Articles
Survei Penatalaksanaan Pasca Cedera Olahraga Dengan Pengobatan Tradisional Atau Dengan Pengobatan Modern Pada Atlet Olahraga Permainan Bola Besar Kota Malang
Nofan Saputra;
Rias Gesang Kinanti;
Ahmad Abdullah
Gerak: Journal of Physical Education, Sports, and Health Vol 2 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Phsyical Education Health and Recreation Department of STKIP-YPUP Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.667 KB)
|
DOI: 10.37086/gerak.v2i1.549
People in choosing treatment of injuries in sports is still use traditional methods. The traditional method is sangkal putung massage. Sangkal putung is believed as the cheaper and faster treatment than sports rehabilitation which takes a relatively long time. This study aims to determine how the post-injury rehabilitation with modern or traditional methods for athletes in Malang City. This study uses a quantitative descriptive research design with a survey approach. The population in this study were athletes of the big ball game in Malang City and the sample was 21 athletes taken by the Nonprobability Sampling technique, with a stratified random sampling type with a portion of 25%. This study used a questionnaire instrument with a Likert scale. The collected data analyzed by categorizing using the mean and standard deviation. The results of data analysis showed that the level of knowledge of athletes in big ball games regarding to sports injuries at KONI Malang City was that most of the athletes were in the poor category or using traditional massage sangkal putung, while the rest were in moderate and good category. The conclusion of this study is that most athletes still use traditional massage sangkal putung for treatment in post-injury sports.
Eight Sessions of High Intensity Interval Physical Exercise Lowering the Stomach Circumference of Obese Adult Women Sedenter
Gosy Endra Vigriawan;
Fajar Shamsudin;
Eka Arum Cahyaning Putri;
Ema Qurnianingsih;
Lilik Herawati;
Rias Gesang Kinanti
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.991 KB)
|
DOI: 10.31851/hon.v5i1.5647
Gaya hidup sedentary adalah gaya hidup yang dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latihan fisik intensitas tinggi pada interval interval (HIIT) untuk perubahan denyut nadi istirahat dan lingkar perut pada wanita dewasa muda yang kelebihan berat badan dengan gaya hidup sedentary. Subjeknya banyak 20 orang berusia 21-30 tahun menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan dengan melakukan HIIT dan kelompok kontrol tanpa melakukan HIIT. Latihan fisik dengan intensitas 90% dari denyut jantung aksial (HRmax), pada interval. Latihan dilakukan dengan mengayuh ergocycle selama 10 detik dengan kecepatan 100 rpm dan 50 detik dengan kecepatan 50 rpm, dilakukan secara bergantian (interval), dengan total waktu 20 menit. Latihan dilakukan 3x/minggu atau sebanyak 8 sesi dalam 3 minggu. Data dalam penelitian ini diambil sebelum dan sesudah perlakuan, berupa denyut nadi istirahat (HR istirahat) dan lingkar perut (LP) yang diukur pada posisi sejajar pusar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata HR istirahat antar kelompok (p≥0,05), sedangkanLP menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan pada kelompok HIIT (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah HIIT efektif menurunkan lingkar perut kelompok perlakuan dan juga memiliki kecenderungan menurunkan rata-rata HR istirahat.
Hubungan status gizi dengan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VI A mi al-fattah kota malang
Muhlisin Muhlisin;
Olivia Andiana;
Rias Gesang Kinanti
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um057v12i1p45-53
Status gizi adalah kondisi kesehatan seseorang, dipengaruhi oleh asupan gizi dan penggunaanya dalam tubuh (Sharma et al, 2017:1). Status gizi adalah tingkat keadaan gizi yang dipengaruhi oleh asupan makanan dan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. kesegaran jasmani juga meliputi kemampuan untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sehari hari dan adaptasi terhadap pembebanan fisik tanpa menimbulkan kelelahan berlebih dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati watu senggang maupun pekerjaan yang mendadak serta bebas dari penyakit. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Status gizi siswa siswi kelas VI A MI Al-Fattah kota malang secara keseluruhan dalam kategori normal. Tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VI A Mi Al-Fattah kota malang secara keseluruhan dalam kondisi sedang. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kesegaran jasmani.
