Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

NILAI AMBANG KLORIDA UNTUK INISIASI KOROSI PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN ABU TERBANG Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Yusman; Apriansyah; Nurdin, Amalia
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 5 No 2 (2023): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v5i2.3024

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, korosi pada beton bertulang menjadi perhatian utama struktur beton karena ketahanan merupakan salah satu faktor penting. Secara khusus, korosi beton bertulang yang disebabkan oleh klorida menjadi masalah serius di banyak negara karena meningkatnya konstruksi di lingkungan laut. Dalam penelitian ini difokuskan pada umur dini terjadinya korosi pada tulangan yang disebabkan oleh adanya klorida pada beton yang mengandung fly ash sebesar 20% dari berat semen. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ambang batas klorida yang cukup untuk mendorong depassivasi dan korosi aktif batang tulangan dalam mortar. Untuk itu dilakukan penelitian eksperimental dengan jumlah benda uji sebanyak 9 variasi. Rasio klorida terhadap berat semen yang diterapkan adalah 0% -2% akan dievaluasi. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi ambang batas klorida untuk inisiasi korosi pada beton dan pengaruh lainnya diabaikan. Untuk menentukan ambang batas konsentrasi klorida, dilakukan uji potensial korosi dengan metode Half-cell potensial (HCP). Nilai ambang batas konsentrasi klorida yang menyebabkan depassivasi dan munculnya korosi aktif pada baja tulangan adalah 1,5% dari berat semen. Selanjutnya hasil yang diperoleh adalah hubungan antara HCP dan konsentrasi klorida dalam beton. Hal ini menunjukkan bahwa rusaknya lapisan pasif pada permukaan baja terjadi di sekitar kandungan klorida yang saat ini diyakini merupakan ambang batas kandungan klorida untuk inisiasi korosi baja tulangan pada beton yang mengandung abu terbang 20%.
Pemodelan Genangan Banjir Sungai Deking Kabupaten Majene Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 6 No 1 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i1.3166

Abstract

Sungai Deking adalah sungai yang mengalirkan aliran banjir di empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene pada 26 Mei 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan peta genangan dan kedalaman banjir kala ulang tahunan di sekitar sungai Deking. Metode yang digunakan adalah pemodelan genangan banjir di area sungai dengan menggunakan software Hec-Ras 2D. Pemodelan ini membutuhkan data berupa data curah hujan dan peta DEMNAS. Untuk peta DEMNAS dilakukan pengolahan dengan bantuan software Gogle Mapper dan Google Earth Pro hingga menghasilkan peta terrain sesuai dengan area yang ditinjau. Kemudian peta terrain tersebut menjadi inputan bagi Hec-Ras 2D sehingga bisa menghasilkan peta genangan banjir. Untuk menghitung kedalaman genangan banjir, hasil pemodelan diolah kembali dengan software Google Mapper. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Hec-Ras 2D diperoleh hasil pada kala ulang 10 tahun bagian hilir genangan dengan kedalaman rata-rata sebesar 1,054 m serta luas mencapai 1158,91 ha. Pada kala ulang 25 tahun diperoleh bagian hilir genangan dengan kedalaman rata-rata sebesar 1,343 m serta luasan area mencapai 1200,21ha. Pada kala ulang 50 tahun diperoleh pada bagian hilir genangan dengan kedalaman rata-rata sebesar 2,643 m dengan luas area genangan mencapai 3208,31 ha
Analisis Data Oseanografi Pantai Parappe Kabupaten Majene dalam perencanaan Breakwater Yusman; Apriansyah, Apriansyah; Manaf, Abdi; Nurdin, Amalia
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 7 No 1 (2025): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v7i1.5064

Abstract

Penentuan lokasi dan dimensi bangunan pelindung pantai khususnya bangunan pemecah gelombang harus memperhatikan data oseanografi agar bangunan dapat berfungsi secara efektif untuk melindungi pantai dari kerusakan akibat gelombang dan arus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Metereologi, Klimatogi dan Geofisika (BMKG), data Batimetri Nasional (BATNAS) dan data primer yang diperoleh langsung dari pengamatan di lapangan berupa data sedimentasi dan pasang surut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh laju sedimentasi untuk titik 1 sebesar 402,405 cm3/tahun. Titik 2 sebesar 503,006 cm3/tahun. Titik 3 sebesar 955,713 cm3/tahun. Untuk data pasang surut diperoleh Higher High Water Level (HHWL) = 1,78 m, Mean High Water Level (MHWL) = 1,2053 m, Mean Sea Level (MSL) = 0,9203 m, Mean Low Water Level (MLWL) = 0.6353 m, Lower Low Water Level LLWL = 0,20 m. Angin dominan selama 10 tahun bergerak ke arah utara dengan kecepatan angin maksimum 11 knot dengan panjang fetch efektif 398,21 km. Dari peramalan gelombang tersebut didapatkan Tinggi gelombang pecah (Hb) = 76,44 meter, kedalaman gelombang pecah (db) = 3,822 meter, tinggi gelombang maksimum 2 meter dan periode 7 detik.
Karakteristik Sedimen Sungai Matangnga (Hulu) dan Sungai Maloso (Hilir) Kabupaten Polewali Mandar Berdasarkan Parameter Statistik Ukuran Butir Suryani, Herni; Jamal, Elvira; Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 7 No 1 (2025): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v7i1.5077

