Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Fenomena Tren #KaburAjaDulu Sebagai Bentuk Ekspresi Keresahan dan Kekecewaan Generasi Muda di Media Sosial Erina, Erina; Rusmanto, Joni; Atem, Atem
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4046

Abstract

Munculnya tren #KaburAjaDulu ini media sosial ini akibat dari tekanan sosial, ekonomi dan politik, seperti kurangnya lapangan pekerjaan, upah yang minim, bahkan biaya hidup dan pendidikan yang terbilang tinggi menjadi sebuah tempat dan ruang untuk menyampaikan ekspresi keresahan dan kekecewaan dari generasi muda dalam menghadapi tekanan sosial, ekonomi dan politik. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, serta melihat bagaimana respons masyarakat terutama generasi muda terhadap apa yang mereka rasakan seperti biaya pendidikan dan hidup yang terbilang mahal, peluang kerja yang kurang dan terbatas serta upah yang minim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode netnografi yang didukung dengan metode analisis konten, dengan mengambil data dari sebuah unggahan konten di media sosial yaitu TikTok, Istagram dan Twitter, serta menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil menunjukan bahwa tren #KaburAjaDulu ini merepresentasikan keinginan dan kehendak generasi muda untuk membebaskan diri dari tekanan hidup yang dihadapi dan dianggap menekan. Tren #KaburAjaDulu dapat kita pahami sebagai bentuk komunikasi sosial lewat media sosial seperti TikTok, Instagram dan Twitter, sehingga membentuk sebuah komunitas sosial yang sama-sama membagikan pengalaman dan keresahan mereka.
Implementasi Karakter Handep Hapakat Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dI SMPN 11 Palangka Raya Pebrianti, Anisa; Rusmanto, Joni; Adiwijaya, Saputra; Ulfaritha Lapalu, Ester Sonya; Sontoe, Sontoe; Anam, M. Syaeful; Saragih, Osi Karina; Kaharap, Yorgen; Damayanti, Elia; Silalahi, Juli Natalia
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/d27x3188

Abstract

Implementation of strategic national policies at the school level often faces adaptation and acceptance challenges in local institutions, particularly in regions rich in local wisdom such as Central Kalimantan. This study was conducted to analyze the integration of the local wisdom value handep hapakat (cohesion and mutual assistance) within the Free Nutritious Meal Program (MBG) at SMPN 11 Palangka Raya. This background prompted a study focusing on the socio-cultural dimension of MBG, which has been effectively running for two months since September 1, 2025. The primary objective of the research was to analyze the implementation of handep hapakat, identify the roles of actors (teachers, students, parents) in the program's sustainability, and examine socio-cultural barriers. The study employed a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews with teachers and students. Thematic analysis was conducted using a sociological framework encompassing Solidarity (Durkheim), Inequality (Marx), and Habitus/Social Capital (Bourdieu). The main findings indicate that Handep Hapakat serves as a catalyst for mechanical solidarity (Durkheim). This is evidenced by students' spontaneous initiative in logistics mutual cooperation and the collective meal as a cohesion-strengthening social ritual. Teachers play a central role as guarantors of equitable distribution, ensuring consistent and fair portions, thereby effectively mitigating the risk of access inequality (Marx) within the school environment. Although a clash of taste habitus (menu boredom) was observed, the Handep Hapakat value is capitalized as Social Capital (Bourdieu), realized through the mechanism of sharing leftover food (anti-waste). The active role of teachers in shaping responsible habitus is also crucial. It is concluded that the success of the MBG program at SMPN 11 Palangka Raya relies on the harmonious integration between national policy and local values. The implementation supported by Handep Hapakat yields a Sustainable Implementation Model that not only achieves nutritional goals but significantly reinforces students' social character, collective responsibility, and social capital. The scientific contribution of this research confirms the important role of local culture in the adaptation and effectiveness of public policies at the grassroots level.