Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Pengelolaan Sampah pada Masyarakat Desa Bendungan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Novriyanto Napu; Hanisah Hanafi; Lia Amalia
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i1.2

Abstract

Sampah dan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang dihadapi oleh penduduk Desa Bendungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Kompleksitas masalah sampah ini menunjukkan bahwa diperlukan peran dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha dan industri, dengan persepsi yang sama mengenai penanganan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Bendungan tentang pengelolaan sampah melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah survei dan pendataan door-to-door untuk mengidentifikasi permasalahan sampah, diikuti oleh penyuluhan yang melibatkan 30 peserta dari masyarakat dan Karang Taruna. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah, dengan rata-rata pre-test sebesar 31,08% dan post-test sebesar 73,14%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kesimpulannya, melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat Desa Bendungan dapat berperan lebih aktif dalam menangani masalah sampah di lingkungan mereka, yang pada gilirannya akan membawa manfaat lingkungan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih baik.
Peningkatan Kemampuan Membentuk Kalimat Sederhana Berbasis Budaya Lokal Melalui Teknik Simon Says Suleman Bouti; Kartin Lihawa; Novriyanto Napu
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.9

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membentuk kalimat sederhana dalam bahasa inggris melalui penerapan teknik “Simon Says” yang dimodifikasi dengan unsur budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Satu Atap Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan melibatkan peserta didik kelas VIII sebagai subjek. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi persiapan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi hasil pembelajaran. Pada tahap awal, siswa diperkenalkan dengan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, kemudian teknik “Simon Says” diterapkan dengan menambahkan elemen budaya lokal yang relevan untuk meningkatkan ketertarikan siswa. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa untuk membentuk kalimat sederhana. Siswa juga menunjukkan motivasi yang lebih tinggi dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan teknik ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung peningkatan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengajar dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual.
Peningkatan Hasil Pembelajaran Descriptive Text Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Picture To Picture Pada Siswa Sekolah di Teluk Tomini Novriyanto Napu; Hanisah Hanafi; Suleman Bouti; Intan S. Abubakar; Putri Amelia Helidu; Muhamad Hardiyanto Kiyai Mardjo
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.12

Abstract

Siswa kelas VII sering kali menghadapi kesulitan dalam mengikuti pembelajaran menulis, terutama dalam menyusun teks deskriptif, yang berdampak pada kemampuan menulis mereka. Banyak siswa yang kesulitan dalam mengungkapkan ide-ide mereka dengan cara yang efektif saat menulis teks deskriptif. Oleh karena itu, tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Descriptive Text melalui penerapan metode Picture to Picture, yang dilaksanakan di MTS Nurul Bahri pada semester ganjil tahun ajaran 2024-2025. Pendekatan yang digunakan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi serta tes, di mana 16 siswa kelas VII terlibat sebagai subjek dalam kegiatan ini.. Kegiatan dilaksanakan dalam empat siklus, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif metode Picture to Picture dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif dengan membandingkan hasil tes dan observasi dari kondisi awal dan siklus pertama. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pada pelaksanaan siklus pertama dari 18 siswa rata rata belum memahami materi descriptive text dengan respon terkait pertanyaan, sedangkan pelaksanaan siklus kedua telah mencapai criteria keberhasilan dan sudah memenuhi KKM dengan kategori yang baik.
Peningkatan Hasil Pembelajaran Recount Text dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Macromedia Flash pada Siswa Sekolah di Kawasan Teluk Tomini Hanisah Hanafi; Novriyanto Napu; Arini Dali; Delviana Iloponu; Priskila Bernabas; Siti R. Paramata
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.13

