Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektifitas Reaksi Transesterifikasi Minyak Kelapa dan Sereh untuk Pembuatan Perisa Alami dengan Biokatalisator Lipase serta Penggunaan Ultrasonik Moentamaria, Dwina; Amalia, Nabila Rizki; Rosita Dwi Chrisnandari; Irfin, Zakijah; Wulan, Dyah Ratna
Jurnal Riset Kimia Vol. 15 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v15i1.641

Abstract

In general, flavor are synthesis through enzymatic hydrolysis and esterification reactions (up to 20 hours) using commercial ingredients based on free fatty acids and alcohol. Efficient endeavors utilizing enzymatic transesterification to expedite reactions are necessary to acquire flavored products. Substrates may originate from commercial or natural sources abundant in fatty acids and alcohol. Commercial fatty acids and alcohol (geraniol) are readily available in pure forms. Alternatively, fatty acids can be sourced from coconut oil, while geraniol can be derived from lemongrass oil, which is more cost-effective compared to commercial ingredients. Ultrasonics have emerged as a means to expedite enzymatic. The objective of this study is to investigate the impact of ultrasonic power and transesterification reaction time between coconut oil and geraniol on geraniol conversion. Utilizing lipase (415.99 U/g), coconut oil was subjected to transesterification with commercially obtained pure geraniol in a 1:3 weight ratio, conducted in an ultrasonic tank filled with water. Reaction durations spanned 30, 60, 90, 120, and 150 minutes, with ultrasonic powers set at 50, 70, and 90 watts. The study findings elucidated that the highest geraniol conversion rate of 50.59% was achieved with 70 watts of ultrasonic power over a 90-minute period. These optimal conditions were subsequently applied to transesterify coconut oil with geraniol from lemongrass oil, yielding a conversion rate of 90.29%. This finding demonsttrate the posibility of employing coconut oil and lemongrass oil in a one-stage transesterification process to produce natural flavors via enzymatic lipase catalysis expedited by ultrasonic technology, facilitating swift reaction times.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN PEKTIN PADA PEMBUATAN SELAI MANGGA ,NANAS, DAN SIRSAK Maya, Fransisca; Irfin, Zakijah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.199

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil buah tropis yang melimpah, oleh karena itu pengolahan buah sangat penting agar dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang umur simpan buah. Beberapa buah di Indonesia memiliki rasa dan aroma segar yang ideal untuk pembuatan selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pektin terhadap mutu selai dari beragam buah. Buah yang digunakan pada penelitian ini yaitu buah mangga, sirsak, dan nanas. pektin (P) yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 4 (empat) variabel yaitu P1 = 1,5 gram (0,0075% dari jumlah gula) , P2 = 2 gram (0,01%) , P3 = 2,5 gram (0,0125%) , dan P4 = 3 gram (0,015%). Pada setiap buah dilakukan sebanyak 4 kali pengujian sehingga diperoleh 12 satuan percobaan. Formulasi terbaik dari penelitian ini adalah selai yang dibuat dari rasio pektin P4 = 3 gram (0,015%) pada buah mangga, sirsak dan nanas. Namun kadar air dan serat pada buah juga mempengaruhi proses gelatinisasi selai. Pada buah mangga memiliki komposisi yang pas untuk pembuatan selai dengan deskripsi selai hasil terbaik adalah rasa selai manis, beraroma enak, berwarna kuning cerah serta memiliki tekstur yang ideal untuk selai. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pektin secara signifikan mempengaruhi tekstur dan warna pada selai.
ENZIM ZINGIBAIN SEBAGAI BAHAN KOAGULASI SUSU UNTUK PEMBUATAN KEJU MOZARELLA Nindyasari, Karin Ditha; Irfin, Zakijah; Moentamaria , Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.309