Survei Penerapan Sport Massage Pada Atlet Olahraga Permainan Bola Besar Sebelum dan Pasca Pertandingan
Irfani Sandra;
Rias Gesang Kinanti;
Ahmad Abdullah
Gerak: Journal of Physical Education, Sports, and Health Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Phsyical Education Health and Recreation Department of STKIP-YPUP Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37086/gerak.v3i1.1128
Sport massage is a massage treatment that treats the physical, physiological, and psychological aspects of athletes, sport massage has so many benefits, including improving blood circulation, helping relieve muscle injuries, recuding stress, increasing body flexibility, and reducing anxienty . It can be used before or after exercise. If used before sporting activities will greatly assist in the lengthening and loosening of soft tissues. Sport Massage should also be a concern for all sports actors except athletes, the purpose of this research is to find out the application of sport massage to big ball game athletes in Malang. This research method uses descriptive quantitative using a survey approach. The number of respondents in this study were 5 coaches from big ball game athletes. The results of the study using the IBM SPSS 26.0 analysis technique obtained a mean value of 93 and a standard deviation of 15.4. This means that the application of sports massage before and after the match is carried out more often before the game than after the match with a value of 94%. The results of the research can be concluded that the implementation of the Big Ball Game Athletes in Malang is still not balanced, so it needs to be improved again.
Pengaruh Latihan High Intensity Interval Training (HIIT) Terhadap Kadar Triglierida Pada Atlet Lari Jarak Jauh Pasi Kota Malang
Dimas Pratama Putra;
Rias Gesang Kinanti;
Ardhiyanti Puspita Ratna
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59024/atmosfer.v1i4.385
Triglycerides are fats carried by the lipoprotein system located in the blood, are the main cause of arterial diseases and are usually compared with cholesterol using lipoprotein electrophoresis. Triglycerides consist of glycerol linked to fatty acid groups. The High Intensity Interval Training method is a sport designed to increase metabolism and burn body fat so as to balance triglyceride levels in the body. This exercise is often included in training programs for long-distance runners. This study aims to obtain information about the effect of the High Intensity Interval Training (HIIT) exercise on the interval running model on triglyceride levels in PASI Athletes in Malang City. The research method and design used was an experiment in the form of the one group pretest-posttest design, namely recording the results of triglyceride levels before HIIT training and after HIIT training. This study involved 8 long-distance runners whose blood was taken from the cubital vein before the HIIT treatment. The design of this study was initiated by screening all research subjects according to predetermined inclusion criteria. And all subjects were instructed to fill out a willingness form (informed consent) then proceed with taking a blood sample before the HIIT exercise treatment of ± 10 µL. After taking blood, the HIIT training program is continued with an interval running model, namely by running fast for 2 minutes, then walking for 2 minutes, doing 10 repetitions. After completing the HIIT training treatment, all subjects took blood again as much as ± 10 µL. When all subjects' blood samples have been taken, it is followed by laboratory tests in the clinical pathology laboratory, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The results of the study by conducting a paired sample T-test were used to analyze the data obtained with a significant (2-tailed) value of 0.938 greater than the p value of 0.05 (0.938> 0.05) indicating H0 was accepted and Ha was rejected which means that HIIT training has no significant effect on the leukocyte levels of PASI Athletes in Malang City. So it can be concluded that HIIT training has no effect on increasing leukocyte levels in PASI Athletes running long distances in Malang City. The conclusion in this study was that the HIIT training provided had no significant effect on the amount of triglycerides after and after exercise. Triglyceride levels in long-distance runners are at normal levels. This is because there has been regular practice given by the coach as preparation for the match.