Abstract

Recount Text merupakan jenis teks yang diajarkan dalam kurikulum mata pelajaran bahasa Inggris untuk menuntut siswa untuk memahami struktur dan tata bahasa tertentu. Pada kegiatan ini dilakukan Pengabdian Tindakan Kelas (PTK) untuk peningkatan hasil pembelajaran Recount Text di MTs. Nurul Bahri melalui penggunaan media Macromedia Flash agar dapat memotivasi siswa serta mencapai hasil sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode Pada studi Tindakan Kelas (PTK) digunakan dengan melibatkan 16 siswa kelas VII yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. PTK dilakukan dengan empat tahapan, yaitu planning, action, observation dan reflection. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap struktur teks recount setelah menggunakan Macromedia Flash. Rata-rata nilai siswa mencapai 80%, melampaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%, dan 80% siswa memberikan respon positif terhadap media pembelajaran ini. Penggunaan Macromedia Flash terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, siswa menjadi lebih aktif dan berpartisipasi serta membuat para siswa lebih mudah memahami Recount Text.
Sosialisasi Pencegahan “Tiga Dosa Besar Pendidikan” di SMP Negeri 1 Suwawa Timur Fadly Rumagit; Novriyanto Napu; Annida Ulfitra; Fahrul Aiman Soga
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v2i2.36

Abstract

Kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi merupakan isu krusial yang mengganggu iklim belajar serta perkembangan siswa di sekolah. Untuk merespons kondisi tersebut, mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan penyuluhan bertajuk “Sosialisasi Tiga Dosa Besar Pendidikan” di SMP Negeri 1 Suwawa Timur pada 19 Juni 2025. Kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan dan koordinasi dengan pihak sekolah guna merancang materi yang relevan. Pelaksanaan mencakup ceramah interaktif bersama narasumber dari Polsek, Babinsa, dan Puskesmas, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab yang turut melibatkan orang tua atau wali murid. Hasil menunjukkan tingginya partisipasi peserta dan peningkatan pemahaman mengenai langkah pencegahan serta pentingnya sinergi keluarga–sekolah dalam mitigasi risiko. Evaluasi mengidentifikasi perlunya tindak lanjut berupa mekanisme pelaporan, program edukasi berkelanjutan, dan pelibatan lintas sektor termasuk penanganan isu stunting. Temuan ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi sekolah dalam memperkuat lingkungan belajar yang aman, sehat, dan inklusif, sehingga upaya pencegahan dapat berlangsung konsisten dan berdampak positif bagi seluruh warga sekolah.
The Implementation of the Storyline Approach in EFL Writing Instruction: A Case Study of Teacher Practices and Student Responses at SMP Negeri 2 Gorontalo, Indonesia Tresmina Paputungan; Kartin Lihawa; Novriyanto Napu
International Journal of Education, Culture, and Society Vol 4 No 1 (2026): International Journal of Education, Culture, and Society
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijecs.v4i1.8725

Abstract

This study investigates the implementation of the Storyline Approach in English as a Foreign Language (EFL) writing instruction, with a focus on teacher practices and student responses at SMP Negeri 2 Gorontalo. It aims to explore how the Storyline Approach is operationalized in classroom instruction and to examine its impact on students’ writing development and perceptions. Employing a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with the English teacher, and document analysis of lesson plans, complemented by analysis of students’ writing scores from pre-tests and post-tests. The findings reveal that the teacher implemented the Storyline Approach systematically through clearly defined stages, including context creation, character and setting development, plot construction, language focus, and reflection, thereby creating a meaningful and contextualized learning environment that actively engaged students in the writing process. Quantitative evidence from students’ writing scores indicates consistent improvement across multiple themes, particularly in grammar, text organization, content development, and coherence. In addition, students demonstrated positive responses toward storyline-based instruction, reflected in increased motivation, participation, and confidence in writing. The study concludes that the Storyline Approach constitutes an effective and sustainable instructional strategy for enhancing EFL writing skills at the junior secondary school level and contributes to the growing body of research on contextual and student-centered approaches in EFL writing instruction in Indonesian educational settings.
Pre-Service English Language Teachers’ Digital Competence in Developing Interactive Learning Media Mohamad Ikbal Hamzah; Novriyanto Napu; Helena Badu
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8429