Abstract

Pembuatan keju melibatkan sejumlah tahapan yang umum untuk kebanyakan tipe keju. Dari proses tersebut sebuah susu dapat diproduksi menjadi berbagai variasi produk keju. Berbagai riset menunjukkan bahwa proses koagulasi pada pembuatan keju dapat dilakukan dengan menggunakan enzim protease yang memiliki karakteristik serupa dengan enzim renin. Enzim protease yang memiliki aktivitas penggumpal susu salah satunya adalah enzim zingibain yang terdapat dalam jahe merah. Jahe merah termasuk ke dalam famili Zingeberaceae dan merupakan salah satu rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Rimpang jahe memiliki aktivitas enzim zingibain yang cukup tinggi terhadap protein sehingga dapat digunakan sebagai substitusi rennet. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kemampuan serta pengaruh penambahan enzim zingibain dari jahe merah sebagai koagulan susu untuk pengaplikasian pada keju mozzarella. Variabel berubah yang digunakan pada pembuatan keju mozarella adalah penambahan bakteri Mesophilic M11 dengan asam sitrat dengan perbandingan 1:1, 0:1. Hasil penelitian berupa keju mozarellla yang akan ditinjau dari nilai yield, kadar air dan nilai pH. Untuk hasil keju mozarella terbaik dihasilkan pada variabel 0:1 yaitu dengan pengasaman langsung menggunakan asam sitrat dengan penambahan enzim zingibain 1,75% dengan yield 7,02%, pH 5,4, Kadar air 51%. Sampel terbaik selanjutnya diuji kadar protein dan lemaknya, hasil kadar protein yang didapat sebesar 23,24% dan kadar protein sebesar 10,68%.
Optimization of Making Edible Film from Glucomannan Flour with the Addition of CaCO3, Gelatin, Glycerol, Coconut Oil, and Tea Tree Oil Irfin, Zakijah; Moentamaria, Dwina; Nur Arifa, Anugraheni
Journal of Evrímata: Engineering and Physics Vol. 01 No. 01, 2023
Publisher : PT. ELSHAD TECHNOLOGY INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70822/journalofevrmata.vi.3

Abstract

The increase in population causes the level of basic needs to increase, one of which is in terms of food. Where mostly, the food industry uses petroleum-based plastic packaging, the use of these materials can contaminate food due to the nature of the chemical substances that are easily mixed with the packaged products. Therefore, it is necessary to have packaging technology that is safe and does not damage the environment, for example edible film (McHugh and Krochta 1994). The process of making edible films is carried out by mixing the independent variables, namely the concentration of CaCO3, gelatin, coconut oil, and glycerol and then testing the product in the form of tensile strength, elongation, water vapor transmission rate, and thickness. The first objective of this study is to determine the effect of each independent variable on tensile strength, elongation, water vapor transmission rate, thickness, biodegradation, and the number of microbes. Second, obtaining the optimum composition through RSM. The optimum results obtained from RSM resulted in the composition of each variable and response, namely gelatin 7 grams, CaCO3 0.8 grams, coconut oil 3 ml, and glycerol 2 ml and resulted in a minimum thickness response of 0.1 mm, minimum water vapor transmission rate of 1 g.m2 /day, maximum tensile strength of 86 kgf/cm2 , and maximum elongation of 43%.
Increasing the Production Capacity of Mozzarella Cheese as a Pioneer for the Cheese Village at KU Mustarika Jaya Makmur, Ngantang Irfin, Zakijah; Rachmawati, Diana; Moentamaria, Dwina; Rulianah, Sri; Dwi Chrisnandari, Rosita; Akhsanu Takwim, R.N.
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.292

Abstract

Indonesia has significant potential in dairy cattle production, one example being in Dusun Tepus, Ngantru Village, Ngantang Subdistrict, Malang Regency. The business group “Mustarika Jaya Makmur” consists of dairy farmers producing fresh milk. Previously, the State Polytechnic of Malang (Polinema) provided solutions in the form of training on supply chain management, milk processing, and the application of production calculation tools to support efficiency. Considering the business potential of mozzarella cheese, the group increased its production capacity to 50 liters of fresh milk on a pilot scale to initiate the “Kampung Kedju” program, aimed at improving the villagers’ livelihoods. This Community Service Program (PPM) is expected to provide solutions through production enhancement, assistance in the use of equipment in accordance with standard operating procedures (SOP), and the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) in cheese production. The expected outputs include improved partner capacity, scientific publications, and copyright registration of a HACCP guideline.
APLIKASI TUNING DENGAN METODE COHEN-COON PADA PENGENDALI SUHU AIR (SE 404) SECARA SIMULASI DAN PRAKTIKUM Wahyudi, Moch. Ikhsan; Irfin, Zakijah; Suharti, Profiyanti Hermien; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6776

