care of it. So, it is necessary to have an application for monitoring the growth and development of early childhood based on digital. Objectives: This study aims to determine the effect of the PrimaKu application on the assessment of early childhood growth and development through parental assistance. Methods: This study is a quantitative study with the type of Pre-Experiment, using the One Group Pretest-Posttest research design by providing parental assistance intervention using the PrimaKu Application in one meeting. The effect of the intervention was measured by comparing pre-test and post-test scores. Bivariate analysis was performed using the Wilcoxon Test. Results: The results of the analysis obtained a p-value: 0.001 (p <0.05) with a median pre-test>post-test value, namely 80.00>50.00 with a difference of 30.00. The minimum pre-test>post-test value, namely 50>30 with a difference of 20. The maximum pre-test>post-test value, namely 100>90 with a difference of 10. Conclusion: There is an effect of the PrimaKu application on the assessment of early childhood growth and development through parental assistance. So, that the use of the PrimaKu application is highly recommended for parents to use in assessing early childhood growth and development.
Aplikasi Primaku: Pendampingan Orang Tua Terhadap Penilaian Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Dais, Exsos Grend; Wahyuni, Emmy Putri; Lusty, Junita; Ruriwinita, Ruriwinita; Fitriyati, Fitriyati; Mursiah, Mursiah; Fitriana, Anantusia; Karwati, Eti; Sofyan, Evi; Purwati, Nyimas Heny; Sutini, Titin; Apriliawati, Anita
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i1.960

Abstract

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, terutama stunting, masih menjadi kekhawatiran utama bagi orang tua. Stunting dapat menghambat potensi sumber daya manusia, meningkatkan risiko kesehatan, dan bahkan berkontribusi pada kematian anak. Prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang naik sebesar 5,3% pada tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Namun, kurangnya akses informasi berbasis digital mengenai kesehatan anak membuat orang tua sering menyepelekan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, sehingga terlambat melakukan intervensi. Sebagai solusi, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan orang tua dalam penerapan aplikasi PrimaKu terhadap penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendampingan interaktif selama satu hari di Posyandu Rajawali Wilayah Kerja Puskesmas Bojong Nangka Tangerang yang diikuti oleh 44 orang tua. Metode mencakup pre-test, sesi ceramah, diskusi, demonstrasi aplikasi, dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan orang tua terhadap penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Diharapkan, orang tua dapat mengimplementasikan penggunaan aplikasi PrimaKu secara mandiri, sehingga membantu menurunkan angka kejadian stunting. Sebagai tindak lanjut, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas pendampingan orang tua dalam penerapan aplikasi PrimaKu terhadap penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Kenaikan SPO2 pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit X Sianipar, Santi Endang R; Iksani, Ricky Riyanto; Herdalisa, Wiwie; Tarnoto, Koko Wahyu; Zuliani, Peri; Batubara, Salamah Thomasita; Fitriyati, Fitriyati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18884