Abstract

The increasing demand for technology-enhanced instruction in English Language Teaching (ELT) highlights the importance of developing strong digital competence among pre-service teachers, especially in designing interactive learning media. This study aimed to examine how pre-service English language teachers perceived their digital competence in developing interactive learning media during the Field Experience Program (PPL). Consists of 10 participants from the ELESP 2022 cohort at Universitas Negeri Gorontalo. Guided by the DigCompEdu framework, the research focused on three domains closely related to media production and pedagogical application: Digital Resources, Teaching and Learning, and Empowering Learners. Using a descriptive qualitative design, data were collected through semi-structured interviews and were analyzed thematically. The findings show that participants possessed fundamental operational skills in using tools such as Canva, PowerPoint, Wordwall, and Baamboozle to create multimodal and gamified activities that enhanced student engagement and comprehension. However, they reported limited expertise in advanced media design, contextual adaptation, and facilitating collaborative digital learning. Challenges were linked to insufficient practical training during coursework, unstable internet access, limited school devices, and dependence on free templates. Despite these constraints, participants expressed strong motivation to improve their digital teaching competence. The study highlights the need for teacher education programs to reinforce experiential digital pedagogy through hands-on workshops and project-based media development to better prepare pre-service teachers for designing inclusive and effective technology-integrated learning environments.
Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Melalui Edukasi Pentingnya Menjaga Lingkungan Novriyanto Napu; Titien Fatmawaty Mohammad; Sri Manovita Pateda
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1110

Abstract

The problems of waste are not only in Indonesia, but throughout the world. Waste production continues to increase along with population growth, changes in consumption patterns and people's lifestyles. This article discusses efforts to improve infrastructure quality through sustainable waste management with education about the importance of protecting the environment at SDN 11 Batudaa Pantai, Lamu Village. This research aims to increase environmental awareness among students through Real Work Lecture (KKN) activities. The method used includes three stages: preparation, implementation of educational and practical programs, and evaluation. Activities include education about types of waste, including making crafts from waste and waste management practices, including making crafts from organic and inorganic waste. The results show that students initially did not understand the types of waste and the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle). However, after education, they showed better understanding and increased motivation to keep the environment clean. It is hoped that this program can become an example for sustainable waste management and improving environmental quality in the future.
Exploring The Role of Teachers in the Implementing English Language Teaching Strategies at SMPN 2 Telaga Vira Zamrudah Ikram Salsabila; Novriyanto Napu; Sri Widyarti Ali
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2026 - Januari 2027)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i2.400

Abstract

This study aims to explore the roles of teachers in implementing English language teaching strategies at SMPN 2 Telaga. Employing a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis of lesson plans. The findings reveal two contrasting pedagogical orientations. One teacher adopts a teacher-centered approach that emphasizes structured instruction and linguistic accuracy but limits student interaction. In contrast, the other teacher applies a student-centered and communicative approach that actively promotes student engagement, participation, and confidence in using English. The study further indicates that the student-centered approach is more effective in fostering meaningful learning, although challenges remain in addressing differences in students’ confidence and participation levels. These findings highlight that effective English language teaching requires the integration of pedagogical, communicative, and affective aspects. Teachers are therefore encouraged to balance structured instruction with interactive learning, provide both corrective and supportive feedback, and create a motivating classroom environment to enhance student engagement and learning outcomes.
An An Investigation of Lexical Choices in Translation Among EFL Students Siti Rahmatiya Buyu; Novriyanto Napu; Sri Widyarti Ali
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2026 - Januari 2027)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i2.560

Abstract

This study aims to (1) identify and describe the characteristics of lexical choices in EFL students’ Indonesian–English translations and (2) investigate the factors influencing students’ lexical choices during the translation process. A qualitative descriptive approach was employed, involving 20 fourth-semester EFL students at Universitas Negeri Gorontalo enrolled in a Translation and Interpreting course. Data were collected through handwritten translations of an argumentative text and semi-structured retrospective interviews with five selected participants. The translation products were analyzed using Baker’s (1992) framework of meaning, comprising propositional, expressive, presupposed, and evoked meaning, while interview data were analyzed using qualitative content analysis. The findings showed that students generally preserved propositional meaning but experienced greater difficulties with expressive, presupposed, and evoked meanings, particularly in conveying evaluative nuances, producing natural collocations, and maintaining appropriate register. Five interconnected factors influenced students’ lexical choices: limited vocabulary mastery, reliance on dictionaries and machine translation, cognitive factors, limited contextual understanding, and register and source language influence. All five interviewed students reported using Google Translate or DeepL, while four out of five did not consider alternative lexical choices. These findings highlight the need for translation instruction that develops collocational awareness, contextual understanding, register awareness, and critical evaluation of machine translation output.