Abstract

Tuning merupakan proses penentuan parameter pengontrol untuk mendapatkan nilai respon kontrol yang optimal. Respon suatu plant dapat diatur melalui pemilihan parameter-parameter kendali yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan respon dari pengendali suhu air ditinjau dari Integral Absolute Error (IAE), overshoot, dan response time menggunakan metode Cohen-Coon yang dilakukan secara simulasi menggunakan Scilab 6.1.1 dan praktikum. Pada sistem pengendalian terdapat beberapa variabel diantaranya process variable, manipulated variable, set point, dan disturbance. Penelitian diawali dengan melakukan tuning pada mode open loop untuk menentukan persamaan fungsi hantar proses. Kemudian, nilai Kp, ti, dan tD dihitung menggunakan persamaan tuning metode Cohen-Coon dengan memasukkan nilai Kp 0,21; t 6,5 detik; td 2,28 detik; dan tc 4,39 detik. Tahap akhir dari penelitian ini yaitu analisis hasil respon tuning dari metode Cohen-Coon secara simulasi dan praktikum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID) cenderung menghasilkan respon tuning yang lebih baik dibandingkan dengan sistem kontrol lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kontrol terbaik pada pengendali suhu air yaitu Proportional Integral Derivative Controller yang menghasilkan respon berupa offset, overshoot, dan response time berturut-turut sebesar 7,159%; 0,163; dan 24,030 detik pada hasil praktikum.
Penerapan GMP keju mozzarella di KU Mustarika Jaya Makmur Irfin, Zakijah; Syamsiana, Ika Noer; Moentamaria, Dwina; Rulianah, Sri; Chrisnandari, Rosita Dwi; Susilo, Sugeng Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34117

Abstract

AbstrakKelompok Usaha Bersama (KUB) Mustarika Jaya Makmur sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolah susu di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang menghadapi kendala kualitas bahan baku, keterbatasan pengetahuan teknis dan rendahnya kemampuan pemasaran sehingga produk keju mozzarella yang dihasilkan belum memenuhi standar mutu dan daya saing pasar. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, nilai tambah serta jangkauan pemasaran produk melalui tiga kegiatan utama, yaitu pendampingan dalam penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada proses produksi keju mozzarella, diversifikasi produk keju untuk meningkatkan nilai ekonomis, serta pelatihan pemasaran digital guna memperluas akses pasar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahap persiapan, pelatihan teori, praktik produksi keju sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pendampingan diversifikasi produk, serta bimbingan pemasaran berbasis digital. Kegiatan pelatihan dan pendampingan melibatkan narasumber Miss Ines Puspita Setiawan, pendiri Sustainability School yang memberikan pemahaman mendalam tentang penerapan GMP dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam menerapkan GMP, tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis GMP, diversifikasi produk keju serta meningkatnya kemampuan mitra dalam mengelola pemasaran daring melalui media sosial dan platform e-commerce. Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian nyata berupa menunjukkan adanya peningkatan jumlah tenaga kerja, kenaikan pendapatan rata-rata bulanan sekitar 80%, serta peningkatan kapasitas produksi keju yaitu 5 kg per hari dengan kebutuhan susu mencapai 50 liter dan segmen pemasaran berkembang meliputi regional sampai nasional. Penerapan GMP, diversifikasi produk dan optimalisasi pemasaran digital terbukti efektif dalam meningkatkan mutu, nilai tambah dan daya saing produk keju mozzarella KUB Mustarika Jaya Makmur di pasar lokal maupun regional. Kata kunci: good manufacturing practices; keju mozzarella; pemasaran digital; UMKM dairy; produktivitas. AbstractThe Creative Innovation Program for Vocational Partners aims to improve the quality, added value, and market reach of mozzarella cheese production at the Joint Business Group (KUB) Mustarika Jaya Makmur in Malang Regency. KUB faces several challenges, including inconsistent milk quality, limited technical knowledge, and low marketing capacity, which hinder the production of mozzarella cheese that meets the Indonesian National Standard (SNI). To address these issues, the program focuses on three main activities: first, assistance in the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) in the mozzarella cheese production process; second, product diversification to increase economic value; and third, digital marketing training to expand market access and strengthen product competitiveness. The training and mentoring activities are supported by Miss Ines Puspita Setiawan, founder of the Sustainability School, who provides expertise in GMP application and digital marketing strategies. Through this program, KUB Mustarika Jaya Makmur is expected to produce high-quality mozzarella cheese with improved shelf life that complies with SNI, while also enhancing digital marketing capabilities to increase sales and strengthen the economic sustainability of local dairy farmers. Keywords: good manufacturing practices; mozzarella cheese; digital marketing; dairy SMEs; productivity.
Penguatan Manajemen Produksi Keju melalui Digitalisasi Pencatatan dan Peningkatan Fasilitas Produksi pada KUB Mustarika Jaya Makmur Malang Rosiani, Ulla Delfana; Irfin, Zakijah; Arystianto, Deni Putra; Kurniawan, Achendri M.; Saputra, Pramana Yoga; Rachmawati, Diana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9290