Abstract

ABSTRACT Microorganisms. Microorganisms enter the lungs through the respiratory tract to the bronchioles and alveoli will stimulate epithelial cells to produce mucus, resulting in accumulation of secretions in the alveoli The purpose of this study was to apply evidence-based practices in professional nursing, whether there is an effect of giving a semi-fowler position on increasing SPO2 in pneumonia patients at Hospital X. The research design used is evidence-based clinical practice used is Quasy Experiment. Namely by conducting intervention and control groups. There are two intervention groups, namely 2 groups that are given a semi-fowler position on increasing SPO2 in pneumonia patients for 4 consecutive days and are carried out twice a day in intervention group 4 and control 4 The results of the study showed a difference in the average value or mean value in the intervention group (SPO2 = 95.25%) and the average SPO2 in the control group (SPO2 = 91.25%) with a p value (0.016 or <0.05). Conclusion: There is a difference in the effect of giving a semi-fowler position in the intervention group compared to the control group with a p value (0.016), there is a significant effect of giving a semi-fowler position as indicated by a p value <0.05. Keywords: Semi-Fowler Position, SPO2, Pneumonia Patients  ABSTRAK Mikroorganisme. Mikroorganisme masuk ke paru melalui saluran pernapasan hingga ke bronkioulus dan alveoli akan merangsang sel-sel epitel untuk memproduksi mukus, sehingga terjadi penumpukan sekret di alveoli  Tujuan  penelitian ini adalah  menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, apakah ada pengaruh pemberian posisi semi fowler terhadap kenaikan SPO2 pada pasien pneumonia di Rumah Sakit X. Desain penelitian yang di gunakan adalah evidence based clinical practice yang digunakan adalah Quasy Experiment. Yaitu dengan melakukan intervensi dan kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu 2 kelompok yang diberikan pemberian posisi semi fowler terhadap kenaikan SPO2 pada pasien pneumonia selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari pada kelompok intevensi 4 dan kontrol 4 Hasil penelitian  menunjukkan perbedaan nilai rata-rata atau nilai mean pada kelompok intervensi (SPO2 = 95.25%) dan rata-rata SPO2 pada kelompok kontrol (SPO2 = 91.25%) dengan hasil nilai p (0.016 atau < 0.05).  Kesimpulan  ada pengaruh perbedaan pemberian posisi semifowler pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p (0.016), terdapat pengaruh pemberian posisi semifowler secara signifikan yang ditunjukkan dengan nilai p < 0.05. Kata Kunci: Posisi Semi Fowler, SPO2, Pasien Pneumonia
Pengembangan Minat Baca Untuk Meningkatkan Budaya Literasi Siswa Sekolah Cahyanto, Bagus; Hasanatin, Mar'atul; Adamiyah, Imasatul; Amalia, Heni Risky; Janah, Safiratul; Dianti, Anggraini Nur; Mukhtar, Adilah Salsabilah; Syaroh, Cusnul May; Latifah, Titik Nur; Mardiyah, Khotimatul; Fitriyati, Fitriyati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i2.10789

Abstract

Pembatasan kegiatan masyarakat di masa pandemic Covid-19 menyebabkan sekolah diselenggarakan secara online, tak terkecuali diterapkan di Kebalen Wetan Gang Mawar. Sekolah daring berarti anak-anak menggunakan gawai untuk mengikuti pembelajaran yang berdampak pada peningkatan penggunaan gawai pada anak-anak terutama di tingkat sekolah dasar. Dibatasinya aktivitas anak-anak di luar rumah juga mengharuskan anak-anak berada di rumah sepajang hari. Karakteristik anak usia sekolah dasar yang aktif menjadi salah satu faktor jika anak-anak akan mudah merasa bosan bermain sendiri di rumah. Tak jarang orang tua memberikan gawai agar anaknya bisa diam di rumah, dan hal itu cukup menyita perhatian anak dengan adanya beragam aplikasi menarik dalam gawai. Sementara di Kebalen Wetan Gang Mawar anak-anak terkadang bermain di luar dengan teman sebayanya untuk mengatasi rasa bosan dan tak bisa dihindari bahwa mereka bisa saja melalaikan protocol kesehatan apalagi jika tanpa pantauan orang dewasa. Maka dengan dilakukannya kegiatan untuk menumbuhkan budaya literasi membaca dan menulis menjadi alternative kegiatan yang lebih bermanfaat untuk anak-anak. Budaya literasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia terutama jika mulai diterapkan sejak dini, dan di tingkat sekolah dasar dimana anak-anak berada pada masa emas adalah waktu yang tepat untuk memulai. Metode pelaksanaan kegiatan menumbuhkan budaya literasi ini yaitu pendidikan masyarakat. Penumbuhan budaya literasi melalui peningkatan minat baca ini dilakukan pada anak-anak tingkat sekolah di Kebalen Wetan Gang Mawar selama masa pelaksanaan KSM-Tematik. Berdasarkan data yang didapat dari hasil evaluasi dengan jumlah literasi yang dilakukan anak-anak selama satu minggu menunjukkan pertumbuhan budaya literasi dari mereka yang sebelumnya belum pernah melakukannya. Tujuan dalam penumbuhan budaya literasi di kalangan anak-anak tingkat sekolah dasar di Kebalen Wetan Gang Mawar yaitu mencetak generasi muda yang berintelektual. Kegiatan literasi membaca dapat menambah kosakata bahasa anak sekaligus memperluas wawasan mereka. Sementara kegiatan literasi menulis dapat meningkatkan kreatifitas anak yang tertuang dalam tulisan mereka, baik menulis ulang cerita dari buku yang sudah mereka baca dengan bahasa sendiri maupun menulis cerita dengan ide mereka sendiri.
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar dan Berfikir Kritis Matematika Kelas 2 di SD Negeri 026 Macang Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual ? Saputra, Wanda; Harmasni, Fenjli; Fitriyati, Fitriyati; Irwansyah, Irwansyah; Syah, Akhmad Arif
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14081