PENGARUH WEIGHT TRAINING DAN ENDURANCE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KADAR BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR PADA INDIVIDU OBESITAS
Muttaqin, Akhsanul;
Andiana, Olivia;
Kinanti, Rias Gesang;
Yunus, Mahmud;
raharjo, Slamet
Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 6, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jilo.v6i2.63876
Obesitas merupakan suatu kondisi akumulasi lemak tidak normal yang berlebihan di jaringan adiposa, menyebabkan efek buruk bagi kesehatan, obesitas adalah penyakit multifactorial yang kompleks. Untuk mengatasi obesitas, dilakukan latihan fisik , dimana latihan fisik juga bisa menaikan fungsi kognitif dan dapat dianalisis secara fisiologis ataupun molekuler melalui biomarker Brain-derived Neurotrophic Factor (BDNF). Latihan fisik yang dilakukan adalah endurance training dan weight training. Latihan itu merupakan tujuan dari penelitan. Penelitian dilakukan di tiga tempat yang berbeda dengan metode true experimental menggunakan rancangan penelitian the randomized pretest-posttest control group design. Tujuannya agar mendapatkan hasil yang relevan antara pretest dan posttest pada subjek wanita obesitas sebanyak 18 dengan 3 kelompok kontrol, intervesi dilakukan dengan frekuensi 3x1 minggu selama 4 minggu. Setelah postes dikumpulkan data dan di analisis menggunakan SPSS versi 21.0. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan hasil peningkatan signifikan rerata kadar BDNF selama pretest dengan posttest dengan nilai signifikan kelompok endurance training (p0.001) dan kelompok weight training (p0.05). hasil ini menunjukan bahwa ada peningkatan antara kedua latihan tersebut untuk kadar BDNF pada obesitas.
Hubungan BMI dan Panjang Lengan Terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Bebas pada Atlet Lotus Aquatic Club Kota Batu
Akbar, Arfilla Aditya;
Kinanti, Rias Gesang;
Gita, Verlina Maya
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 8, No 2 (2024): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/sport.v8i2.11435
Renang merupakan cabang olahraga yang saat ini berkembang dimasyarakat. Perlombaan renang menggunakan kecepatan sebagai komponen sebagai penilaian. Kecepatan renang dipengaruhi oleh berbagai aspek komponen fisik diantaranya adalah struktur anatomi tubuh. Anatomi tubuh perenang berpengaruh terhadap kecepatan, diantaranya pada bagian tinggi badan dan berat badan. Keduanya digunakan untuk mengetahui BMI perenang. Struktur tubuh lainnya yakni pada bagian panjang lengan dan tungkai yang berfungsi membantu tubuh bergerak untuk tetap mengapung di air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BMI, panjang lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas 50 meter atlet Lotus Aquatic Club Kota Batu. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional yang menghubungkan antar variabel. Penelitian dilaksanakan di kolam renang Tirta Bhuana Cakti Pusdik Arhanud Kota Batu dengan jumlak subjek 20 atlet laki-laki. Hasil penelitian diketahui data antara BMI terhadap kecepatan menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai signifikasi 0,030. Data panjang lengan terhadap kecepatan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment diketahui memiliki nilai signifikasi 0,011. Serta uji regresi berganda antara BMI dan panjang lengan terhadap kecepatan diketahui memiliki nilai 0,015.