Abstract

KUB Mustarika Jaya Makmur di Ngantang, Kabupaten Malang, merupakan kelompok peternak sapi perah yang mengembangkan produk keju sebagai diversifikasi bernilai tambah. Mitra menghadapi dua permasalahan utama, yaitu belum adanya sistem pencatatan produksi yang sistematis sehingga kualitas dan kuantitas produk belum konsisten, serta kondisi ruang produksi yang belum memenuhi standar higienitas pangan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra melalui digitalisasi pencatatan produksi dan perbaikan fasilitas produksi. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, pengembangan aplikasi pencatatan produksi berbasis web menggunakan framework Laravel, serta renovasi ruang produksi untuk meningkatkan standar kebersihan. Hasil menunjukkan aplikasi berhasil diimplementasikan dan digunakan secara rutin, dengan peningkatan keteraturan pencatatan produksi dari 30% menjadi 75%. Renovasi fasilitas meningkatkan skor kelayakan higienitas dari 30% menjadi 90%, serta menaikkan kualitas hasil produksi keju sebesar 40% berdasarkan isian kuisioner kepuasan dari mitra. Program ini memperkuat manajemen produksi, meningkatkan konsistensi kualitas keju, dan mendukung kesiapan sertifikasi halal dan BPOM guna keberlanjutan usaha.
PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN EKOENZIM Zuhri, Akhmad Misbakhuz; Irfin, Zakijah; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7279

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat mendorong bertambahnya kebutuhan terhadap produk kebutuhan dasar, salah satunya sabun mandi cair. Sabun mandi cair berfungsi menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan kulit dari kotoran serta bakteri akibat aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun mandi cair berbahan dasar minyak goreng sawit serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi kalium hidroksida (KOH) dan penambahan ekoenzim terhadap mutu sabun cair yang dihasilkan. ekoenzim digunakan sebagai bahan aditif alami karena mengandung senyawa asam organik yang berpotensi menurunkan kadar alkali bebas sehingga meningkatkan keamanan sabun terhadap kulit. Pembuatan sabun cair dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pembuatan soap base, pelarutan, dan penambahan ekoenzim. Variabel yang digunakan meliputi variasi konsentrasi KOH dan variasi penambahan ekoenzim. Produk sabun cair dianalisis berdasarkan parameter pH, organoleptik, kadar alkali bebas, dan berat jenis, kemudian dibandingkan dengan standar SNI 06-4085-1996 tentang syarat mutu sabun mandi cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik diperoleh pada konsentrasi KOH sebesar 40% dengan penambahan ekoenzim sebesar 4%. Sabun yang dihasilkan memiliki pH 9,5, berbentuk cair kental, beraroma khas, dan berwarna cokelat. Kadar alkali bebas sebesar 0,042% dan berat jenis 1,01014 g/mL menunjukkan bahwa sabun mandi cair yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu SNI 06-4085-1996.
Inovasi Insektisida Organik Berbahan Eco Enzyme Untuk Penguatan UMKM Pertanian – LPPNU Tani Sejahtera Ningsih, Wahyuni; Isnaini Azkiya, Noor; Windy Mustikarini, Anugrah; Alivia Anggerta, Lintang; Ariani; Irfin, Zakijah
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.353

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the agricultural sector face challenges in implementing environmentally friendly and cost-effective pest control. The use of synthetic pesticides has negative impacts on health and the environment. This community service activity aims to enhance farmers’ knowledge and skills in producing organic insecticides made from eco-enzyme as an alternative to synthetic pesticides. The activity was carried out in three stages: preparation (equipment and materials setup, communication material design, and evaluation instrument development), implementation (socialization, demonstration, and hands-on practice), and post-implementation (evaluation and dissemination). The effectiveness was evaluated using pretest-posttest and participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase of 150% in participants’ knowledge, from an average score of 26.67 to 66.67. The satisfaction questionnaire indicated that 84% of respondents gave positive feedback on the activity. The training program successfully improved MSMEs’ capacity in producing organic insecticides and provided an environmentally friendly alternative solution for pest control.