Abstract

Tujuan penelitian adalah upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dan berfikir kritis siswa kelas 2 SDN 026 Macang Pangkalan Kuras melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audio visual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 026 Pangkalan Kuras yang terdiri dari 10 siswa. Pembelajaran matematika yang dilaksanakan secara terfokus dapat melatih dan menumbuhkan cara berpikir secara sistematis,logis, kritis, kreatif dan konsisten.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan pembelajaran matematika pada kelas II di SDN 026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan strategi inquiry yang menekankan pada pencarian secara deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan tepat, maka guru dapat memilih metode,model,dan media yang sesuai dengan kemampuan peserta didik agar dapat berjalan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari. Pelaksanan pembelajaran matematika pada kelas II, menggunakan metode dan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audio visual yaitu guru melatih siswa berfikir kritis dan memiliki keterampilan memecahkan masalah secara logis dan sistematis. Media audio visual membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri dan memahami materi. Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan penerapan model PBL berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar Matematika kelas 2 SDN 026 Macang
Piomi Efektif dalam Meningkatkan Kesiapan Minum Bayi Premature Fitriyati, Fitriyati; Sutini, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Srisantyorini, Triana; Sulistiawati, Helda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14778

Abstract

ABSTRACT The incidence of premature births is still quite high along with complex health problems in premature babies caused by immaturity of the body's organ systems in premature babies and babies born prematurely lacking the ability to suck and swallow which is related to the baby's readiness to drink. The aim of the research is that Piomi is effective in increasing the drinking readiness of premature babies. Research design. This research uses a quasi-experimental research design with a pre test and post test with control group with two types of intervention. Results The results of this research show that there is a significant difference between the pre and post interventions of PIOMI and Multistimulation. on the baby's drinking readiness (P value <0.05). There was also an influence between the PIOMI and Multistimulation interventions on the baby's drinking readiness (P value <0.05). The conclusion shows that there is a difference in the level of readiness to drink babies before and after the PIOMI intervention, as well as in the Multistimulation intervention group. Difference PIOMI Intervention is more effective than Multisimulation Intervention. Keywords: Premature Babies, Baby Drinking Readiness, PIOMI, Multistimulation  ABSTRAK Angka kejadian kelahiran prematuritas masih cukup tinggi beserta permasalahan yang kompleks permasalahan kesehatan pada bayi prematur disebabkan oleh ketidakmatangan sistem organ tubuh pada bayi prematur dan bayi yang lahir dalam kondisi prematur kurang memiliki kemampuan menghisap dan menelan yang berhubungan dengan kesiapan minum bayi. Tujuan penelitian diketahui piomi efektif dalam meningkatkan kesiapan minum bayi premature Desain penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperiment dengan  pre test dan  post test with control group dengan dua macam Intervensi.Hasil Hasil penelitan ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pre dan post intervensi PIOMI danMultikstimulasi terhadap kesiapan minum bayi (P value<0,05).Terdapat juga pengaruh anatara Intervensi PIOMI dan Multistimulasi terhadap kesiapan minum bayi (P value<0,05). Kesimpulan menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesiapan minum bayi sebelum dan sesudah dilakukan Intervensi PIOMI, begitupula da kelompok intervensi Multistimulasi. Perbedaan Intervensi PIOMI lebih efektif dibanding Intervensi Multisimulasi.   Kata Kunci: Bayi Prematur, Kesiapan Minum Bayi, PIOMI, Multistimulasi