Penguatan Pengetahuan Guru Mata Pelajaran Proyek IPAS dan Guru BK tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Puriastuti, Alifia Candra;
Hasanah, Winny Kirana;
Suprobo, Nina Rini;
Novembriani, Rizqie Putri;
Kinanti, Rias Gesang;
Wahyudi, Yuyud;
Putri, Dinda Farida;
Dani, Nova Wulan Rahma;
Fazira, Erra;
Listiani, Sevia
AKM Vol 5 No 2 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/akm.v5i2.1319
Guru memiliki peranan penting dalam menyampaikan pendidikan seksual di sekolah, remaja yang berada di usia sekolah baik jenjang menengah, menengah atas maupun pendidikan tinggi lebih memilih guru/dosen sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi. Oleh karenanya sasaran pengabdian masyarakat ini adalah 10 orang Guru Mata Pelajaran Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dan Guru Bimbingan Konseling, dengan mitra pengabdian SMKN 2 dan SMKN 3 Malang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Community Participatory Research dengan pendekatan pelatihan. Kegiatan pelatihan berupa tiga kali pemberian edukasi berseri terkait informasi-informasi seputar kesehatan reproduksi remaja serta mengaitkan dengan isu-isu terkini kesehatan reproduksi remaja. Kemudian dilanjutkan dengan mini workshop yang dilaksanakan pada pekan ke-4 yakni dengan membuat kelompok diskusi tentang masalah kesehatan reproduksi remaja yang sering ditemui di sekolah dan kendala dalam menyelesaikannya Setelah kegiatan pengabdian, guru menyatakan bahwa penting bagi tenaga pendidik untuk melakukan update tentang kesehatan reproduksi remaja dan harapannya dapat memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dalam pembelajaran di kelas.
Improving Knowledge of Community Health Worker about Stunting’s Prevention Through Structured Training Program in Malang
Hasanah, Zumroh;
Kinanti, Rias Gesang;
Puriastuti, Alifia Candra;
Ratna, Ardhiyanti Puspita;
Novembriani, Rizqie Putri
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: Stunting is a significant public health issue in Indonesia. Improving the knowledge of community health workers, particularly health cadres, is crucial for effective stunting prevention in Indonesia. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of structured training program about stunting prevention among health cadres in Sumberpasir Village, Pakis District, Malang Regency Method: This study employed a one-group pretest-posttest design. A total of 28 health cadres were recruited using a purposive sampling method. Data were collected using a validated questionnaire to assess stunting prevention knowledge. The intervention consisted of a 10-hour structured training program led by the expert (divided into five sessions, with 2.5 hours in each session). Data were analyzed using SPSS version 26. Given the non-parametric nature of the data, the Wilcoxon signed-rank test was used to compare the pretest and posttest scores. Results: The structured training program had a significant positive impact on the participants' knowledge. Conclusions: The knowledge and empowerment of health cadres are fundamental to the success of stunting prevention strategies in Indonesia. By enhancing their training, providing ongoing support, and fostering community engagement, health cadres can play a transformative role in reducing stunting rates among children.
Meningkatkan Pengetahuan Perubahan Masa Remaja dan Dampak Perundungan Kepada Santri sebagai Upaya Preventif Tindak Kekerasan Seksual dan Perundungan di Pesantren
Kinanti, Rias Gesang;
Puriastuti, Alifia Candra;
Hasanah, Zumroh;
Amelia, Dessy;
Dani, Nova Wulan Rahma
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4699
Saat ini, kekerasan seksual dan perundungan menjadi permasalahan yang sering terjadi di sekitar kita. Kasus kekerasan seksual dan perundungan nyatanya juga banyak terjadi di pesantren. Kehidupan santri yang sangat erat dengan hidup bersama karena aktivitas sehari-harinya selalu melibatkan interaksi tanpa henti dengan orang lain. Jika keadaan seperti ini tidak didasari oleh nilai-nilai solidaritas dan kekompakan, tentu akan menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan, termasuk pelecehan bahkan kekerasan seksual. Pondok Pesantren Al-Mustaqim sebagai mitra pengabdian masyarakat, menyoroti kejadian perundungan verbal yang sering terjadi di kalangan santri. Kegiatan ini dilakukan kepada 60 orang santri yang terdiri atas 30 orang santri putra dan 30 orang snatri putri. Pendekatan yang digunakan dengan pemberian pendidikan tentang perubahan remaja dan isu-isu terkait perundungan Hasil yang diperoleh adalah pengetahuan siswa bertambah setelah mendapat pendidikan. Dengan mengetahui perubahan-perubahan yang terjeadi pada dirinya, remaja akan berusaha menerima dan beradaptasi dengan lingkungannya sehingga pencegahan kekerasan seksual dan perundungan dapat dihindarkan.