Abstract

This study investigates the sediment characteristics of the Matangnga River (upstream) and Maloso River (downstream) in Polewali Mandar Regency based on grain size statistical parameters to understand sediment transport dynamics and depositional mechanisms. Eight sediment samples were analyzed using granulometric methods and statistical approaches by Folk & Ward (1957), combined with log-probability curve interpretation based on Visher (1969). Results indicate that upstream sediments are predominantly coarse-grained with poor to moderate sorting and exhibit multimodal grain size distributions. In contrast, downstream sediments are finer, better sorted, and show unimodal distributions, indicating dominant suspension deposition. Log-probability analysis identified the presence of three major transport mechanisms (traction, saltation, suspension), varying between observation stations. This study demonstrates that integrating grain size statistics and log-probability curves effectively interprets fluvial sedimentation dynamics and depositional environment transitions.
Evaluating the Performance and Institutional Challenges of BMT in North Sumatra: A Multi-Perspective Yusman; Mustafa Khamal Rokan; Sugianto
Journal of Islamic Economics and Business Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jieb.v4i2.54530

Abstract

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) is a Sharia-based microfinance institution that plays a pivotal role in promoting community economic empowerment, particularly in North Sumatra, a region characterized by its rich economic potential and socio-cultural diversity. Despite its strategic importance, many BMTs in this region face persistent challenges, including low levels of Islamic financial literacy, weak institutional governance, limited access to digital technologies, and inadequate working. This study aims to identify the key factors impeding BMT performance and to formulate context-specific revitalization strategies that are both practical and sustainable. Employing a qualitative research design with a case study approach, data were gathered through in-depth interviews, field observations, and document analysis involving three selected BMTs in North Sumatra. Thematic analysis was utilized to uncover critical patterns within the institutional and operational dynamics of these entities. The findings reveal that poor managerial professionalism, declining public trust, and a lack of innovation in Sharia-compliant financial products tailored to local needs are among the primary barriers to performance. In response, this study proposes four strategic recommendations: (1) enhancing human resource capacity through targeted professional training; (2) digitalizing services to foster greater efficiency and transparency; (3) restructuring organizational frameworks; and (4) improving Islamic financial literacy through comprehensive public education initiatives. This research contributes to the development of a locally grounded revitalization model for BMTs, offering actionable insights for practitioners, regulators, and stakeholders committed to advancing an inclusive, resilient, and adaptive Islamic microfinance ecosystem.
Oceanographic Data Analysis of Parappe Beach, Majene Regency, in Breakwater Planning Yusman; Sujantoko; Apriansyah
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i4

Abstract

Determining the location and dimensions of coastal protection structures, especially breakwaters, must take into account oceanographic data so that the structure can function effectively to protect the coast from damage caused by waves and currents. The method employed in this study is a quantitative approach, utilizing secondary data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), National Bathymetry data (BATNAS), and primary data collected directly through field observations, including sedimentation and tidal data. Based on the research conducted, the sedimentation rate for point 1 was 402.405 cm3/year. Point 2 was 503.006 cm3/year. Point 3 was 955.713 cm3/year. For tidal data obtained, the Higher High Water Level (HHWL) is 1.78 m, the Mean High Water Level (MHWL) is 1.2053 m, the Mean Sea Level (MSL) is 0.9203 m, the Mean Low Water Level (MLWL) is 0.6353 m, and the Lower Low Water Level LLWL) is 0.20 m. The dominant wind for 10 years blew from the north, with a maximum wind speed of 11 knots and an effective fetch length of 398.21 km. From the wave forecast, the breaking wave height (Hb) is 76.44 meters, the breaking wave depth (db) is 3.822 meters, the maximum wave height is 2 meters, and the period is 7 seconds.